Showing posts with label Komedi. Show all posts
Showing posts with label Komedi. Show all posts

Monday, July 12, 2010

Ghost Town

Eeiittt..tunggu dulu…. Meskipun judulnya “berbau” hantu-hantuan, film ini masuk dalam kategori Komedi loh. Lucu dan menghibur.
Dr. Pincus (diperankan oleh Ricky Gervais) adalah seorang dokter gigi yang selalu hidup menyendiri. Sikap egois dan perilaku menyebalkannya membuat tak seorang pun yang ingin bersahabat atau menjalin kasih dengannya. Pincus sendiri tidak terlalu ambil pusing. Dia menjalani hidupnya yang datar seorang diri. Satu-satunya masalah yang benar-benar membuatnya pusing adalah penyakit pencernaan. Sebenarnya dia sudah berusaha mengobatinya sendiri dengan membeli obat pencahar yang diiklankan di televisi. Tapi penyakitnya tidak bertambah baik, malah semakin parah karena dia tidak bisa berhenti buang air besar.

Akhirnya Pincus memutuskan untuk berobat ke sebuah rumah sakit. Dari awalnya saja sebenarnya sudah kelihatan kalau pelayanan rumah sakit ini tidak terlalu bagus. Dan bagaimana perawat mengabaikan protes-protes dari Pincus yang perfeksionis. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, akibatnya tingkahnya malah semakin menyebalkan. Dia bahkan masih berani mengejek dokter perempuan yang akan mengoperasinya ketika sudah berada di atas brankar menuju ruang operasi.

Setelah dinyatakan sembuh, Pincus pun berjalan keluar dari rumah sakit itu sambil mengomel betapa tidak becusnya pelayanan rumah sakit itu. Dia bahkan semakin marah ketika melihat segerombolan perawat yang sedang istirahat, merokok dengan santainya di pintu gerbang rumah sakit. Saking kesalnya dia mengomeli salah seorang perawat yang sedang berdiri termenung di dekat situ. Hanya dialah satu-satunya perawat yang tidak merokok. Sebenarnya, Pincus berusaha sedikit memujinya, dengan mengatakan kalau dia sudah berkelakukan yang benar, dengan tidak merokok di depan umum.

Tapi perawat cantik itu malah nampak terkejut. “Are you talking to me?” tanyanya. Pincus beranggapan kalau perawat yang satu ini sudah bersikap kasar dan balik mengomelinya sambil berjalan menjauh. Dia tidak memperhatikan kalau ada yang berbeda dari perawat itu. Pakaian dan dandanannya terlihat kuno, demikian pula cara berbicaranya. Si perawat terus mengikutinya, Pincus jadi agak takut dan mulai berlari. Sesaat kemudian, dilihatnya ada banyak sekali orang yang mulai berlari mengikutinya, bergabung dengan si perawat tadi.
Pincus makin ketakutan dan mempercepat larinya, hampir saja dia tertabrak taksi. Pada sebuah persimpangan jalan, ia berhasil mengecoh gerombolan itu ke arah yang berlawanan dan menyelamatkan diri. Tapi dia tidak mengetahui kalau salah seorang dari gerombolan itu ada yang sempat melihatnya melarikan diri. Dia adalah Frank (diperankan oleh Greg Kinnear), seorang pria flamboyant yang selalu muncul dengan menggunakan tuksedo.

Frank lalu mengikuti Pincus sambil berteriak memanggil-manggil namanya. Pincus berusaha menyuruhnya pergi. Tapi saat itulah dia menyadari kalau ada yang salah dengan penglihatannya. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Frank ditabrak sebuah bus, tapi masih bisa berjalan dengan santai tanpa terluka. Ternyata Frank adalah hantu, demikian juga dengan perawat cantik dan anggota gerombolan lain yang mengikutinya tadi.

Mereka adalah hantu-hantu yang belum bisa beristirahat dengan tenang. Mereka masih merasa memiliki tugas yang belum selesai di dunia, karena itu mereka gentayangan untuk mencari cara menyelesaikan tugas itu. Begitu mengetahui kalau Pincus bisa melihat keberadaan mereka, muncul harapan kalau si dokter gigi ini akan bersedia membantu mereka menyelesaikan urusan mereka yang belum selesai di dunia. Dengan demikian mereka bisa beristirahat dengan tenang dan tidak gentayangan lagi.
Mengetahui kondisi mengerikan itu, Pincus segera kembali ke rumah sakit tempat dia dioperasi dulu. Dia ingin mengetahui, apakah mungkin ada kesalahan prosedur ketika mereka mengoperasinya. Dia mengeluh mendapat halusinansi dan melihat hantu. Akhirnya dia mengetahui dari si dokter, kalau ternyata Pincus sempat dinyatakan “meninggal” selama 7 menit, karena seluruh organ vitalnya berhenti berfungsi. Tapi anehnya, dia hidup kembali 7 menit kemudian. Dokter memutuskan untuk merahasiakan hal itu, karena takut Pincus menuntut rumah sakit karena telah melakukan malpraktek.

Pincus akhirnya menyadari, tidak ada cara untuk menghentikan ataupun mengobati halusinasi yang dialaminya. Dia pun tidak merasa perlu takut lagi kepada Frank, tapi dia menolak permintaan Frank untuk membantunya menyelesaikan urusan yang belum selesai di dunia. Tapi Frank malah mengerjainya dengan memberitahukan alamat apartemennya kepada seluruh rombongan hantu yang berkeliaran di New York, mereka lalu mulai mengganggunya sampai dia tidak bisa tidur.
Frank berjanji akan mengusir hantu-hantu itu kalau Pincus mau membantunya. Permintaannya adalah agar Pincus membantu memisahkan jandanya dengan seorang pengacara jahat yang hanya menginginkan uang belaka. Disini jalan cerita mulai lucu. Istri Frank, Gwen (diperankan oleh Tea Leoni), adalah seorang ilmuwan pencinta mumi dan sejarah Mesir lainnya. Dia adalah seorang diantara sekian banyak orang yang membenci Pincus karena sikapnya yang egois dan menyebalkan. Pincus harus berusaha ekstra keras untuk membuat Gwen mau berteman dengannya.

Setelah bertemu dengan tunangan Gwen, si pengacara yang agak sombong itu, Pincus memutuskan untuk berusaha agar Gwen putus hubungan dengannya dan ia berhasil. Ketika mengetahui hal itu, hantu Frank merasa senang, tapi anehnya dia masih belum bisa beristirahat dengan tenang juga. Sementara itu, Pincus sendiri akhirnya menyadari kalau ia sendiri sudah jatuh cinta kepada Gwen. Lalu, dengan egoisnya dia menggunakan semua pengetahuan tentang Gwen, yang diberikan Frank kepadanya, untuk menarik perhatiannya. Tapi Gwen malah berubah membencinya, karena menganggap Pincus tega menggunakan informasi masa hidupnya dengan almarhum suaminya dulu untuk mendekatinya. Ketika Pincus mengatakan kalau dia dihantui oleh hantu Frank, dan itulah sebabnya dia mengetahui banyak hal tentang Gwen. Tapi ia  malah balik menantang Pincus.

Dia mengatakan kalau semasa hidupnya, Frank selalu mengalami mimpi buruk. Frank tidak pernah menceritakan tentang mimpi buruk itu kepada siapapun, kecuali dirinya. Kalau memang hantu Frank bersama Pincus, dia pasti akan memberitahukan apa isi mimpi itu kepadanya. Tapi, Frank sengaja memberikan informasi yang salah kepadanya. Gwen yang melihat kalau Pincus tidak bisa menjawab dengan benar, lalu menyuruh Pincus pergi dan jangan menganggunya lagi. Ternyata Frank sengaja membuat jawaban yang salah, karena melihat bagaimana Pincus dengan tega telah membuat Gwen menangis, hanya agar bisa menjalin hubungan dengannya. Frank tidak suka Pincus membuat Gwen bersedih.
Pincus patah hati dan kembali ke kehidupannya yang bermuram durja. Perilakunya malah semakin menyebalkan. Ketika akhirnya hantu-hantu yang lain berhasil menemukan tempat prakteknya dan berusaha minta tolong padanya, Pincus masih dengan tega menolak dan menyuruh mereka semua pergi. Dia tidak perduli, katanya. Tapi hantu-hantu itu tetap berusaha dan dengan sabar menunggu di ruang tunggu prakteknya, siang dan malam.

Teman praktek Pincus melihat kalah rekannya itu seperti sedang mengalami masalah berat. Pincus lalu menceritakan tentang putus cintanya dan meminta rekannya itu untuk memberikan resep obat penenang kepadanya, agar dia bisa tidur. Tapi, rekannya itu malah menasihatinya, agar Pincus berubah. Dia harus membuang sikap egois dan menyebalkannya itu, karena itu hanya akan membawa akibat buruk baginya. Tak seorang pun yang akan tahan berada di dekatnya, kalau dia tidak segera berubah.

Pincus seperti tersadar akan betapa menyedihkannya hidupnya yang kesepian dan merana itu. Ia lalu membuat keputusan untuk berubah. Pincus kemudian mendatangi gerombolan hantu yang masih menunggu dengan setia di ruang tunggu prakteknya dan mulai menanyakan apa masalah mereka. Pincus kemudian membuang keegoisannya dan membantu mereka menyelesaikan masalah yang belum tuntas di dunia. Satu-persatu hantu-hantu itu menghilang dan berhenti mengganggunya. Kecuali Frank.

Ya, Frank sepertinya masih tetap memiliki urusan yang belum selesai di dunia. Bahwa ternyata, memisahkan Gwen dengan si pengacara jahat itu bukanlah termasuk dalam urusan itu. Masih ada satu urusan lagi, tapi sayangnya sama-sama tidak mereka ketahui. Setelah merenung sekian lama, Pincus akhirnya memutuskan untuk menemui Gwen dan mencoba memperbaiki hubungan itu.
Gwen menolak dan memilih pergi meninggalkannya. Tapi Pincus tidak menyerah. Dia mengejar Gwen dan mencurahkan perasaannya dengan tulus, bahwa ia mencintai Gwen dan minta maaf karena telah memanfaatkan informasi dari almarhum suaminya untuk mendekatinya. Tiba-tiba saja sebuah bus berkecepatan tinggi menabrak Pincus hingga tewas. Hantu Pincus bertemu dengan hantu Frank di tempat itu.

Frank kemudian melihat tangisan kesedihan Gwen melihat mayat Pincus yang tergeletak di tepi jalan. Ia akhirnya menyadari, kalau ternyata “itulah” urusannya yang belum selesai di dunia. Dia tidak bisa merasa tenang, sampai Gwen berhasil menemukan seorang pria yang baik sebagai penggantinya. Dan ketika melihat Gwen ternyata sudah menyayani Pincus, dia sadar kalau tugasnya sudah selesai. Pincus adalah seorang pria yang baik dan ia akan bisa mendampingi Gwen.

Lalu bersamaan dengan perginya roh Frank, entah bagaimana arwah Pincus berhasil masuk kembali ke raganya. Pincus selamat dan dia dirawat kembali di rumah sakit yang dulu mengoperasinya, dengan dokter yang sama pula.

Tapi, kali ini Pincus sudah tidak berlaku kasar lagi. Setelah “meninggal” untuk yang kedua kalinya, lalu hidup kembali, Pincus sadar kalau dia tidak seharusnya menyia-nyiakan hidupnya dengan perilaku buruk dan menyendiri. Dia ingin berubah, menjadi orang yang lebih simpatik dan peduli. Di akhir film ditunjukkan kalau dia bertemu lagi dengan Gwen. Pincus kemudian memberitahukan kepada Gwen kalau hantu Frank sempat memberitahukan tentang mimpi buruknya itu sebelum akhirnya menghilang. Dan kali ini, informasi yang diberikan Frank itu benar.

Gwen lalu tersadar, kalau ternyata Frank memang benar-benar berada bersama mereka beberapa hari itu. Dan kalau ternyata Pincus bukanlah pembohong jahat yang telah merusak hidupnya. Dia bersedia kembali berteman dengan Pincus dan mencoba untuk akrab kembali.(2008)

Thursday, May 20, 2010

Mad Money

Bridget (diperankan oleh Diane Keaton) adalah seorang istri dari keluarga kelas atas yang mengalami kebangkrutan dan terlilit hutang 280.000 dollar. Ketika sibuk mencari pekerjaan, dia melamar sebagai janitor di Bank Sentral yang bertugas di bidang penghancuran uang kertas. Uang kertas yang dihancurkan adalah uang kertas kumal yang sudah mendapat ganti dari negara, berupa uang kertas baru. Maka uang kertas lama itu harus dihancurkan, agar tidak ada orang yang bisa mempergunakannya lagi.

Di tempat itu dia bertemu dengan Nina (diperankan oleh Queen Latifah), seorang ibu tunggal dengan dua orang anak yang hidup miskin. Cita-citanya hanyalah ingin menyekolahkan anak-anaknya di sekolah bermutu. Sayangnya, sekolah jenis itu biasanya sangat mahal dan gajinya sebagai seorang penghancur uang kertas kumal tidak mencukupinya.

Lalu ada Jackie (diperankan oleh Katie Holmes) gadis cantik yang bertugas sebagai pengantar gerobak uang bekas yang akan dihancurkan Nina. Ia belum menikah dan tinggal di sebuah rumah van bersama kekasihnya Bob (diperankan oleh Adam Rothenberg). Ia adalah jenis gadis yang agak aneh, pencandu obat-obatan, tapi lugu.

Rencana pertama mereka adalah mendapatkan gembok pengunci gerobak uang. Gembok itu dibuat khusus dan hanya bisa dibuka dengan tiga buah kunci yang dijaga ketat..

Sebagai janitor, Bridget punya akses ke hampir semua ruangan. Jadi, dia bertugas menggantikan gembok di gerobak kereta uang dengan gembok baru pada salah satu gerobak uang. Lalu dia memberitahukan nomor gerobak itu kepada Jackie ketika dia datang menjemput gerobak uang yang baru untuk dihancurkan oleh Nina. Sambil menunggu lift, Jackie akan membuka gembok gerobak uang dan memasukkan beberapa bundel ke tong sampah, baru mengantarkan sisanya ke Nina. Brigdet kemudian datang mengambil kantong sampah itu, karena memang itulah tugasnya.

Nina sudah memiliki kunci cadangan untuk gembok itu, maka dia bisa membukanya. Kemudian menempatkan kembali gembok yang lama pada tempatnya. Di akhir jam kerja mereka mereka akan membagi-bagikan uang itu di toilet dan menyembunyikannya di pakaian dalam mereka. Lalu keluar kantor dengan tenang. Keberhasilan yang pertama itu membuat mereka sangat gembira. Masing-masing mereka mendapatkan 33.000 dollar.

Ketika sedang bergembira sambil menghambur-hambirkan uang itu, suami Bridget, Don (diperankan oleh Ted Danson) masuk dan terkejut melihatnya. Ia tidak begitu setuju dengan tindakan istrinya yang dianggapnya mencuri. Tapi, Bridger berhasil memberikan penjelasan yang masuk akal, khususnya tentang bagaimana mereka hanya mencuri uang yang sebenarnya sudah akan dihancurkan. Dan tidak akan ada orang yang merasa kehilangan atau dirugikan. Karena ya itu tadi, uang itu sebenarnya sudah akan dibuang. Dan akhirnya dia mengalah, mengingat mereka juga sangat membutuhkan uang itu.

Sementara Nina dengan bangga memindahkan anak-anaknya ke sekolah yang lebih baik dan mahal dengan uang itu. Dia tidak lagi khawatir kalau anaknya tidak mendapat pendidikan yang baik. Sementara Bridget bahagia karena mereka tidak harus menjual rumahnya.

Setelah 6 bulan, mereka berkumpul untuk membicarakan rencana menghentikan aksi mereka. Karena di awalnya, mereka hanya berencana mengambil sejumlah yang mereka butuhkan saja. Tapi, Bridget berkeras kalau mereka harus tetap melakukan pekerjaan itu. Karena hanya dengan begitu mereka bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu yang singkat. Nina bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang yang paling tinggi. Dan – bisa merencanakan liburan mewah ke luar negeri.

Akhirnya Nina setuju dengan syarat, tak seorang pun dari mereka yang boleh membelanjakan uang itu. Karena itu bisa menimbulkan kecurigaan. Karena mustahil seorang pekerja rendahan di Bank Sentral bisa membeli barang-barang mewah. Bridget kesal, karena menganggap untuk apa memiliki uang banyak kalau tidak bisa dipergunakan. Tapi karena Nina memaksa, akhirnya dia setuju dengan ogah-ogahan.


Bukannya mereka tidak pernah menemui masalah ketika sedang beraksi. Ada satu masalah ketika mereka kehilangan kunci gembok palsunya. Sehingga Nina tidak bisa membuka gembok gerobak uang. Tapi mereka semua berhasil bekerjasama dengan baik, hingga Nina mendapatkan kuncinya kembali. Hanya saja, dia tidak memperhatikan kalah Barry (diperankan oleh Roger R. Cross), satpam disana memperhatikan kejanggalan itu dan langsung menanyakannya kepada Nina. Barry menyuruh agar mereka menghentikan aksi itu atau dia akan bertindak. Tapi, begitu mengetahui kalau Barry ternyata jatuh cinta kepada Nina, mereka berhasil mengajaknya turut bergabung dengan rencana mereka.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mulai membelanjakan hasil curian mereka. Itulah yang menjadi awal aksi mereka ketahuan. Don membuat rancangan bagaimana mereka bisa membelanjakan uang mereka tanpa terlihat mencurigakan. Nina menggunakan alasan, kalau dia memiliki pacar di luar negeri yang secara rutin mengiriminya uang, sehingga ia bisa menyekolahkan anaknya di sekolah bergengsi. Bob disuruh mencari pekerjaan, sehingga ia bisa membeli motor gede dan sebuah bus mewah sebagai pengganti rumah van butut mereka. Sementara Bridget kembali digembirakan dengan kehidupan mewahnya dulu.
Penyelidikan bermula ketika mereka mulai sering melihat kehadiran seorang pria tidak dikenal di sekitar mereka. Akhirnya mereka menyadari, kalau pria itu ternyata adalah pemeriksa bank federal yang datang untuk memeriksa keadaan di Bank Sentral. Ia merasa curiga melihat kehidupan janitor dan penghancur uang yang bisa hidup mewah. Mereka mulai kalang kabut mencari cara agar mereka tidak perlu masuk penjara karena hal itu. Belakangan diketahui kalau ternyata Bob lah yang menyebabkan mereka semua ketahuan karena bermain saham.

Karena ketakutan, Don mengusulkan agar mereka semua menyerahkan diri saja, dengan harapan mereka akan mendapat keringanan. Tapi, Bridget tidak setuju, karena dengan demikian Nina akan kehilangan hak asuh atas anaknya. Dan mereka tidak akan membiarkan itu terjadi. Mereka memutuskan kalau mereka harus memusnahkan semua barang bukti yang akan mengaitkan mereka dengan kasus itu. Termasuk memusnahkan uang-uang curian yang mereka simpan di dalam rumah masing-masing.

Barry sempat mengusulkan agar Nina menyerahkan diri terlebih dahulu, sehingga dia bisa dapat keringanan, meskipun itu berarti dia harus menghianati teman-temannya. Sementara itu, rumah mereka semua sudah sering dimata-matai. Jackie memutuskan untuk mengancurkan rumah van mereka yang lama dengan cara meledakkannya, bersama semua uang di dalamnya. Kemudian mereka berniat melarikan diri dengan rumah bus mereka yang baru. Teapi mereka tertangkap di tengah jalan.
Sementara Nina berniat membakar semua uang curian miliknya. Tapi tertangkap basah ketika melakukannya. Untuk Briget, polisi langsung datang menggeledah, ketika Don sedang menghancurkan uang kertas itu. Sementara Bridget melarikan diri ke sebuah hotel. Tapi dia masih tetap tertangkap ketika pengawas federal itu berhasil melacaknya di hotel itu.

Ketika diinterogasi, mereka semua menghadapi ketakutannya masing-masing, termasuk Nina menghadapi ancaman akan kemungkinan kehilangan hak asuh anak-anaknya. Akhirnya Jackie bersedia berkorban. Dia mengatakan akan mengakui semua kesalahan itu dengan syarat Nina mendapat kekebalan penuh dan dibebaskan. Ia sangat terharu.


Bridget lalu menghubungi Bryce (Chris McDonal) untuk membatu mereka. Ia adalah seorang pengacara pajak. Ia bersedia karena Bridget membayarnya tunai dengan uang yang mahal. Dengan keahlian pengacaranya, dia berhasil membebaskan mereka dengan alasan kekurangan bukti. Kecuali bagian dimana Bob melakukan perdagangan saham. Hukuman yang mereka terima adalah denda yang cukup besar. Sehingga mereka akan kehilangan semua uang yang sudah mereka miliki selama ini. Keluar dari kantor polisi, mereka berpelukan dan mengucapkan selamat berpisah. Kembali ke kehidupan masing-masing.

Delapan bulan kemudian mereka bertemu lagi dan menceritakan kehiudupan baru mereka. Disitulah Bridget menceritakan tentang “Mad Money” yang ternyata memiliki arti: uang yang disimpan untuk kebutuhan khusus. Dan ternyata Bridget masih memiliki simpanan uang itu di dalam lemari pendingin kafe tempat mereka bisa berkumpul. Dia hanya menunggu sampai suasana kembali tenang, baru memberitahukan kabar gembira itu kepada Nina dan Jackie yang menyambutnya dengan gembira. (2008)

Tuesday, August 18, 2009

Horton Hears A Who


Film animasi lucu yang sangat menghibur. Jim Carrey bermain bagus, seperti biasanya, untuk urusan film komedi seperti ini. Tokoh Horton yang adalah seekor gajah digambarkan begitu jenaka dan tulus.

Horton (diperankan oleh Jim Carrey) adalah seekor gajah baik hati dan suka berteman yang tinggal di hutan Noon bersama sahabat nya yang penakut, Morton (diperankan oleh Seth Rogen).

Suatu hari, tanpa sengaja Horton mendengar sebuah suara yang berasal dari titik sebesar debu. Ia meyakinkan kalau telinganya yang besar itulah yang telah memberikannya kelebihan dalam pendengaran. Dan ia yakin kalau titik debu itu adalah mahluk hidup dan ia bisa mendengar suaranya. Kemudian ia memindahkannya ke sebatang bunga dan membawanya kemana-mana. Dia juga sering mengajak titik debu yang ada di bunga itu berbicara.

Dan Horton tidak sepenuhnya salah. Karena titik debu itu ternyata adalah Who Ville, tempat tinggal mahluk-mahluk yang berukuran lebih kecil daripada debu. Tapi mahluk-mahluk kecil itu berinteraksi layaknya mahluk hidup biasa, bahkan memiliki seorang wali kota yang bernama Ned McDodd (diperankan oleh Steve Carrel).

Ia tinggal disana bersama istrinya, Sally (diperankan oleh Amy Poehler) dan 96 orang anak perempuan serta seorang anak laki-laki bernama Jojo (diperankan oleh Jesse McCartney).

Warga Who Ville selalu berada dalam kekhawatiran, karena mereka tinggal di sebuah debu yang ringan dan gampang tertiup angin. Mereka ingin tinggal di sebuah tempat yang tidak terlalu berangin tapi tidak tahu bagaimana caranya. Ketika menyadari bahwa seekor gajah raksasa bisa mendengar suaranya, Ned langsung merasa kalau warga Who Ville masih memiliki harapan.

Ned akhirnya menemukan cara untuk bisa berkomunikasi dengan Horton, yaitu dengan sebuah terompet raksasa yang gaungnya bisa didengar jelas oleh Horton. Ned kemudian menceritakan keresahan yang sedang dialami oleh warganya. Dia meminta bantuan Horton untuk memindahkan Who Ville ke tempat yang lebih aman dan Horton setuju. Dia mengusulkan untuk membawa warga Who Ville ke puncak gunung Noon yang lebih aman.

Horton senang sekali karena ternyata dugannya tentang keberadaan mahluk-mahluk mini itu memang benar. Dengan gembira ia menceritakan hal ini kepada teman-temannya, tapi tidak ada yang percaya. Tapi mereka membiarkan saja tingkah laku Horton yang aneh itu tanpa ambil pusing.

Tapi Kangguru (diperankan oleh Carol Burnett) memiliki pandangan yang berbeda. Ia menganggap kegilaan Horton yang berbicara dengan setitik debu yang menempel pada sebuah bunga akan berakibat buruk bagi psikologis anaknya yang masih kecil. Dia tidak ingin anaknya jadi ikut-ikutan mempercayai kebohongan Horton bahwa ada mahluk hidup super mini yang tinggal di sebuah bunga. Ia lalu menghasut seluruh warga hutan untuk menghancurkan kelopak bunga yang selalu dibawa Horton kemana-mana itu.

Horton yang tidak mengetahui rencana jahat Kangguru, melenggang dengan tenangnya menuju ke puncak gunung Noon. Perjalanan itu membutuhkan waktu yang agak lama karena harus melintasi hutan luas. Dan ia sudah cukup jauh berjalan, ketika tanpa sengaja, seekor burung unta melihat keberadaannya dan segera melapor pada Kangguru.

Kangguru kemudian membujuk Vlad (diperankan oleh Will Arnett) seekor burung nasar untuk menghalangi Horton. Vlad berhasil merampas kelopak bunga itu dari belalai Horton, bagaimana pun kerasnya usahanya untuk melawan. Dan dengan licik, Vlad menjatuhkan kelopak bunga itu ke ”lautan kelopak bunga yang sama” yang terdapat di dasar lembah. Dengan maksud agar Horton tidak akan pernah bisa menemukannya lagi. Ia pun terbang dan meninggalkan Horton dalam kesedihan.

Tapi Horton adalah seekor gajah yang pantang menyerah. Dengan tekun ia menjelajahi lautan bunga itu sambil memanggil-manggil Ned. Ia sudah hampir menyerah, ketika gagal menemukan bunga tempat Who Ville berada meskipun sudah merusak sebagian besar dari lautan bunga yang luas itu. Ketika akhirnya dia bisa mendengar suara Ned yang samar-samar dan berhasil menemukan kelopak bunga yang tepat.

Warga Who Ville sendiri sebenarnya sudah mulai menganggap walikota mereka gila karena mengatakan bahwa ada seekor gajah raksasa yang saat ini sedang membawa mereka dalam kelopak bunga, dan akan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman. Bahkan beberapa orang saingan politiknya sudah mulai berencana untuk menyingkirkannya dari kursi wali kota. Beberapa kali Ned berusaha berkomunikasi dengan Horton dari terompet raksasanya, tapi selalu saja suasananya kurang tepat.

Kangguru yang akhirnya mengetahui kalau ternyata Horton berhasil menemukan kembali kelopak bunga yang menjadi akar masalah itu menjadi sangat marah. Ia menganggap Vlad gagal dan berniat mengatur sendiri rencana untuk menjatuhkan Horton.

Ia lalu mengumpulkan seluruh warga hutan, khususnya yang memiliki anak. Ia kemudian menghasut mereka dengan mengatakan bahwa perilaku gila Horton akan membuat anak-anak mereka juga ikut menjadi gila dan percaya dengan kebohongannya. Mana mungkin ada mahluk hidup yang berukuran lebih kecil dan debu dan bisa berbicara kepada mereka. Itu semua bohong. Horton harus dihentikan. Dan bunga yang menjadi masalah itu harus segera dihancurkan.

Warga hutan pun akhirnya bergabung dan mulai memburu Horton. Termasuk gorilla, burung, kelinci, monyet dan lain-lain. Hanya Morton yang tidak ikut terpengaruh. Ia malah berusaha mengejar Horton untuk memperingatkannya, tapi ukuran tubuhnya yang kecil membuatnya terlambat. Akhirnya Horton pun tertangkap.

Kangguru kemudian memaksanya untuk mengaku kalau mahluk super mini yang selama ini diceritakannya adalah kebohongan belaka dan bahwa Horton harus segera menghancurkan bunga itu. Kalau ia menolak, maka ia harus berhadapan dengan seluruh penghuni hutan yang sedang marah besar. Horton tetap berkeras mengatakan bahwa memang ada mahluk hidup berukuran mini yang tinggal di bunga itu. Mereka tidak boleh menghancurkannya, karena seluruh penduduk Who Ville juga akan tewas.

Sambil berusaha mempertahankan diri, Horton menyuruh Ned melakukan sesuatu agar warga hutan bisa mendengar suara mereka. Karena kalau tidak, ia tidak bisa mempertahankan diri lebih jauh lagi. Ned yang ketakutan segera meminta seluruh warga Who Ville membuat keributan. Warga yang sudah mendengar suara Horton jadi bertambah takut, dan dengan semangat memukul apa saja yang bisa mereka temukan dan membuat keributan. Tapi ternyata suara mereka belum cukup keras.

Disinilah peran Jojo mendapat perhatian penting. Kesal karena keributan mereka masih tetap belum bisa didengar oleh para raksasa di luar sana, ia lari ke puncak gedung yang paling tinggi sambil membawa terompet raksasa ayahnya. Kemudian ia berteriak: ”Yoooooo” ke arah langit. Tanpa diduga, gelombang suara Jojo lah yang akhirnya membuat selubung yang menahan suara keributan warga Who Ville jadi terbuka dan akhirnya terdengar oleh anak Kangguru yang kebetulan berada dalam posisi yang paling dekat.

Ia kemudian menyambar bunga yang sudah meluncur jatuh dari telapak tangan ibunya, menuju ke panci berisi air mendidih dan warga Who Ville pun selamat. Seluruh warga hutan memandang kejadian itu dengan takjub. Dan mereka berbalik dari membenci Horton menjadi penasaran dan kagum akan keberadaan Who Ville dan warga Who yang berukuran super mini. Mereka lalu mengerubuni Horton dan melupakan keberadaan Kangguru.

Kangguru yang merasa sedih karena diabaikan berdiri menyendiri. Tapi Horton melihatnya dan membawakan sebuah biskuit kepadanya sebagai penawaran damai. Dengan malu-malu Kangguru menerimanya dan menawarkan payung berukuran kecil untuk menaungi bunga yang ditinggal warga Who Ville. Dan beramai-ramai mereka mengantar kan kelopak bunga itu ke puncak gunung Noon.

Film yang bagus...sangat bagus... Masih belum percaya? Tonton saja sendiri....

Friday, July 17, 2009

The Night At The Museum 2

Aku penggemar berat film The Night At The Museum. Begitu menonton sekuel pertamanya yang lucu itu, aku langsung yakin kalau versi keduanya juga pasti akan lucu. Pemeran utama masih tetap Ben Stiller. Para penghuni museum lainnya juga masih tetap muncul.

Awalnya aku agak ragu, apa yang akan membuat The Night At The Museum yang berjudul Battle Of The Smithsonian ini berbeda dari yang pertama ya? Kalau cuma meniru yang pertama, pasti kurang greget. Tapi ternyata, para pemeran dalam film ini memang mengalami penambahan. Dengan kualitas kelucuan yang juga mengalami peningkatan. Ini aku tuliskan disini ya.


Pada The Night At The Museum kedua ini, dikisahkan kalau Larry Daley(diperankan oleh Ben Stiller) ternyata sudah tidak bekerja sebagai penjaga malam lagi di museum dan sekarang sudah memiliki perusahaan sendiri dan menjadi pengusaha.

Suatu ketika dia memutuskan untuk mengujungi museum itu kembali dan melihat kondisi teman-temannya. Tapi dia sangat terkejut, karena museum itu sedang melaksanakan sebuah perubahan besar-besaran. Dr. McPhee (diperankan oleh Ricky Gervais memutuskan untuk mengganti patung-patung lilin tersebut dengan efek tiga dimensi yang lebih canggih lagi.

Dalam metode tiga dimensi ini, para penghuni museum diganti menjadi seperti cahaya saja, namun dapat berbicara dan memperkenalkan dirinya seperti layaknya orang yang berbicara. Hanya saja wujud mereka hanya berupa cahaya tiga dimensi, jadi tidak bisa disentuh. Karena itu pulalah para boneka lilin pun disingkirkan dan akan disimpan di ruang bawah tanah. Karena sudah dianggap tidak diperlukan lagi.

Hampir seluruh penghuni lama akan disingkirkan, kecuali Theodore Roosevelt (yang diperankan oleh Robin Williams beserta kudanya dan Ahkmenrah (diperankan oleh Rami Malek) si firaun Mesir pemilik tabulet ajaib yang selama ini telah membuat seisi museum itu hidup. Oh ya, tak lupa juga si patung dinosaurus menyeramkan yang bertingkah seperti anjing jinak juga ternyata tidak dipindahkan karena berukuran terlalu besar. Dan karena tabulet itu juga akan tetap tinggal di museum, maka penghuni museum yang dipindahkan tidak akan bisa hidup lagi, termasuk juga Sacajawea (yang diperankan oleh Mizuo Peck).

Semua patung lilin lainnya akan dipindahkan ke tempat bernama Smithsonian dan berkumpul dengan penghuni museum yang baru. Museum ini lebih luas dan lebih canggih. Tanpa sepengetahuan mereka, si monyet langka yang nakal berhasil mencuri tabulet ajaib itu dan membawanya ke Smithsonian. Akibatnya, semua penghuni Smithsonian juga menjadi hidup di tengah malam.


Malangnya, di dalam museum baru ini, tinggallah Kahmunrah (yang diperankan oleh Hank Azaria), saudara dari Ahkmenrah yang sangat dibencinya. Kahmunrah memiliki sifat yang jahat. Begitu mengetahui kalau tabulet itu bisa membuatnya hidup, Kahmunrah berniat menguasai benda itu, untuk memastikan dirinya bisa tetap hidup dan berniat untuk menguasai dunia modern.

Larry datang ke Smithsonian dengan niat untuk membantu rekan-rekannya dari penindasan Kahmunrah yang jahat. Di museum ini juga ia bertemu dengan Amelia Earhart (diperankan oleh Amy Adams), pilot wanita pertama. Amelia kemudian membantu Larry untuk menyelamatkan teman-teman lilinnya yang lain.


Disinilah berbagai kelucuan khas The Night At The Museum dimulai. Karena penghuni Smithsonian sangat banyak, maka tokoh yang muncul pun bertambah. Misalnya, ketika Larry dan Amelia berciuman di dekat air mancur yang berhiaskan tiga patung cupid, maka cupid-cupid itu pun bernyanyi, seperti khasnya ketika ada orang yang sedang memadu cinta. Dan lagu yang dinyanyikan adalah: More Than A Woman dari Beegees.

Lalu ketika Kahmunrah mengajak serta para penjahat dunia yang lain seperti Al Capone (diperankan oleh Jon Bernthal), Ivan si Tsar Rusia (diperankan oleh Christopher Guest) dan Napoleon Bonaparte (diperankan oleh Alain Chabat) untuk bekerja sama dengannya, situasi jadi bertambah lucu. Karena keempat tokoh itu berasal dari zaman dan latar belakang yang sama sekali berbeda. Namun karena memang dasarnya semuanya merupakan penguasa-penguasa tiran, mereka bisa bekerja sama dengan baik.

Maka kejar-kejaran pun dimulai. Larry dipaksa untuk memberitahukan kode untuk mengaktifkan tabulet itu, atau temannya Jedediah Smith (diperankan oleh Owen Wilson) akan tewas. Karena Kahmenrah telah mengurungnya dalam sebuah jam pasir. Kalau Larry tidak segera menemukan kodenya, maka Jedediah akan tewas terkubur dalam pasir jam itu.

Amelia pun membantunya untuk mencari-cari siapa yang mungkin tahu tentang kode itu. Akhirnya mereka berhasil menemui Albert Einstein (suaranya diperankan oleh Eugene Levy) yang kemudian memberitahukan kode tabulet itu. Kahmenrah akhirnya berhasil menggunakan tabulet itu untuk membuka gerbang kematian dan memanggil prajurit-prajurit kuno-nya yang sama jahat dengan dirinya.

Prajurit-prajurit kuno ini berbentuk manusia namun berkepala burung. Dan Kahmenrah sudah bersiap-siap untuk membawa pasukannya keluar, ketika Octavius (diperankan oleh Steve Coogan) si miniatur panglima Romawi berhasil mencegahnya dengan membawa patung raksasa Abraham Lincoln (diperankan oleh Hank Azaria juga) dan berhasil menakut-nakuti pasukan burung itu. Mereka memilih untuk masuk kembali ke gerbang kematian dan buru-buru menutup pintunya.

Hal ini menimbulkan kemarahan dari Kahmerah maka perang pun pecah. Namun Larry mendapat bantuan dari kawan-kawannya, karena ternyata Amelia berhasil membebaskan mereka dari kurungan yang dibuat oleh Kahmenrah. Dalam perang itulah mereka berhasil menjebak Kahmenrah agar masuk ke gerbang kematian juga, lalu mengunci pintunya dengan tabulet itu untuk selamanya.

Larry akhirnya menyadari kalau pekerjaan sebagai penjaga malam museumlah yang sebenarnya disukainya. Maka, diam-diam ia menjual perusahaan besarnya itu kemudian menyumbangkan hasilnya untuk museum, agar museum itu bisa kembali beroperasi seperti semula, lengkap dengan patung-patung lilinnya.

Dan uniknya, Larry mendapat ide untuk memanfaatkan hidupnya penghuni-penghuni museum itu di waktu malam, sebagai daya tarik untuk memancing pengunjung. Ia mengusulkan agar museum memperpanjang waktu tutupnya sampai tengah malam, sehingga pengunjung bisa berinteraksi dengan para penghuni museum yang hidup itu. Tapi pengunjung tidak benar-benar menyadari keadaan aneh itu, karena Larry mengatakan kalau penghuni museum itu terlihat hidup karena rekayasa teknologi belaka. Sementara itu ia memastikan agar seluruh penghuni museum tidak membocorkan rahasia mereka juga.

Pengunjung yang datang di waktu malam, bisa melihat fosil dinosaurus raksasa yang bergoyang-goyang. Namun ia selalu mengejutkan para pengunjung yang menganggapnya hanya mainan. Lalu Ahkmenrah menjelaskan tentang sejarah Mesir kuno kepada sekelompok murid. Attila the Hun (diperankan oleh Patrick Gallagher) menceritakan tentang sejarah Mongol kepada anak-anak. Dan Thodore Roosevelt berkuda dengan bebas di sekeliling museum sambil memperkenalkan dirinya sebagai mantan presiden Amerika. Sejak saat itulah The Night At The Museum tidak lagi menjadi rahasia Larry saja. Karena ia berhasil membuat masyarakat bisa menikmati keajaiban itu, tanpa harus membuka rahasia yang sebenarnya.

Dr. McPhee sangat gembira melihat kemajuan museum itu. Dia bersyukur kalau ada orang kaya yang diam-diam menyumbangkan uangnya untuk membangun museum itu, tanpa menyadari kalau orang kaya itu adalah Larry sendiri. Namun ia sangat senang karena Larry kembali bekerja sebagai penjaga malam. Karena menurutnya, tak ada yang mampu membuat museum itu menjadi lebih baik kecuali Larry sendiri.

Ini adalah alur utama ceritanya. Aku tidak bisa menulis semua adegan lucu yang ada di film ini. Karena adegan-adegan itu akan terlihat lucu kalau ditonton, bukan diceritakan.

Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP