Showing posts with label Science Fiction. Show all posts
Showing posts with label Science Fiction. Show all posts

Thursday, November 5, 2009

Knowing


Di awal cerita, tahun 1959, ditunjukkan kalau ada seorang anak SD yang sering mendengar bisikan-bisikan di telinganya. Namanya Lucinda Embry (diperankan oleh Lara Robinson). Tapi bisikan-bisikan itu hanya didengar olehnya sendiri. Dan kawan-kawannya menganggapnya aneh karena dia selalu menuliskan sejumlah besar angka-angka yang tampaknya tidak berarti. Dia juga cenderung pendiam dan tidak punya teman.

Waktu itu adalah acara pembukaan untuk sekolah mereka. Untuk merayakannya, mereka menanam sejenis kapsul waktu di halaman sekolah. Murid-murid angkatan pertama itu dipersilahkan menggambar apapun yang mereka perkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 50 tahun ke depan, lalu memasukkannya ke dalam kapsul waktu tersebut. Anak-anak yang bersekolah disana lima puluh tahun kemudian akan membuka kembali kapsul waktu itu dan bisa membaca atau melihat gambar apapun yang mereka tuliskan disana.

Semua anak bergembira dan menggambarkan bermacam-macam benda dalam surat yang akan mereka masukkan ke kapsul waktu. Kecuali Lucinda. Dengan tangan gemetar ia memenuhi kertasnya dengan barisan angka-angka yang tidak dapat dimengerti. Bahkan setelah teman-temannya selesai, Lucinda masih tetap berkutat menuliskan angka-angka ini di kertasnya. Sampai-sampai Miss Taylor (diperankankan oleh Danielle Carter), gurunya, harus menarik paksa kertas itu dari tangannya.

Pada acara pembukaan sekolah sekaligus penanaman kapsul waktu itu, Lucinda tiba-tiba menghilang. setelah dicari kesana-kemari, ia ditemukan bersembunyi di dalam lemari. Tangannya berdarah karena dia menggunakan kukunya untuk menuliskan angka-angka (lagi) di dinding pintu.

Lalu cerita maju ke 50 tahun kemudian, tahun 2009. Ditunjukkan kalau Prof. John Koestler (diperankan oleh Nicholas Cage) dan anaknya, Caleb Koestler (diperankan oleh Chandler Canterbury) yang tuli tinggal di sebuah rumah di dekat hutan. Mereka tinggal berdua karena ibu Caleb sudah meninggal dunia. Caleb adalah salah satu murid yang bersekolah di sekolah Lucinda dulu. Dan kebetulan sekali, sekolahnya berulang tahun yang kelima puluh. Dan mereka akan membongkar kapsul waktu yang ditanam di halaman sekolah mereka, limapuluh tahun yang lalu. Setiap anak mendapat satu amplop. Dan secara kebetulan sekali, Caleb mendapat amplop yang berasal dari Lucinda.

Sejak menerima amplop itulah ia mulai sering mendengar bisikan-bisikan, sampai-sampai ia menduga kalau alat bantu dengarnya sudah mulai rusak dan melepasnya. Tapi ia tidak pernah mengerti apa maksud dari angka-angkan yang ditulis Lucinda itu.

Tanpa sengaja, John, ayahnya, melihat surat itu tergeletak di meja. Iseng-iseng dia menyusun angka-angka yang dilihatnya disana. Dan dia melihat kalau angka-angka itu ternyata seperti sebuah ramalan. Limapuluh tahun yang lalu, Lucinda sudah meramalkan tentang akan terjadinya pengeboman WTC, dia juga meramalkan dengan tepat terjadinya badai Katrina. Semua angka-angka yang dituliskannya disana seperti sebuah kode, tentang tanggal kejadian, jumlah korban dan bahkan koordinat tempat kejadian bencana itu. John sangat kaget melihatnya.

Ia lalu melihat kalau ternyata ada beberapa ramalan-ramalan Lucinda yang masih belum terlaksana. Salah satunya adalah jatuhnya pesawat terbang yang akan mengorbankan ratusan jiwa penumpangnya. Dan ternyata, ramalan itu terwujud.

Di depan matanya John melihat langsung bagaimana pesawat itu jatuh. Dan televisi mengumumkan jumlah korban, tetap seperti angka yang dituliskan Lucinda. Sejak itulah John menyadari, kalau memang ramalan itu benar-benar terjadi.

Sementara itu, Caleb mulai merasa sering didatangi oleh sosok-sosok misterius yang secara rutin memberikannya batu berwarna hitam. Bersamaan dengan itu pula, datanglah penglihatan-penglihatan yang tidak dimengerti Caleb.

Dia melihat api yang membakar semua tempat di sekelilingnya. Ia ketakutan dan menjerit. John juga menyadari kalau mahluk-mahluk misterius berpakaian hitam ini memang nyata, karena dia sempat melihatnya sebelum bayangan mereka menghilang di balik pepohonan.

John kemudian memutuskan untuk mencari tahu keberadaan Lucinda. Ia ingin menguak lebih jauh lagi tentang ramalan itu. Sayangnya, Lucinda sudah meninggal. Yang ada hanya anaknya Diana Wayland (diperankan oleh Rose Byrne) yang tinggal bersama putrinya Abby (diperankan kembali oleh Lara Robinson) yang berumur sebaya dengan Caleb. Tapi Diana menganggap John sebagai orang gila, karena menyinggung-nyinggung ramalan yang dibuat ibunya yang sudah meninggal dulu. Dia menganggap ibunya gila dan tidak pernah bisa hidup tenang sampai meninggal. Dan ia yakin kalau John hanya orang gila yang ingin mengganggunya.

John berusaha meyakinkan Diana, bahwa ramalan-ramalan ibunya itu benar. Dia hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang Lucinda. Dia menyatakan kalau Lucinda juga sudah meramalkan sebuah kecelakaan kereta api bawah tanah yang akan menewaskan ratusan orang. Diana harus membantunya mencari tahu lebih jauh, agar tidak banyak korban yang berjatuhan. Tapi Diana memilih pergi dan membawa Abby menjauh dari John dan Caleb.

Dan memang, kecelakaan kereta api itu pun terjadi. John berada di lokasi kejadian, setelah menitipkan Caleb pada orang tuanya. Ia berusaha mencegah sendiri apapun yang akan terjadi di sana. Tapi ia gagal. Bencana itu tetap terjadi, dan jumlah korban tewas benar-benar sama dengan yang diramalkan Luncinda.

Akhirnya, Diana percaya dan bersedia membantu John dengan membawanya ke rumah tempat tinggal ibunya semasa hidupnya dulu. Lucinda tidak mau tinggal di kota. Dia memilih menyepi di tengah hutan.

Ketika sedang menyelidiki rumah itulah, Caleb dan Abby didatangi lagi oleh sosok-sosok misterius berbaju hitam itu. Mereka berniat mengajak Caleb dan Abby ikut dengan mereka. Tapi gagal, karena Caleb membunyikan klakson mobil keras-keras untuk memancing perhatian ayahnya yang ada di dalam rumah. Begitu John keluar, sosok-sosok gelap itu langsung menghilang.

Tapi sejak saat itu pula Abby jadi bisa mendengar bisikan-bisikan seperti yang didengar Caleb. Sepertinya mereka berdua mengalami hal yang sama.

Ramalan terbaru yang diketahui John dari tulisan Lucinda adalah bahwa dunia akan kiamat. Akan ada api besar yang menghanguskan bumi dalam waktu beberapa hari lagi. Mereka harus berusaha menemukan cara agar bumi selamat dari bencana luar biasa itu. John yakin kalau Lucinda menuliskan tempat persembunyian dalam bentuk koordinat di pintu bagian dalam lemari tempat ia bersembunyi dulu. Dia sibuk mencari-cari dan mengikis bagian-bagian pintu.

Sementara Diana yang sudah dilanda frustrasi memutuskan untuk membawa sendiri Caleb dan Abby untuk bersembunyi dalam sebuah gua bawah tanah. Ia tidak menyadari, kalau api yang diramalkan oleh Lucinda itu berasal dari siklus badai matahari. Tahun ini, badai matahari menjadi sangat besar dan luas, sehingga bisa menghancurkan seluruh permukaan bumi. Radiasi matahari akan masuk hingga 1 mil ke bawah tanah. Jadi, tidak ada tempat untuk sembunyi. Ketika akhirnya John mendapatkan koordinat yang dituliskan Lucinda, Diana sudah lama pergi dengan membawa Caleb dan Abby bersamanya. Ia tidak mau menunggu John yang dianggapnya kurang waras karena mencari-cari tempat bersembunyi berdasarkan angka-angka yang ditulis ibunya dulu.

Ketika dia sudah berada jauh dari John, Caleb dan Abby diculik oleh mahluk berpakaian hitam itu. Diana yang mencoba mengejarnya tewas karena tertabrak truk. John mencoba mengikutinya dengan berpedoman pada koordinat terakhir yang diberikan Lucinda. Dan perjalanan itu mengantarnya kembali ke hutan tempat tinggal Lucinda dulu. Disana dia menemukan Caleb dan Abby sudah menunggu bersama orang-orang aneh itu.

Ternyata mereka adalah alien yang sudah terlebih dahulu mengetahui tentang kehancuran bumi ini. Mereka jugalah yang membisiki Lucinda kecil dulunya, dan memberitahukan ramalan-ramalan itu kepadanya. Mereka tidak bermaksud menyakiti Caleb dan Abby. Tapi mereka berkata bahwa bumi akan hancur dan tidak ada tempat yang selamat. Mereka harus membawa anak manusia yang bisa mereka selamatkan, memberikan tempat baru, agar mereka bisa memulai kehidupan mereka lagi dari awal.

Sayangnya, hanya mereka-mereka yang mendengar bisikan-bisikan itu saja yang bisa mereka bawa meninggalkan bumi dengan kapal ruang angkasa mereka, yaitu Caleb dan Abby. Dan karena John tidak mendengarkan bisikan-bisikan itu, ia harus tetap tinggal di bumi dan musnah bersama penghuni bumi lainnya. Maka, ketika Caleb dan Abby sudah dibawa dengan UFO, John kembali ke rumah orang tuanya. Dan saat itulah badai matahari sampai dan menyapu permukaan bumi dengan api yang menyala-nyala. Kota-kota besar di dunia hancur dalam sekejab. Planet bumi luluh lantak dan berubah menjadi planet mati.

Sementara itu, di akhir cerita ditunjukkan. Kalau alien-alien itu meninggalkan Caleb dan Abby di sebuah planet baru yang tampak hijau dan sejuk. Menurutku, ini lebih kepada penggambaran Taman Eden di Alkitab. Dimana dua anak manusia, laki-laki dan perempuan hidup berdampingan. Karena ditunjukkan kalau ada pohon raksasa yang berada di tengah padang rumput itu. Seperti halnya Pohon Kehidupan yang berada di tengah Taman Eden juga.(2009)

Monday, August 3, 2009

I Am Legend


Dari semua film yang dibintangi Will Smith (yang pernah kutonton) inilah yang menjadi film favoritku. Will Smith memang paling jago untuk urusan dengan film bergenre science fiction seperti ini. Film Will Smith lain yang kusuka (dan tak pernah bosan menontonnya) adalah MIB I dan II. Top abissss.....

Di film yang berlatar belakang tahun 2009-2012, di hampir seperempat bagian pertama, Will Smith bermain tunggal, sambil dengan pelan-pelan menceritakan kembali latar belakang penyebaran virus di kota New York itu. Jadi, pada beberapa adegan, film ini menggunakan alur mundur.

Robert Neville (diperankan oleh Will Smith) adalah ahli virus yang bekerja di militer Amerika. Dia tinggal di New York bersama istrinya Zoe (diperankan oleh Salli Richardson), putrinya Marley (diperankan oleh Willow Smith) dan anjingnya Samantha. Ketika tiba-tibaZoe dan Marley harus segera diungsikan dengan helikopter dari kota New York, karena ada wabah virus mematikan yang telah menginfeksi hampir keseluruhan penduduk kota New York ini. Mereka yang belum terinfeksi, berusaha meninggalkan kota itu dengan menumpang angkutan apapun yang ada. Dan keluarga Robert mendapat kesempatan untuk naik helikopter, karena posisi Robert yang seorang letkol. Malangnya, helikopter yang membawa keluarganya itu meledak di udara, hanya beberapa saat setelah terbang.

Virus yang mematikan ini adalah virus mutasi yang telah menginfeksi hampir 90% populasi umat manusia (mudah-mudahan flu A tidak ada yang berakhir seperti ini ya). Dari 600 juta orang yang selamat, hanya 12 juta orang yang memiliki kekebalam alami dan bisa selamat. Dan Robert termasuk dalam kategori yang 12 juta ini.

Mereka yang ter-infeksi akan berubah menjadi mahluk ganas yang haus darah. Dimana korban berubah jadi botak, pucat dan pemakan daging. Satu-satunya yang mereka takutkan hanyalah cahaya matahari. Itulah sebabnya mereka disebut Darkseeker. Tapi para Darkseeker ini bukanlah sekedar hewan yang berbentuk manusia. Tapi mereka juga punya keahlian dan kepintaran seperti yang dimiliki manusia.

Sebagai satu-satunya orang yang selamat, Robert memilih untuk tetap tinggal dan melakukan penyelidikan untuk mencari penangkal virus tersebut. Dia melakukan berbagai uji coba pada tikus dan berharap mampu menemukan penangkal itu untuk ”menyembuhkan” para Darkseeker.

Ia berhasil menangkap seorang wanita yang merupakan Darkseeker. Ia berniat menjadikannya bahan percobaan untuk sebuah antivirus yang sudah ditemukan dan diuji-cobakannya pada tikus. Antivirus itu menunjukkan sedikit kemajuan, dimana tikus itu tidak lagi terlalu botak dan tidak lagi terlalu pucat. Perilakunya juga tidak terlalu agresif. Ia ingin melihat pengaruh antivirus itu terhadap Darkseeker.

Tapi ternyata, Darkseeker perempuan yang ditangkapnya ini memiliki pasangan, Alpha Male. Dia sangat marah karena Robert menculik pasangannya. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena takut terhadap sinar matahari. Tapi Alpha Male sangat marah dan berniat untuk membalas dendam dengan menemukan Robert di waktu malam.

Tapi Robert sudah sangat memahami cara menghadapi para Darkseeker. Dia selalu memasang alarm untuk semua kegiatan hariannya. Dia memasang alarm ketika hari menjelang senja, untuk mengingatkannya agar segera kembali ke persembunyiannya di bawah tanah rumahnya. Ia juga memasang alarm yang mengingatkannya untuk segera menutup semua jendela dengan kerai besi ketika hari sudah gelap, mematikan lampu, dan tidur di dalam bath-tub. Semua ini sudah dilakukannya selama tiga tahun dan dia selamat. Tak satupun dari Darkseeker yang mengetahui tempat persembunyiannya itu.

Untuk menjaga kewarasannya, Robert menempatkan berbagai manekin di toko-toko yang sering ia kunjungi. Misalnya di toko penyewaan video. Dia memberi nama semua manekin itu dan menyapa ’mereka’ setiap kali ia bertemu. Dengan begitu, Robert tidak merasa terlalu kesepian. Dia juga rajin siaran dalam sebuah frekuensi radio. Ia memanggil siapapun yang masih hidup dan bisa mendengarnya. Ia menjanjikan tempat persembunyian dan suplai makanan. Ia berharap masih ada manusia lain yang selamat dan bisa menemukannya.

Tapi ternyata, manekin-manekin inilah yang kemudian menjadi sumber malapetaka. Karena Alpha Male menggunakannya untuk memancing Robert, seperti ia telah memancing pasangannya. Pada malam hari, Alpha Male meletakkan perangkap di salah satu manekin ’teman’ Robert. Ketika Robert melihat manekin itu berada di tempat yang tidak seharusnya, dia mengangkatnya dan berusaha mengembalikannya ke tempatnya semula. Tapi ketika itulah Robert terjerat dan pingsan.

Ia tersadar kembali saat mendengar alarm yang mengingatkannya untuk segera menutup pintu besi di tempat persembunyiannya. Alarm pertama yang mengingatkan untuk segera kembali ke rumah, tidak didengarnya. Dalam keadaan pusing dan berdarah, Robert berusaha membebaskan diri. Tapi waktunya terlalu sempit dan ia pun diserang oleh serombongan anjing Darkseeker ganas, yang ternyata sudah dikoordinir oleh Alpha Male.

Samantha yang berusaha menolong Robert tergigit oleh salah satu dari anjing-anjing terinfeksi itu dan terinfeksi. Robert sangat sedih karena satu-satunya yang menjadi temannya, harus dibunuhnya karena terinfeksi. Kalau Samantha tidak dibunuh, ia juga akan berubah menjadi Darkseeker. Anjingnya yang setia itu mati dalam pelukannya dengan cara dicekik. Adegan inilah yang paling mengharukan bagiku.

Robert memeluk Samantha sambil menyanyikan lagu Bob Marley yang Every Little Thing Is Gonna Be Alright. Ketika perlahan-lahan Samantha berubah menjadi anjing Darkseeker dalam pelukannya dan Robert mencekiknya sambil membuang muka dan meneteskan air mata. Hilanglah sudah sahabat satu-satunya yang masih hidup.

Karena kemarahannya, setelah menguburkan Samantha, Robert dengan putus asa menyerang sekelompok Darkseeker yang dipimpin oleh Alpha Male untuk membalas dendam. Tapi salah satu dari Darkseeker itu berhasil mengalahkannya dan hampir saja membunuhnya. Kalau saja Anna (diperankan oleh Alice Braga) tidak menolongnya dengan menariknya ke dalam mobil. Dengan terburu-buru Anna menanyakan padanya, dimana lokasi persembunyiannya. Robert yang sudah lemas karena terluka pun memberitahukannya. Dia masih sempat memperingatkan Anna agar tidak langsung ke tempat persembunyian itu, tapi harus berputar-putar saja dengan mobil, sampai matahari terbit. Karena para Darkseeker itu bisa saja membuntuti mereka. Tapi Anna yang sudah ketakutan tidak mendengarnya, ia langsung saja menuju ke tempat yang sudah diberitahukan Robert.

Ternyata Anna adalah salah satu diantara mereka yang memiliki kekebalan alami terhadap virus ini. Ia datang bersama seorang anak bernama Ethan (diperankan oleh Charlie Tahan) yang ternyata memiliki sebuah radio. Lewat radio itu lah mereka mendengarkan panggilan Robert selama ini dan kemudian memutuskan untuk datang menemuinya. Mereka berniat pergi ke sebuah kamp pengungsi di Vermont. Dia berniat mengajak Robert kesana juga dan berkumpul dengan orang-orang selamat lainnya. Tapi Robert tidak percaya kalau masih ada yang selamat di dunia ini. Dan ia menolak untuk pergi bersama mereka. Ia mempersilahkan Anna dan Ethan untuk pergi kesana tapi ia tidak berniat untuk ikut serta. Dia akan tetap tinggal disana dan berusaha menemukan antivirus nya.

Benar saja, ternyata kelompok Alpha Male mengetahui tempat persembuyiannya dan menyerang rumah itu pada malam berikutnya. Rupanya Anna tidak memperhatikan ketika Robert menyuruhnya untuk berputar-putar sampai pagi dan jangan langsung menuju ke tempat persembunyian itu. Dan kelompok Alpha Male membuntuti mereka sampai ke tempat itu, kemudian merencanakan penyerangan besar-besaran kesana.

Robert, Anna dan Ethan pun tersudut sampai ke laboratorium tempat Robert menyimpan Darkseeker perempuan yang berhasil ditangkapnya. Tempat itu dikelilingi kaca tahan peluru, sehingga para Darkseeker itu perlu waktu sedikit lama untuk bisa memecahkannya.

Ketika itu Robert melihat kalau Darkseeker perempuan itu sudah mengalami perubahan bentuk. Ciri-ciri Darkseeker sudah makin menghilang meskipun belum sepenuhnya. Saat itulah ia menyadari kalau percobaannya sudah berhasil dan ia tidak ingin hasil percobaan itu menjadi sia-sia. Maka ia mengambil sampel darah dari Darkseeker yang sudah mulai sembuh itu dan menyerahkannya kepada Anna.

Lalu ia memasukkan Anna dan Ethan ke sebuah celah tersembunyi yang aman. Robert kemudian mengambil granat yang disimpannya di laci meja dan meledakkan tempat itu bersama dengan para Darkseeker yang mencoba masuk, agar perjalanan Anna menuju ke kamp itu selamat.

Di akhir cerita ditunjukkan kalau Anna dan Ethan menemukan kamp pengungsi itu. Dimana ia menyerahkan anti virus yang sudah diberikan Robert kepadanya, sehingga mereka semua bisa selamat. Para penghuni kamp itu kemudian menjadikan Robert sebagai legenda karena telah menyelamatkan mereka, keturunan manusia yang tersisa.

Friday, July 17, 2009

The Day The Earth Stood Still


Cuplikan film ini pertama kali aku lihat di HBO sewaktu masih akan tayang di bioskop-bioskop. Trailernya begitu menarik. Menunjukkan bagaimana kota Manhattan yang megah dan penuh dengan bangunan-bangunan modern itu lenyap dalam sekejab mata, hancur menjadi debu. Dari potongan-potongan dialog yang ditampilkan secara singkat, bisa disimpulkan kalau materi film ini adalah mengenai serbuan alien ke bumi. Aktor utama pria adalah: Keanu Reeves dan aktris nya adalah: Jennifer Connely.

Setelah menonton filmya, kesimpulanku:
"Keseluruhan filmnya ternyata tidaklah seheboh potongan trailernya."
Lho, kok bisa begitu?

Dikisahkan di film ini kalau ada komunitas alien yang sudah lama sekali mengawasi planet bumi dan seluruh penghuninya. Bahkan ternyata mereka menempatkan beberapa mata-mata mereka untuk tinggal di tengah-tengah manusia. Namun, pada akhirnya mereka menganggap kalau manusia adalah mahluk perusak yang sudah tidak mungkin lagi berubah. Sehingga mereka memutuskan untuk menghancurkan bumi dan segala isinya. Untuk itu, mereka mengirim seorang utusan yang rencananya harus mengadakan perundingan dengan pemimpin manusian (dalam hal ini disebutkan adalah Ketua PBB). Namun, dalam film ini, seluruh tokoh-tokoh pemimpin dunia telah berubah menjadi pengecut dan memilih untuk bersembunyi dan mengasingkan diri, jauh sebelum utusan alien itu tiba di bumi. Dan pemegang keputusan utama adalah seorang wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Departemen Pertahanan AS.

Yang menurutku cukup menyimpang dari kebiasaan Hollywood. Dimana sosok pemimpin yang memegang keputusan pada saat-saat penting adalah seorang pria keras kepala yang serba tahu segalanya. Namun peran si wanita sekretaris Depham ini lebih menyerupai sebagai peran pelengkap saja. Dialog-dialognya tidak menggambarkan kekuasaan. Sikapnya juga tidak tampak sebagai sikap orang yang mengetahui apa yang dia kerjakan. Malahan dia kebanyakan bertanya kesana-kemari mengenai apa yang harus dilakukannya. Padahal, dia harus memutuskan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi serangan alien itu.

Utusan alien itu diperankan oleh Keanu Reeves. Dia yang mendapat tugas untuk menghancurkan bumi dan manusia yang sudah dikuasai oleh sifat perusaknya. Dia datang bersama dengan sesuatu yang terlihat sebagai algojo. Terbuat dari baja dengan ukuran yang lebih besar dan bisa mengendalikan gelombang radio dan gelombang elektromagnetik. Mereka datang dengan sebuah kapal, yang bentuknya sama sekali tidak mirip dengan UFO. Tapi lebih menyerupai bola cahaya yang berpendar-pendar. Si algojo dengan mudah bisa membuat senjata-senjata apapun menjadi tidak berguna. Hanya dengan mengeluarkan seberkas cahaya dari balik wajahnya yang seperti topeng.

Si utusan tidak berhasil bertemu dengan ketua PBB karena tidak diizinkan oleh Nyonya Sekretaris dengan alasan akan membahayakan keselamatan para pemimpin dunia itu. Dia menganggap si utusan alien itu datang ke bumi sebagai musuh. Dan disinilah peran Jennifer Connely. Dia adalah dokter mikrobiologi yang tidak pernah ditunjukkan sekalipun sedang melakukan tugas yang berhubungan dengan keahliannya. Kecuali pada lima detik pertama di awal film, ketika dia sedang mengajar sekelompok mahasiswa tingkat awal. Dengan tanpa alasan yang jelas, dia memilih untuk menyelamatkan si utusan alien itu, bahkan sebelum dia sempat berbicara sepatah katapun dengannya. Aneh bukan? Seorang ilmuwan yang biasanya berpikiran praktis, dengan begitu cerobohnya memilih untuk memihak kepada sebuah mahluk asing yang bahkan belum diketahui apa tujuan kedatangannya. Apakah dia bermaksud jahat atau tidak. Si ilmuwan lalu membantu utusan alien itu melarikan diri, dengan alasan dia berusaha untuk mengubah pemikiransi alien tentang sifat dasar manusia yang sangat perusak. Dan si ilmuwan ini memang membujuknya, tetapi dengan cara: memelas dan menangis. Hebat! Hollywood benar-benar menyimpang dari modelnya tentang film sci-fi seperti ini.

Tidak ada lagi ilmuwan-ilmuwan hebat Amerika yang dikumpulkan untuk mencari jalan keluarnya. Tidak ada laboratorium megah yang dipenuhi dengan peralatan-peralatan super canggih. Yang dijadikan tokoh pahlawan adalah seorang ilmuwan wanita muda yang tidak pernah menunjukkan bakatnya untuk memecahkan masalah itu, yang kemudian membujuk untuk mengubah pikiran alien itu dengan menangis. Aneh!

Lalu, tanpa diduga-duga, si algojo mengubah dirinya menjadi jutaan kumbang yang memakan semua jenis logam. Bagian inilah yang kemudian ditunjukkan sebagai trailer film ini dulunya. Dan bisa dikatakan, scene inilah yang lumayan bagus untuk dilihat secara visual. Bagaimana si algojo dari logam ini berubah menjadi miliaran kumbang pemakan logam. Hanya dengan sambil lalu saja, gerombolan kumbang ini bisa melahap sebuah lapangan baseball raksasa hanya dalam beberapa menit.

Di film ini terlihat bagaimana kumbang-kumbang ini memakan habis gedung-gedung pencakar langit, mobil yang sedang berjalan bahkan truk raksasa pun habis beserta pengemudinya. Kumbang-kumbang ini juga bisa membunuh manusia dengan masuk melalui saluran pernafasan dan kemudian memakan organ-organ dalam, sehingga manusia akan mati dalam waktu beberapa menit saja.

Peran puncak si utusan alien terdapat pada akhir film. Dimana si ilmuwan itu bisa mengubah pikirannya dan akhirnya dia tidak berniat untuk menghancurkan bumi. Maka dia mengorbankan dirinya sendiri dengan menghancurkan kapal ruang angkasa yang ditumpanginya. Dalam sekejab, kumbang-kumbang itu pun mati dan luruh ke tanah bersama dengan si utusan alien.

Secara keseluruhan, film ini tidak bermutu dan menyedihkan!
Aku menyesal membeli dvd nya. Dan tidak habis pikir, bagaimana mungkin Keanu Reeves mau menerima film dengan skenario murahan seperti itu.
Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP