Showing posts with label Drama. Show all posts
Showing posts with label Drama. Show all posts

Saturday, March 29, 2014

MAMA

Burnsie adalah seorang pria tua yang pekerjaannya mencari orang hilang sesuai dengan pesanan klien. Klien terakhirnyanya adalah seorang pria yang ingin mencari abang dan kakak iparnya yang menghilang. Mereka menemukan sebuah mobil rusak yang tampaknya sudah berusia tua dan terlibat kecelakaan. Tidak jauh dari mobil rusak itu, mereka menemukan sebuah rumah tua yang terlantar. Dinding di bagian dalam rumah itu penuh dengan lukisan ceroboh anak-anak dan banyak sampah. Mereka juga menemukan dua sosok mengerikan berwarna hitam yang beringas. Mereka lalu memutuskan untuk menelepon klien mereka, Lucas dan istrinya Anabelle untuk menyampaikan kalau mereka telah menemukan kedua anak dari abangnya, Victoria dan Lily Desange.
Mereka diserahkan dalam perawatan dr. Gerald, seorang psikolog yang menilai psikologis anak-anak itu. Lucas berusaha mendekati mereka, pertama adalah yang sulung, Victoria. Lucas membawakan kacamata miliknya yang dipakainya dulu. Victoria lalu memanggil lucas, ayah, lalu memeluknya. Dia tidak perduli meskipun Lucas mengatakan kalau dia adalah pamannya. Tapi Lily sama sekali tidak mau mendekat, dia memilih sembunyi di bawah tempat tidur. 

Dr. Gerald mengatakan kalau kondisi psikologis Victoria dan Lilly sangat parah sehingga mereka memiliki sosok khayalan yang tampaknya dianggap sebagai penjaga, mereka memanggilnya Mama. Tapi Lucas tidak begitu saja bisa mengadopsi mereka, karena gajinya tidak mencukupi. Anabelle hanyalah pemain band amatir dan mereka tinggal di apartemen sempit berkamar satu. Satu lagi yang ingin mengasuh mereka adalah Jean Podosklos, yang ingin membawa mereka keluar negeri. Dr. Gerald masih ingin meneliti kejiwaan kakak beradik itu, sehingga dia membantu agar Lucas dan Annabelle tinggal di sebuah rumah yang besar sehingga bisa memelihara kedua keponakannya itu, dengan syarat mereka harus menerima kunjungannya setiap kali dia ingin datang memeriksa mereka. Lucas dan Annabelle juga harus merahasiakan lokasi rumah itu dari siapapun. Mereka setuju.

Victoria bisa beradaptasi dengan rumah barunya, tapi Lilly selalu bersembunyi dibalik punggungnya dan lebih sering berjalan dengan tangan dan kaki, seperti hewan berkaki empat. Kesukaannya adalah bersembunyi di dalam kardus yang besar. Ketika makan malam, ia lebih memilih duduk di lantai, biarpun yang lainnya duduk di meja. Dia bahkan tidur di kolong tempat tidur, meskipun ada tempat tidur yang besar untuknya. Dalam penelitiannya, dr. Gerald mendengar Victoria sering menyebut nama Edith  Brennan. Yang ternyata adalah pasien rumah sakit jiwa yang berhasil melarikan diri dan terjun ke laut sambil membawa bayinya yang baru lahir. Di rumah, Annabel sering melihat keanehan-keanehan. Lilly sering tertawa seperti sedang bermain, tapi begitu dilihat, Lilly terdiam. Lucas membujuk Annabel yang merasa tidak nyaman agar bersabar.

Pada suatu malam, Annabel merasa ada seseorang di dalam rumah dan Lucas memutuskan untuk melihat-lihat ke sekeliling, sementara Annabel menjaga anak-anak. Lucas melihat seekor kupu-kupu hitam menempel di dinding dan membuat lubang gelap. Lucas memperhatikan dari dekat dan tiba-tiba keluar bayangan hitam yang mengejutkannya. Lucas terjatuh dari tangga dan koma. Sehingga Annabel harus mengawasi anak-anak itu sendiri. Ia berusaha, meskipun ia tidak terbiasa dengan anak-anak. Ketika tidur, dia bermimpi melihat pintu lemari di kamar anak-anak, seperti ada sesuatu di dalam dan mengeluarkan suara yang aneh.

Dr. Gerald menemukan sebuah boneka kayu menyeramkan di kamar mereka, ketika dia berkunjung ke rumah itu. Victoria mengatakan kalau boneka itu adalah mainan yang dibuat oleh Mama, tapi dia tidak mengatakan siapa itu Mama. Pada saat Annabelle membuat makan malam, Lilly tampaknya selalu tertawa sendiri dengan sosok yang tidak terlihat Annabel. Sesudah mengantarkan anak-anak ke kamar, Annabel masuk ke kamarnya sendiri dan tidur. Mendadak pintu lemari di kamar anak-anak terbuka dan Lilly terbangun. Ia membangunkan Victoria dan mengatakan kalau Mama datang. Dari saluran udara di kamarnya, Annabelle mendengarkan senandung yang aneh, sehingga memutuskan untuk mengecek ke kamar mereka. Dia menemukan Victoria dan Lilly sedang bermain dan hebohnya di kamar. Annabelle melihat pintu lemari setengah terbuka dan mendekatinya tapi Victoria melarangnya. Sehingga Annabelle memutuskan untuk menutup saja pintu lemari itu dan tidak memeriksa isinya. Ia lalu menyuruh mereka untuk tidur.

Annabelle lalu menceritakan hal itu pada dr. Gerald dan mengatakan kalau ada seseorang yang mendatangi anak-anak itu. Dia yakin itu seorang wanita dan dia bersenandung. Tapi dr. Gerald menyatakan kalau kemungkinan besar Victoria lah yang bersenandung karena dia menderita kepribadian ganda ya g memposisikan dirinya sebagai Mama. Dr. Gerald lalu menemui petugas catatan sipil setempat untuk mencari tahu lebih jauh tentang Edith Brennan ini. Dia mendapatkan kotak yang berisikan dokumen dan benda peninggalan Edith. Sementara di rumah, Annabelle semakin sering dihantui dan mulai merasa ketakutan karena Lucas belum juga sadar dari koma.

Di rumah sakit, terjadi hal yang aneh. Lucas yang koma mendapat penglihatan arwah jeffry, abangnya, yang menyuruhnya menyelamatkan anak-anaknya dan dia harus pergi ke pondok. Penglihatan itu membuat lucas tersadar dari koma. Annabel dan anak-anak mengunjunginya di rumah sakit. Victoria bisa berinteraksi dengan baik, sementara Lilly memilih sembunyi di bawah tempat tidur sambil memakan bangkai kupu-kupunya yang bertebaran.

Suatu hari, Annabel memergoki Victoria sedang menangis sendirian di kamar mandi. Annabel bertanya ada apa, tapi Victoria hanya mengatakan kalau dia tak ingin Annabel terluka. Dia berniat mengelus kepalanya tapi Victoria menepis dan melarangnya melakukan itu, karena Mama sudah merasa cemburu. Victoria lalu meninggalkan Annabel yang kebingungan. Keesokan harinya, Jean mengunjungi rumah mereka karena Annabel lupa kalau hari itu adalah hari kunjungannya. Tapi Annabel berdebat dengannya dan ia diusir dari rumah. Jean menelepon dinas sosial dan melaporkan kalau keponakannya sedang disiksa dan ia akan mencari bukti. Ini untuk merebut hak asuh dari Lucas.

Pada hari lain terapi Victoria dengan dr. Gerald, ia menanyai lebih jauh tentang sosok Mama ini, tentang pondok di tepi danau, dimana dia tinggal, apakah dia mengikuti mereka ke rumah yang baru. Victoria menjerit lalu dr. Gerald melihat bayangan gelap muncul dari dinding. Dia buru-buru pergi dari rumah itu tanpa mengatakan apapun pada Annabel yang kebingungan. Tapi dia memutuskan untuk mencari tahu lebih jauh, ke rumah sakit jiwa tempat terakhir Edith Brennan dirawat, Ciffton Forge.

Di rumahnya, Annabel mengalami penglihatan. Dia berada di tubuh seorang wanita, yang merebut bayi dari tangan seorang biarawati lalu melarikan diri. Ia terjebak di tepi danau dan memutuskan untuk terjun sambil membawa serta bayinya. Annabel tersadar begitu dia tercebur ke air dan melihat Victoria berdiri di pintu kamarnya sambil memandang ke bawah ranjang. Annabel menanyakan ada apa di bawah tapi Victoria tidak mau menjawan. Ada sosok mengerikan yang menggelayut di di bawah ranjangnya dan akhirnya menaiki tempat tidur dan menyerangnya. Annabel menjerit dan kembali terbangun dari mimpi.

Malam itu, Mama datang dan mengajak Lilly pergi. Lilly mengajak Victoria, tapi ia memilih untuk tinggal. Akhirnya Lilly pergi sendiri dengan keluar dari jendela. Sementara dr. Gerald sudah sampai di Cliffton Forge malam itu dan harus berhasapan langsung dengan arwah Edith yang gila dan akhirnya tewas di rumah itu, tapi ada yang mengetahui. 

Annabel bangun pagi harinya tanpa menyadari ada memar besar di tengkuknya, dia mengecek kamar anak-anak dan menyadari kalau Lilly menghilang. Dia melihat Lilly tidur di halaman dalam keadaan kedinginan. Dia membawanya ke dalam rumah dan berusaha memeluknya untuk menghangatkan tubuhnya. Lilly yang liar sangat sulit untuk dipeluk, tapi Annabel tetap memaksa. Sampai akhirnya Lilly menyerah dan bersedia dipeluk. Annabel senang karena ia akhirnya mau dipeluk dan mau berkomunikasi meski terpatah-patah. Hari itu juga Annabel memaku jendela di kamar anak-anak agar mereka tidak bisa keluar dari jendela.

Hari itu, Annabel melihat bayangan gelap di kamar anak-anak, awalnya dia mengira itu Lilly. Akhirnya dia menyadari kalau Victoria dan Lilly berada di dapur, menunggunya sarapan. Dia menyelidiki ke dalam lemari, tapi tidak menemukan apa-apa. Victoria datang tepat waktu dan menyelamatkannya dari Mama. Annabel menanyakan tentang Mama ini pada Victoria tapi dia juga tidak mau bicara. Ia menghubungi ponsel dr. Gerald tapi selalu terhubung ke voicemail. Tanpa sengaja ia menemukan berkas milik dr. Gerald yang tertinggal ketika dia pergi terburu-buru dari rumah itu dan menemukan foto Edith Brennen di dalam. Dia memutuskan untuk mendatangi langsung kantor dr. Gerald. Ketika sekretarisnya lengah, Annabel mencuri box berisi semua file Victoria dan Lilly. Di rumah dia membongkar box itu dan menemukan makalah dr. Gerald yang berisikan tentang pengalaman mereka berempat. Dia juga mendengar rekaman terapi Victoria, yang menyatakan kalau Edith terjun ke danau dan tewas, tapi bayinya selamat karena tersangkut akar pohon. Annabel menangis karena merasa sedih. Victoria dan Lilly mendatanginya. Victoria bahkan memeluk sambil mengucapkan selamat malam. Lilly protes dan mengatakan jangan.

Malam itu Victoria terbangun dan melihat pintu lemari pakaian terbuka lebar, Mama tidak ada di dalam. Ia keluar dari kamar, diikuti oleh Lilly. Dia melihat Annabel masih duduk memeriksa berkas. Mereka juga  melihat arwah Mama yang marah dan mengejar mereka, mereka berusaha lari dan disusul oleh Mama. Annabel terjatuh dan Mama hampir membunuhnya, Victoria mengalihkan perhatiannya dari Annabelp yang pingsan. Pada waktu itu, Jean masuk ke rumah itu diam-diam, berniat untuk mencari bukti yang bisa digunakan untuk menghancurkan Lucas. Tapi malangnya dia malah harus berhadapan langsung dengan Mama yang sedan marah. Victoria menyusulnya ke bawah dan menemukan bibi Jean yang berwajah Mama. Ia menjerit. 

Annabel tersadar dari pingsan lalu mencari Victoria dan Lilly yang menghilang. Mereka tidak ada di rumah. Dia tahu kemana Mama akan membawa anak-anak itu. Dia langsung menuju Cliffton Forge sambil membawa sisa tulang belulang Edith. Dia berpapasan dengan Lucas yang sudah terlebih dahulu sampai disana. Dari rumah sakit, Lucas yang sudah sembuh langsung menuju ke Cliffton Forge, sesuai penglihatan yang dialaminya tentang abangnya di hari dia sadar dari koma. 

Di rumah itu mereka menemukan mayat Jean lalu menyadari kalau anak-anak ada di atas tebing tempat Edith dulu bunuh diri. Edith berniat membawa mereka ke dasar danau. Lilly datang pertama kali ke arah Mama tapi ditahan oleh Lucas. Edith yang marah sudah akan membunuh. Lucas, ketika Victoria menunjukkan tulang-belulang anaknya yang tersimpan di dalam kardus. Edith mengambilnya dari tangan Annabel lalu bersenandung sambil memeluknya. Tapi dia tersadar ketika Lilly memanggilnya dan mencampakkan tulang belulang itu ke danau sambil kembali mengejar Victoria dan Lilly. Dia melukai Lucas dan Annabel. Lucas pingsan tapi Annabel tidak mau menyerah dan membujuk agar Victoria tinggal. Dia tidak menyerah meskipun Edith berulang kali menahan kepalanya. Akhirnya Edith menyerah dan meninggalkan Victoria. Lilly diselubungi sulur-sulur dan mereka berubah menjadi ratusan kupu-kupu. Annabel memeluk Victoria dan Lucas siuman.

(2013)

Thursday, January 30, 2014

Tarzan (2013)

JJ Greystoke yang berusia 4 tahun adalah anak tunggal dari pasangan suami istri kaya raya, John dan Alice Greystoke. John mendanai penelitian seorang ilmuwan hutan, yang tinggal di tengah hutan belantara Afrika untuk mencari sebuah sumber energi besar. Konon, ada batu meteor raksasa dari luar angkasa yang jatuh ke bumi puluhan tahun yang lalu. Belum ada yang mengetahui lokasi jatuhnya batu meteor itu sehingga banyak yang menganggap kalau kisah itu hanya legenda. Tapi peneliti itu merasa yakin kalau batu meteor itu memang ada dan dia bersedia mencarinya, hanya saja dia tidak memiliki uang. Maka dia meminta bantuan CEO kaya, John Greystoke untuk mendanai penelitiannya. John setuju. Tapi setelah peneliatian berbulan-bulan tanpa hasil, John akhirnya menemui si peneliti di hutan dan mengajaknya pulang ke kota. Penelitian itu sia-sia saja karena kemungkinan besar batu meteor itu memang hanya legenda dan ia akan menghentikan bantuan penelitian untuknya. Tapi si peneliti memutuskan untuk tetap tinggal di hutan.
Selama menunggu orang tuanya berbicara, JJ memilih bermain-main di hutan bersama boneka beruangnya. Ada seekor burung phoenix berwarna oranye yang tampaknya selalu terbang di dekatnya. JJ sangat menyukai hutan dan sering membayangkan kalau dia adalah raja penguasa hutan dan menamai dirinya Tarzan. Dia berhenti bermain ketika ibunya mengajaknya pulang ke kota dengan menaiki helikopter. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada si peneliti, mereka pun berangkat. Di tengah penerbangan, John melihat keanehan di tengah hutan dan ingin menyelidikinya. Helikopter pun turun di sebuah dataran luas berbatu di depan gua yang besar. John masuk untuk menyelidikinya sementara Alice dan JJ menunggu di depan gua. Ternyata gua itu adalah tempat jatuhnya batu meteor yang selama ini mereka cari-cari. John sangat antusias dengan penemuannya itu dan ingin membawa serpihan batu hitam dengan garis merah itu sebagai bukti, hal itu berujung pada bencana. Gua itu bergetar seperti akan longsor dan ada ledakan dimana-mana. Diikuti dengan hujan deras dan badai yang menerpa hutan itu. Dengan buru-buru mereka meninggalkan tempat itu tapi kurang cepat. Helikopter mereka jatuh dan menabrak tebing di tepi air terjun. Kedua orang tuanya menghilang tapi JJ selamat dan pingsan.

Sementara itu di sisi lain hutan, sekumpulan gorilla sedang mengalami masa sulit karena kelompok mereka diserang oleh gorilla lain yang ganas. Gorilla jantan pemimpin kelompok itu dibunuh secara brutal oleh pejantan baru yang ganas ini. Di hari yang sama itu juga si gorilla betina kehilangan anaknya yang bermain di tepi jurang dan terjatuh. Ketika dia terduduk di tepi jurang meratapi anaknya yang terjatuh, dia melihat helikopter yang membawa keluarga Greystoke sedang meluncur jatuh ke jurang dan meledak. Gorilla betina itu mendatangi lokasi jatuhnya helikopter dan menemukan JJ sedang menangis sendirian disana. Gorilla yang sedang berduka itu merasa kalau dia menemukan anak lain sebagai pengganti anaknya yang tewas, ia lalu membawa JJ yang sedang shock dan membesarkannya.

Pejantan ganas yang kini menjadi pemimpin kelompok gorilla itu tidak menyukai keberadaan JJ dan selalu mencari cara untuk mengusirnya. Tapi gorilla yang lain menyukainya dan berteman dengannya. Kehidupan hutan membuat JJ tumbuh menjadi anak yang kuat dan mampu mengatasi segala rintangan di hutan. Tapi dia tetap merasa kalau dia berbeda dari kumpulan gorilla itu. Ketika akhirnya dia menemukan lokasi jatuhnya helikopter mereka dulu dan dia ingat kalau dia punya orang tua dan bahwa dia memang berbeda, tapi tak ada yang bisa dilakukannya. Dia hanya membawa tas yang ditemukannya di dalam helikopter. Di dalamnya dia menemukan foto orangtuanya bersama potonganbatu meteor yang diambil ayahnya dari gua itu. Dia menyimpan semuanya di pohon tempatnya tidur.

Namun jalan hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan Jane Porter yang merupakan putri dari peneliti yang dulu didanai ayahnya, John. JJ tidak bisa mengingat tentang peneliti itu tapi dia memiliki perasaan yang aneh ketika melihat Jane yang cantik. Dia menyelamatkan Jane dari serangan hewan hutan dan itulah saat mereka bertemu, tapi JJ masih terlalu takut untuk mendekat dan hanya bisa mendeguh dengan bahasa khas gorilla yang dipelajarinya dari kelompoknya di hutan. Jane hanya sebentar berada disana, untuk mengunjungi ayahnya. Ayahnya mengelola usaha safari untuk pengunjung yang ingin melihat-lihat hutan Afrika sebagai usaha untuk mendanai penelitiannya, meskipun tampaknya tidak terlalu berhasil. Jane mengajak ayahnya untuk kembali ke kota dan ia menolak, maka Jane akhirnya harus pulang sendiri. Setelah itu dia kembali ke kota dan hanya meninggalkan sehelai scarf untuk JJ. JJ menyimpan scarf itu dengan baik dan menunggu hingga Jane datang lagi ke hutan itu.

Setelah beberapa tahun, Jane akhirnya kembali kesana bersama seorang pria tamak, Clayton, yang ternyata adalah CEO pengganti di perusahaan milik John Greystoke, ayah JJ, setelah dia menghilang bersama istrinya di pedalaman hutan Afrika. Clayton menipu Jane. Jane datang untuk meminta bantuan dari perusahaan besar itu agar membantunya melindungi hutan Afrika. Clayton tidak berniat membantunya tapi dia tahu kalau ayah Jane adalah seorang peneliti yang mencari keberadaan batu meteor sumber energi baru, yang dulu juga dicari oleh John Greystock. Dia pura-pura setuju dengan Jane hanya agar ia mengantarkannya ke lokasi tempat ayahnya berada. Setelah bertemu dengan si peneliti, ia memaksanya melanjutkan pencarian batu meteor itu. Peneliti itu beranggapan kalau hilangnya John dan Alice berkaitan dengan penelitian batu meteor itu menolak. Ia mengatakan kalau meteor itu hanyalah legenda, tapi Clayton tetap memaksa dan kalau ia menolak, maka ia akan membahayakan nyawa Jane.

Jane yang kecewa karena merasa tertipu melarikan diri ke hutan. Disana ia bertemu lagi dengan JJ. Jane mengenalinya sebagai anak John Greystock karena wajah mereka sangat mirip. Jane memperkenalkan diri dan JJ ingat kenangan masa kecilnya tentang bagaimana dia ingin menjadi raja hutan bernama Tarzan. Mereka pun berjalan-jalan jauh ke dalam hutan. Tanpa sengaja mereka menemukan gua tempat batu meteor itu berada dan Tarzan ingat bagaimana ia kehilangan orang tuanya karena pencarian batu itu. Batu itu berbahaya dan seharusnya tidak diusik. Suasana di sekitar itu juga berbeda dari bagian hutan biasa. Mereka hampir dimangsa oleh tanaman ganas yang menjalar disana sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana. Tarzan lalu membawa Jane menemui keluarga gorillanya, dan bertemu dengan gorilla betina yang sudah membesarkannya. Kelompok itu menyambut Jane dengan baik, tapi pejantan jahat pemimpinnya menolak. Hal itu mengakibatkan Tarzan harus berkelahi dengannya. Yang kalah harus pergi dari kelompok itu dan yang menang terpilih sebagai pemimpin kelompok yang baru. Tarzan menang dan diangkat jadi pemimpin kelompok. Dia membawa Jane ke pohonnya untuk menunjukkan gambar orang tuanya. Dia juga menyerahkan serpihan batu meteor peninggalan ayahnya kepada jane, setelah dia melubanginya lalu menjadikannya mainan kalung. Jane memakai kalung dengan bandul aneh itu dengan gembira.

Lalu lewatlah helikopter milik Clayton yang menjelajahi hutan untuk mencari Jane. Clayton melihat Tarzan dari dekat dan menyadari kalau dia adalah keturunan Greystoke. Claystone lalu menembak untuk membunuh Tarzan untuk memastikan posisinya sebagai CEO di perusahaan Greystoke todak tersingkir, karena ternyata ada keturunan aslinya yang masih hidup. Tapi mereka berhasil menghindar dan selamat. Tapi Jane menyadari kalau Tarzan dan kelompok gorillanya akan selalu berada dalam bahaya selama dia masih disana. Ia lalu meminta Tarzan mengantarkannya kembali ke tempat ayahnya agar Clayton berhenti memburunya. Dia tidak menyadari kalau Clayton sudah mengetahui bahwa Tarzan adalah seorang Greystock.

Di tempat ayahnya, Jane dan ayahnya disandera oleh Clayton. Ia melihat kalung yang dipakai oleh Jane dan memaksanya memberitahu darimana dia menemukan batu itu dengan ancaman akan membunuh Tarzan kalau dia menolak. Tarzan datang malam itu berusaha untuk membebaskan Jane, tapi tempat itu sudah dipenuhi oleh anak buah Clayton yang bersenjata lengkap. Mereka bahkan berhasil menembak ibu gorilla dan menangkap serta mengurung Tarzan di dalam kandang. Tarzan bisa bebas karena ada kawannya yang datang menolong. Ia lalu membawa ibu gorilla nya kembali ke tempat mereka dan berusaha mengobatinya. Ia menitipkan ibu gorilla pada salah satu temannya lalu berniat menyusul komplotan Clayton yang sedang menuju ke gua tempat batu meteor. Dia meminta bantuan dari hewan-hewan hutan untuk mengalahkan mereka.

Sementara itu, komplotan Clayton sudah sampai di gua dan sedang menyusun banyak peledak di sekitarnya. Mereka akan menghancurkan gua itu sebelum menambang batu meteor di dalamnya. Jane dan ayah ya diikat didalam, akan diledakkan bersama dengan gua itu. Tarzan berhasil menyelamatkan mereka tepat waktu. Ayahnya menyuruh mereka meninggalkan tempat itu secepatnya sementara dia akan tinggal untuk mematikan peledak yang sudah terpasang. Di luar, komplotan Clayton diserbu oleh hewan-hewan hutan dan peledak mereka gagal meledak. Dalam usaha melarikan diri dengan helikopter, mereka menabrak jurang dan meledak. Mereka segera meninggalkan tempat itu karena ada hujan dan badai, gua itu seperti rubuh dan menutup. Tarzan dan Jane keluar dengan selamat. Mereka kembali dengan selamat ke kelompok gorilla nya dan menemukan kalau si ibu gorilla juga sudah sembuh. Ayah Jane bahkan berhasil membawa sebongkah besar batu itu untuk penelitiannya.

(2013)

Thursday, January 9, 2014

The Glass House

Adegan diawali dengan empat orang gadis remaja yang menonton sebuah film sadis di bioskop. Mereka melarikan diri tanpa sepengetahuan orang tua mereka dan tampaknya mereka cukup sering melakukannya. Dan selalu berhasil pulang tanpa ketahuan. Suatu malam, mereka kembali mencuri-curi waktu dan menghabiskan malam bersama sambil merokok dan ngebut-ngebutan di jalan. Setelah puas, Ruby kembali ke rumah dan melihat mobil polisi parkir di depan rumahnya. Ia mengira orang tuanya memanggil polisi karena dia dianggap hilang. Ternyata polisi datang untuk mengabarkan kalau orang tuanya telah tewas karena kecelakaan mobil. Ruby pingsan.

Keesokan harinya ada acara pemakaman si gereja untuk orang tua mereka, yang juga dihadiri oleh sepasang suami istri yang merupakan tetangga dan rekan kerja orang tuanya, keluarga Glass. Termasuk juga paman mereka, Jake, adik ibunya. Pamannya menawarkan bantuan untuk Ruby dan adiknya, Rhett, tapi Ruby menolaknya. Ruby lalu bertemu dengan pengacara keluarga mereka, Alvin. Dia mengatakan kalau Ruby dan adiknya mendapat harta warisan yang cukup banyak. Dan bahwa orang tuanya sudah menuliskan di surat wasiat kalau setelah mereka meninggal Ruby dan adiknya akan diasuh oleh keluarga Glass. Ruby merasa perhatian yang diberikan keluarga Glass lebih tulus. Maka mereka pun pindah me rumah mewah keluarga Glass yang berukuran besar di Malibu. Ruby dan Rhett terkagum-kagum melihat indahnya rumah mewah itu, yang sebagian besar terbuat dari kaca. Disitu mereka berkenalan dengan Vicki, pembantu rumah itu. Tapi anehnya, dengan rumah sebesar itu, Ruby dan Rhett harus tidur di kamar yang sama yang berukuran kecil. Lalu ada masalah ketika menu makan malam yang dibuatkank oleh Ny. Glass ternyata tak sesuai selera mereka. Mereka akhirnya memesan pizza. Ketika akan tidur pun Ruby bertengkar dengan adiknya yang tak mau tidur dengan lampu menyala.

Ruby masuk ke sekolah baru, sekolah negeri, yang sama sekali berbeda dengan sekolah swasta tempatnya dulu yang glamour. Ny. Glass yang mengantarnya ke sekolah. Meskipun Ruby gelisah dengan lingkungan yang barunya, tapi teman-teman barunya cukup menyambutnya. Sepulang sekolah, mereka mendapat hadiah. Rhett mendapat play station dan Ruby mendapat baju baru.

Ny. Glass ternyata menguping pembicaraan telepon dengan teman lamanya dan memarahinya karena tidak mau bergabung dengan teman-teman barunya di sekolah negeri. Ruby menyadari kalau Ny. Glass ternyata suka menguping pembicaraan. Malam itu dia terbangun karena bermimpi tentang ibunya. Akhirnya ia memutuskan untuk berenang dan terkejut oleh kehadiran Tn. Glass yang mendadak, memberinya handuk dan menyuruhnya masuk ke rumah.

Ruby tidak bisa melupakan penyebab kematian orang tuanya. Kecelakaan karena mabuk dan mengendarai mobil. Apalagi ketika dia mengikuti kursus mengemudi. Ny. Glass memergoki nya ketika mencoba mencuri obat dari lemari, tapi Ruby beralasan kalau dia sedang menstruasi dan mencari obat. Ny. Glass mengajaknya ke lemari obat di kamarnya dan memberikan salah satu pil pada Ruby. Sekilas Ruby melihat ada banyak sekali obat-obatan di dalam lemari Ny. Glass (Erin). Malam itu dia mendengar Tn dan Ny Glass bertengkar.

Besok malam, Tn. Glass mengajak Ruby makan malam berdua dan mengenang perkenalan mereka ketika masih bertetangga di kota kelahiran Ruby. Tn. Glass menceritakan bagaimana tidak bahagianya kehidupan pernikahannya dengan Erin. Ruby yang merasa canggung, mengajaknya pulang karena sudah terlalu malam. Tn. Glass (Terry) menyetir ugal-ugalan malam itu. Dan ketika Ruby mengira dia akan melecehkannya, ternyata Terry hanya memasangkan sabuk pengaman saja. Sampai di rumah, Ruby melihat Erin pingsan sambil memakai obat-obatan. Dia buru-buru masuk ke kamarnya.

Ruby merasa kalau mereka tidak cocok tinggal disana. Dia menemui Alvin dan menceritakan ketidak-nyamanan ny tinggal di rumah itu. Dia bertanya apakah orang tuanya tidak memberikan pilihan rumah lain selain rumah Glass. Tapi Alvin ternyata tidak bisa membantu, karena ternyata dia malah menyuruh mereka bertahan disana. Karena kalau tidak, mereka terpaksa harus diurus oleh negara. Tapi akhirnya Alvin berkata akan mencoba membantu. Dia juga mengatakan kalau warisan mereka mencapai 4 juta dollar. 

Setelah makan malam, Terry dan Erin bicara kepada Ruby dan menjelaskan kalau Erin tidak sedang memakai narkoba malam itu, tapi karena dia menderita diabetes. Dan Terry tidak bermaksud membuatnya tidak nyaman dan mereka meminta maaf padanya.

Keesokan harinya, Vicki terlambat menjemputnya ke sekolah. Akhirnya Ruby berjalan kaki dan mampir ke kantor Terry untuk pulang bersama. Dia disuruh menunggu sebentar dan tanpa sengaja mencuri dengar kalau Terry sepertinya sedang terlibat hutang dengan orang yang berbahaya dan dia mendapat ancaman di kantornya sendiri. Terry memiliki perusahaan yang menyewakan mobil dan dia melihat mobil yang dipakai orang tuanya ketika kecelakaan. Di perjalanan pulang Terry mengatakan kalau dia telah memecat Vicki karena mengatarkan Ruby keluar kota tanpa seizin mereka (untuk menemui Alvin).  Ruby heran, bagaimana mereka bisa mengetahui hal itu.

Ruby yang sudah merasa curiga mulai mengantasipasi. Dia berhasil mengetahui nomor kode alarm untuk pintu rumah. Lalu mencari tahu tentang kecelakaan orang tuanya. Dia membaca kalau mereka tewas dalam mobil BMW. Ruby heran karena mobil orang tuanya adalah Saab dan mengirim email ke Alvin untuk menanyakannya. Malam itu Ruby ketiduran dan tidak sempat menyelesaikan tugas esai nya. Tapi ketika dia terbangun, dia melihat kalau tugasnya susah diselesaikan oleh Terry.

Siang itu, Nancy, seorang petugas sosial menemuinya di sekolah dan mengatakan akan membantu masalahnya. Ruby yang merasa serba salah tidak bisa berbuat apa-apa. Nancy datang ke rumah keluarga Glass dan menemukan kebalikan dari semua yang sudah Ruby katakan. Mereka mengatakan malau masing-masing anak memiliki kamarnya sendiri. Nancy juga memeriksa lemari obat dan menemukan hanya sedikit obat di dalamnya, termasuk obat diabetes yang diakui sebagai milik Erin. Nancy juga menemui Ruby dan Rhett dan bertingkah seakan belum pernah bertemu.

Ketika mereka mengantarkan Nancy, tanpa sengaja Ruby menemukan surat-surat yang ditujukan untuk Ruby di tempat sampah, termasuk kartu pos dari paman Jake. Ruby berhasil merobek bagian alamatnya dan menyimpannya. Malam itu Ruby tidur di kamar sendiri tapi menyadari kalau jaringan internet nya sudah diputus dan dia tidak bisa berkomunikasi diam-diam lagi dengan Alvin. Malam itu Terry kembali mendapat ancaman dari mafia yang memberinya hutang, Ruby mencuri dengar dan mengetahui kalau Terry ternyata berniat mengambil harta warisan mereka untuk melunasi hutangnya. Ruby berhasil menyimpan nomor itu dan bisa menghubunginya lagi sewaktu-waktu.

Ruby mendapat teguran keras di sekolah karena ternyata esai yang dikerjakan Terry untuk ya kemarin adalah jiplakan. Ruby tidak bisa mengatakan kalau bukan dia yang mengerjakan esai itu, akhirnya ya hanya bisa menerima hukuman. Di rumah Terry balik menyalahkannya dan mengatakan kalau seharusnya dia harus bisa bertanggung-jawab untuk dirinya sendiri. Dan Ruby mengiyakan di dalam hati. Dia sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu agar bisa lepas dari keluarga itu.

Dia mencoba menelepon paman Jake tapi dia sedang tidak di rumah. Dia mencuri kunci mobil Terry dan mengajak Rhett untuk melarikan diri malam itu. Dia menipunya dengan mengatakan akan ada pembagian video game malam itu dan mereka akan kesana. Dengan takut-takut Ruby mengendarai mobil Terry dan membuka bagasi lalu menerobos gerbang depan. Mereka hampir kecelakaan karena berebut mematikan musik. Mobil mereka dihentikan oleh polisi di tengah jalan yang meminta SIM dan STNK nya. Dan menyadari kalau Terry berhasil menyusul mereka. Erin membawa Rhett pindah ke mobilnya sementara Terry mengemudikan mobil yang dibawa Ruby. Dan mengkonfrontasikan semuanya pasa Terry. Tapi Terry balik menyalahkan Ruby dan mengatakan kalau orang tuanya mabuk-mabukan karena sikap Ruby yang liar dan membangkang. Dia juga mengancam agar Ruby tidak macam-macam. Ruby mencoba melarikan diri tapi gagal. Terry menamparnya dan Erin menyuntiknya hingga pingsan.

Terry kembali mendapat ancaman malam itu dan terpaksa pergi ke bank dan mencoba mencairkan warisan Ruby dan Rhett tapi ditolak. Terry dan Erin bertengkar malam itu. Erin menyalahkan Terry karena meminjam uang dari lintah darat sementara Terry menyalahkannya karena memakai obat-obatan terlarang. Erin yang depresi akhirnya bunuh diri karena over dosis sambil menonton video masa kecil Ruby. Sambil terhuyung-huyung dia berjalan me kamar Rubi dan memeluknya. Ruby menemukan Erin tewas di sampingnya keesokan pagi. Terry  yang melihat mayat Erin langsung mencari Ruby dan Rhett tapi mereka menyembunyikan diri. Ruby berhasil menelepon Lintah darat kemarin dengan menyamar sebagai Erin dan menyuruh mereka datang untuk menjemput uangnya. Tapi Terry berhasil menangkap mereka berdua dan mengurungnya di basement. Ruby menemukan lubang ventilasi dan mencoba membukanya agar bisa melarikan diri. Terry yang kelelahan akhirnya tertidur, tepat ketika mereka berhasil keluar dari lubang ventilasi. 

Rhett lalu masuk ke rumah untuk mencuri kunci mobil dari tangan Terry yang tertidur karena mabuk. Terry terbangun karena Alvin datang. Dia menanyakan dimana Erin, Terry bilang ia sedang di rumah sakit. Dan anak-anak sedang kursus piano. Bersamaan dengan itu, lintah darat yang ditelepon Ruby datang untuk menagih hutangnya pada Terry yang kebingungan. Mereka membunuh Alvin karena mencoba pergi dari sana. Lintah darat itu membawa mobil Terry dan menyadera Terry setelah membungkam mulutnya dengan plesters. Mereka ngebut dengan kecelepatan tinggi tanpa mengetahui kalau Ruby telah merusak rem nya dan melobangi tangkinya. Mobil mereka terguling menabrak pembatas jalan.

Ruby dan Rhett berjalan kaki meninggalkan rumah itu dan bertemu dengan mobil patroli polisi di jalan. Mereka mendapat tumpangan ke luar kota. Di perjalanan mereka melihat mobil Terry yang terguling menabrak pembatas jalan. Polisi itu keluar untuk mengecek dan menyuruh Ruby dan Rhett menunggu di dalam mobil. Ternyata Terry berhasil selamat dari kecelakaan itu dan memukul si polisi. Dia menuju ke mobil polisi tempat Ruby dan Rhett menunggu sambil membawa pistol yang diambilnya dari polisi tadi. Tapi Ruby mengemudikan mobil polisi itu dan menabrak Terry hingga tewas.

Di adegan akhir ditunjukkan kalau mereka berdua ziarah ke makam orang tuanya bersama paman Jake. Mereka akhirnya diasuh oleh paman Jake dan tinggal di rumahnya di Chicago.

(2001)

Monday, November 30, 2009

13 Going On 30


Jenna Rink (diperankan oleh Jennifer Garner) adalah seorang gadis remaja yang sangat ingin bisa diterima menjadi anggota sebuah kelompok yang isinya gadis-gadis paling populer di sekolahnya. Gadis-gadis populer itu cantik-cantik dan disukai banyak teman pria di sekolahnya. Meskipun Jenna sendiri sebenarnya adalah seorang gadis yang tidak terlalu menarik, dengan kaca mata tebal dan rambut mengembang.

Yang menjadi pemimpin kelompok keren itu adalah seorang gadis manja yang jahat dan sombong bernama Lucy (diperankan oleh Judy Greer), yang dipanggil dengan julukan Tom-tom. Dia berniat mengetahui kalau Jenna sangat ingin bisa masuk dalam geng-nya. Sebenarnya ia tidak berniat menerima Jenna masuk dalam kelompoknya, tapi dia sangat ingin mengerjainya.

Ketika kemudian Jenna merayakan ulang tahunnya yang ke-13, ia mengundang Tom-tom dan anggota gengnya untuk datang ke rumahnya. Tapi ternyata Tom-tom cs sudah menyiapkan serangkaian kejahilan yang menyebabkan Jenna akhirnya terkunci di dalam lemari. Ia menangis dan memanggil kawan-kawannya agar mengeluarkannya dari lemari. Tapi Tom-tom dan kawan-kawannya hanya tertawa-tawa dan meninggalkan rumah Jenna tanpa melepaskannya. Jenna yang menyadari bahwa ternyata dia sudah dikerjai hanya bisa menangis sedih. Ia menyesali rupa fisiknya yang buruk, sehingga tidak diterima menjadi anggota geng anak-anak populer itu.

Ketika dia menangis sambil membentur-benturkan tubuhnya ke dinding lemari, ia tidak melihat seberkas cahaya keluar dari sebuah rumah mainan yang terletak di rak di atas kepalanya. Rumah mainan itu adalah hadiah yang diberikan Matt Flamhaff (diperankan oleh Mark Rufalo), teman lelakinya, kepadanya sebagai hadiah ulang tahun. Matt adalah seorang anak lelaki gendut yang juga sama tidak populernya dengan dirinya, tapi sangat baik hati dan selalu menemani Jenna kemanapun dia pergi. Tapi Jenna tidak terlalu memperhatikannya, karena menurutnya Matt terlalu kurang populer untuk ditemani. Dia ingin punya teman populer seperti Tom-tom. Ketika berkas cahaya itu mengenai kepalanya, Jenna pun tertidur pulas.

Ketika terbangun, dia menemukan keganjilan pada dirinya. Dia terbangun dan menemukan dirinya berada dalam tubuh seorang wanita dewasa yang sangat cantik. Ternyata, berkas cahaya itu telah melakukan sebuah keajaiban pada dirinya. Pada ulang tahunnya yang ke-13, dia berubah menjadi wanita dewasa yang mapan berumur 30 tahun. Dia bingung sekaligus bahagia, karena harus melewatkan tahap masa remajanya yang suram dan tidak menyenangkan. Di umur 30 tahun, Jenna ternyata sudah menjadi seorang editor sukses di sebuah majalah mode terkenal. Dia tinggal di apartemen mewah dan memiliki sebuah limosin lengkap dengan supirnya.

Lemarinya penuh dengan pakaian, sepatu dan tas dari merek-merek mahal dan terkenal. Dan kekasihnya adalah seorang atlit tampan yang digandrungi banyak wanita. Dia telah berubah dari seekor itik buruk rupa menjadi angsa putih yang anggun. Dia sangat bahagia dan berusaha menikmati dunia barunya. Tapi, apakah dia bahagia? Ternyata tidak.

Dia menemukan, bahwa ketika dia sudah dewasa, dia berubah menjadi seorang wanita cantik yang sombong, egois dan penuh muslihat. Dia tidak disukai penghuni apartemen lainnya karena terlalu sombong dan selalu mengejek orang lain. Ia juga selalu kasar pada penjaga pintu apartemen yang dianggapnya orang rendahan. Ia juga sudah tidak berteman lagi dengan Matt yang dianggapnya kalah sukses dengannya. Dia sudah lama tidak berkomunikasi dengan orang tuanya, yang dianggapnya kolot dan merepotkan. Dan yang paling buruk, ternyata ia telah menghianati perusahaan tempatnya bekerja dan berbuat curang. Ia membocorkan banyak rahasia perusahaan kepada perusahaan kompetitor, tanpa seorang pun yang mengetahui. Dan ia bersahabat akrab dengan Tom-tom yang juga sudah dewasa. Tom-tom selalu memujanya dan mengikutinya kemanapun dia pergi, berbeda dengan ketika mereka masih remaja.

Dalam kebingungan dia pergi mencari Matt ke apartemennya. Matt yang bekerja sebagai fotografer lepas itu terkejut melihat Jenna datang ke apartemennya yang sederhana. Sudah bertahun-tahun lamanya Jenna tidak mau bertemu dengannya lagi. Sesudah ia bergabung dengan geng Tom-tom, tepatnya. Setelah dia mengetahui keajaiban yang dialami Jenna, ia pun mau membantu Jenna untuk mencari informasi tentang masa lalunya yang terlompati.

Ternyata Jenna berhasil diterima oleh geng Tom-tom. Tak hanya diterima, ia pun berhasil mengalahkan pamor Tom-tom dan merebut predikat ketua geng darinya. Jenna berubah menjadir gadis remaja yang percaya diri. Ia melepaskan kaca matanya dan mulai rajin berdandan. Ia juga bahkan dianugerahi sebagai Ratu Prom di malam perpisahan sekolah dan bergandengan dengan cowok paling populer di sekolahnya, sebagai Raja Prom. Ia kemudian tetap bersahabat akrab dengan Tom-tom dan menyisihkan Matt.

Satu persatu keburukan yang dilakukannya keluar. Dia sendiri juga merasa sangat heran, mengapa dia mampu melakukan kejahatan seperti itu. Ketika dia berusaha memperbaiki keadaan, ia selalu menemukan satu lagi hal buruk yang telah dilakukannya. Pertama, dia berusaha berteman dengan seorang gadis remaja yang tinggal di apartemen yang sama dengannya. Gadis itu sampai heran karena dulunya Jenna selalu memandangnya dengan sinis dan tak pernah menyapanya. Jenna yang sebenarnya masih berumur 13 tahun tapi terjebak dalam tubuh wanita 30 tahun, tetap menganggap kalau gadis itu adalah sebayanya. Mereka bahkan mengadakan pesta piama di apartemen Jenna.

Dia juga menyadari kalau dia tak pernah mencintai atlit ganteng yang jadi pacarnya sekarang. Jauh di lubuk hatinya dia mencintai teman masa kecilnya Matt yang meskipun tidak sesukses dirinya, telah tumbuh menjadi seorang pria tampan. Matt juga sebenarnya naksir Jenna waktu mereka masih kecil dulu, tapi Jenna telah berubah menjadi gadis sombong yang menyepelekan dirinya. Ketika situasi berubah, ia sudah bersiap untuk memutuskan pacarnya agar bisa berhubungan kembali dengan Jenna.

Tapi Tom-tom yang merasa iri dengan keberhasilan Jenna telah berhasil memporak-porandakan kehidupannya. Dia mencuri ide Jenna dan menjualnya ke perusahaan saingan mereka. Imbalannya dia diangkat sebagai editor. Perusahaan Jenna pun terancam bangkrut. Tom-tom juga berhasil mengadu domba Matt dengan Jenna sehingga pria itu meninggalkannya dan mempercepat proses pernikahan dengan kekasih yang tidak dicintainya dulu. Mendapati hidupnya begitu berantakan, Jenna menangis dan memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya. Dalam keheranan, orangtuanya menerima putri mereka yang sudah melupakan mereka selama bertahun-tahun. Jenna semakin sedih mengetahui bagaimana buruknya ia memperlakukan orang tuanya. Ia hanya bisa menangis dan menyesali diri. Ia berharap bisa kembali ke masa kecilnya dan memperbaiki kesalahan fatal yang sudah dibuatnya.

Ternyata doanya dikabulkan. Berkas cahaya yang sama turun dan menimpa kepalanya, ketika Jenna sedang tertunduk dan menangis. Ia kembali tertidur. Ketika bangun, ia mendapati dirinya sudah kembali ke dalam lemari tempat Tom-tom cs mengurungnya sewaktu pesta ulang tahunnya yang ketiga belas. Dia begitu gembira sehingga berhasil mendobrak pintu lemari yang terkunci. Ia kemudian melihat Matt remaja yang masih gendut tapi sangat baik kepadanya, lalu memeluknya. Matt sampai terheran-heran. Lalu, tiba-tiba muncul Tom-tom yang kembali karena syalnya ketinggalan di rumah Jenna. Dia menyapa Jenna tapi Jenna malah memakinya dan mengusirnya keluar dari rumahnya. Dia sudah mengetahui, kalau Tom-tom adalah gadis jahat yang penuh muslihat. Dan gadis seperti itu tidak perlu ditemani.

Di akhir acara ditunjukkan kalau akhirnya Jenna menikah dengan Matt.

Ia memang tidak berhasil menjadi editor sebuah majalah mode terkenal, tapi ia hidup bahagia bersama orang-orang di dekatnya, yang mencintainya dengan tulus.(2004)

Tuesday, September 1, 2009

27 Dresses


Sekali-sekali menuliskan film romantis yang ringan-ringan sebenarnya asyik juga. Kalau harus selalu mengikuti selera pasar tentang film-film sci-fi seperti Wolverine kan bosan juga. Film ini bergenre drama romantis seperti Dan In Real Life. Dan bintang utamanya adalah favoritku, Katherine Heigl, si dokter di Greys Anatomy. Aku suka sekali sama yang satu ini. Cantik dan aktingnya jago. Ditambah lagi, film ini punya banyak sekali koleksi baju. Yang bagus dan yang aneh. Jadi, mari kita mulai saja ya.

Jane Nichols (diperankan oleh Katherine Heigl) adalah seorang asisten yang jatuh cinta pada bosnya sendiri, George (diperankan oleh Edward Burns). Hanya saja ia tidak berani menyatakan perasaannya secara terus terang. Jane adalah tipe wanita yang pemalu dan selalu mengalah demi kesenangan orang lain.

Dia juga punya pekerjaan sampingan yaitu sebagai bride’s maid atau pendamping pengantin, yang sekaligus mengurus seluruh persiapan untuk pesta pernikahan. Sebenarnya ia melakukan ini juga karena dia sangat menyukai pernikahan dan sudah sangat ingin menikah, sayangnya dia belum memiliki kekasih. Dan satu-satunya pria yang disukainya adalah George, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya.

Ketika pulang dari sebuah pesta pernikahan, Jane berebut taksi dengan seorang pria bernama Kevin Doyle (diperankan oleh James Marsden). Dan karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka sepakat untuk menggunakan taksi itu bersama-sama. Kevin adalah seorang jurnalis kolom pernikahan di sebuah surat kabar. Walaupun dia selalu meliput berita-berita yang berkaitan dengan pernikahan, tapi pada dasarnya dia sangat skeptis dan tidak menyukai pernikahan. Sehingga mereka berdua beradu pendapat di dalam taksi. Jane yang sangat memuja pernikahan dan Kevin yang mengejek semua orang yang memutuskan untuk menikah. Bukan perkenalan yang menyenangkan.

Setelah Jane turun, Kevin menemukan agendanya terjatuh di lantai taksi. Dia tidak berniat mengembalikannya, malah membukanya untuk mencari tahu jadwal-jadwal Jane. Dia sangat terkejut begitu mengetahui kalau Jane sudah punya banyak sekali jadwal pernikahan yang harus diikutinya. Tiba-tiba saja naluri jurnalis Kevin bangkit, dan ia sangat ingin menjadikan kisah Jane yang selalu menjadi pendamping pengantin dan tidak pernah menjadi pengantin ini di kolomnya. Dia tidak menyadari kalau Jane adalah penggemar tulisan-tulisannya. Karena Kevin selalu menggunakan nama samaran sebagai Malcolm Doyle.

Ternyata, Tess Nichols (diperankan oleh Malin Akerman), adik Jane datang mengunjunginya dari Milan. Rencananya, Tess hanya akan menginap beberapa hari saja lalu pergi lagi. Tapi ternyata ia bertemu dengan George dan segera saja jatuh cinta. George yang terkesan dengan sikap terbuka dan gampang bergaul Tess pun jatuh cinta padanya. Meskipun Tess harus berbohong kepadanya, dengan mengatakan kalau ia juga suka mendaki gunung, seperti George. Dan menyukai anjing juga. Jane merasa cemburu dan muak melihat kebohongan Tess. Karena ia tahu kalau Tess sebenarnya bukanlah vegetarian dan juga sangat membenci hewan berbulu. Tapi dia hanya bisa menyimpan kekesalannya itu sendiri.

Ketika akhirnya George dan Tess memutuskan untuk menikah, Jane sangat sedih. Tapi dia tetap menyetujui permintaan mereka untuk menjadi wedding-planner. Ayah mereka meminta Tess mengenakan gaun pengantin almarhum ibunya dulu. Meskipun sebenarnya Tess sangat membenci model gaun pengantin yang sudah ketinggalan zaman itu, ia berpura-pura senang dan tetap menerimanya. Ini jugalah yang membuat Jane semakin sedih, karena sebenarnya dia sangat ingin mengenakan gaun pengantin ibunya itu ketika menikah. Dan tampaknya Tess-lah yang mendapatkan kesempatan itu.

Kebetulan sekali, Kevin diminta untuk meliput pernikahan mereka. Mulai dari persiapan sampai hari-H nanti. Karena Tess mengetahui kalau Kevin adalah jurnalis ternama dan tulisannya selalu dibaca oleh kalangan atas. Tess ingin pernikahannya juga dibuat megah, karena George adalah orang kaya.

Hal ini membuat Kevin memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan Jane yang bertugas sebagai wedding-planner. Tanpa sengaja ia melihat sebuah lemari yang penuh sesak dengan baju-baju yang diterima Jane setelah menjadi pendamping pengantin.

Dia sangat terkejut mengetahui kalau Jane memiliki 27 baju pendamping pengantin, yang berarti dia sudah menjadi pendamping di 27 acara pernikahan. Tapi Jane tidak malu dengan kenyataan itu. Dia bahkan merasa bangga dan berniat untuk tetap menyimpan koleksi baju-baju itu, meskipun kebanyakan modelnya sangat aneh dan ajaib.

Jane bahkan bergaya seperti peragawati dengan mengenakan satu persatu koleksi gaunnya itu. Kevin merasa takjub dengan keanehan model semua baju itu dan memotret Jane ketika mengenakannya.

Kejadian ini membuat mereka berdua semakin akrab. Kevin mulai memiliki perasaan khusus padanya, tapi Jane masih tetap mencintai George. Ia kemudian berniat untuk membongkar kebohongan Tess kepada George dengan mengajaknya mencoba makanan yang akan dipesan untuk pesta pernikahan.

Tapi kemudian Kevin muncul dan memergoki mereka berdua. Ketika itulah dia menyadari kalau ternyata Jane jatuh cinta pada George, calon suami adiknya. Dia heran, kenapa Jane masih mau menjadi wedding-planner, kalau sebenarnya dia tidak menyukai pesta pernikahan itu sendiri. Dia mengatakan kalau Jane munafik. Mereka bertengkar dalam mobil yang dikemudikan Jane. Akibatnya, mobilnya terpeleset dan mogok. Mereka lalu mencari sebuah restoran untuk tempat berlindung. Disana mereka berdua mabuk dan menari-nari bersama seisi restoran.

Ternyata, keesokan paginya, koran tempat Kevin bekerja menerbitkan cerita yang sudah ditulis Kevin tentang Jane yang selalu menjadi pendamping pengantin dan tidak pernah menjadi pengantin. Lengkap dengan foto-foto yang diambilnya ketika Jane bergaya dengan mengenakan koleksi gaunnya. Jane sangat terluka dan meninggalkan Kevin. Dia merasa diperalat untuk menjadi bahan berita. Kemarahannya semakin bertambah, ketika dia mengetahui kalau adiknya telah tega memodifikasi sebagian besar gaun pengantin ibu mereka, dan memotong renda-renda yang menurut Tess sudah sangat ketinggalan zaman, padahal Jane sangat menyukainya.

Kemarahan Jane pun meledak. Dia mengancam akan menghancurkan pesta pernikahan Tess kalau ia tidak segera mengatakan yang sejujurnya kepada George. Tess malah mengejeknya dan menyatakan kalau ia tidak akan mampu melakukan itu.

Dan Tess salah.

Di malam ia dan George mengumumkan pesta pernikahan mereka, Jane menampilkan slide-slide gambar ketika Tess sedang makan sepiring besar daging steak untuk menunjukkan kebohongannya tentang status vegetarian. Jane juga menunjukkan fotonya ketika sedang menyiksa seekor kucing, untuk menunjukkan bahwa sebenarnya ia sangat membenci anjing. George yang melihat kebohongan Tess menjadi sangat kecewa dan pergi meninggalkan acara. Dan pernikahan mereka pun dibatalkan. Kevin yang ternyata juga hadir, memberikan sebuah Blackberry kepada Jane, untuk menggantikan agendanya yang diambil oleh Kevin. Dia mengatakan kalau ia bangga, karena Jane sudah bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, dan tidak selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain dengan menyakiti hatinya sendiri.

Hubungan Tess dan Jane pun semakin memburuk. Mereka bertengkar keras di rumah ayah mereka. Tapi akhirnya mereka berbaikan kembali. Bahwa ternyata mereka saling iri dengan kehidupan masing-masing. Tess iri dengan kehidupan Jane yang tenang dan punya pekerjaan tetap. Sementara Jane iri dengan Tess yang cantik dan selalu berkelana dengan pacar-pacarnya di seluruh dunia. Mereka akhirnya menyadari kalau kasih sayang diantara mereka sebagai kakak beradik tidaklah bisa hilang.

Ketika Jane dan George bertemu keesokan harinya di kantor, ia membuat sebuah keputusan besar. Ia menyampaikan pengunduran dirinya dan berterus terang kepada pria itu, kalau sebenarnya ia jatuh cinta padanya. Tapi setelah mencium George, ia menyadari kalau perasaan itu sudah hilang dan hatinya sekarang lebih memilih Kevin. Dan pada sebuah pesta pernikahan yang dihadirinya, ia mengumumkan di depan semua tamu kalau ia sudah jatuh cinta pada Kevin. Mereka lalu berciuman.

Setahun kemudian, Jane dan Kevin menikah. Ketika itu, Tess dan George sudah berhubungan kembali, kali ini hubungan yang jujur dan apa adanya. Tess dan Casey (diperankan oleh Judy Geer), sahabat Jane, kemudian menjadi pendamping pengantin Jane.

Wednesday, August 5, 2009

Dangerous Liaisons


Film ini penuh intrik dengan kostum yang luar biasa megah. Istana-istana mewah milik para bangsawan kaya, gaun-gaun lebar dari kain brokat Prancis yang ujubile mahalnya. Lemari-lemari kaca besar yang bersepuh emas dan sofa-sofa berukir yang sekarang banyak dipakai di rumah-rumah mewah sebagai pertanda kekayaan. Pria-pria bangsawan dengan gaya seperti perempuan, rambut panjang dikuncir, jas panjang seperti gaun yang penuh brokat dan cara berbicara yang mendayu-dayu. Inilah sebenarnya yang menjadi daya tarik film ini.

Film ini dibuat pada tahun 1988, sehingga tak heran kalau para pemerannya masih terlihat muda. Diangkat dari novel abad ke-18 yang berjudul: Les Liaisons Dangereuses karya Piere Chordelos de Laclos yang diterbitkan tahun 1782. Lokasi filmnya adalah di sebuah tempat bersejarah di Prancis

Tapi selain semua kemegahan itu, hal hebat lainnya adalah film ini bertabur bintang-bintang papan atas. Glenn Close, Michelle Pfeifer, Keanu Reeves, Uma Thurman dan John Malkovich. Semuanya dalam satu paket. Dan film ini mendapat TUJUH nominasi Akademi Award dan memenangkan tiga diantaranya. Jadi, tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Tokoh utama film ini adalah Vicomte Sebastian de Valmont (diperankan oleh John Malkovich) dan Marquise Isabelle de Marteuil (diperankan oleh Glenn Close). Sepasang kekasih yang sama-sama berhati kejam dan senang mempermainkan orang lain. Marquise adalah seorang janda kaya berwajah cantik namun berhati jahat, yang meyakini kalau ia hidup untuk mendominasi pria dan membalas dendam pada wanita. Sementara Vicomte adalah seorang lajang kaya yang memiliki reputasi berselingkuh dengan istri-istri bangsawan kaya. Dan ia bangga dengan reputasinya itu. Ia merasa sangat tertantang untuk bisa memikat istri-istri setia yang taat beragama dan sangat mencintai suaminya. Keberhasilannya itu akan menjadi nilai tambah bagi reputasinya.

Berdua mereka akan membahas orang-orang yang akan menjadi target mereka selanjutnya. Dan mereka berdua menjadi partner yang karena kesamaan ini.

Marquise memiliki dendam pribadi pada seorang bangsawan yang pernah menjadi kekasih gelapnya, kemudian meninggalkannya untuk berhubungan dengan salah satu kekasih gelap Vicomte. Dia mengajak Vicomte untuk bekerja sama menghancurkan hidup pria itu. Marquise mengetahui kalau bangsawan itu akan dinikahkan dengan seorang putri sepupunya yang disekolahkan di sebuah biara Katolik, bernama Cecile de Volanges (diperankan oleh Uma Thurman)

Dia membujuk agar Vicomte mau menggoda si gadis remaja itu dengan iming-iming bahwa Cecile masih perawan. Tapi Vicomte yang sombong beranggapan kalau tugas itu terlalu mudah. Dia sudah memiliki mangsa baru. Yaitu Madame de Tourvel (diperankan oleh Michele Pfeiffer), yang dianggapnya lebih menantang. Karena Madame de Tourvel adalah seorang perempuan yang sangat taat beragama dan memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia.

Meskipun kecewa karena Vicomte telah menolak permintaannya, Marquise masih tetap tertarik denga petualangan yang baru itu. Dan dia berjanji akan bersedia tidur dengan Vicomte, kalau ia berhasil menaklukkan Madame de Tourvel lengkap dengan bukti surat tulisan tangan wanita itu sendiri. Vicomte menyambutnya dengan gembira karena ia yakin akan menang.

Sementara itu, Marquise menemukan pemuda lain yang bisa dipergunakannya untuk membalaskan dendam. Pemuda itu adalah Chevalier Danceny (diperankan oleh Keanu Reeves), seorang pemuda lugu dan menyukai musik. Ia merancang agar Danceny bertemu dengan Cecile secara tidak sengaja. Dan niatnya berhasil, Danceny jatuh cinta kepada Cecile.

Sementara itu, usaha penaklukan Vicomte agak terhalang, karena ternyata Madame de Tourvel memiliki seorang sahabat yang sudah terlebih dahulu menceritakan keburukan Vicomte kepadanya, dan memperingatkannya agar berhati-hati ketika bergaul dengannya. Vicomte menjadi marah dan menyelidiki siapa wanita yang telah berani membuka aibnya itu. Dan ternyata wanita itu adalah Madame de Volanges (diperankan oleh Swoosie Kurtz), ibu dari Cecile, sekaligus sepupu dari Marquise.

Karena dendamnya, Vicomte berniat menghancurkan kehidupan Madame de Volanges. Dan dia menawarkan diri untuk menerima kembali tugas yang diberikan oleh Marquise dulu, untuk menggoda Cecile, putri Madame de Volanges. Dan keterlibatan Vicomte inilah yang membawa akibat paling merusak dari semuanya.

Ketika Marquise diam-diam dan dengan sengaja mengadukan hubungan Cecile dengan Danceny kepada Madame de Volanges, maka dengan segera Cecile dikurung oleh ibunya dan dilarang bertemu dengan kekasihnya itu. Marquise kemudian mengatur agar Madame de Volanges dan Cecile menginap di tempat Vicomte untuk sementara waktu. Dan saat itu dimanfaatkan oleh Vicomte untuk memperkosa Cecile sekaligus membalaskan dendamnya.

Cecile yang merasa malu kemudian mengadu kepada bibinya, Marquise, yang menyarankan agar ia menyimpan rahasia itu. Marquise bahkan menghasut Cecile dengan mengatakan kalau hubungannya dengan Vicomte tetap perlu dilakukan, agar ia bisa belajar bagaimana cara menyenangkan suaminya kalau ia menikah nanti. Demikianlah Cecile kemudian menjalin hubungan gelap dengan Vicomte sampai ia hamil. Tapi kemudian kehamilannya itu gugur.

Setelah mendapatkan Cecile, Vicomte kembali mengalihkan perhatiannya kepada Madame de Tourvel. Dengan tidak putus asa dia berusaha merayu dan merayu, hingga akhirnya penolakan Madame de Tourvel pun berakhir. Tanpa disadarinya, Vicomte telah benar-benar jatuh cinta pada Madame de Tourvel. Dan dengan santai dia menceritakan perasaannya itu kepada Marquise.

Marquise adalah seorang wanita yang tidak terbiasa kalah. Dia merasa kalau Madame de Tourvel telah berhasil merebut hati Vicomte dan ia tidak bisa menerimanya. Ia kembali mengingatkan Vicomte akan petualangannya dan tugasnya untuk memberikan bukti otentik kalau ia telah berhasil tidur dengan Madame de Tourvel. Dan dibelakangnya, Marquise kemudian menjalin hubungan gelap dengan Danceny.

Setelah berhubungan beberapa lama, akhirnya Vicomte berhasil mendapatkan surat tulisan tangan Madame de Tourvel yang mengatakan kalau ia telah jatuh cinta pada pria itu. Dengan bangga, Vicomte datang ke rumah Marquise untuk menunjukkan surat itu, sekaligus menagih janji wanita itu untuk tidur dengannya.

Tapi Marquise yang cemburu dan sakit hati karena Vicomte telah jatuh cinta pada Madame de Tourvel, menolak untuk memenuhi janjinya. Dia memaksa agar Vicomte terlebih dahulu memutuskan Madame de Tourvel, baru ia bersedia tidur dengannya.

Dengan mengabaikan rasa cintanya pada Madame de Tourvel, Vicomte kemudian dengan tega memutuskan Madame de Tourvel yang sudah jatuh cinta setengah mati padanya. Wanita itu menangis dengan hebatnya. Dia menangis karena sakit hati ditinggalkan oleh Vicomte dengan alasan sudah bosan. Dia juga merasa malu karena sudah menghianati suaminya untuk berhubungan gelap dengan pria itu. Dan yang paling membuatnya sedih, bahwa ia sudah melanggar perintah Tuhan dengan berselingkuh. Karena itu, Madame de Tourvel meminta para biarawati menjalankan hukum rajam padanya. Dia minta disiksa atas semua dosa-dosanya. Dan proses ini dijalaninya dalam sebuah biara.

Madame de Tourvel tidak mengetahui kalau Vicomte juga menangis karena terpaksa harus memutuskannya. Tapi karena hati nuraninya memang sudah mati, rasa cintanya pada Madame de Tourvel dikalahkan oleh rasa takut kalau popularitasnya sebagai playboy akan hancur karena itu. Setelah memutuskan Madame de Tourvel, ia mendatangi Marquise untuk menagih janjinya. Sekaligus memintanya memutuskan Danceny.

Tapi Marquise yang jahat itu tetap saja menolak, meskipun Vicomte sudah memutuskan Madame de Tourvel. Dengan pongahnya ia malah berkata kalau itu adalah sebagai bukti kemenangannya atas Vicomte. Bahwa ia lebih kuat daripada Vicomte yang sudah jatuh cinta pada korbannya. Dan bahwa ia telah memilih untuk tetap berhubungan dengan Danceny dan mencampakkan Vicomte.

Vicomte sangat marah. Dia pun balik menghancurkan hubungan Marquise dengan Danceny, lalu mengajaknya berduel. Ketika berduel inilah Vicomte yang dipenuhi sesal karena telah menyakiti Madame de Tourvel membiarkan dirinya tertusuk pedang Danceny. Sebelum meninggal, ia meminta agar Danceny menjenguk Madame de Tourvel dan menyampaikan cinta sekaligus permintaan maafnya. Ia juga kemudian membongkar semua kejahatan Marquise beserta bukti surat-surat cinta mereka.

Danceny kemudian menemui Madame de Tourvel di biara dan menyampaikan pesan Vicomte. Setelah mendengar hal itu, wanita itu kemudian meninggal. Sementara Marquise sendiri, harus menanggung akibat dari semua kejahatannya. Surat-surat yang diberikan Vicomte kepada Danceny telah menyebar luas dan segera saja semua orang mencibir kepadanya dan mengejeknya sebagai perempuan tidak bermoral.

Cerita film ini diakhiri dengan adegan dimana Marquise yang cantik menghapus bedak dan lipstiknya. Dia sudah terlalu malu untuk keluar rumah.

Wednesday, July 29, 2009

Reservation Road


Dwight Arno (diperankan oleh Mark Rufallo) adalah seorang pengacara yang baru saja bercerai dengan istrinya, Ruth (diperankan oleh Mira Sorvino). Ruth memenangkan hak asuh atas putra mereka, Lukas (diperankan oleh Eddie Alderson), tapi ia masih diizinkan untuk menemui Dwight pada setiap akhir pekan.

Mereka berkesempatan untuk menonton pertandingan baseball, ketika tiba-tiba Ruth menelepon Dwight dan menegurnya, karena sudah terlambat memulangkan Lucas ke rumah. Akhirnya mereka terburu-buru kembali dan Dwight harus mengebut mobilnya, karena Ruth sudah berulang kali menghubunginya. Dan hal itu bisa membuatnya kehilangan hak untuk bisa menemui anaknya di setiap akhir pekan.

Tiba-tiba saja dia kehilangan kendali atas mobilnya, dan menabrak seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bernama Josh Learner (diperankan oleh Sean Curley), yang kebetulan sedang menyeberangi jalan untuk melepaskan kunang-kunang yang disimpannya di dalam sebuah stoples.

Keluarga Josh sedang berhenti di pom bensin dan ibunya sedang ke toilet bersama dengan adik-adik Josh. Jadi, tidak ada yang memperhatikan kalau dia sudah tertabrak mobil. Ayahnya, Ethan Learner (diperankan oleh Joaquin Phoenix), yang melihat kejadian itu, tidak sempat mengejar mobil Dwight. Dan ia juga tidak bisa melihat nomor polisinya karena keadaan sudah sangat gelap dan mobil Dwight juga berkaca gelap. Dia hanya sempat melihat pengemudi mobil itu mengenakan topi baseball, hanya saja ia tidak bisa melihat wajahnya.

Dwight yang terlalu takut untuk berhenti, memutuskan untuk tetap memacu mobilnya meninggalkan Josh tergeletak di jalanan. Dia tidak perduli ketika Ethan berteriak-teriak memanggilnya dan menyuruhnya berhenti. Dwight tidak ingin berhenti karena tidak ingin terlibat kasus hukum, karena itu akan mempengaruhi haknya untuk mengunjungi Lucas. Anaknya itu yang menderita luka ringan juga berteriak-teriak mengatakan kalau mereka telah menabrak seseorang, tapi Dwight berbohong kepadanya dan mengatakan kalau mereka hanya menabrak sebilah kayu saja. Belakangan, Dwight melihat dari berita di televisi, kalau bocah yang ditabraknya itu meninggal karena tabrak lari. Dan polisi sedang mengusut kasus itu dan dimulai dengan melacak semua mobil yang diperkirakan serupa dengan mobil si penabrak lari..

Untuk menyembunyikan jejak, Dwight menyembunyikan mobilnya yang lecet di dalam garasi dan menyewa mobil lain untuk dipakai sehari-hari. Jadi, ketika polisi menyelidiki semua mobil seperti yang dimilikinya untuk ditanyai, Dwight berbohong dengan menyatakan kalau mobilnya yang itu telah disumbangkan untuk amal.


Keluarga Josh jadi terpuruk sejak ia meninggal. Ibunya, Grace Learner (diperankan oleh Jennifer Connelly), menderita frustrasi dan selalu menangis sepanjang hari. Tapi ia berusaha untuk menerima kenyataan bahwa putranya telah meninggal. Dan betapa sulitnya untuk melacak pelaku tabrak lari. Karena banyak kasus tabrak lari yang diselidiki polisi mengalami jalan buntu. Jadi Grace berusaha mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk, bahwa mereka tidak akan pernah berhasil menemukan siapa pengemudi yang telah membunuh anak mereka.

Tidak demikian halnya dengan Ethan. Dia sangat terobsesi untuk bisa menemukan pembunuh putranya dan menjadi sangat kesal melihat lambannya usaha penyelidikan yang dilakukan polisi. Hal ini membuat ia dan Grace sering bertengkar. Akhirnya, Ethan memutuskan untuk menyewa seorang pengacara untuk membantu kasus itu. Dan tanpa sengaja ia meminta Dwight menjadi pengacaranya. Padahal, mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi Dwight mengenali Ethan sebagai ayah dari anak yang telah ditabraknya. Ia tidak bisa menolak. Akhirnya, dengan terpaksa ia menerima kasus itu.

Dwight merasa sangat bersalah. Akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi. Dia datang ke kantor polisi untuk membuat pernyataan. Tapi polisi yang sudah mengetahui bahwa Ethan telah memilih Dwight sebagai pengacaranya, malah menganggap kalau ia datang untuk mengetahui sudah sejauh mana kasus itu berjalan. Polisi itu dengan agak kesal mengatakan kepada Dwight, kalau sangat kecil kemungkinan mereka bisa menemukan si penabrak lari itu. Sambil menyerahkan berkas-berkas kasus tersebut kepada Dwight dan pergi dengan terburu-buru. Dan ia pun membatalkan rencananya untuk menyerahkan diri, karena memiliki sedikit harapan kalau kasus ini mungkin tidak akan pernah selesai dan ia tidak perlu khawatir.

Tapi perjalanan hidup berkata lain. Dwight menyadari kalau ternyata kehidupannya dengan Ethan bisa dikatakan dekat.. Karena Ruth adalah seorang guru piano dan putri Ethan belajar piano padanya di rumahnya. Dwight mengetahui hal ini, ketika ia bertemu dengan Ethan yang sedang menjemput putrinya dari rumah Ruth, sehabis belajar piano.

Mengetahui hal ini, Dwight kembali diserang rasa bersalah dan berniat untuk menyerahkan diri ke polisi. Dia kemudian merekam pengakuannya di sebuah video. Ia berencana untuk memberikan video itu pada Lucas, pada hari ia menyerahkan diri ke polisi. Kemudian Dwight memaksa Ruth agar mengizinkan Lucas menginap selama seminggu penuh dengannya. Dwight ingin menghabiskan hari-hari terakhirnya sebelum dipenjara dengan Lucas. Setelah memohon-mohon, akhirnya Ruth mengizinkan juga meski dengan berat hati.

Pada saat itu, Ethan secara tidak sengaja melihat Dwight memakai topi baseball yang sama dengan yang dipakainya di malam mereka menonton baseball dan menabrak Josh di perjalanan pulangnya. Ethan seketika menyadari, bahwa Dwight adalah pelaku tabrak lari yang telah menewaskan putranya. Dia menyadari, kalau selama ini Dwight telah berpura-pura dan menipunya, sehingga kasus penyelidikan itupun berjalan lambat.


Ethan sangat marah dan sudah berniat untuk membunuh Dwight. Dia membeli senjata kemudian mendatangi Dwight di rumahnya. Ia kemudian menodongkan senjata itu ke arah Dwight dan memaki-makinya. Dwight yang menyadari kalau Lucas mungkin akan mendengar perbincangan mereka, memohon kepada Ethan agar tidak melakukan hal itu di depan anaknya, Lucas. Ia tidak ingin Lucas merasa trauma karena melihat ayahnya ditodong senjata.

Ethan lalu memasukkan Dwight ke dalam bagasi mobilnya dan membawanya ke sebuah tempat tersembunyi. Ia sudah berniat untuk membunuh Dwight dan membuang mayatnya disana, sehingga tidak ada yang akan menemukannya.

Namun Dwight berhasil merebut senjata dari tangan Ethan dan berbalik menodongnya. Tapi kemudian mengarahkannya ke kepalanya sendiri, dengan putus asa. Ethan yang melihat kalau ternyata Dwight sendiri merasa sangat frustrasi karena sudah menabrak seorang anak hingga meninggal dan terlalu pengecut untuk melaporkan diri ke polisi, akhirnya menyadari kalau ternyata hidup Dwight lebih menderita daripada hidupnya sendiri. Dwight harus menanggung beban kebohongan dan penyesalan itu sendiri. Dan tidak pernah merasa aman karena selalu ketakutan akan ditangkap polisi.

Ethan akhirnya tidak jadi membunuh Dwight. Apalagi setelah melihat Dwight begitu menderita karena penyesalannya. Ethan pun pergi dan meninggalkan Dwight di tempat itu menjerit-jerit dan menangis mencurahkan isi hati dan penyesalannya. Sementara itu, di rumahnya, ditunjukkan kalau ternyata Lucas secara tidak sengaja telah menemukan rekaman video pengakuan yang dibuat Dwight dan menontonnya.

Friday, July 17, 2009

Dan In Real Life

Dan Burns (diperankan oleh Steve Currel) adalah seorang duda muda dengan tiga orang putri Jane, Cara dan Lily. Dia mengajak ketiga putrinya untuk pulang ke rumah orang tuanya, dalam rangka liburan bersama dengan saudara-saudaranya yang lain. Sebenarnya Dan tidak terlalu menikmati suasana liburan itu. Dia merasa kesepian karena hanya dirinyalah yang tidak memiliki pasangan disana. Istrinya, Suzanne sudah meninggal. Dan kesepian ini ditambah lagi dengan kondisi kamar yang ditempatinya. Ibunya menjadikan ruangan tempat mesin cuci sebagai kamar darurat baginya. Dengan pertimbangan, karena dia toh tidur sendirian disana. Sementara saudara-saudaranya yang lain punya istri/suami, jadi mereka mendapatkan kamar sendiri-sendiri. Dan tidak ada kamar yang tersedia untuk Dan.

Tanpa sengaja Dan bertemu dengan seorang wanita, Marie (diperankan oleh Juliette Binoche), ketika sedang membeli surat kabar di toko buku. Marie salah mengira kalau Dan adalah pegawai disana dan meminta bantuannya untuk memilihkan beberapa buku untuknya. Dan mereka melanjutkan perkenalan mereka dengan sarapan bersama di kafe yang ada di toko buku itu. Tanpa sadar, Dan menceritakan seluruh kisah hidupnya pada Marie yang baru dikenalnya itu, sampai menjelang siang. Ketika tiba-tiba Marie mendapat telepon dan harus segera pergi. Dan begitu terpesona dan merasa kalau dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.

Tapi akhirnya Dan mengetahui kalau Marie adalah kekasih Mitch (diperankan oleh Dane Cook), adiknya. Karena mereka bertemu kembali di rumah. Marie diundang oleh Mitch untuk ikut dalam liburan keluarga mereka, sekaligus ingin memperkenalkannya sebagai kekasihnya. Fakta ini membuat suasana jadi serba canggung antara Dan dan Marie. Tapi mereka sepakat untuk merahasiakan pertemuan mereka dulu.

Namun Dan tidak mampu menahan kecemburuannya, ketika melihat kemesraan Mitch dan Marie di meja makan. Dan dia tanpa sadar telah menyinggung perasaan Mitch, dengan menceritakan semua gadis mantan pacar Mitch yang pernah dibawanya juga. Kejadian ini juga membuat keluarga besarnya kecewa dengan sikap Dan. Akhirnya Dan memutuskan untuk mencari hiburan di luar rumah saja, agar dia tidak harus melihat Marie. Namun tanpa disadarinya juga, ternyata Marie diam-diam sering mencuri pandang padanya.

Dan juga mencoba mendekati putri-putrinya agar bisa bersama-sama seperti biasanya. Tetapi mereka sudah beranjak dewasa dan tidak ingin berada dekat-dekat ayahnya lagi. Mereka bahkan cenderung lebih dekat dengan Marie. Kenyataan ini membuat Dan semakin gundah.

Kelakuan Dan yang canggung dan aneh itu membuat orang tuanya heran. Mereka menduga itu karena Dan sudah terlalu lama menduda dan hanya mengurus anak-anaknya. Jadi, mereka mengatur sebuah kencan buta untuk Dan. Awalnya Dan menolak. Karena wanita yang mereka sodorkan, Ruthie Drape (diperankan oleh Emily Blunt), adalah teman masa kecilnya dulu. Dia dujuluki ’si muka babi’ karena jelek dan gendut. Namun, karena seluruh keluarga juga ikut memaksa, akhirnya dia mengalah dan setuju. Dan Mitch mengajak Marie juga agar ikut dengan kencan ganda ini.

Tapi betapa kagetnya mereka semua, karena ternyata Ruthie Drape telah menjelma menjadi gadis dewasa yang cantik dan seksi. Dan dan Ruthie berdansa di sebuah club, Marie yang merasa sedikit cemburu dengan kemesraan Dan dan Ruthie yang cantik, mengajak Mitch berdansa juga bersamanya. Mereka berdua bersaing untuk membuat cemburu satu sama lain. Dan kencan itu berakhir dan Dan memutuskan untuk tidak pulang ke rumah malam itu. Marie memandangi kepergian Dan dan Ruthie dengan sedih dan cemburu. Dan keesokan paginya, dia menunjukkan kemarahannya. Dengan membuatkan pan cake gosong untuk sarapan Dan.

Pada sebuah kesempatan, dimana setiap anggota keluarga tampil menunjukkan bakatnya masing-masing. Dan tampil dengan menyanyikan sebuah lagu cinta yang dimainkan dengan gitarnya. Syair lagu itu diciptakan secara spontan dari hatinya, khusus untuk Marie. Marie yang sebenarnya juga memendam perasaan pada Dan tapi tidak tega memutuskan Mitch karena akan menyakiti hati keluarga besarnya juga, akhirnya memilih untuk pergi dari rumah itu.

Mitch begitu sedih karena kepergian Marie. Segala hal yang dilakukannya menggambarkan kesedihannya itu. Demikian juga seisi keluarganya. Tapi, diam-diam Marie menelepon Dan dan mengajaknya untuk bertemu di suatu tempat. Dan menyetujuinya. Dan mereka bertemu di tempat bermain bowling. Mereka menghabiskan sisa hari itu dengan bermain bowling bersama.

Tapi tanpa diduga, keluarga besar Dan kebetulan datang juga kesana. Dan mereka terkejut melihat Dan dan Marie disana. Karena emosi, Mitch meninju dan hingga terjatuh. Dan Marie memilih untuk segera pergi.

Kemudian Dan harus menghadapi kemarahan keluarga besarnya. Termasuk anak-anaknya yang merasa diacuhkan, sejak Dan terlalu sibuk mencari perhatian Marie. Dan mengalah dan minta maaf pada mereka. Tapi dengan jujur dia mengakui perasaan cinta yang dimilikinya pada Marie. Karena terharu, ketiga putrinya meminta Dan pergi untuk mencari dan mendapatkan Marie kembali.

Di akhir cerita, Dan dan Marie menikah dengan diiringi putri-putrinya sebagai pengiring pengantin. Sementara Mitch tetap berhubungan dengan si cantik Ruthie Drape.
Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP