Showing posts with label Animasi. Show all posts
Showing posts with label Animasi. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Tarzan (2013)

JJ Greystoke yang berusia 4 tahun adalah anak tunggal dari pasangan suami istri kaya raya, John dan Alice Greystoke. John mendanai penelitian seorang ilmuwan hutan, yang tinggal di tengah hutan belantara Afrika untuk mencari sebuah sumber energi besar. Konon, ada batu meteor raksasa dari luar angkasa yang jatuh ke bumi puluhan tahun yang lalu. Belum ada yang mengetahui lokasi jatuhnya batu meteor itu sehingga banyak yang menganggap kalau kisah itu hanya legenda. Tapi peneliti itu merasa yakin kalau batu meteor itu memang ada dan dia bersedia mencarinya, hanya saja dia tidak memiliki uang. Maka dia meminta bantuan CEO kaya, John Greystoke untuk mendanai penelitiannya. John setuju. Tapi setelah peneliatian berbulan-bulan tanpa hasil, John akhirnya menemui si peneliti di hutan dan mengajaknya pulang ke kota. Penelitian itu sia-sia saja karena kemungkinan besar batu meteor itu memang hanya legenda dan ia akan menghentikan bantuan penelitian untuknya. Tapi si peneliti memutuskan untuk tetap tinggal di hutan.
Selama menunggu orang tuanya berbicara, JJ memilih bermain-main di hutan bersama boneka beruangnya. Ada seekor burung phoenix berwarna oranye yang tampaknya selalu terbang di dekatnya. JJ sangat menyukai hutan dan sering membayangkan kalau dia adalah raja penguasa hutan dan menamai dirinya Tarzan. Dia berhenti bermain ketika ibunya mengajaknya pulang ke kota dengan menaiki helikopter. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada si peneliti, mereka pun berangkat. Di tengah penerbangan, John melihat keanehan di tengah hutan dan ingin menyelidikinya. Helikopter pun turun di sebuah dataran luas berbatu di depan gua yang besar. John masuk untuk menyelidikinya sementara Alice dan JJ menunggu di depan gua. Ternyata gua itu adalah tempat jatuhnya batu meteor yang selama ini mereka cari-cari. John sangat antusias dengan penemuannya itu dan ingin membawa serpihan batu hitam dengan garis merah itu sebagai bukti, hal itu berujung pada bencana. Gua itu bergetar seperti akan longsor dan ada ledakan dimana-mana. Diikuti dengan hujan deras dan badai yang menerpa hutan itu. Dengan buru-buru mereka meninggalkan tempat itu tapi kurang cepat. Helikopter mereka jatuh dan menabrak tebing di tepi air terjun. Kedua orang tuanya menghilang tapi JJ selamat dan pingsan.

Sementara itu di sisi lain hutan, sekumpulan gorilla sedang mengalami masa sulit karena kelompok mereka diserang oleh gorilla lain yang ganas. Gorilla jantan pemimpin kelompok itu dibunuh secara brutal oleh pejantan baru yang ganas ini. Di hari yang sama itu juga si gorilla betina kehilangan anaknya yang bermain di tepi jurang dan terjatuh. Ketika dia terduduk di tepi jurang meratapi anaknya yang terjatuh, dia melihat helikopter yang membawa keluarga Greystoke sedang meluncur jatuh ke jurang dan meledak. Gorilla betina itu mendatangi lokasi jatuhnya helikopter dan menemukan JJ sedang menangis sendirian disana. Gorilla yang sedang berduka itu merasa kalau dia menemukan anak lain sebagai pengganti anaknya yang tewas, ia lalu membawa JJ yang sedang shock dan membesarkannya.

Pejantan ganas yang kini menjadi pemimpin kelompok gorilla itu tidak menyukai keberadaan JJ dan selalu mencari cara untuk mengusirnya. Tapi gorilla yang lain menyukainya dan berteman dengannya. Kehidupan hutan membuat JJ tumbuh menjadi anak yang kuat dan mampu mengatasi segala rintangan di hutan. Tapi dia tetap merasa kalau dia berbeda dari kumpulan gorilla itu. Ketika akhirnya dia menemukan lokasi jatuhnya helikopter mereka dulu dan dia ingat kalau dia punya orang tua dan bahwa dia memang berbeda, tapi tak ada yang bisa dilakukannya. Dia hanya membawa tas yang ditemukannya di dalam helikopter. Di dalamnya dia menemukan foto orangtuanya bersama potonganbatu meteor yang diambil ayahnya dari gua itu. Dia menyimpan semuanya di pohon tempatnya tidur.

Namun jalan hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan Jane Porter yang merupakan putri dari peneliti yang dulu didanai ayahnya, John. JJ tidak bisa mengingat tentang peneliti itu tapi dia memiliki perasaan yang aneh ketika melihat Jane yang cantik. Dia menyelamatkan Jane dari serangan hewan hutan dan itulah saat mereka bertemu, tapi JJ masih terlalu takut untuk mendekat dan hanya bisa mendeguh dengan bahasa khas gorilla yang dipelajarinya dari kelompoknya di hutan. Jane hanya sebentar berada disana, untuk mengunjungi ayahnya. Ayahnya mengelola usaha safari untuk pengunjung yang ingin melihat-lihat hutan Afrika sebagai usaha untuk mendanai penelitiannya, meskipun tampaknya tidak terlalu berhasil. Jane mengajak ayahnya untuk kembali ke kota dan ia menolak, maka Jane akhirnya harus pulang sendiri. Setelah itu dia kembali ke kota dan hanya meninggalkan sehelai scarf untuk JJ. JJ menyimpan scarf itu dengan baik dan menunggu hingga Jane datang lagi ke hutan itu.

Setelah beberapa tahun, Jane akhirnya kembali kesana bersama seorang pria tamak, Clayton, yang ternyata adalah CEO pengganti di perusahaan milik John Greystoke, ayah JJ, setelah dia menghilang bersama istrinya di pedalaman hutan Afrika. Clayton menipu Jane. Jane datang untuk meminta bantuan dari perusahaan besar itu agar membantunya melindungi hutan Afrika. Clayton tidak berniat membantunya tapi dia tahu kalau ayah Jane adalah seorang peneliti yang mencari keberadaan batu meteor sumber energi baru, yang dulu juga dicari oleh John Greystock. Dia pura-pura setuju dengan Jane hanya agar ia mengantarkannya ke lokasi tempat ayahnya berada. Setelah bertemu dengan si peneliti, ia memaksanya melanjutkan pencarian batu meteor itu. Peneliti itu beranggapan kalau hilangnya John dan Alice berkaitan dengan penelitian batu meteor itu menolak. Ia mengatakan kalau meteor itu hanyalah legenda, tapi Clayton tetap memaksa dan kalau ia menolak, maka ia akan membahayakan nyawa Jane.

Jane yang kecewa karena merasa tertipu melarikan diri ke hutan. Disana ia bertemu lagi dengan JJ. Jane mengenalinya sebagai anak John Greystock karena wajah mereka sangat mirip. Jane memperkenalkan diri dan JJ ingat kenangan masa kecilnya tentang bagaimana dia ingin menjadi raja hutan bernama Tarzan. Mereka pun berjalan-jalan jauh ke dalam hutan. Tanpa sengaja mereka menemukan gua tempat batu meteor itu berada dan Tarzan ingat bagaimana ia kehilangan orang tuanya karena pencarian batu itu. Batu itu berbahaya dan seharusnya tidak diusik. Suasana di sekitar itu juga berbeda dari bagian hutan biasa. Mereka hampir dimangsa oleh tanaman ganas yang menjalar disana sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana. Tarzan lalu membawa Jane menemui keluarga gorillanya, dan bertemu dengan gorilla betina yang sudah membesarkannya. Kelompok itu menyambut Jane dengan baik, tapi pejantan jahat pemimpinnya menolak. Hal itu mengakibatkan Tarzan harus berkelahi dengannya. Yang kalah harus pergi dari kelompok itu dan yang menang terpilih sebagai pemimpin kelompok yang baru. Tarzan menang dan diangkat jadi pemimpin kelompok. Dia membawa Jane ke pohonnya untuk menunjukkan gambar orang tuanya. Dia juga menyerahkan serpihan batu meteor peninggalan ayahnya kepada jane, setelah dia melubanginya lalu menjadikannya mainan kalung. Jane memakai kalung dengan bandul aneh itu dengan gembira.

Lalu lewatlah helikopter milik Clayton yang menjelajahi hutan untuk mencari Jane. Clayton melihat Tarzan dari dekat dan menyadari kalau dia adalah keturunan Greystoke. Claystone lalu menembak untuk membunuh Tarzan untuk memastikan posisinya sebagai CEO di perusahaan Greystoke todak tersingkir, karena ternyata ada keturunan aslinya yang masih hidup. Tapi mereka berhasil menghindar dan selamat. Tapi Jane menyadari kalau Tarzan dan kelompok gorillanya akan selalu berada dalam bahaya selama dia masih disana. Ia lalu meminta Tarzan mengantarkannya kembali ke tempat ayahnya agar Clayton berhenti memburunya. Dia tidak menyadari kalau Clayton sudah mengetahui bahwa Tarzan adalah seorang Greystock.

Di tempat ayahnya, Jane dan ayahnya disandera oleh Clayton. Ia melihat kalung yang dipakai oleh Jane dan memaksanya memberitahu darimana dia menemukan batu itu dengan ancaman akan membunuh Tarzan kalau dia menolak. Tarzan datang malam itu berusaha untuk membebaskan Jane, tapi tempat itu sudah dipenuhi oleh anak buah Clayton yang bersenjata lengkap. Mereka bahkan berhasil menembak ibu gorilla dan menangkap serta mengurung Tarzan di dalam kandang. Tarzan bisa bebas karena ada kawannya yang datang menolong. Ia lalu membawa ibu gorilla nya kembali ke tempat mereka dan berusaha mengobatinya. Ia menitipkan ibu gorilla pada salah satu temannya lalu berniat menyusul komplotan Clayton yang sedang menuju ke gua tempat batu meteor. Dia meminta bantuan dari hewan-hewan hutan untuk mengalahkan mereka.

Sementara itu, komplotan Clayton sudah sampai di gua dan sedang menyusun banyak peledak di sekitarnya. Mereka akan menghancurkan gua itu sebelum menambang batu meteor di dalamnya. Jane dan ayah ya diikat didalam, akan diledakkan bersama dengan gua itu. Tarzan berhasil menyelamatkan mereka tepat waktu. Ayahnya menyuruh mereka meninggalkan tempat itu secepatnya sementara dia akan tinggal untuk mematikan peledak yang sudah terpasang. Di luar, komplotan Clayton diserbu oleh hewan-hewan hutan dan peledak mereka gagal meledak. Dalam usaha melarikan diri dengan helikopter, mereka menabrak jurang dan meledak. Mereka segera meninggalkan tempat itu karena ada hujan dan badai, gua itu seperti rubuh dan menutup. Tarzan dan Jane keluar dengan selamat. Mereka kembali dengan selamat ke kelompok gorilla nya dan menemukan kalau si ibu gorilla juga sudah sembuh. Ayah Jane bahkan berhasil membawa sebongkah besar batu itu untuk penelitiannya.

(2013)

Saturday, March 5, 2011

Coraline

Coraline Jones (diperankan oleh Dakota Fanning) adalah seorang anak tunggal dari sepasang suami istri yang bekerja sebagai penulis lepas. Keluarga mereka bisa dianggap sebagai keluarga yang kurang mampu, apalagi ketika orangtuanya Mel Jones (diperankan oleh Teri Hatcher) dan Charlie Jones (diperankan oleh John Hodgman) memutuskan untuk menjual rumah mereka dan pindah ke sebuah apartemen tua berusia 150 tahun di daerah terpencil.
Coraline membenci apartemen yang bernama Pink Palace Apartment itu. Tetangga-tetangganya terlihat aneh dan menyeramkan. Dan dia hanya bisa menemukan seekor kucing hitam kurus yang dekil bersama seorang anak laki-laki aneh yang bernama Wybourn Lovet (diperankan oleh Robert Bailey Jr). Coraline tidak menyukai Wybourne karena dia terlalu banyak bicara. Tapi Wybourne berbaik hati memberinya sebuah boneka tua yang ternyata sangat mirip dengan Coraline. Ia lalu meletakkan boneka kain mirip dirinya itu di atas kursi di kamarnya.
 Dia juga memiliki seorang tetangga yang gemar bermain sulap bernama Mr. Bobinsky (diperankan oleh Ian McShane), dan sepasang wanita tua yang dulunya merupakan artis terkenal, Miriam (diperankan oleh Dawn French) dan April (diperankan oleh Jennifer Saunders)

Hari-hari dilalui Coraline dengan sangat bosan. Dia merindukan kawan-kawannya di kota besar. Dia juga membenci situasi dimana kedua orangtuanya terlalu sibuk dengan tulisan mereka (mengejar deadline) sehingga tak seorang pun yang perduli untuk meluangkan waktu bersamanya. Dia selalu mencari cara untuk mengganggu orangtuanya, hingga mereka marah. Akhirnya, ayahnya menugaskan Coraline untuk mendata isi apartemen mereka dan melaporkannya kembali kepadanya. Sebenarnya itu hanyalah taktik agar Coraline menjadi sibuk dan tidak mengganggu kesibukan mereka lagi.

Berhubung cuaca sedang musim penghujan, dengan bersungut-sungut, Coraline mengerjakan perintah ayahnya. Tanpa sengaja, ia menemukan sebuah pintu berukuran kecil, yang hanya bisa dimasuki oleh anak kecil sepertinya. Ibunya berhasil menemukan kunci untuk membuka pintu kecil itu, tapi anehnya di balik pintu itu tidak ada apa-apa selain tembok. Ibunya berkata bahwa kemungkinan tembok itu dipasang ketika mereka membangun apartemen itu dulu, sehingga pintu itu tidak bisa digunakan.
Di malam hari, Coraline melihat seekor tikus melintas di kamarnya. Dia lari mengejar tikus itu dan menemukan kalau tikus itu ternyata menyelinap ke dalam pintu kecil yang ditemukannya tadi pagi, karena ternyata ibunya membiarkan pintu itu tetap terbuka dan menyimpan kuncinya. Di balik pintu itu, Coraline menemukan kalau dinding batu itu sudah hilang dan berganti dengan terowongan yang berwarna-warni. Dengan penasaran, ia menelusuri terowongan itu dan menemukan sebuah rumah lain di sisi yang satunya.
Rumah itu persis seperti apartemen tua dan jelek mirip orang tuanya, hanya saja lebih bagus. Dia menemukan seorang wanita muda yang cantik sedang memasak di dapur. Sekilas wanita itu mirip ibunya, tapi bukan. Dia mengaku sebagai Ibu Lain dari Coraline. Ibu yang lebih baik daripada ibu sebelumnya. Dia memasak makanan yang lezat dan Ayah Lain memainkan musik untuknya. Coraline sangat senang, apalagi ketika Ayah dan Ibu Lain itu mengantarnya ke kamar tidur. Sayangnya, ketika dia terbangun, dia tidak lagi berada di rumah bagus itu, tetapi kembali ke apartemen tua milik orang tuanya dan bertemu dengan kedua orang tua yang tidak memperdulikannya lagi.

Coraline akhirnya menyimpulkan kalau dia akan merasa lebih bahagia jika bisa bersama dengan Ayah dan Ibu Lain di sisi lain pintu kecil itu selamanya. Disana dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Ibunya selalu memasak makanan yang enak, ayahnya selalu menemaninya bermain. Tetangga-tetangganya yang aneh dan misterius berubah menjadi orang-orang yang menyenangkan dan selalu menghibur. Hanya ada satu hal yang membedakan mereka semua dari orang-orang aslinya, mata mereka terbuat dari kancing. Termasuk juga Wybourne. Khusus untuk anak laki-laki ini, di sisi lain, Wybourne tidak bisa bicara alias bisu, sehingga benar-benar berbeda dengan Wybourne yang asli. Dengan semangat dia berusaha kembali membuka pintu itu.

Tapi ternyata pintunya sudah dikunci oleh ibunya dan disimpan di tempat yang sangat jauh, sementara orangtuanya pergi ke luar rumah untuk menyelesaikan urusan buku mereka, Coraline ditinggal di rumah sendirian. Coraline yang nakal berhasil menemukan tempat penyimpanan kunci itu dan menelusup kembali ke sisi yang lainnya. Disana ia bertemu kembali dengan Ayah dan Ibu Lainnya yang ternyata mengetahui keinginan Coraline untuk bisa bersama dengan mereka selamanya.

Ibu Lain menyetujuinya dengan satu syarat, Coraline harus bersedia mengganti mata aslinya dengan kancing, seperti yang mereka miliki. Ibu Lain akan menjahit kancing di kedua bola mata Coraline dengan jarum dan benang, baru ia diizinkan tinggal bersama mereka. Coraline ketakutan dan menolak. Dia memutuskan untuk kembali saja ke orang tua aslinya dan tidak mau matanya dijahit dengan kancing. Tapi dia tidak pernah berhasil keluar dari dunia boneka kancing itu. Sikap nakalnya membuat si Ibu Lain marah dan menunjukkan sosok aslinya yang mirip laba-laba rakasa menyeramkan. Coraline lalu dikurung di dalam sebuah cermin untuk merenungkan kesalahannya, sampai dia bersedia menerima jahitan di matanya.

Di dalam cermin itu Coraline bertemu dengan tiga hantu anak-anak yang mengaku sebagai korban dari si Ibu Lain yang ternyata bernama Beldam. Mereka dulu bersedia menjadi anak si Beldam jahat dan menerima kancing itu sebagai pengganti mata. Tapi ternyata, kemudian Beldam memangsa jiwa mereka dan membuat mereka terikat dengan dunia itu. Meskipun mereka sudah meninggal, jiwa mereka tetap terkurung di dalam rumah. Satu-satunya cara adalah dengan menemukan kembali bola mata mereka yang sudah dicuri oleh Beldam dan mereka meminta bantuan Coraline untuk itu. Coraline berjanji akan berusaha menemukan bola mata mereka.

Wybourne bisu berhasil membebaskan Coraline dari dalam cermin dan mengantarkannya ke pintu kecil itu untuk melarikan diri. Dia berhasil kembali ke rumahnya, tapi orang tuanya menghilang diculik oleh Beldam. Kucing hitam kurus yang selama ini dibencinya tiba-tiba bisa berbicara kepadanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa Beldam sebenarnya adalah penyihir jahat yang menjebak anak-anak nakal yang tidak bahagia dengan keluarga mereka.

Beldam akan menempatkan mata-matanya di kamar anak tersebut, yang ternyata adalah boneka kain yang mirip dengan dirinya. Beldam bisa melihat ketidak bahagiannya melalui mata kancing itu, lalu memenuhi keinginan si anak di sisi lain dunianya. Itulah sebabnya Beldam tahu kalau Coraline sangat tidak bahagia dengan orangtuanya, dan membujuknya untuk tinggal dengannya di dunia boneka. Tapi itu semua jebakan, dimana Coraline tidak berhasil dijebak. Ia memang bisa melarikan diri, tapi Beldam berhasil mengurung kedua orang tuanya. Sehingga, mau tidak mau, Coraline harus kembali kesana untuk menemukan orangtuanya kembali.

Miriam dan April memberikan benda sejenis cincin kepadanya untuk membantu perjalanannya. Benda itu akan bisa menunjukkan wujud asli sesuatu benda yang sudah disihir, sehingga matanya tidak akan tertipu. Ketika dia kembali, Beldam memngunci pintu itu dan menelan anak kuncinya, sehingga Coraline tidak akan pernah bisa kabur lagi. Sebab anak kunci pintu itu hanya ada satu saja. Ia lalu membuat perjanjian dengan Beldam. Ia harus bisa menemukan ketiga bola mata itu beserta orangtuanya dalam waktu satu malam, maka Beldam akan membebaskan mereka semua. Tapi kalau ia gagal, maka Coraline harus tinggal bersamanya di dunia itu dan bersedia menggunakan mata kancing. Coraline bersedia.
Dalam permainan itu, Coraline berhasil menemukan mata ketiga hantu yang ditemuinya di dalam cermin. Tapi ia belum berhasil menemukan orangtuanya. Si kucing hitam membantunya dan ia berhasil menjebak si Beldam untuk membuka pintu kecil itu dan membawa lari bola kaca tempat Beldam menyandera kedua orang tuanya. Dia lalu mengunci pintu itu dari sisi lain dan menyimpan anak kuncinya. Tapi Beldam tetap bisa memata-matainya melalui anak kunci itu. Akhirnya Coraline berhasil membuang anak kunci itu ke sebuah sumur yang sangat dalam, dengan bantuan Wybourne.
Coraline menyadari, bahwa meskipun keluarganya tidak sempurna, tapi ia menyayangi orang tuanya. Ia lalu mengadakan pesta kebun untuk orang tua dan tetangga-tetangganya. Apartemen tua itu tidak terlihat suram lagi, karena para penghuninya dan saling kenal dan akrab.(2009)

Tuesday, June 29, 2010

Kungfu Panda

Po (pengisi suara: Jack Black) adalah seekor panda gendut yang bekerja membantu ayahnya yang menjual mie, di sebuah desa di Lembah Kedamaian. Ia seekor panda jenaka yang sangat tergila-gila dengan kungfu. Idolanya adalah Lima Pendekar yang tinggal di kuil di puncak bukit. Disana, tinggallah Oogway (pengisi suara: Randal Duk Kim), seekor kura-kura tua yang bijaksana, sebagai ketua di perguruan kungfu itu. Juga ada Shifu (pengisi suara: Dustin Hoffman), yang bertugas sebagai pelatih.

Kelima pendekar itu berlatih kepada Shifu setiap hari, tapi tetap saja Shifu menganggap mereka belum terlalu serius berlatih. Tigress (Pengisi Suara: Angelina Jollie) adalah harimau betina yang paling kuat dan cantik diantara semuanya. Lalu ada si ular Viper (pengisi suara: Lucy Liu) yang paling lincah. Monkey (pengisi suara: Jackie Chan) yang lucu, si burung bangau Crane (pengisi suara: David Cross) yang anggun dan Mantis (pengisi suara: Seth Rogen) si belalang yang lincah. Mereka semua adalah idola Po. Ia berharap suatu saat nanti, dia akan bisa bertemu dengan mereka.
Beberapa waktu sebelumnya, ada seorang murid kung fu yang juga tinggal di perguruan itu. Namanya Tai Lung (pengisi suara: Ian McShane), seekor macan yang sangat tangguh dan ahli kungfu. Tapi dia diusir dari Lembah itu dan dijebloskan ke dalam penjara, karena dia merusak seisi lembah dan perguruan. Masalahnya hanya satu, dia sangat ingin untuk bisa menjadi Pendekar Naga. Dan salah satu syarat untuk menjadi Pendekar Naga adalah dengan memiliki sebuah gulungan kitab yang disimpan di langit-langit aula. Tapi Master Oogway melihat kalau Tai Lung memiliki sifat jahat dan menganggap kalau dia bukanlah Pendekar Naga sejati. Tai Lung sangat marah dan berusaha mengambil paksa gulungan kitab itu. Tapi Oogway berhasil mencegahnya dengan menotok jalan darah Tai Lung hingga pingsan tak berdaya.

Belakangan, Oogway mendapat penglihatan kalau Tai Lung akan berhasil bebas dari penjara dan kembali ke lembah. Karena ketakutan, Shifu mengirim utusan untuk memberitahukan agar penjaga penjara melipat-gandakan penjagaannya. Belakangan diketahui, kalau kedatangan utusan Shifu itu malah membangunkan Tai Lung. Ia berhasil mengobrak-abrik penjara itu dan mengirimkan kembali utusan Shifu untuk menyampaikan pesan, bahwa ia akan segera sampai disana.
Begitu mengetahui hal itu, Oogway memutuskan untuk segera menemukan sang Pendekar Naga yang legendaris. Hanya dia saja yang mempu mengalahkan kekuatan kungfu Tai Lung. Kelima Pendekar sudah sangat yakin, bahwa salah seorang diantara merekalah yang ditakdirkan menjadi Pendekar Naga. Tapi mereka salah, karena takdir menunjukkan kalau Po lah Pendekar Naga sebenarnya.

Semua orang tidak percaya, apalagi Shifu. Dia menganggap Po adalah panda gendut dan bodoh yang seumur hidupnya tidak pernah belajar kungfu. Dia menganggap kalau pilihan Oogway sudah salah dan berniat menyingkirkan Po secepatnya. Dia tidak ingin menggantungkan harapan pada seekor panda yang bodoh seperti Po.

Tapi Po adalah panda yang tekun dan pantang menyerah. Bagaimanapun dinginnya perlakuan Shifu dan Tigress kepadanya, dia tetap bertahan. Apalagi Mantis, Monkey dan Viper cukup baik kepadanya.
Ketika Shifu berkeras bahwa memilih Po sebagai Pendekar Naga adalah sebuah kesalahan, Oogway mengatakan kalau Shifu hanya perlu membantunya saja. Dia akan bisa menjadi Pendekar Naga yang sempurna, kalau Shifu mau dengan tulus mengasihi dan mengajarinya. Setelah itu, Master Oogway pergi meninggalkan dunia. Tinggallah Shifu seorang yang harus memutuskan apakah ia akan tetap menyingkirkan Po, apalagi setelah Oogway tiada, atau akan menuruti nasihat gurunya itu.

Shifu memutuskan untuk menuruti nasihan Oogway. Ia pun menerima keberadaan Po sebagai seorang Pendekar Naga dan mulai melatihnya. Membantu Po menghilangkan ketakutan dan rasa tidak percaya dirinya. Dan yang paling terutama, ia sudah menemukan cara paling ampuh untuk mendapatkan perhatian Po. Makanan. Dengan iming-iming makanan, Po berhasil berlatih kungfu dengan cepat.

Mengetahui kalau Shifu sudah memilih Po sebagai Pendekar Naga, Kelima Pendekar memutuskan untuk pergi sendiri menyongsong Tai Lung dan membereskan masalah itu. Tapi ternyata, bahkan mereka berlima sekalipun, bukanlah tandingan Tai Lung. Ia berhasil menotok mereka semua, meskipun tidak sampai tewas dan mengirimkan mereka kembali ke perguruan. Po menjadi sangat ketakutan. Bagaimana mungkin ia bisa menang melawan Tai Lung, sedangkan Kelima Pendekar saja bisa dikalahkannya dengan mudah. Ia sudah berniat mundur.

Sampai akhirnya Shifu memberitahukan tentang gulungan kitab Pendekar Naga itu kepadanya. Gulungan kitab itu belum pernah dibuka oleh siapapun. Hanya seorang Pendekar Naga lah yang berhak membukanya. Konon, setiap orang yang berhasil membuka dan membaca isi kitab itu, seluruh indra nya akan menjadi lebih sensitive. Ia akan bisa mendengar suara alam dan memahami banyak hal dalam hidup ini. Dengan penuh semangat Po membuka gulungan kitab itu dan membacanya. Ternyata, gulungan kitab itu tidak berisi apa-apa. Kosong.

Keadaan itu membuat mereka menjadi putus asa dan yakin bahwa tidak ada cara lagi untuk bisa selamat dari balas dendam Tai Lung. Shifu lalu meminta mereka mengungsikan seluruh penduduk lembah ke tempat yang aman, agar tidak menjadi korban kemarahan Tai Lung. Sementara itu, ia memutuskan untuk tetap tinggal di perguruan dan menghadapi Tai Lung. Ia akan berusaha menahannya sebisa mungkin untuk memberikan waktu bagi mereka melarikan diri.

Dengan sedih mereka meninggalkan lembah itu, termasuk Po yang kembali ke rumah ayahnya. Ketika itulah dia mendengar perkataan ayahnya yang menurutnya sangat luar biasa. Ayahnya adalah seorang pedagang mie yang warungnya selalu ramai. Ayahnya selalu mengatakan kalau ia memang memiliki sebuah resep rahasia yang diwarisinya turun temurun. Resep itulah yang membuat masakan mie nya selalu sedap. Tapi, ketika itu, ayahnya membongkar rahasianya. Bahwa sebenarnya dia tidak memiliki resep rahasia apapun. Alasannya, sesuatu yang istimewa itu tidak membutuhkan resep rahasia apapun. Kau hanya perlu percaya. Kalau kau percaya bahwa kau istimewa, maka kau akan menjadi istimewa. Demikian pula sebaliknya.

Saat itu juga Po langsung memahami makna dari gulungan kitab Pendekar Naga yang kosong itu. Kitab itu kosong untuk memberikan tempat agar ia bisa melihat pantulan dirinya sendiri di dalamnya. Gulungan Kitab Pendekar Naga hanya bisa dibuka oleh Pendekar Naga sendiri. Dan ketika ia membukanya, ia akan melihat wajahnya sendiri, sang Pendekar Naga. Dengan keberanian baru, Po memutuskan untuk tidak jadi mengungsi dan kembali ke perguruan.

Sementara itu, Tai Lung sudah berhasil sampai disana terlebih dahulu dan bertemu dengan Shifu. Kemampuan kungfu Tai Lung sudah sangat berkembang dan dalam waktu singkat saja ia berhasil mengalahkan Shifu. Tujuannya hanya satu, ia ingin mendapatkan gulungan kitab Pendekar Naga yang dulu gagal direbutnya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat kalau gulungan kitab itu sudah tidak berada di tempatnya lagi. Shifu mengatakan kalau gulungan kitab itu sudah dibawa pergi oleh Sang Pendekar Naga dan Tai Lung tidak akan bisa bertemu dengannya sampai kapanpun.
Tai Lung sangat marah dan berniat membunuh Shifu ketika tiba-tiba Po muncul di pintu gerbang dan mengalihkan perhatiannya. Dengan kondisi masih ngos-ngosan karena baru menaiki ribuan anak tangga dari lembah menuju ke perguruan, Po memperkenalkan diri sebagai sang Pendekar Naga. Tai Lung tertawa dan melecehkannya. Seekor panda gendut yang mengaku-ngaku sebagai Pendekar Naga tidak akan berhasil mengalahkan macan setangguh dirinya. Tapi dia salah.

Po sudah belajar banyak dari latihan kungfu yang diberkan Shifu kepadanya. Dia memang tidak sekuat Tai Lung dan semahir macan tutul itu dalam jurus-jurus kungfu. Tapi ia adalah panda yang cerdik dan banyak akal. Ada saja caranya untuk berhasil merebut kembali gulungan kitab itu dari Tai Lung. Setelah pertarungan yang cederung lucu, akhirnya Tai Lung berhasil merebut gulungan kitab itu dan membukanya. Betapa terkejutnya dia ketika menyadari kalau gulungan kitab itu kosong. Dia merasa segala usahanya selama ini sia-sia saja. Karena ternyata gulungan kitab itu tidak berarti apa-apa.

Dengan kemarahan dia berusaha membunuh Po. Tapi semua pukulan dan tendangannya itu tidak berhasil karena terhalang badan Po yang gendut. Bukannya kesakitan, ia malah mengeluh kegelian seperti sedang digelitiki. Tai Lung semakin berang. Tiba-tiba Po berhasil mengunci jarinya dengan jurus “Jari Wuxi”, sebuah jurus yang mematikan tapi cukup sulit. Tai Lung mengejeknya dan mengatakan kalau Po hanya menggertak. Karena jurus itu adalah jurus yang sulit dan ia tak mungkin mengetahuinya. Tapi ia salah. Po ternyata mengetahui jurus itu dan berhasil mengalahkan Tai Lung.

Mengetahu bahwa Po berhasil mengalahkan Tai Lung seorang diri, Kelima Pendekar menyembah kepadanya dan memanggilnya Master, sementara semua penduduk lembah bersorak-sorai karena keberhasilannya. Saat itulah ia teringat pada Master Shifu yang ditinggalkannya di perguruan. Ketika ia kembali kesana, Shifu sedang terbaring di bawah pohon peach suci. Dia kelelahan tapi masih hidup.

Shifu sangat senang ketika mengetahui kalau Po berhasil mengalahkan Tai Lung. Ia senang karena menuruti nasihat gurunya dan ia senang akhirnya bisa merasa damai lagi, setelah Tai Lung tak ada lagi. Mereka berdua lalu berbaring di bawah pohon itu untuk sementara waktu.(2008)

Friday, March 26, 2010

Avatar

Jack Scully (diperankan oleh Sam Worthtington) adalah seorang mantan marinir yang pulang dalam keadaan cacat, yaitu lumpuh. Dia diajak untuk mengikuti program Avatar yang dikembangkan Amerika di Pandora. Tugasnya adalah menggerakkan sesosok mahluk tinggi berwarna biru dengan kekuatan otaknya. Mahluk tinggi dan biru ini adalah mahluk penghuni asli planet itu, Na'vi.

Jack bersama dengan ilmuwan yang memimpin di tempat penelitian itu, Dr. Grace (diperankan oleh Sigourney Weaver), bertugas untuk menjalin hubungan baik dengan penduduk setempat, yaitu: orang-orang Na’vi dari klan Omaticaya. Mereka diharapkan bisa mencari tahu lebih banyak tentang kebiasaan dan kebudayaan klan ini untuk tujuan tertentu. Karena mereka menemukan adanya logam langka yang bernilai tinggi tertanam tepat dimana suku mereka tinggal, bernama unobtanium. Manusia ingin mengambil logam itu sebanyak-banyaknya dan menjualnya di bumi. Tapi, untuk bisa seperti itu, mereka harus terlebih dahulu mengusir klan Omaticaya dari sana.

Dan tugas itu tidak mudah. Karena di tempat itu terdapat sebuah pohon raksasa yang dinamakan Pohon Suara dan sangat dipuja oleh suku itu. Mereka tidak akan mau meninggalkan tempat itu karena tidak ingin berada jauh dari pohon kehidupan tersebut. Selain itu, ada juga pohon lain yang dipercaya sebagai tempat tinggal roh leluhur mereka yang sudah meninggal, Pohon Kehidupan, yang juga adalah tempat tinggal Eywa, dewi sembahan mereka. Mereka sering menjadikan tempat itu sebagai tempat berdoa. Jack Scully mengetahui hal itu karena dia sendiri mendapat kesempatan untuk dilatih menjadi prajurit suku dan ia berhasil.

Jack bertugas sebagai mata-mata untuk mencari tahu apa kelemahan suku itu, karena mereka tidak takut bahaya dan memiliki senjata panah beracun yang bisa membunuh manusia hanya dalam waktu satu menit. Dari hasil mata-mata itulah kemudian manusia mengetahui bahwa kelemahan suku Omaticaya adalah kedua pohon purba itu. Mereka kemudian berencana menyerang dan merusak kedua pohon itu agar suku tersebut tercerai berai dan meninggalkan tempat itu.

Tapi, dalam pelaksanaanya, Jack jatuh cinta kepada putri kepala suku, Neytiri (diperankan oleh Zoe Saldana). Dan dia berniat menolong suku itu agar tidak dihancurkan oleh pesawat-pesawat canggih manusia. Tapi, niatnya ini dihalangi oleh pemimpin tentara disana, Kolonel Miles (diperankan oleh Stephen Lang). Mereka tetap menyerang dan berhasil menghancurkan Pohon Suara. Ketika Omaticaya mendengar pengakuan Jack bahwa dia adalah mata-mata, maka mereka langsung membencinya dan mengusirnya, termasuk juga Neytiri. Mereka tidak mau mendengar permohonan Jack bahwa dia sudah berubah dan berada di pihak mereka.
Kolonel Miles yang mengetahui kalau Jack sudah berpindah ke pihak Na’vi langsung menangkapnya bersama semua anggota ilmuwan lainnya. Tapi mereka berhasil lolos dan kembali ke perkampungan Omaticaya. Tapi Jack harus kehilangan Dr. Grace yang tewas karena ditembak Miles. Dengan marah, Jack memimpin para orang Na’vi untuk membalas dendam dan mengusir manusia dari Pandora.

Film ini pada dasarnya adalah film tentang bagaimana manusia rela merusak alam demi keuntungan. Karena keganasannya pula, manusia tega merusak harmonisasi kehidupan mahluk di tata surya lain, yang selama berabad-abad sudah hidup serasi dengan alam. Dan di bagian akhir ditunjukkan, bagaimana alam juga bisa membalas. Berbagai hewan berdatangan dan ikut serta dalam pertempuran itu. Dan disitulah terlihat, bahwa peralatan canggih manusia ternyata tidak berarti apa-apa jika berhadapan langsung dengan kekuatan alam.

Film ini memiliki efek visual yang luar biasa. Keindahan alam yang luar biasa, lengkap dengan berbagai jenis pohon raksasa. Berbagai jenis burung raksasa yang berwarna-warni. Berbagai jenis kumbang yang luar biasa aneh. Dan yang terutama adalah bagaimana mereka bisa berhubungan satu sama lain dengan ujung rambut mereka yang berserabut. Film yang bagus sekali. Soundtrack nya adalah lagu “I See You” oleh Leona Lewis, sangat bisa mewakili jiwa dari film ini. Menarik. (2009)

Sunday, August 23, 2009

Ratatouille


Wiiihhh..lagi keranjingan animasi nih. Biasanya nggak terlalu tertarik, tapi karena nggak sengaja melihat film ini tayang di Disney, aku jadi tertarik untuk menuliskannya disini. Kisah tentang tikus yang sangat pintar memasak yang akhirnya menjalin persahabatan dengan seorang manusia yang sama sekali tidak berbakat memasak. Mereka berdua saling mendukung satu sama lain. Karena tidak ada yang akan mau makan masakan dari seekor tikus, bagaimanapun enaknya, si tikus bekerja sama dengan manusia.

Remy (diperankan oleh Patton Oswalt) adalah seekor tikus muda yang tinggal di atap sebuah rumah kayu milik seorang nenek di Paris. Ia tinggal bersama ayahnya, Django (diperankan oleh Brian Dennehy) dan saudaranya Emile (diperankan oleh Peter Sohn) serta puluhan saudara-saudaranya yang lain.

Nenek pemilik rumah itu sangat menyukai acara masak-memasak di televisi yang dibawakan oleh seorang chef restoran terkenal, Auguste Gusteau (diperankan oleh Brad Garret). Remy sangat menyukai Gusteau dan selalu mengikuti acaranya di televisi. Dan dia menjadi sangat menyukai makananan resmi ala manusia dan menolak memakan sampah seperti layaknya tikus. Dia juga memiliki bakat untuk mengetahui kelezatan suatu masakan hanya berdasarkan penciumannya saja. Dalam hatinya, dia sangat ingin menjadi seorang chef yang berhasil seperti halnya Gusteau.

Namun Remy akhirnya mengetahui kalau chef Gusteau akhirnya meninggal dan acaranya di televisi tidak bisa dilanjutkan lagi. Acara itu ditutup dengan mottonya yang sangat terkenal: ”Semua orang bisa memasak.” dan Remy sangat terpengaruh dengan motto ini dan meyakinkan dirinya kalau ia bisa memasak.

Namun karena sebuah kesalahan ketika ia memasuki lemari si nenek untuk mencari bumbu masakan, sarang tempat tinggal mereka roboh dan si nenek berhasil mengusir Remy dan keluarganya keluar. Mereka melarikan diri ke saluran got dan ia terpisah dari saudara-saudaranya karena berusaha menyelamatkan sebuah buku masak yang ditulis oleh Gusteau.

Dalam perjalanan, ia bertemu dengan hantu chef itu yang membantunya membangkitkan semangat kalau ia juga bisa memasak kalau ia mau mencobanya. Remy yang bersemangat akhirnya memanjat ke permukaan tanah dan menemukan Restoran Gusteau di permukaannya.

Ketika mengintip ke dapur restoran itu, ia melihat Alfredo Linguini (diperankan oleh Lou Romano), seorang petugas bersih-bersih baru di restoran itu sedang memasukkan bumbu secara acak ke dalam adonan sup di panci. Remy sangat kesal melihat hal itu. Ketika secara tidak sengaja ia jatuh ke meja dapur, ia bukannya melarikan diri, malahan berusaha meracik bumbu lain untuk memberikan rasa dan aroma yang sedap pada adonan sup itu. Ketika itulah Alfredo melihatnya.

Skinner (diperankan oleh Ian Holm) adalah pengelola restoran yang baru setelah Gusteau meninggal. Ia seorang koki yang sombong dan berniat untuk menggunakan nama besar Gusteau untuk membuat sebuah jenis makanan baru versi siap saji, meskipun ia tahu kalau hal itu sangat bertentangan dengan prinsip si koki akan fine dining. Ia sangat marah begitu mengetahui Alfredo telah lancang memasukkan bumbu ke sup buatannya tanpa diminta. Sementara pesanan itu sudah harus segera diantar ke pelanggan. Tanpa diduga, pelanggan itu menyukai rasa supnya.

Skinner menduga kalau hal itu adalah kebetulan belaka karena ia tidak yakin kalau Alfredo bisa memasak. Ketika dia berusaha mendesak nya untuk memberitahukan bumbu apa saja yang sudah dimasukkannya ke adonan itu, ia melihat kehadiran Remy. Skinner sangat marah, karena tahu kalau petugas kesehatan melihat kehadiran tikus di dapurnya, restoran mereka akan ditutup paksa dengan alasan kesehatan. Maka ia menugaskan Alfredo untuk membuang tikus itu ke sungai.

Alfredo tahu kalau Remy bukan tikus biasa, karena ia melihatnya meracik bumbu yang dimasukkan ke sup enak itu tadi. Dia lalu mengajak tikus itu bekerja sama karena keahlian memasaknya tidak akan berguna tanpa bantuan manusia. Remy pun setuju. Maka mereka berdua tinggal di flat Alfredo yang sempit.

Remy menemukan cara untuk bisa menggerakkan tubuh dan tangan Alfredo dengan menarik rambutnya, seperti sedang mengarahkan kekang kuda. Maka ia pun bersembunyi di balik topi koki tinggi Alfredo dan menggerakkan tubuh dan tangannya sesuai keinginannya. Berdua mereka berhasil menyajikan masakan-masakan enak. Seorang koki wanita bernama Collete (diperankan oleh Janeane Garofalo) membantunya karena dia merasa kalau pria canggung itu memang memiliki bakat sebagai seorang koki, tanpa menyadari kalau Remy lah yang sebenarnya memiliki bakat koki.

Tanpa sengaja, Skinner menyadari kalau ternyata Alfredo adalah anak haram Gusteau. Gusteau sendiri bahkan tidak tahu kalau ia memiliki anak. Hal itu menjadikan Alfredo sebagai ahli waris sah dari restoran itu dan menghancurkan impian Skinner.

Alfredo mengajak serta Collete untuk membina restoran itu. Mereka direncanakan untuk menjamu Anton Ego (diperankan oleh Peter O’Toole), seorang kritikus restoran yang sangat terkenal. Hasil ulasan Ego akan diterbitkan di surat kabar dan nasib restoran yang sedang diulasnya itu akan sangat tergantung pada baik atau buruknya ulasannya. Banyak restoran yang gulung tikar karena dia menuliskan kritikan yang sangat buruk. Tapi bagi restoran yang berhasil membuatnya kagum, ia akan memberikan pujian pada hasil ulasannya. Dan restoran itu akan menjadi sangat terkenal dan dibanjiri pengunjung. Demikianlah besarnya kekuatan pena Ego.

Namun pada saat-saat genting itu, Alfredo bertengkar dengan Remy sehingga ia memutuskan untuk tidak membantunya mempersiapkan hidangan untuk Ego si kritikus restoran. Dan untuk membalas dendam, Remy mengajak seluruh anggota keluarganya untuk menghabiskan stok makanan di gudang restoran. Ketika Alfredo mengetahui hal ini, ia menjadi sangat marah dan mengusir si tikus beserta rombongannya.

Ketika sedang bersedih itulah Skinner mengambil kesempatan dengan menangkap Remy. Ia berniat menggunakan kemampuan tikus itu untuk keuntungannya sendiri. Untunglah Django dan Emile berhasil mengeluarkannya dari perangkap itu. Remy sangat sedih karena bertengkar dengan sahabatnya, Alfredo.

Akhirnya, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya, dengan gagah berani dia memunculkan diri di dapur dan menawarkan perdamaian kepada pria. Saat itu mereka semua sedang bingung, karena pengunjung sudah ramai dan Anton Ego sudah duduk manis di mejanya dan mengintimdasi pelayan agar segera menyajikan makanan yang terbaik untuknya. Dia tidak meminta menu tertentu. Hanya makanan yang terbaik.

Alfredo yang memang tidak memiliki bakat memasak menjadi sangat kalang kabut karena ketiadaan si tikus koki. Maka ketika ia itu muncul dan hampir saja menjadi korban pemukulan seluruh staf koki, ia menyelamatkannya dengan dengan terbuka mengatakan kalau Remy lah yang selama ini menjadi koki yang menyediakan hidangan-hidangan enak itu. Sementara dia sendiri sama sekali tidak memiliki bakat memasak. Dia meminta kesediaan para koki itu untuk bekerja sama dengan si tikus untuk membuatkan hidangan.

Tapi para koki sangat marah sehingga mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan Alfredo dalam kebingungan, termasuk juga Collete. Alfredo menyadari kalau hidupnya sudah hancur. Ada puluhan pelanggan yang sedang menunggu di restoran, termasuk si kritikus kejam, Ego. Dan dia hanya seorang diri, tanpa ada yang membantunya menyiapkan hidangan. Ia lalu membuang topinya dan memilih mengurung diri di dalam kantornya, sambil menunggu nasib buruk datang menjemputnya.

Django sangat terharu melihat keberanian Alfredo yang menyatakan anaknya sebagai koki yang berbakat. Dan ia juga kagum melihat keberanian Remy untuk mewujudkan cita-citanya. Maka ia kemudian mengarahkan seluruh anggota tikus bawahannya untuk membantu Remy menyiapkan hidangan di dapur restoran. Seluruh tikus got itu kemudian bekerja sama untuk memasak hidangan dalam jumlah besar.

Alfredo yang melihat hal ini jadi kembali bersemangat. Dia mengambil tugas menjadi pelayang restoran dan mengenakan sepatu roda agar bisa bergerak cepat mengantarkan makanan ke semua meja. Pada saat itulah Collete kembali karena berubah pikiran. Dia sangat terkejut melihat puluhan tikus got memanjat meja dapur untuk memasak dan ia sangat mual karena jijik.

Tapi Alfredo memperkenalkannya dengan Remy. Akhirnya Collete melihat kemampuan si tikus memasak dan menyajikannya dengan sangat menarik, ia pun bersedia bekerja sama.

Remy memutuskan untuk menghidangkan Ratatouille sebagai hidangan utama untuk si kritikus, Ego. Itu adalah keputusan yang sangat berani. Karena Ratatouille adalah resep yang sangat sederhana, yang terdiri dari terong, tomat, bawang, paprika, zucchini, dan bumbu-bumbu sederhana, termasuk bawang putih. Dan seluruhnya disiram dengan minyak zaitun. Masakan ini sangat sederhana, sehingga tidak membutuhkan seorang koki yang hebat untuk bisa memasaknya.

Tanpa diduga, Ego sangat menyukai rasa Ratatouille buatan Remy. Ia teringat pada masakan ibunya ketika masih kecil dulu dan ia memberikan pujian yang sangat tinggi untuk masakan itu. Bahkan Skinner yang secara sembunyi-sembunyi juga memasan makanan yang sama, juga sangat menyukainya. Ego kemudian memaksa, bahwa ia ingin bertemu dengan si koki. Tapi Alfredo dan Collete menyatakan, kalau ia hanya bisa bertemu dengan si koki setelah pengunjung terakhir meninggalkan restoran dan ia setuju.

Ego sangat terkejut ketika mengetahui kalau ternyata hidangan yang sangat lezat itu dimasak oleh seekor tikus got dan ia tidak mempercayainya. Tapi ketika dia melihat Remy mampu mengulangi kembali proses itu dan tetap menghasilkan hidangan yang sama lezatnya, ia meninggalkan restoran itu tanpa berkata apapun. Alfredo dan kawan-kawannya sudah pasrah kalau Ego akhirnya akan memberikan kritikan yang sangat buruk tentang restoran itu.

Tapi ternyata, ia menuliskan ulasan yang sangat baik tentang hidangan di Restoran Gusteau yang dimasak oleh seekor koki tikus yang sangat berbakat. Alfredo, Collete dan seluruh kelompok tikus sangat bergembira, meskipun mereka tetap harus merelakan restoran itu ditutup oleh pemerintah dengan alasan kesehatan. Restoran yang dapurnya dipenuhi tikus sudah pasti bukanlah restoran yang layak.

Tapi Anton Ego ternyata memiliki rencana lain. Ia menyumbangkan hartanya untuk membangun sebuah bistro kecil yang dikelola oleh Alfredo bersama Collete dengan Remy sebagai chef-nya. Bistro itu diberi nama Ratatouille dan tikus sebagai ikonnya. Restoran itu unik karena di bagian atasnya disediakan juga restoran mini untuk tikus. Disanalah Django dan kelompoknya duduk sambil menikmati makanan. Dapur restoran dirancang khusus agar bisa dilalu dengan nyaman oleh Remy. Dan Anton Ego, si kritikus yang sudah kehilangan kredibilitasnya sebagai seorang kritikus restoran karena telah merekomendasikan restoran yang penuh tikus, sebagai pelanggan tetapnya.

Tuesday, August 18, 2009

Horton Hears A Who


Film animasi lucu yang sangat menghibur. Jim Carrey bermain bagus, seperti biasanya, untuk urusan film komedi seperti ini. Tokoh Horton yang adalah seekor gajah digambarkan begitu jenaka dan tulus.

Horton (diperankan oleh Jim Carrey) adalah seekor gajah baik hati dan suka berteman yang tinggal di hutan Noon bersama sahabat nya yang penakut, Morton (diperankan oleh Seth Rogen).

Suatu hari, tanpa sengaja Horton mendengar sebuah suara yang berasal dari titik sebesar debu. Ia meyakinkan kalau telinganya yang besar itulah yang telah memberikannya kelebihan dalam pendengaran. Dan ia yakin kalau titik debu itu adalah mahluk hidup dan ia bisa mendengar suaranya. Kemudian ia memindahkannya ke sebatang bunga dan membawanya kemana-mana. Dia juga sering mengajak titik debu yang ada di bunga itu berbicara.

Dan Horton tidak sepenuhnya salah. Karena titik debu itu ternyata adalah Who Ville, tempat tinggal mahluk-mahluk yang berukuran lebih kecil daripada debu. Tapi mahluk-mahluk kecil itu berinteraksi layaknya mahluk hidup biasa, bahkan memiliki seorang wali kota yang bernama Ned McDodd (diperankan oleh Steve Carrel).

Ia tinggal disana bersama istrinya, Sally (diperankan oleh Amy Poehler) dan 96 orang anak perempuan serta seorang anak laki-laki bernama Jojo (diperankan oleh Jesse McCartney).

Warga Who Ville selalu berada dalam kekhawatiran, karena mereka tinggal di sebuah debu yang ringan dan gampang tertiup angin. Mereka ingin tinggal di sebuah tempat yang tidak terlalu berangin tapi tidak tahu bagaimana caranya. Ketika menyadari bahwa seekor gajah raksasa bisa mendengar suaranya, Ned langsung merasa kalau warga Who Ville masih memiliki harapan.

Ned akhirnya menemukan cara untuk bisa berkomunikasi dengan Horton, yaitu dengan sebuah terompet raksasa yang gaungnya bisa didengar jelas oleh Horton. Ned kemudian menceritakan keresahan yang sedang dialami oleh warganya. Dia meminta bantuan Horton untuk memindahkan Who Ville ke tempat yang lebih aman dan Horton setuju. Dia mengusulkan untuk membawa warga Who Ville ke puncak gunung Noon yang lebih aman.

Horton senang sekali karena ternyata dugannya tentang keberadaan mahluk-mahluk mini itu memang benar. Dengan gembira ia menceritakan hal ini kepada teman-temannya, tapi tidak ada yang percaya. Tapi mereka membiarkan saja tingkah laku Horton yang aneh itu tanpa ambil pusing.

Tapi Kangguru (diperankan oleh Carol Burnett) memiliki pandangan yang berbeda. Ia menganggap kegilaan Horton yang berbicara dengan setitik debu yang menempel pada sebuah bunga akan berakibat buruk bagi psikologis anaknya yang masih kecil. Dia tidak ingin anaknya jadi ikut-ikutan mempercayai kebohongan Horton bahwa ada mahluk hidup super mini yang tinggal di sebuah bunga. Ia lalu menghasut seluruh warga hutan untuk menghancurkan kelopak bunga yang selalu dibawa Horton kemana-mana itu.

Horton yang tidak mengetahui rencana jahat Kangguru, melenggang dengan tenangnya menuju ke puncak gunung Noon. Perjalanan itu membutuhkan waktu yang agak lama karena harus melintasi hutan luas. Dan ia sudah cukup jauh berjalan, ketika tanpa sengaja, seekor burung unta melihat keberadaannya dan segera melapor pada Kangguru.

Kangguru kemudian membujuk Vlad (diperankan oleh Will Arnett) seekor burung nasar untuk menghalangi Horton. Vlad berhasil merampas kelopak bunga itu dari belalai Horton, bagaimana pun kerasnya usahanya untuk melawan. Dan dengan licik, Vlad menjatuhkan kelopak bunga itu ke ”lautan kelopak bunga yang sama” yang terdapat di dasar lembah. Dengan maksud agar Horton tidak akan pernah bisa menemukannya lagi. Ia pun terbang dan meninggalkan Horton dalam kesedihan.

Tapi Horton adalah seekor gajah yang pantang menyerah. Dengan tekun ia menjelajahi lautan bunga itu sambil memanggil-manggil Ned. Ia sudah hampir menyerah, ketika gagal menemukan bunga tempat Who Ville berada meskipun sudah merusak sebagian besar dari lautan bunga yang luas itu. Ketika akhirnya dia bisa mendengar suara Ned yang samar-samar dan berhasil menemukan kelopak bunga yang tepat.

Warga Who Ville sendiri sebenarnya sudah mulai menganggap walikota mereka gila karena mengatakan bahwa ada seekor gajah raksasa yang saat ini sedang membawa mereka dalam kelopak bunga, dan akan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman. Bahkan beberapa orang saingan politiknya sudah mulai berencana untuk menyingkirkannya dari kursi wali kota. Beberapa kali Ned berusaha berkomunikasi dengan Horton dari terompet raksasanya, tapi selalu saja suasananya kurang tepat.

Kangguru yang akhirnya mengetahui kalau ternyata Horton berhasil menemukan kembali kelopak bunga yang menjadi akar masalah itu menjadi sangat marah. Ia menganggap Vlad gagal dan berniat mengatur sendiri rencana untuk menjatuhkan Horton.

Ia lalu mengumpulkan seluruh warga hutan, khususnya yang memiliki anak. Ia kemudian menghasut mereka dengan mengatakan bahwa perilaku gila Horton akan membuat anak-anak mereka juga ikut menjadi gila dan percaya dengan kebohongannya. Mana mungkin ada mahluk hidup yang berukuran lebih kecil dan debu dan bisa berbicara kepada mereka. Itu semua bohong. Horton harus dihentikan. Dan bunga yang menjadi masalah itu harus segera dihancurkan.

Warga hutan pun akhirnya bergabung dan mulai memburu Horton. Termasuk gorilla, burung, kelinci, monyet dan lain-lain. Hanya Morton yang tidak ikut terpengaruh. Ia malah berusaha mengejar Horton untuk memperingatkannya, tapi ukuran tubuhnya yang kecil membuatnya terlambat. Akhirnya Horton pun tertangkap.

Kangguru kemudian memaksanya untuk mengaku kalau mahluk super mini yang selama ini diceritakannya adalah kebohongan belaka dan bahwa Horton harus segera menghancurkan bunga itu. Kalau ia menolak, maka ia harus berhadapan dengan seluruh penghuni hutan yang sedang marah besar. Horton tetap berkeras mengatakan bahwa memang ada mahluk hidup berukuran mini yang tinggal di bunga itu. Mereka tidak boleh menghancurkannya, karena seluruh penduduk Who Ville juga akan tewas.

Sambil berusaha mempertahankan diri, Horton menyuruh Ned melakukan sesuatu agar warga hutan bisa mendengar suara mereka. Karena kalau tidak, ia tidak bisa mempertahankan diri lebih jauh lagi. Ned yang ketakutan segera meminta seluruh warga Who Ville membuat keributan. Warga yang sudah mendengar suara Horton jadi bertambah takut, dan dengan semangat memukul apa saja yang bisa mereka temukan dan membuat keributan. Tapi ternyata suara mereka belum cukup keras.

Disinilah peran Jojo mendapat perhatian penting. Kesal karena keributan mereka masih tetap belum bisa didengar oleh para raksasa di luar sana, ia lari ke puncak gedung yang paling tinggi sambil membawa terompet raksasa ayahnya. Kemudian ia berteriak: ”Yoooooo” ke arah langit. Tanpa diduga, gelombang suara Jojo lah yang akhirnya membuat selubung yang menahan suara keributan warga Who Ville jadi terbuka dan akhirnya terdengar oleh anak Kangguru yang kebetulan berada dalam posisi yang paling dekat.

Ia kemudian menyambar bunga yang sudah meluncur jatuh dari telapak tangan ibunya, menuju ke panci berisi air mendidih dan warga Who Ville pun selamat. Seluruh warga hutan memandang kejadian itu dengan takjub. Dan mereka berbalik dari membenci Horton menjadi penasaran dan kagum akan keberadaan Who Ville dan warga Who yang berukuran super mini. Mereka lalu mengerubuni Horton dan melupakan keberadaan Kangguru.

Kangguru yang merasa sedih karena diabaikan berdiri menyendiri. Tapi Horton melihatnya dan membawakan sebuah biskuit kepadanya sebagai penawaran damai. Dengan malu-malu Kangguru menerimanya dan menawarkan payung berukuran kecil untuk menaungi bunga yang ditinggal warga Who Ville. Dan beramai-ramai mereka mengantar kan kelopak bunga itu ke puncak gunung Noon.

Film yang bagus...sangat bagus... Masih belum percaya? Tonton saja sendiri....

Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP