Showing posts with label Ju On Series. Show all posts
Showing posts with label Ju On Series. Show all posts

Wednesday, February 5, 2014

Ju On: The Grudge



Ju On Series:

Cerita diawali dengan adegan seperti di film lama yang hitam putih. Ada anak-anak, bapak dan mayat seorang perempuan muda.

Lalu muncul sub-cerita pertama: RIKA. 
Rika adalah seorang perempuan muda yang bekerja sebagai sukarelawan di kantor Pusat Kesejahteraan Sosial. Dia ditugasi untuk mengecek keadaan keluarga Tokunaga ke sebuah alamat rumah. Mereka ingin mengetahui apakah keadaan mereka baik-baik saja. Rumah keluarga Tokunaga tempat tinggal wanita tua itu ternyata adalah sebuah rumah tua yang tampak menyeramkan. Rika mengetuk pintu tapi tidak ada yang membalas, jadi akhirnya dia membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Keadaan dalam rumah itu sangat kotor dan berantakan. Dia melihat sepasang tangan yang menggapai-gapai dari balik pintu geser dari kaca, ketika Rika membuka pintunya, tangan itu adalah milik wanita tua yang sepertinya bisu, namanya Sachi. Wanita tua itu tidak berbicara sepatah katapun padanya. Rika melihat tempat tidurnya yang berlumuran kotoran. Akhirnya, dia membantu membersihkan tubuh wanita itu lalu membersihkan rumah kotor dan berantakan yang ditinggalinya.

Setelah membersihkan lantai dasar, Rika naik ke lantai dua untuk membersihkannya juga. Sepertinya nenek Sachi tinggal sendirian di rumah itu, tapi keadaan di lantai dua juga sama kotornya dengan di lantai satu, seakan-akan ada orang yang tinggal disana. Rika mendengar suara-suara dari dalam lemari yang tertutup rapat dan setiap sisinya ditempel dengan isolasi, seolah-olah lemari itu digunakan untuk mengurung sesuatu. Ketika Rika membukanya, didalam ada seekor kucing hitam. Ketika Ia berusaha mengeluarkan kucing itu dari dalam lemari, kucing itu tiba-tiba berubah menjadi seorang anak laki-laki. Dengan ketakutan Rika turun ke lantai dasar dan bertanya pada nenek Sachi, siapa anak laki-laki yang ada di dalam lemari. Tapi nenek Sachi diam saja. Akhirnya Rika berbicara dengannya. Dia mengatakan namanya adalah Toshio. Tiba-tiba nenek Sachi berbicara: 
"Aku sudah mengatakan pada Kazumi, berulang kali"
Tapi Rika tidak memahami maksudnya. Tiba-tiba ada bayangan gelap yang menaiki tubuh nenek Sachi dan menghisap wajahnya. Nenek Sachi tewas. Bayangan hitam itu menoleh pada Rika, dan ia pun pingsan. Toshio hanya memandang dari pintu kamar.

Sub-title kedua adalah: KATSUYA TOKUNAGA
Katsuya adalah seorang pria yang tinggal di rumah tua itu, bersama istrinya, Kazumi. Setiap malam mereka selalu diganggu oleh suara-suara. Hingga pada suatu hari, istrinya melihat sepasang tangan menarik kucing hitam dari atas tangga. Kazumi mengikutinya lalu tiba-tiba saja dia menjerit dan menghilang. Katsuya yang pulang dari kantor mencari-cari istrinya tapi tidak ketemu. Dia bertanya pasa ibunya, nenek Sachi, tapi dia pun diam saja. Katsuya naik ke lantai dua dan melihat Kazumi terbaring shock di atas tempat tidur dengan mata terbelalak dan ketakutan. Ketika Katsuya ingin menelepon ambulance, tiba-tiba dia melihat sekikas bayangan berlari di belakangnya. Sesudah mengecek seisi kamar, dia tidak menemukan siapapun selain mereka berdua. Dan istrinya masih tetap terbaring diam di tempat tidur. Tiba-tiba seorang anak laki-laki berwajah pucat muncuk dari balik tirai dan membuatnya kaget. Ketika dia menanyakan siapa anak itu, suaranya terdengar seperti suara kucing. Lalu ada suara kucing terdengar dari dalam lemari dan ketika dia menoleh, lemari itu tertutup sendiri. Pada saat itu Kazumi meregang nyawa dan tewas. Katsuya shock dan mulai menggigit-gigit kuku jarinya. 

Bel rumah berbunyi, ada seorang wanita yang masuk ke rumah, ternyata dia Hitomi yang adalah adik Kazumi yang datang mengunjungi mereka. Dia heran melihat rumah berantakan. Dia menyapa ibunya, nenek Sachi, lalu ke dapur untuk memasak makan malam. Katsuya membopong mayat istrinya masuk ke dalam kamar dan adik Kazumi mendengar suara pintu tertutup. Hitomi berniat naik ke lantai dua untuk melihat tapi dihalangi oleh Katsuya dan menyuruhnya pergi dari rumah itu, karena Kazumi sedang pergi ke luar rumah. Wajah Katsuya berubah menjadi seperti kerasukan lalu dia naik kembali ke lantai dua. Ada bayangan perempuan yang menempel di balik jendela kaca lantai dua.

Sub-title ketiga: HITOMI
Hitomi yang khawatir karena tidak mendapat kabar apapun dari kakaknya, selalu menelepon rumah Kazumi meskipun tidak ada yang mengangkat telepon. Dia sedang berjalan di lorong gedung kantornya yang sepi ketika dia mendengar suara seperti terseret-seret di belakangnya. Dia menoleh ke belakang tapi tidak ada siapa-siapa disana. Dia berlari ke toilet. Disana ponselnya berbunyi, Katsuya meneleponnya. Tapi ketika diangkat, tidak ada suara apapun yang terdengar. Lalu ada ketukan dari bilik toilet di sebelahnya, yang ternyata kosong ketika pintunya dibuka. Tapi tiba-tiba muncul kepala seorang wanita dengan rambut terburai dari dinding toilet. Hitomi menjerit ketakutan dan melapor ke bagian keamanan. Seorang satpam pergi mengecek ke lantai tempat Hitomi tadi berada dan Hitomi bisa melihat keberadaannya dari kamera keamanan yang menyoroti tempat si satpam berada. Dia melihat ia mengecek setiap ruangan sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan yang pintunya terbuka. Lalu ada bayangan gelap yang meliputi tubuh satpam itu dan menariknya hingga menghilang. Hitomi yang ketakutan langsung keluar dari gedung itu dan pulang ke apartemennya. Dia menelepon seorang teman agar datang ke apartemennya karena dia sangat ketakutan, tapi temannya itu tidak pernah sampai. Hitomi lalu sembunyi di bawah selimut dan menyalakan televisi, tapi televisi itu berubah menjadi wajah menakutkan dan ia mematikannya. Dia lalu menyadari bahwa ada sesuatu di balik selimutnya, ketika dia melihatnya, ada perempuan berwajah pucat yang menakutinya. Hitomi lalu menghilang dari selimut. Lenyap.

Adegan lalu kembali ke sub-title Rika. Pria yang menyuruh Rika, Hirohashi, datang untuk mengecek keadaan rumah itu. Dia terkejut melihat nenek Sachi sudah terbaring kaku, meninggal. Sementara Rika, duduk dalam keadaan shock di sudut ruangan. Pria itu memanggil polisi untuk mengecek ke dalam rumah. Mereka naik ke lantai dua sambil berusaha menghubungi ponsel Katsuya. Dering telepon ternyata berada di dalam rumah itu. Polisi mengikuti suara ponsel itu dan sampai di kamar di lantai dua, suara ponsel itu berasal dari langit-langit kamar. Begitu dicek keatas, Ternyata mayat Katsuya berada di langit-langit rumah itu, duduk di samping mayat istrinya, Kazumi.

Rika lalu dibawa ke rumah sakit. Polisi menanyainya tentang apa yang terjadi di rumah itu. Ria menceritakan tentang anak laki-laki bernama Toshio yang dilihatnya disana, agar polisi menemukannya. Tapi polisi itu mengatakan kalau keluarga Tokunaga tidak punya anak. Polisi itu juga bingung. Dia lalu menyelidiki sejarah rumah tua itu dan menemukan kalau semua keluarga yang pernah tinggal disana sudah tewas atau menghilang secara misterius. Pemilik asli rumah itu adalah keluarga Saeki. Istrinya bernama Kayako yang tewas dibunuh suaminya sendiri,Taeko. Mayatnya ditemukan di langit-langit rumah itu. Mereka memiliki seorang putra bernama Toshio yang menghilang dan belum ditemukan.

Lalu muncul adegan seorang anak perempuan bersama ayahnya, Toyama. Ia adalah mantan polisi yang menyelidiki kasus keluarga Saeki tapi ia sudah mengundurkan diri dari kepolisian. Ia menyuruh anaknya, Izumi, naik ke rumah sementara dia berbicara.
Rika berada di kantor polisi. Polisi itu menceritakan kalau Toshio bukanlah anak keluarga Tokunaga, tapi anak keluarga Sakae yang sudah menghilang selama lima tahun. Tidak diketahui apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Sementara itu, di kantor Pusat Kesejahteraan Sosial, pria yang menyuruh Rika mengecek keberadaan keluarga Tokunaga, Hirohashi,  ditemukan tewas di bawah bak cuci piring.

Toyama akhirnya bersedia ke kantor polisi untuk menyelidiki video rekaman di kantor Hitomi. Dia melihat langsung bayangan hitam yang menarik satpam ke dalam ruangan itu. Lalu keluar sebuah bayangan hitam berwujud perempuan dari dalam ruangan itu dan berjalan di lorong gedung. Tiba-tiba dia sudah berada di depan kamera dan memandang langsung ke arah Toyama.
Rika juga tidak luput dari gangguan. Ketika sedang tidur di kamarnya, dia melihat Toshio duduk di kaki tempat tidurnya. Sementara, Kayako memandanginya dari atas tempat tidur.

Toyama yang menyadari kekuatan jahat rumah tua itu akhirnya nekat datang kesana sambil membawa banyak bahan bakar, dia berniat membakar rumah itu. Tapi Toyama melihat kilasan peristiwa dan suara-suara tentang anaknya, Izumi, di rumah itu. Dia berpapasan dengan Izumi yang baru turun dari lantai dua. Tapi Izumi ketika itu sudah berubah menjadi gadis remaja. Berarti peristiwa itu berasal dari masa depan. Ada sekelompok gadis remaja di dalam kamar di lantai dua, termasuk Izumi. Tiba-tiba mereka menjerit dan menghilang. Lalu ada bayang gelap berbentuk sesosok wanita yang merayap di lantai menuju ke arahnya. Dia berlari ketakutan. Di pintu masuk, dia bertemu dengan polisi yang ternyata mencari-carinya. Toyama berhasil melarikan diri, tapi kedua polisi itu tidak berkutik melihat sosok menyeramkan yang merayap di tangga. Mereka akhirnya tewas. Di televisi tayangan berita mengabarkan kalau seorang wanita bernama Rika telah ditemukan dalam keadaan tewas di sebuah rumah tua.

Sub-title keempat: IZUMI TOYAMA
Dia sudah menjadi gadis remaja. Dia selalu merasa ketakutan tapi tidak tahu kenapa. Dua orang temannya, Chiharu dan Mizuki datang ke rumahnya untuk mengantarkan foto. Rumah Izumi tampak menyeramkan dan ibunya nampak pucat dan berantakan. Kamar Izumi tampak gelap dan tertutup gordyn. Ketika temannya membuka gordyn, ternyata Izumi menempeli kaca jendelanya dengan kertas koran. Katanya ada tiga orang yang memandanginya dari jendela itu. Yaitu Saori dan dua orang temannya. Mereka adalah tiga orang anak hilang. Mereka temannya yang bersama Izumi masuk ke dalam rumah tua itu dan mereka menghilang kecuali Izumi. Sejak saat itu Izumi selalu dihantui bayangan mereka. Lalu ia tiba-tiba menjerit histeris. Chiharu dan Mizuki akhirnya pergi darisana. Ibu Izumi lalu mengatakan kalau demikian juga perilaku ayah Izumi sebelum meninggal. Di perjalanan mereka melihat foto-foto milik Izumi, ternyata di dalam foto itu ada tiga orang anak yang hilang bersama Izumi dan bola mata mereka menghitam.
Malam itu Izumi bermimpi tentang roh ayahnya. Ketika terbangun dia melihat koran yang menutupi kaca jendelanya sudah terbuka dan ketiga temannya yang tewas di rumah tua itu mendatanginya. Arwah Kayako muncul dari belakang dan menarik Izumi hingga menghilang.

Sub-title kelima: KAYAKO SAEKO
Ada seorang perawat rumah jompo, Rika, yang sedang menelepon temannya, Mariko. Dia melihat salah seorang pasien, Tn. Saito seperti sedang bercanda dengan seseorang tapi bukan dirinya, bahkan ketika mereka berdua sedang berjalan di taman dan Saito naik kursi roda. Ternyata Saito melihat kalau ada seorang anak yang selalu berada di samping Rika, tapi Rika tidak bisa melihatnya. Lalu ketika dia sedang mandi, ada tangan yang menempel di kepalanya, yang menghilang ketika dia menoleh. Siang itu Rika bertemu dengan Mariko. Ternyata Mariko adalah guru sekolah Toshio, yang menceritakan kalau anak itu jarang masuk sekolah dan bahwa ia merasa harus mengunjungi mereka. Tapi Rika melihat bayangan Toshio di bawah meja makan di restoran dan ia menjerit ketakutan karena Toshio mencolek kakinya. Malam itu Rika bermimpi buruk, ada banyak kucing hitam yang ribut mengeong di kamarnya. Ia terbangun karena Mariko menelepon. Mariko sedang berada di rumah Tokunaga untuk mencari Toshio, tapi rumah itu kosong dan berantakan. Hubungan telepon mereka terputus. Rika yang merasa khawatir langsung menyusul Mariko kesana, dengan takut-takut dia naik ke lantai dua untuk mencarinya. Mariko tidak terlihat dimanapun. 

Sesampainya di lantai dua yang kosong, dia melihat ke arah pintu kamar yang tertutup dan mencari Mariko di dalamnya. Tapi ruangan itu juga kosong. Dia mendengar keributan dari dalam lemari. Ketika dibuka, nampak kaki Mariko yang meronta-ronta. Dia ditarik ke langit-langit kamar yang ternyata terhubung dengan lemari itu. Rika mengintip ke lorong langit-langit rumah sambil memanggil Mariko, tapi yang muncul malah sosok perempuan menyeramkan yang merayap kearahnya. Rika menjerit san melarikan diri ke bawah. Tak sengaja dia melihat ke arah cermin dan melihat bayangan wajahnya berganti menjadi wajah wanita lain yang ternyata adalah Kayako. Rika menjerit dan jatuh terduduk. Dia lalu mendengar suara gemeretak dari arah tangga. Ternyata arwah Kayako sedang merayap di tangga menuju ke arahnya. Rika yang ketakutan hanya bisa duduk terpaku ketika Kayako semakin mendekat dan ia menyadari kalau Kayako lah yang menghantuinya selama ini.

Tiba-tiba arwah Kayako menhilang. Dan dari arah tangga, muncullah arwah suaminya, Takeo, dalam keadaan berlumuran darah, sementara Toshio mengintip dari balik jendela. Akhirnya Rika meninggal di rumah itu. Pada akhirnya, semua yang pernah memasuki rumah tua itu akhirnya menghilang secara misterius atau tewas secara misterius juga. Di adegan terakhir ditunjukkan kalau mayat Kayako masih berada di langit-langit rumah itu masih dalam keadaan seperti baru tewas, belum membusuk.

(2002)

Monday, May 31, 2010

Ju On 5



Ju On Series:

Seorang pemuda yang tinggal di flat kumuh, tinggal berdampingan dengan seorang wanita bernama Yuko yang bekerja sebagai perawat. Setiap malam ia selalu mendengar suara-suara aneh dari kamarnya, setiap kali pemuda itu memukul dinding untuk menegurnya, dibalas dengan guncangan luar biasa yang menggetarkan seluruh dinding. Tapi Yuko serotang gadis pendiam yang bahkan tidak mau tersenyum. Sewaktu pria ini mendatanginya ke kamarnya, Yuko terlihat ketakutan dan tiba-tiba ada sepasang tangan hitam yang menarik kakinya dan menyeretnya masuk. Kemudian dinding itu kembali terdengar dipukul dengan keras.

Cerita berjalan mundur kembali, ditunjukkan kalau Yuko berkerja sebagai perawat pribadi seorang anak bernama Fukie. Ketika Fukie sedang tertidur, dia mendengar suara aneh dari balik selimutnya dan ketika dibuka, ia menjerit memanggil sesama perawat lain. Anehnya, begitu mereka kembali, perut Fukie sudah tidak apa-apa lagi. Sejak kejadian itu, Yuko mulai sering mendengar seseorang menggedor dindingnya dengan keras.

Suatu ketika, ketika dia sedang masuk ke kamar Fukie, dia melihat sesosok anak sedang berdiri di tempat tidur. Awalnya dia mengira kalau Fukie lah yang yang sedang bercanda, sampai dia melihat kalau Fukie sedang tertidur. Ternyata itu adalah roh anak perempuan berkulit hitam kelam yang selalu terlihat merangkak. Dia mengikuti Yuko hingga ke rumahnya. Dialah yang menarik kaki pemuda itu, lalu menghantamkan kepalanya ke dinding hingga tewas. Bunyinya persis seperti bunyi yang didengar Yuko setiap malam. Setelah itu, terlihat kalau tangan hantu itu mencengkeram wajah Yuko yang menjerit.

Awalnya, Fukie ditemukan sedang pingsan di ruang kelasnya oleh seorang anak laki-laki yang langsung melaporkannya kepada gurunya. Setelah dibawa ke rumah sakit, ia bisa pulang dengan dijemput oleh kakaknya, Sonoko. Mereka tinggal di sebuah apartemen bersama ayahnya. Dia sering mengalami kesurupan dengan tiba-tiba menjerit dan mengeluarkan suara anah. Ketika ayahnya mendekatinya, Fukie mencengkeram tangan ayahnya sedemikian kuat kuatnya.

Akhirnya Fukie dibawa kembali ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian tes. Ia pun mengikuti sesi terapi hipnotis untuk menyelidiki alam bawah sadarnya bersama seorang dokter, dengan diawasi kakaknya dari balik kaca. Setelah tertidur, Fukie menjawab pertanyaan dari dokter itu. Tapi kemudian dia mengalami kerasukan lagi dan mengeluarkan suara-suara aneh. Ternyata Fukie memiliki kista di dalam perutnya, yang diperkirakan berasal dari bayi yang tidak jadi berkembang. Dia pun harus dirawat di rumah sakit dalam pengawasan suster Yuko. Tapi penyakitnya tetap bertambah parah.

Dengan putus asa, Sonoko berusaha meminta pertolongan dari seorang paranormal bernama Moriko. Ketika diajak memasuki kamar Fukie, dia malah terus berjalan ke lantai atas, dan dia nampak terkejut dengan kerasnya aura roh jahat di tempat itu. Ketika dia bertemu dengan Yuko, dia makin terlihat ketakutan. Tapi dia bersedia membantu. Ia kemudian mempersiapkan doa-doa untuk melindungi keluarganya menempelkan banyak kertas jimat dan doa-doa di rumahnya. Karena dia tahu kalau arwah yang akan dihadapinya sangat kuat dan jahat. Dia tidak ingin arwah itu mengincar keluarganya.

Setelah itu, dia kembali ke rumah sakit tempat Fukie dirawat untuk memulai pengobatan spiritualnya. Tiba-tiba saja muncul sesosok wajah dari perut Fukie. Moriko kemudian menusuknya dengan jarum hingga mengeluarkan setitik darah. Sosok wajah menyeramkan dengan mata hitam itu pun menghilang dan perutnya rata kembali. Moriko mengatakan kalau pengobatan yang mereka lakukan telah berhasil dan Fukie sembuh dari gangguan roh jahat. Dan Moriko pun meninggalkan tempat itu dengan senyum.

Tapi ternyata ada yang salah. Ia mendapat telepon dari seseoran yang mengaku bernama Fukie. Dia mengatakan kalau ia sedang berdiri di pintu depan rumahnya dan mulai menggedor dan berhasil masuk ke rumah. Dia menusuk perut Moriko sebagai balasan karena telah menusuk perut Fukie ketika proses pengusiran roh jahat. Moriko dan keluarganya pun tewas.

Akhirnya Sonoko menyadari kalau arwah itu tidak akan pernah bisa pergi dari tubuh adiknya dan bersikap pasrah. Sejak kejadian pengusiran itu, Fukie dalam kondisi koma dan tidak sadar sama sekali. Ia kemudian memutuskan mengajak Fukie bunuh diri dengan terjun dari lantai atas. Ketika menjelang ajal, Sonoko masih sempat melihat arwah itu memandangi mereka. Sebelum kembali gentayangan di jalan.


Thursday, September 10, 2009

Ju On 4


Ju On Series:

Film horor yang satu ini memang unik. Karena jalan ceritanya yang tidak biasa, kita harus benar-benar memperhatikan dengan mengikuti alurnya. Kalau tidak, hampir dipastikan penonton tidak akan memahami apa yang sebenarnya sedang diceritakan dalam film ini. Awalnya, aku juga seperti itu. Aku hanya sibuk memperhatikan karakter hantunya yang menyeramkan, khas hantu dalam film Jepang. Tapi ketika filmnya berakhir, aku sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.

Film ini berbentuk potongan-potongan dengan alur yang tidak pasti. Kadang menggunakan alur maju, kadang menggunakan alur mundur. Jadi, daripada bingung lebih baik aku tuliskan kembali dengan alur maju ya. Lebih gampang dimengerti. Tapi kalau ada yang menonton film ini langsung, pasti akan melihat alurnya jadi berbeda. Tidak apa-apa. Aku hanya menyesuaikan saja agar lebih bisa dibayangkan.

Kisah bagian pertama menunjukkan kalau ada seorang pria dengan kostum Santa Klaus yang memarkirkan motornya di depan sebuah rumah yang sangat besar. Dia akan mengantarkan sebuah kue Natal karena bertepatan bulan itu adalah bulan Desember. Dia sudah menekan bel beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Kemudian dia memutuskan masuk dan memanggil penghuni rumah dari dalam. Dia mendengar suara seorang perempuan menjawab dari dalam dan menyuruhnya menunggu. Namun anehnya, perempuan itu tetap menjawab dengan kalimat yang sama, biarpun dia tidak memanggilnya, tapi perempuan itu tak kunjung mendatanginya. Dia kemudian memutuskan untuk mendatangi saja perempuan itu karena dia sedang terburu-buru dan harus segera mengantarkan kue lagi.

Tapi dia sangat heran karena ternyata tidak ada siapapun di dapur. Lalu terdengar suara air dari arah kamar mandi yang ternyata berasal dari washtafel. Tapi tetap tidak ada siapa-siapa disana. Lalu terdengar lagi suara dari arah bath tub yang tertutup tirai. Ketika disibak, kembali tidak ada siapa-siapa. Hanya saja bentuk bath tub itu terlihat aneh dan ada bekas hangus dan menghitam di ujungnya.

Dia mulai dihinggapi rasa takut. Bersamaan dengan itu, dia melihat bayangan seorang anak kecil yang berlari di lorong rumah. Dia bergegas memanggilnya, tapi anak itu tidak menjawab dan langsung masuk ke kamarnya di lantai dua. Pria itu menyusulnya masuk dan dia hampir pingsan melihat sesosok mayat tanpa kepala yang berlumuran darah tergeletak di tempat tidur. Dia langsung melarikan diri dan terjatuh di ujung tangga yang berhadapan dengan dapur. Ketika itulah dia melihat mayat seorang perempuan yang tertusuk pisau dan tertelungkup di depan pintu kulkas. Saking ketakutannya dia tidak bisa menjerit dan badannya kaku ketika berdiri. Ketika sedang tergagap-gagap itu tiba-tiba muncullah hantu seorang nenek yang sangat menyeramkan dengan rambut awut-awutan dan bibir berlumuran darah.

Kemudian pria itu langsung melapor ke polisi dan mengobati luka-lukanya. Terlihat pacarnya datang menjemputnya dengan khawatir. Mereka lalu pulang ke rumah. Si gadis ternyata sudah menyiapkan sebuah kue tart dengan tulisan Merry Christmas di atasnya, lengkap dengan sebuah kado kotak musik untuk pria itu. Tapi ketika pacarnya sedang memotong kue tart untuk diberikan kepadanya, dia teringat pada kondisi mayat yang dilihatnya di rumah angker itu lalu mual dan muntah. Pacarnya lalu membujuk dan menghiburnya dan mereka berpelukan.

Tiba-tiba saja, pacarnya berubah menjadi wujud si hantu nenek yang berambut awut-awutan itu. Pria itu menjerit dan mendorong pacarnya menjauh. Pacarnya tiba-tiba menghilang. Dari dalam lemari dia melihat sebuah bola basket terguling. Tapi belum sempat bola itu keluar dari lemari, sebuah tangan dengan jari-jari hancur dan berwarna putih terlihat meraih bola itu. Lalu kemudian sosok si nenek hantu itupun keluar dan mendekatinya. Karena ketakutan pria itu mengambil pisau dan menikamkannya ke leher si hantu itu. Dia menikamnya berkali-kali. Dia tidak menyadari kalau yang sedang dibunuhnya itu adalah pacarnya sendiri. Dia sedang berhalusinansi dan diganggu roh. Inilah akhir dari bagian kisah pertama.

Kisah yang kedua menceritakan seorang gadis remaja bernama Akane. Ia sering merasa diganggu hantu dan selalu hidup dalam ketakutan. Tapi teman-teman akrabnya menganggap kejadian itu sebagai sesuatu yang luar biasa. Mereka kemudian memaksanya agar mau bermain papan ouija, sejenis permainan jailangkung, bersama mereka. Mereka yakin, permainan itu akan berhasil kalau Akane ikut bermain. Dengan terpaksa ia pun menuruti kemauan teman-temannya itu. Dan koin di papan ouija itu memang berhasil bergerak. Tapi Akane melihat kehadiran arwah seorang gadis kecil bermantel putih dan bertopi kuning diantara mereka. Akane menjerit ketakutan dan langsung melarikan diri meninggalkan teman-temannya yang keheranan. Sepertinya Akane memang mengenal sosok hantu gadis kecil itu.

Ketika pulang dari sekolah, dia melewati rumah besar yang angker itu. Dia kembali teringat pada teman masa kecilnya. Temannya itu baru pindah tapi tidak bersekolah di sekolah umum. Dia hanya belajar secara privat di rumah. Maka Akane pun datang mengunjunginya. Temannya itu bercerita kalau dia sebenarnya sangat tidak betah selalu berada di dalam rumah dan bergaul dengan anggota keluarganya saja.

Temannya itu bercerita kalau abangnya sering bertingkah aneh dan menyakitinya. Kemudian muncullah sosok nenek temannya itu. Neneknya itu senang memakai wig dan berdandan ala gadis remaja. Tapi neneknya itu sudah pikun dan setengah gila. Kesukaannya adalah bermain bola basket. Temannya itu lalu menyuruh neneknya pergi meninggalkan mereka. Sebenarnya dia meminta bantuan Akane untuk menolongnya keluar dari rumah itu. Dia tahu ada keanehan yang mengerikan yang sedang menimpa keluarga mereka, hanya saja ia tidak tahu apa. Dia memohon agar Akane mau membantunya keluar dari sana.

Tiba-tiba abangnya muncul di belakang mereka. Lalu menarik tangan Akane dan melemparkannya ke luar rumah. Temannya itu menjerit-jerit memanggil-manggil Akane dan meminta tolong. Tapi Akane yang masih kecil begitu ketakutan karena diperlakukan seperti itu. Dia memilih pergi dari sana dan tidak pernah datang lagi.

Kemudian dia mengetahui kabar, kalau seluruh anggota keluarga temannya yang menempati rumah itu tewas karena dibunuh abangnya. Kemudian abangnya itu menggantung diri di sebuah pohon. Ini adalah akhir kisah Akane.

Siapakah sebenarnya keluarga yang tinggal di rumah angker itu? Ini adalah bagian film yang menceritakan tentang itu. Ditunjukkan kalau sebuah keluarga besar sedang memasuki rumah baru yang luas itu dengan riang gembira. Anak perempuan yang paling kecil sangat menyukai rumah besar itu. Abangnya, satu-satunya anak laki-laki, termasuk orang yang pendiam. Dialah yang pertama melihat kehadiran hantu di rumah itu. Ketika dia mengikuti kemana bayangan itu pergi, dia menemukan sebuah kamar dengan cermin besar yang ditutup sehelai kain. Ia lalu menyibakkan kain itu dan terkejut melihat sepasang tangan meluncur keluar dari dalam cermin.

Keanehan mulai muncul sejak saat itu. Karena sikap si abang mulai berubah pendiam dan jahat. Ketika dia meninggalkan cermin itu, ternyata bayangannya masih tetap ada di dalam cermin dengan wajah bingung dan mematung, sementara tubuhnya sudah tidak berada di ruangan itu lagi. Dia kemudian menemukan sebuah kaset dan tape rekorder. Lalu mulai mengurung diri di kamarnya dan sibuk mendengarkan rekaman dalam kaset itu.

Suatu malam dia berdiri dengan tatapan kosong dan melemparkan tape beserta kaset di dalamnya itu ke lantai. Lalu dengan wajah aneh, dia menuju ke kamar ayahnya yang sedang tertidur kemudian memukulnya hingga tewas dengan tongkat bisbol. Ayahnya pun tewas tanpa sempat berbicara. Kemudian dia menyusul ke kamar neneknya yang pikun dan setengah gila. Si nenek sedang mengenakan wig baru yang awut-awutan dan memakai lipstik merah menyala di depan cermin, ketika cucunya datang dan menjerat lehernya dengan tali hingga tewas.

Tinggal tiga orang lagi. Dua orang kakak perempuannya dan satu adik perempuan. Salah satu sedang menonton televisi dan yang satunya lagi sedang merokok di dapur. Si gadis yang di depan televisi berteriak memanggil kakaknya untuk memberitahukan kalau acara yang ditunggunya sudah mulai. Si kakak menjawab dari dapur,
”Iya, sebentar. Aku segera kesana.”
Ternyata, kalimat inilah yang didengarkan oleh si pria pengantar kue ketika datang ke rumah itu.

Si abang kemudian muncul di dapur. Kakaknya mengira ia datang untuk mencari makanan. Maka kemudian membuka kulkas untuk mencari sesuatu untuk adiknya. Ketika itulah si abang menikamnya dari belakang dengan pisau dapur. Kemudian mendatangi kakaknya yang sedang menonton televisi. Ia memukul kepalanya ke meja lalu menarik rambutnya dan memasukkannya ke dalam bath tub. Disana ia menyiram kakaknya dengan bensin dan membakarnya hidup-hidup.

Si bungsu ternyata sudah menyadari kalau ada kejadian yang tidak wajar sedang berlaku. Dia mengunci pintu kamarnya dan bersembunyi di sudut kamar. Tapi abangnya berhasil mendobrak masuk dan memaksanya naik ke tempat tidur. Disana abangnya kemudian memenggal kepalanya dengan sebuah pedang hingga tewas. Kemudian memasukkan kepala adiknya itu ke dalam sebuah tas dan membawanya.

Setelah membunuh semua anggota keluarganya, ia lalu membawa tas berisi kepala adiknya itu pergi dari rumah dan menaiki sebuah taksi. Kemudian ia bunuh diri dengan menggantung dirinya di sebuah pohon sambil memandang wajah adiknya dari kepala yang terpenggal di dalam tasnya.

Sejak saat itulah Akane mulai merasa dibayang-bayangi hantu temannya itu. Ketika suatu malah dia pulang dan sembahyang, dia mendengar suara-suara aneh di dapur. Ketika dia menyelidikinya, dia melihat sosok hantu kawan masa kecilnya yang tewas dibunuh abangnya itu disana. Akane tahu kalau temannya itu kesal kepadanya karena Akane tidak berusaha membantunya ketika dia meminta tolong.

Akane yang ketakutan lalu meminta maaf berkali-kali.
”Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku.” katanya terus menerus.
Hantu temannya itu kemudian menghilang dan meninggalkan boneka beruang kecil kesayangannya kepada Akane sebagai kenang-kenangan.


Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP