Thursday, July 30, 2009

Mr. Magorium's Wonder Emporium


Film ini enaknya ditonton bareng anak-anak. Cerita dongeng yang punya efek visualisasi menarik dan penuh warna. Kalaupun anak-anak tidak mengerti jalan ceritanya, tapi mereka pasti masih akan terpukau melihat bagaiman mainan-mainan di toko mainan Mr. Magorium ini bergerak dan bermain layaknya mahluk hidup. Mereka juga bisa merasakan suasana kegembiraan yang dirasakan setiap anak-anak seandainya saja mainan ajaib seperti yang ada di toko ajaib itu benar-benar ada.

Mr. Magorium (diperankan oleh Dustin Hoffman) sendiri adalah sosok yang ajaib, sebenarnya. Karena usianya sudah 243 tahun. Dialah pemilik toko ajaib itu dan bersahabat dengan berbagai mainan yang ada di toko itu. Dia selalu menyapa mainan-mainan itu, bernyanyi bersama, bermain bersama. Dan setiap anak-anak yang datang ke toko itu juga bisa merasakan keajaiban tersebut.

Toko mainan ini memiliki emosi juga, emosinya sama dengan emosi yang sedang dirasakan oleh pemilik toko. Karena Mr. Magorium adalah orang yang ramah, selalu gembira dan penuh tawa, maka toko mainan dan mainan-mainan di dalamnya pun penuh warna-warna cerah dan bergerak dengan ceria dan membuat anak-anak yang datang ke toko itu gembira dan selalu bermain-main dengan tertawa.

Mr. Magorium mempekerjakan seorang asisten di tokonya, Molly Mahoney (diperankan oleh Natalie Portman), seorang pemain piano dan pencipta lagu. Dan seorang penulis buku bernama Bellini (diperankan oleh Ted Ludzik). Ia adalah seorang pria kekar yang sangar, tapi sangat mencintai buku dan dunia anak-anak. Dia tidur di ruang bawah tanah toko itu, bersama dengan boneka kesayangannya. Molly lah yang bertugas membantu Mr. Magorium menjalankan toko sehari-hari.

Pelanggan tetap toko itu adalah seorang anak bernama Eric (diperankan oleh Zach Mills), seorang anak kesepian yang tidak mempunyai teman. Dia lebih memilih berteman dengan mainan-mainan ajaib yang ada di toko Mr. Magorium setiap harinya. Dan satu-satunya teman yang dimilikinya adalah Molly. Dan ia juga menyayangi Mr. Magorium karena sifatnya yang kebapakan.

Tiba-tiba saja, Mr. Magorium menyatakan kalau sudah tiba waktunya untuk meninggalkan dunia ini, tanpa penjelasan apapun. Dia hanya mengatakan kalau memang sudah tiba waktunya untuk pergi. Penghuni mainan toko menjadi marah mendengar pengakuannya. Mainan-mainan itu berubah menjadi nakal dan menakut-nakuti para pengunjung toko, karena kesal. Molly yang ketakutan mendengar hal itu, segera mengajak Mr. Magorium berobat ke rumah sakit. Ia khawatir kalau pria tua itu sedang sekarat.

Tapi ternyata dokter tidak menemukan penyakit apapun padanya. Hanya diagnosa bahwa dia mulai berhalusinasi tentang keajaiban, karena pengaruh umurnya yang sudah tua. Sehingga Mr. Magorium pun tak perlu dirawat di rumah sakit.

Molly kemudian berusaha mencegah ’kepergian’ Mr. Magorium dengan mengajaknya bergembira sepanjang hari. Tujuannya untuk mengingatkan kembali betapa indahnya hidup dan Mr. Magorium tidak perlu ’pergi’. Pria tua itu sangat gembira dengan pengalamannya itu, tapi dia tetap meninggal juga. Dia meninggal dengan tenang di dalam toko mainan ajaib kesayangannya, setelah mengucapkan selamat tinggal pada mainan-mainan yang ada di dalam toko itu. Dan mewariskan kepemilikan toko itu kepada Molly.

Sebelum meninggal, Mr. Magorium menyewa jasa seorang akuntan bernama Henry Weston (diperankan oleh Jason Bateman) untuk menyusun laporan keuangan toko itu. Henry tidak percaya dengan keajaiban apapun di dalam toko itu, sehingga mainan-mainan juga tidak mau bergerak ketika Henry melihat mereka. Satu-satunya keajaiban yang dirasakan Henry aneh adalah bahwa banyak kuitansi-kuitansi di toko itu yang berumur ratusan tahun. Dan adanya sebuah kuitansi yang berisi nama pelanggan Thomas Edison, si penemu bohlam.

Molly membenci Henry karena sikapnya yang menyepelekan dan tidak mau percaya tentang keajaiban yang dimiliki toko itu. Dan memberi nama ejekan ”mutant” kepadanya, karena Henry dianggap memiliki kelainan diantara para penghuni toko ajaib itu. Dia dianggap berbeda dan tidak punya perasaan.

Setelah Mr. Magorium meninggal, mainan-mainan yang ada di toko itu menjadi sangat bersedih dan menolak memperlihatkan keajaiban lagi. Semua mainan mengubah warna mereka menjadi hitam dan abu-abu. Tidak ada lagi mainan-mainan ceria yang penuh warna. Toko itu berubah jadi toko jelek yang membosankan. Molly merasa, kalau ia mungkin tidak mewarisi bakat yang dimiliki Mr. Magorium. Sehingga mainan-mainan itu pun menolak keberadaannya disana. Bahwa mainan-mainan itu tidak menyukai Molly sebagai pemilik toko. Maka ia pun memutuskan untuk menjual toko itu beserta mainan-mainan yang ada di dalamnya kepada orang lain.

Eric yang mengetahui rencana ini, segera membujuk Henry agar membantunya menghalangi niat Molly itu. Dia bahkan rela mengorbankan semua tabungannya (meskipun jauh dari cukup) untuk membeli toko itu. Henry yang merasa iba melihat usaha keras Eric, akhirnya mencoba membujuk Molly.

Ia datang ke toko itu pada sore hari dan bertemu dengan Molly yang sedang membereskan isi toko. Dia melihat Molly memegang sebuah kotak kayu, yang disebut Congreve Block. Molly mengatakan kalau kotak kayu itu diberikan oleh Mr. Magorium kepadanya dan menyuruhnya mencari sisi ajaib dari kotak itu. Molly sudah berusaha mencari apa yang ajaib dari kotak itu, tapi masih belum berhasil. Tapi tiba-tiba saja kotak itu bergerak. Ketika Molly menyuruhnya untuk bergerak dan bergerak terus, kotak itu melompat-lompat kesana kemari bahkan terbang mengelilingi toko. Henry yang skeptis pun pingsan karena melihat keanehan itu.

Ketika dia terbangun, Henry menyadari kalau itu semua ternyata mimpi. Bahkan Molly mengaku dia tidak berada di dalam toko itu pada sore hari ketika Henry datang. Saat itulah Henry menyadari, kalau mimpi itu punya arti tertentu. Bahwa keajaiban itu memang ada, tapi baru akan muncul kalau orang-orang mempercayainya. Dan Henry menanyakan apakah Molly percaya akan keajaiban. Molly menjawab, ya.

Seketika itu, toko ajaib itu kembali hidup. Dengan lambaian tangannya, Molly berhasil ’membangunkan’ semua mainan ajaib itu dan mengembalikan semua warna mereka yang cerah. Mainan-mainan yang murung itu kembali bergembira dengan Molly sebagai pemilik toko yang baru.

Wednesday, July 29, 2009

Reservation Road


Dwight Arno (diperankan oleh Mark Rufallo) adalah seorang pengacara yang baru saja bercerai dengan istrinya, Ruth (diperankan oleh Mira Sorvino). Ruth memenangkan hak asuh atas putra mereka, Lukas (diperankan oleh Eddie Alderson), tapi ia masih diizinkan untuk menemui Dwight pada setiap akhir pekan.

Mereka berkesempatan untuk menonton pertandingan baseball, ketika tiba-tiba Ruth menelepon Dwight dan menegurnya, karena sudah terlambat memulangkan Lucas ke rumah. Akhirnya mereka terburu-buru kembali dan Dwight harus mengebut mobilnya, karena Ruth sudah berulang kali menghubunginya. Dan hal itu bisa membuatnya kehilangan hak untuk bisa menemui anaknya di setiap akhir pekan.

Tiba-tiba saja dia kehilangan kendali atas mobilnya, dan menabrak seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bernama Josh Learner (diperankan oleh Sean Curley), yang kebetulan sedang menyeberangi jalan untuk melepaskan kunang-kunang yang disimpannya di dalam sebuah stoples.

Keluarga Josh sedang berhenti di pom bensin dan ibunya sedang ke toilet bersama dengan adik-adik Josh. Jadi, tidak ada yang memperhatikan kalau dia sudah tertabrak mobil. Ayahnya, Ethan Learner (diperankan oleh Joaquin Phoenix), yang melihat kejadian itu, tidak sempat mengejar mobil Dwight. Dan ia juga tidak bisa melihat nomor polisinya karena keadaan sudah sangat gelap dan mobil Dwight juga berkaca gelap. Dia hanya sempat melihat pengemudi mobil itu mengenakan topi baseball, hanya saja ia tidak bisa melihat wajahnya.

Dwight yang terlalu takut untuk berhenti, memutuskan untuk tetap memacu mobilnya meninggalkan Josh tergeletak di jalanan. Dia tidak perduli ketika Ethan berteriak-teriak memanggilnya dan menyuruhnya berhenti. Dwight tidak ingin berhenti karena tidak ingin terlibat kasus hukum, karena itu akan mempengaruhi haknya untuk mengunjungi Lucas. Anaknya itu yang menderita luka ringan juga berteriak-teriak mengatakan kalau mereka telah menabrak seseorang, tapi Dwight berbohong kepadanya dan mengatakan kalau mereka hanya menabrak sebilah kayu saja. Belakangan, Dwight melihat dari berita di televisi, kalau bocah yang ditabraknya itu meninggal karena tabrak lari. Dan polisi sedang mengusut kasus itu dan dimulai dengan melacak semua mobil yang diperkirakan serupa dengan mobil si penabrak lari..

Untuk menyembunyikan jejak, Dwight menyembunyikan mobilnya yang lecet di dalam garasi dan menyewa mobil lain untuk dipakai sehari-hari. Jadi, ketika polisi menyelidiki semua mobil seperti yang dimilikinya untuk ditanyai, Dwight berbohong dengan menyatakan kalau mobilnya yang itu telah disumbangkan untuk amal.


Keluarga Josh jadi terpuruk sejak ia meninggal. Ibunya, Grace Learner (diperankan oleh Jennifer Connelly), menderita frustrasi dan selalu menangis sepanjang hari. Tapi ia berusaha untuk menerima kenyataan bahwa putranya telah meninggal. Dan betapa sulitnya untuk melacak pelaku tabrak lari. Karena banyak kasus tabrak lari yang diselidiki polisi mengalami jalan buntu. Jadi Grace berusaha mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk, bahwa mereka tidak akan pernah berhasil menemukan siapa pengemudi yang telah membunuh anak mereka.

Tidak demikian halnya dengan Ethan. Dia sangat terobsesi untuk bisa menemukan pembunuh putranya dan menjadi sangat kesal melihat lambannya usaha penyelidikan yang dilakukan polisi. Hal ini membuat ia dan Grace sering bertengkar. Akhirnya, Ethan memutuskan untuk menyewa seorang pengacara untuk membantu kasus itu. Dan tanpa sengaja ia meminta Dwight menjadi pengacaranya. Padahal, mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi Dwight mengenali Ethan sebagai ayah dari anak yang telah ditabraknya. Ia tidak bisa menolak. Akhirnya, dengan terpaksa ia menerima kasus itu.

Dwight merasa sangat bersalah. Akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi. Dia datang ke kantor polisi untuk membuat pernyataan. Tapi polisi yang sudah mengetahui bahwa Ethan telah memilih Dwight sebagai pengacaranya, malah menganggap kalau ia datang untuk mengetahui sudah sejauh mana kasus itu berjalan. Polisi itu dengan agak kesal mengatakan kepada Dwight, kalau sangat kecil kemungkinan mereka bisa menemukan si penabrak lari itu. Sambil menyerahkan berkas-berkas kasus tersebut kepada Dwight dan pergi dengan terburu-buru. Dan ia pun membatalkan rencananya untuk menyerahkan diri, karena memiliki sedikit harapan kalau kasus ini mungkin tidak akan pernah selesai dan ia tidak perlu khawatir.

Tapi perjalanan hidup berkata lain. Dwight menyadari kalau ternyata kehidupannya dengan Ethan bisa dikatakan dekat.. Karena Ruth adalah seorang guru piano dan putri Ethan belajar piano padanya di rumahnya. Dwight mengetahui hal ini, ketika ia bertemu dengan Ethan yang sedang menjemput putrinya dari rumah Ruth, sehabis belajar piano.

Mengetahui hal ini, Dwight kembali diserang rasa bersalah dan berniat untuk menyerahkan diri ke polisi. Dia kemudian merekam pengakuannya di sebuah video. Ia berencana untuk memberikan video itu pada Lucas, pada hari ia menyerahkan diri ke polisi. Kemudian Dwight memaksa Ruth agar mengizinkan Lucas menginap selama seminggu penuh dengannya. Dwight ingin menghabiskan hari-hari terakhirnya sebelum dipenjara dengan Lucas. Setelah memohon-mohon, akhirnya Ruth mengizinkan juga meski dengan berat hati.

Pada saat itu, Ethan secara tidak sengaja melihat Dwight memakai topi baseball yang sama dengan yang dipakainya di malam mereka menonton baseball dan menabrak Josh di perjalanan pulangnya. Ethan seketika menyadari, bahwa Dwight adalah pelaku tabrak lari yang telah menewaskan putranya. Dia menyadari, kalau selama ini Dwight telah berpura-pura dan menipunya, sehingga kasus penyelidikan itupun berjalan lambat.


Ethan sangat marah dan sudah berniat untuk membunuh Dwight. Dia membeli senjata kemudian mendatangi Dwight di rumahnya. Ia kemudian menodongkan senjata itu ke arah Dwight dan memaki-makinya. Dwight yang menyadari kalau Lucas mungkin akan mendengar perbincangan mereka, memohon kepada Ethan agar tidak melakukan hal itu di depan anaknya, Lucas. Ia tidak ingin Lucas merasa trauma karena melihat ayahnya ditodong senjata.

Ethan lalu memasukkan Dwight ke dalam bagasi mobilnya dan membawanya ke sebuah tempat tersembunyi. Ia sudah berniat untuk membunuh Dwight dan membuang mayatnya disana, sehingga tidak ada yang akan menemukannya.

Namun Dwight berhasil merebut senjata dari tangan Ethan dan berbalik menodongnya. Tapi kemudian mengarahkannya ke kepalanya sendiri, dengan putus asa. Ethan yang melihat kalau ternyata Dwight sendiri merasa sangat frustrasi karena sudah menabrak seorang anak hingga meninggal dan terlalu pengecut untuk melaporkan diri ke polisi, akhirnya menyadari kalau ternyata hidup Dwight lebih menderita daripada hidupnya sendiri. Dwight harus menanggung beban kebohongan dan penyesalan itu sendiri. Dan tidak pernah merasa aman karena selalu ketakutan akan ditangkap polisi.

Ethan akhirnya tidak jadi membunuh Dwight. Apalagi setelah melihat Dwight begitu menderita karena penyesalannya. Ethan pun pergi dan meninggalkan Dwight di tempat itu menjerit-jerit dan menangis mencurahkan isi hati dan penyesalannya. Sementara itu, di rumahnya, ditunjukkan kalau ternyata Lucas secara tidak sengaja telah menemukan rekaman video pengakuan yang dibuat Dwight dan menontonnya.

Sunday, July 26, 2009

Penelope


Film ini sebenarnya adalah dongeng yang diadaptasi kembali menjadi kisah putri-putri kerajaan di zaman modern. Keluarga raja diganti menjadi keluarga kaya raya. Pemeran utamanya adalah Penelope Wilhern (diperankan oleh Christina Ricci) yang merupakan putri tunggal dari sebuah keluarga kaya. Sebenarnya dia gadis yang cantik, tapi kutukan seorang penyihir telah menghantui keluarganya selama beberapa generasi dan mengubah hidungnya menjadi seperti hidung babi.

Kutukan itu diberikan oleh sang penyihir kepada keluarga mereka. Karena ratusan tahun yang lalu, putra keluarga itu telah menghamili putri si penyihir yang bekerja sebagai pelayan di rumah leluhur mereka. Putrinya lalu bunuh diri dengan terjun ke jurang. Penyihir itu kemudian menjatuhkan kutukan, bahwa anak perempuan yang lahir di keluarga itu akan memiliki wajah seperti babi. Kutukan ini hanya akan terhapus kalau ada seseorang dari kalangan mereka yang bisa mencintai dan menerima keadaanya yang seperti babi itu. Orang tuanya Franklin Wilhern (diperankan oleh Richard E. Grant) dan Jessica Wilhern (Catherine O’Hara) mengartikan bahwa Penelope harus menikahi seorang bangsawan juga, seperti mereka, agar kutukan itu bisa terlepas.

Akhirnya, setelah beranjak dewasa, Penelope Wilhern pun mulai mencari pria yang mau mencintai dan menikahinya, meskipun ia memiliki hidung seperti babi. Masalahnya, ia tidak percaya diri untuk keluar rumah dengan penampilan seperti itu. Akhirnya orang tuanya berinisiatif untuk mengundang banyak pria untuk berkenalan terlebih dahulu dengannya. Hanya saja, pada tahap pertama perkenalan, mereka tidak bisa langsung melihat wajah Penelope, karena takut mereka akan terkejut dan lari.

Banyak pria yang berusaha mendekati keluarga kaya itu dan mengetahui bagaimana rupa putrinya. Termasuk seorang wartawan bernama Lemon (diperankan oleh Peter Dinklage) yang secara sembunyi-sembunyi berusaha mengambil fotonya. Tapi Franklin dan Jessica selalu berhasil menyembunyikan putri mereka yang aneh itu dari pandangan orang banyak.

Dan hampir semua pria, yang pernah melihat wajah Penelope Wilhern, melarikan diri dan tidak pernah kembali. Di film ini ditunjukkan kalau pria-pria itu lebih memilih melompat dari lantai dua sampai menghancurkan kaca. Agak berlebihan sebenarnya. Termasuklah diantara pria-pria ini Edward Humprey Vandermann III (diperankan oleh Simon Woods), seorang putra bangsawan yang sombong dan menyebalkan. Vandermann malah beranggapan kalau Penelope itu kasar.

Vandermann kemudian bekerja sama dengan Lemon, untuk mencari orang yang bisa menyusup kedalam rumah itu dan memfoto Penelope. Secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Johnny Martin (diperankan oleh James Mc. Avoy), seorang penjudi miskin yang mengaku-ngaku Max Campion (diperankan oleh Nick Frost) yang berdarah biru. Johnny sepakat untuk bekerja sama dengan Vandermann dan Lemon dan akan mengambil foto Penelope untuk mereka, dengan imbalan uang.

Ketika Max bertemu dengan Penelope, dia langsung tertarik dengan pribadi Penelope yang hangat dan baik hati, meskipun berwajah seperti babi. Ia langsung membatalkan kesepakatannya dengan Vandermann dan Lemon, karena menganggap hal itu terlalu buruk untuk gadis sebaik Penelope. Dan menolak untuk datang lagi ke tempat itu dan mengambil fotonya. Penelope menganggap kalau Max tidak mau datang lagi menemuinya karena tampangnya yang seperti monster. Padahal Penelope sudah jatuh cinta pada Max yang ramah dan periang.

Karena kecewa, Penelope memutuskan untuk lari dari rumah. Memasuki kota yang tak pernah dilaluinya seumur hidupnya. Ia berhasil membawa lari kartu kredit ibunya dan menggunakannya untuk menginap di hotel dan menutupi setengah bagian wajahnya dengan syal lebar. Jadi tidak ada yang bisa melihat hidung babinya. Tapi setelah Jessica menemukan hotel itu dan berusaha memaksanya pulang, Penelope kembali melarikan diri tanpa sempat membawa kartu kredit ibunya.


Pada saat itu, Vandermann dan Lemon telah menerbitkan sketsa dirinya di surat kabar milik Lemon. Penelope digambarkan sebagai gadis jelek dengan hidung babi dan gigi taring berlapis serta daun telinga lancip. Mereka mengetahui kalau Penelope kabur dari rumah. Jadi mereka mengatakan akan membayar 5000 dollar kepada mereka yang berhasil memfoto ”si gadis berwajah babi” dan menyerahkan foto itu kepadanya. Penelope melihat hal itu sebagai kesempatan untuk mendapat uang.

Ia lalu memfoto dirinya sendiri di sebuah box foto dan memberikannya kepada Lemon, lalu mengambil uang 5000 dollar yang menjadi bayarannya. Ternyata, setelah melihat foto asli Penelope yang berwajah sedih dan putus asa itu, juga tidak bertaring dan bertelinga lancip seperti yang digambarkan Vandermann selama ini, Lemon malah menjadi kasihan. Dan memutuskan untuk tidak mempublikasikan foto itu karena merasa iba akan nasib Penelope. Tapi Vandermann yang jahat tetap saja mempublikasikannya.

Dalam perjalanannya yang terluntang-lantung, Penelope bertemu dengan Annie yang ramah dan periang (diperankan Reese Whiterspoon) yang kemudian menjadi sahabatnya dan mengajaknya berkeliling kota untuk mengenalkan berbagai tempat yang belum pernah dilihat Penelope sebelumnya. Ketika Annie bertanya kenapa ia menutupi wajahnya seperti itu, Penelope beralasan kalau dia baru melakukan operasi hidung. Penelope sangat bahagia bisa berkeliling ke berbagai tempat, setelah hampir seumur hidup terkurung di rumah. Tapi sebuah kejadian telah membuat Penelope jatuh pingsan dan syal penutup hidungnya terbuka. Dan mereka semua melihat hidungnya yang seperti babi.


Ternyata tanggapan masyarakat tidaklah seburuk yang diduganya selama ini. Orang-orang tidak berlari menjauh karena ketakutan, malah mendekatinya karena rasa ingin tahu. Dalam sekejab, Penelope menjadi sangat terkenal. Banyak pejabat yang berlomba untuk bisa berfoto dengannya. Segala kegiatannya selalu menjadi headline berita. Orang-orang bahkan menggunakan topeng babi ketika musim Halloween. Tapi itu semua tidak membuatnya bahagia. Karena kutukan itu masih tetap belum hilang dan masih belum ada pria bangsawan yang mau menikahinya.

Ketika itulah Vandermann datang kembali dan menawarkan diri untuk menikahi Penelope, atas paksaan ayahnya. Dan karena desakan ibunya, Penelope pun menerima lamaran itu, dan pesta pernikahan megah akan segera dilaksanakan.

Johnny melihat berita pertunangan Penelope dari koran. Sebenarnya ia sangat mencintainya. Tapi ia sadar, kalau dirinya bukanlah bangsawan. Jadi, kalaupun ia mau menikahi Penelope, tetap saja ia tidak bisa membuat kutukan hidung babi itu hilang. Jadi, ia memilih untuk mengalah dan merelakan Penelope menikah dengan Vandermann yang keturunan bangsawan. Ia tidak perduli sekeras apapun Lemon berusaha membujuknya untuk merebut kembali Penelope dari Vandermann.

Tapi di tengah acara pemberkatan, Penelope memutuskan untuk tidak jadi menikah dengan Vandermann. Ia menganggap pernikahan itu tidak akan membawa kebahagiaan baginya ataupun bagi Vandermann sendiri. Dia memutuskan untuk tidak akan menikah hanya untuk menghilangkan kutukan yang menimpanya.
”Aku menyukai diriku apa adanya.” katanya.

Dan tiba-tiba saja terjadi keajaiban. Kutukan itu menghilang. ternyata orangtuanya telah salah mengartikan perkataan penyihir tersebut. Tidak harus seorang pria bangsawan yang mencintainya agar kutukan itu hilang. Melainkan dia harus bisa menerima dirinya sendiri dan tidak menangisi keadaannya, barulah kutukan itu akan lenyap. Dan kemudian Penelope muncul sebagai seorang gadis cantik.

Ia kemudian menghilang dan mengabdikan diri sebagai guru dan ahli tanaman, sampai publik melupakan penampilan hidung babinya. Setelah beberapa waktu, Penelope mendatangi Johnny dengan mengenakan topeng babi di wajahnya. Johnny yang melihatnya tetap jatuh cinta, meskipun ia beranggapan kalau kutukan itu masih ada. Baru setelah Penelope membuka topengnya dan menunjukkan wajah cantiknya, Johnny sadar kalau kutukan itu telah musnah. Dan seperti cerita dongeng pada umumnya, mereka pun menjadi kekasih dan hidup happily ever after

Friday, July 24, 2009

Disturbia


Kale Brecht (diperankan oleh Shia LeBouf) adalah seorang remaja SMU yang mendapat tahanan rumah karena menyerang gurunya, Gutierrez (diperankan oleh Rene Rivera), karena telah menyinggung-nyinggung tentang kematian ayahnya, Daniel Brecht (diperankan oleh Matt Craven), yang tewas dalam sebuah kecelakaan mobil. Akibatnya, Kale mendapat hukuman tahanan rumah selama tiga bulan. Sebuah alat dipasang di pergelangan kakinya, untuk menjaga agar ia tidak bisa berkeliaran dengan bebas. Karena alat itu telah memberikan batasan sampai sejauh mana ia bisa meninggalkan pesawat utama yang ditempatkan di dalam rumah. Kalau ia melangkah keluar terlalu jauh dari yang diinginkan, maka alarm itu akan berbunyi dan akan ada polisi yang datang untuk menangkapnya.

Kale mengisi hari-harinya dengan bosan. Ibunya Julie Brecht (diperankan oleh Carrie Ann-Moss) telah memutuskan sambungan internet ke komputernya. Akhirnya ia pun mengisi waktu dengan mengintip kegiatan tetangga-tetangganya setiap hari dengan menggunakan teropong. Ada seorang gadis pendatang baru yang menarik perhatiannya. Namanya Ashley Carlson (diperankan oleh Sarah Roemer) yang akhirnya menjadi kekasihnya.


Ketika mengintip, Kale menemukan sesuatu yang aneh pada tetangganya, yang bernama Robert Turner (diperankan oleh David Morse). Ketika itu ada berita yang beredar mengenai pembunuhan berantai yang terjadi di Austin, Texas. Dan ciri-ciri pembunuh yang dilaporkan itu sangat sesuai dengan Robert. Kale pun berusaha menyelidiki rumah Robert dengan dibantu oleh teman akrabnya, Ronnie (diperankan oleh Aaron Yoo) dan Ashley.

Apalagi setelah pada suatu malam Kale melihat Robert kembali dengan membawa seorang wanita berambut merah ke rumahnya. Beberapa saat kemudian, Kale melihat wanita itu berlari-lari dalam keadaan setengah bugil, ekspresi wajahnya menunjukkan orang yang sedang ketakutan dan berteriak-teriak minta tolong. Kale yakin kalau wanita itu sudah tewas terbunuh dan ia berusaha membuktikannya.

Ronnie kemudian diutus untuk mencari tahu kode remote garasi Robert, karena Kale tidak bisa meninggalkan rumah tanpa membunyikan alarm polisi. Ketika itu, Robert sedang berbelanja di sebuah toko perlengkapan. Ashley mendapat tugas untuk menguntitnya, dan memberitahukan kalau Robert telah selesai belanja. Jadi, Kale juga bisa memperingatkan Ronnie yang sedang membongkar mobil Robert untuk mencari remote garasinya dengan terburu-buru. Namun ia berhasil mendapatkan kodenya.


Tapi ternyata Robert sadar kalau Ashley menguntitnya. Ia kemudian memberi peringatan kepadanya dan teman-temannya agar berhenti memata-matainya. Ashley sangat ketakutan dan mengundurkan diri dari permainan memata-matai ini. Dia juga menyuruh Kale dan Ronnie berhenti, karena hal ini sudah mulai membahayakan. Tapi Kale tidak perduli, dia sudah terlalu penasaran untuk berhenti.

Ia lalu membuat sebuah alat yang fungsinya hampir sama dengan remote garasi Robert. Kebetulan sekali kalau ponsel Ronnie tertinggal di dalam mobil Robert ketika dia mencari remote garasinya. Jadi ia harus kembali dan mengambil ponsel itu kembali. Untuk bisa masuk ke garasi Robert, Ronnie menggunakan remote buatan milik Kale sambil membawa handycam. Sementara Kale mengawasi rumah Robert dengan teropongnya, untuk melihat-lihat suasana.

Di dalam rumah Robert, Ronnie mencium bau busuk yang berasal dari garasi. Kale menyuruhnya menyelidiki. Ia menduga kalau bau busuk itu berasal dari mayat wanita yang pernah dilihat Kale dulu. Tapi tiba-tiba saja Ronnie berteriak-teriak sambil minta tolong dan berlari, lalu handycam-nya mati. Kale pun panik. Tanpa pikir panjang dia langsung melompati pagar menuju ke rumah Robert, tidak perduli kalau hal itu akan mengaktifkan alarm polisi di pergelangan kakinya. Polisi pun langsung datang lalu memeriksa sumber bau busuk di garasi Robert. Ternyata itu hanyalah bangkai rusa yang ditabraknya beberapa hari sebelumnya. Maka Kale pun mendapat peringatan keras. Sementara itu, ternyata Ronnie tidak apa-apa. Dia hanya berniat bermain-main dengan Kale. Untuk menakut-nakutinya.

Malam itu juga, mereka memutuskan untuk meneliti rekaman handycam yang dibawa Ronnie tadi. Sementara itu, ibu Julie mendatangi Robert untuk minta maaf atas perbuatan Kale, dan memohon agar Robert tidak mengadukan Kale ke polisi. Kale yang melihat ibunya mendatangi Robert menjadi tidak tenang. Dan benar saja, Robert kemudian memukul ibunya hingga pingsan.

Tanpa sengaja Kale melihat kepala mayat seorang wanita di sebuah sudut di rumah itu, dari rekaman handycam Ronnie. Dia langsung menyadari kalau Robert memang seorang pembunuh. Dan berteriak-teriak memanggil Ronnie yang sedang mengambil air minum di bawah. Tapi terlambat, karena ternyata Robert telah berhasil memukulnya dan menangkap Kale. Ia kemudian diikat dan Robert sudah mengatur rencana untuk membunuh Julie, Ronnie dan Ashley sekaligus. Dan menimpakan semua kesalahan pada Kale.

Pada saat itulah Ashley masuk dan berhasil memukul Robert hingga terjatuh dari loteng. Ia kemudian melepaskan ikatan Kale. Kale meminta Ashley menghubungi polisi, sementara ia akan menolong ibunya yang disekap di rumah Robert.

Sesampainya disana, Kale menemukan kalau ternyata rumah itu sudah mengalami banyak perubahan. Ada pintu tersembunyi di rumah itu yang tidak terlihat karena terhalang lemari. Pintu itu ternyata mengarah ke ruang bawah tanah. Disana Kale sempat terjatuh ke sebuah sumur pendek yang hanya ditutup dengan beberapa bilah papan. Di dalamnya terdapat banyak sekali tengkorak-tengkorak korban yang telah dibunuh Robert. Di dekat itulah ibunya diikat.


Ketika berhasil memotong tali yang mengikat ibunya, Robert muncul dan berusaha membunuh Kale. Tapi setelah berkelahi, Kale berhasil menikam Robert dengan gunting pagar yang dibawanya. Lalu mendorongnya hingga jatuh ke sumur tempat mayat-mayat korbannya dibuang selama ini. Dan seperti biasa, ketika anak mudanya telah berhasil membereskan masalah, maka polisi pun datang untuk mengamankan tempat itu.

Ini adalah film yang bagus dan menegangkan. Jalan ceritanya tidak berliku-liku. Lokasinya pun tidak berpindah-pindah. Dan sedikitnya jumlah pemeran, tidak membuat ceritanya basi. Mantaplah

Monday, July 20, 2009

Sweeny Todd (Demon Barber Of Fleet Street)

Film kali ini berthema thriller sekaligus musikal. Sudah lama juga aku tidak menuliskan film-film horor. Bintang utamanya adalah Johnny Deep. Konon, ini lah satu-satunya film dimana dia mau menyanyi sesuai dengan naskah, tanpa bantuan dubber. Jadi, ketika tokoh Todd ini menyanyi, itu benar-benar suara Deep. Kalo dipikir-pikir, suaranya bagus juga lho. Lagu-lagu yang menjadi naskah di film ini juga enak-enak untuk didengar. Hampir semua dialog dalam film ini dinyanyikan.


Benjamin Barker (diperankan oleh Johnny Deep) adalah seorang tukang pangkas yang hidup berbahagia dengan istrinya yang cantik, (diperankan oleh Laura Michelle Kelly) dan seorang bayi mungil. Benjamin menjalankan pekerjaan-nya sebagai tukang pangkas dengan penuh semangat dan ia sangat mencintai pekerjaannya itu. Ia bahkan memiliki enam bilah pisau cukur yang terbuat dari perak yang berkilauan.

Namun kebahagiaan hidupnya berubah ketika Hakim Turpin (diperankan oleh Alan Rickman ) tergoda melihat kecantikan istrinya dan sangat ingin memilikinya. Dengan berbagai akal bulus, Hakim Turpin berhasil menjebak Benjamin Barker sehingga ia dikirim ke penjara yang jauh selama beberapa tahun. Setelah masa hukumannya berakhir, Benjamin Barker kembali bersama seorang pelaut muda bernama Anthony (diperankan oleh Jamie Campbell Bower) ke kota asalnya dan melihat kalau kota itu telah jauh berubah sejak terakhir kali dilihatnya.

Ia mendatangi tempat yang dulunya menjadi tempat tinggalnya untuk mencari anak dan istrinya, di Fleet Street. Tapi tempat itu ternyata sudah dihuni oleh orang lain. Ia adalah Nyonya Lovett (diperankan oleh Helena Bonham Carter), seorang penjual pie yang berhati jahat. Dialah yang memberitahu Benjamin Barker, kalau istrinya telah meninggal ketika dia dipenjara dan menitipkan tempat itu kepadanya. Nyonya Lovett menawarkan agar Benjamin Barker tinggal di lantai dua rumah itu saja. Karena dia membuka sebuah toko pie di lantai satu.

Tapi sialnya, toko pie itu tidak laku. Karena Nyonya Lovett tidak mampu membeli daging, dia menggunakan daging tikus got sebagai isi pie daging yang dijualnya. Orang-orang mengetahui hal itu dan tidak ada yang mau membeli pie di tempatnya. Dan dia menumpahkan kekesalannya pada pemilik toko pie baru di seberang jalan, yang lebih ramai pembelinya, karena telah merebut pelanggan yang selama ini membeli di tokonya.

Lantai dua tempat Benjamin Barker tinggal dulunya berfungsi sebagai tempat praktek pangkas miliknya, sementara untuk tempat tinggal, ia dan keluarganya tinggal di lantai dasar, tempat Nyonya Lovett sekarang membuka toko pie. Tapi Benjamin Barker tidak keberatan. Ia melihat suasana tempat itu masih sama seperti ketika ia pergi. Ditambah lagi dengan sebuah box bayi tempat putrinya, Joanna (diperankan oleh Jayne Wisener) bayi dulu tidur. Ia lalu menanyakan kepada Nyonya Lovett, bagaimana keadaan keluarganya ketika ia dipenjara.

Nyonya Lovett lalu bercerita bagaimana hancurnya kehidupan istri dan anaknya sepeninggal dirinya. Hakim Turpin datang dengan niat untuk melamar , tapi ditolak. Ia tersinggung kemudian mencari cara lain untuk bisa mendapatkannya. Kemudian ia melaksanakan sebuah pesta di rumahnya, pesta resmi. Lalu ia mengundang istrinya itu agar datang menghadirinya. Ia terpaksa datang demi sopan santun.

Tapi ternyata, Hakim Turpin malah memperkosanya di tengah-tengah pesta, di hadapan orang ramai. Istrinya menjadi sangat frustrasi, kemudian bunuh diri. Hakim Turpin lalu mengambil alih hak asuh atas Joanna dan mengasuhnya seperti anaknya sendiri di rumahnya. Joanna tidak diizinkan keluar dari rumah dan mengkuti sekolah privat di rumah juga.

Kisah ini telah membuat Benjamin Barker sangat marah dan ingin membalas dendam pada Hakim Turpin. Dia lalu mengambil koleksi pisau cukur peraknya yang sangat tajam dan berniat untuk memburu Hakim Turpin. Tapi Nyonya Lovett mencegahnya karena itu akan membahayakan dirinya sendiri. Dia mengajari agar Benjamin Barker tidak terburu nafsu, tapi harus hati-hati agar tidak ada yang mencurigainya. Karena kalau terbukti ia membunuh Turpin yang berprofesi sebagai hakim, hukuman yang diterimanya bisa sangat berat. Benjamin Barker pun mengerti dan mulai menyusun rencana bersama Nyonya Lovett, untuk membalaskan dendam atas perlakuan jahat Hakim Turpin

Benjamin Barker kemudian mengubah namanya menjadi Sweeny Todd agar tidak ada orang yang menyadari kalau ia adalah Benjamin Barker yang pernah menjadi narapidana, kemudian kembali membuka usaha pangkas rambutnya di Fleet Street. Karena memang pada dasarnya ia adalah seorang tukang pangkas yang sangat ahli, maka dengan segera ia mendapat banyak pelanggan dan namanya mulai terkenal diantara setiap orang-orang kaya di kota. Tujuannya adalah kalau nanti dia sudah benar-benar sangat terkenal dan menjadi trend, hakim yang sombong seperti Turpin pasti akan datang juga. Ketika itulah dia akan membunuhnya. Di kursi pangkasnya, tanpa seorangpun yang melihatnya.

Melihat ketenarannya itu, seorang tukang pangkas bernama Pirelli yang sebelumnya sudah terkenal di kalangan orang-orang kaya di tempat itu datang mengunjungi Todd. Ternyata ia mengenali Sweeny Todd sebagai Benjamin Parker si narapidana, dan ia mengancam akan membocorkan hal ini kepada khalayak luas, kalau Todd tidak mau bekerja sama dengannya. Kerjasama yang ditawarkan sangat merugikan. Dia menyuruh Todd tetap membuka praktek pangkas-nya dan memangkas rambut orang-orang kaya itu, tapi hasilnya harus dibagi dua. Todd mendapat 30% saja dan sisanya untuk dirinya.

Todd yang pada dasarnya sudah dipenuhi rasa dendam, menjadi sangat marah dan membunuhnya. Tapi kemudian ia bingung, bagaimana caranya menyembunyikan mayat tukang pangkas terkenal itu? Apalagi si tukang pangkas itu memiliki seorang budak bernama – yang sudah beberapa tahun ini tinggal bersamanya. Disinilah Nyonya Lovett yang jahat menyumbangkan idenya. Ia kemudian menggunakan daging mayat itu sebagai isi pie daging yang dijualnya. Jadi, dia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli daging, juga tidak perlu menggunakan daging tikus yang tidak enak itu. Hmm.. inilah yang menjadi titik persamaan antara film ini dengan Alive, kedua-nya menggunakan cerita memakan daging manusia dalam skenarionya. Hasilnya bisa dipergunakan untuk kebutuhan mereka berdua.

Todd setuju dengan hal ini, karena ini berarti dia bisa dengan mudah menyalurkan hasratnya untuk membunuh orang. Dia lalu memodifikasi kursi pangkasnya, sehingga bisa langsung menjatuhkan mayat yang sudah tewas ke lantai dasar. Sementara Nyonya Lovett membangun tungku raksasa di bawah tanah yang berfungsi sebagai oven raksasa untuk memasak daging-daging mayat itu sekaligus. Ia juga mengubah tempat itu menjadi semacam dapur yang sekaligus berfungsi untuk mencacah daging. Ia melakukan semua itu sendiri dan tidak mengizinkan siapapun masuk kesana. Tidak juga – yang setelah tuannya meninggal, diangkat menjadi anak oleh Nyonya Lovett. Dia hanya bertugas melayani tamu dan mengantar pesanan saja.

Ada seorang wanita tua gila yang selalu berkeliaran di dekat restoran Nyonya Lovett ini. Dan dia selalu mengatakan kepada orang-orang, kalau ada sesuatu yang jahat sedang berlaku di Fleet Street. Dan kemudian menunjuk-nunjuk cerobong raksasa di restoran itu. Mengatakan kalau cerobong itu adalah mulut setan. Orang-orang tidak memperdulikannya, karena dia wanita tua itu memang gila. Tapi Nyonya Lovett selalu mengusirnya dengan terburu-buru setiap kali ia mendekati restoran pie yang selalu penuh pengunjung itu.

Dan memang, satu demi satu orang-orang mulai berhilangan tanpa ketahuan kabar beritanya. Tapi tidak dapat disimpulkan kalau para orang hilang itu tewas, karena tidak ada ditemukan jenazahnya. Todd semakin bersemangat karena gairah untuk membunuhnya sudah mendapat pelampiasan. Dan Nyonya Lovett bergembira karena toko pie nya kini laku keras. Orang-orang selalu memuji kelezatan daging di pie-nya.


Dan akhirnya, penantian Todd hampir berakhir. Hakim Turpin mendatangi tempat pangkasnya karena terpengaruh oleh omongan orang-orang. Ia sudah mulai mencukur bagian janggut Hakim Turpin, ketika tiba-tiba Anthony menerobos masuk ke tempat prakteknya sambil berteriak-teriak, kalau ia berniat membawa lari kekasihnya dari ayahnya yang kejam. Hakim Turpin mengenali Anthony sebagai pria yang selama ini diam-diam menjalin hubungan dengan putrinya. Dia sangat marah, karena ternyata Anthony adalah teman Todd, padahal ia sudah mulai menyukai Todd. Dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Ketika itu, Todd menyadari kalau kekasih yang dimaksud Anthony adalah putrinya, Joanna, yang berada dalam pengasuhan Hakim Turpin. Dan ia tidak bisa membunuh Rickman sebelum berhasil mendapatkan putrinya terlebih dahulu. Karena Hakim Turpin telah mengirimkan Joanna ke sebuah rumah sakit jiwa dan dikurung, sebagai hukuman karena telah berani berniat melarikan diri bersama Anthony. Tapi Todd dan Anthony berhasil melepaskan Joanna dari tempat itu, dan berniat untuk melarikan diri dengan naik kereta kuda.

Sementara itu, Nyonya Lovett mulai gelisah, karena anak angkatnya mulai curiga dengan banyaknya orang hilang di kota itu. Dia mulai mencurigai kalau Todd adalah dalang dibalik semua kejahatan itu. Akhirnya, meskipun ia sangat sayang pada anak itu, dia tetap lebih sayang pada uangnya. Maka ia kemudian berniat untuk membunuhnya agar bisnis restorannya tetap aman. Maka dia lalu mengunci –di dalam dapur di tempat tungku raksasa miliknya, lalu ia pergi mencari Todd. Karena ia tidak mampu membunuh anak itu dengan tangannya sendiri, dia ingin Todd yang melakukannya untuknya.

Ketika sedang menunggu di dalam dapur itulah – menemukan banyak potongan-potongan tubuh manusia di tempat pembuangan, seperti jari tangan dan kaki. Dia sudah mulai curiga dan ketakutan. Saat itu pula, jatuhlah dua mayat yang telah dibunuh Todd di lantai dua. – menjerit dan langsung menyembunyikan diri di dalam saluran got.

Salah satu dari mayat itu ternyata adalah mayat wanita tua gila yang berkeliaran di restoran Nyonya Lovett. Dia ternyata masuk ke tempat praktek Todd, ketika ia baru saja membunuh seseorang. Karena takut kalau si wanita gila itu akan melaporkannya, Todd membunuhnya juga dan menjatuhkannya bersamaan dengan mayat yang baru dibunuhnya tadi, yaitu Hakim Turpin, ke dapur di lantai dasar.

Kemudian Todd dan Nyonya Lovett kembali ke dapur bawah tanah, untuk membunuh – dan membereskan kedua mayat yang baru itu. Tapi mereka tidak berhasil menemukan – karena dia sudah bersembunyi di saluran got. Nyonya Lovett lalu menyuruh Todd membantunya mengangkat mayat si wanita gila itu terlebih dahulu dan memasukkannya ke dalam tungku. Todd agak terpana melihat wajah si wanita tua yang diterangi cahaya api dari tungku. Ia merasa seperti mengenalnya. Dan ternyata ia memang mengenalnya.

Rupanya wanita tua itu adalah istrinya, yang kata Nyonya Lovett sudah meninggal karena bunuh diri. Ternyata Nyonya Lovett berbohong. Istrinya belum meninggal. Tapi ia menjadi gila karena rasa malu setelah diperkosa ber-ramai-ramai di pesta Hakim Turpin. Nyonya Lovett sengaja berbohong, karena ia jatuh cinta pada Todd. Ia ingin Todd menjadi miliknya selamanya. Lagipula, wanita itu kan sudah gila. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan darinya.

Todd begitu sedih sekaligus marah. Ia sedih karena telah terpengaruh oleh tipu daya Nyonya Lovett, kemudian yang membuatnya lebih sedih lagi, tangannya sendirilah yang ternyata membunuh istrinya yang malang itu. Semua itu membuatnya sangat marah, lalu ia kemudian membunuh Nyonya Lovett dengan melemparkannya ke dalam tungku raksasa yang apinya menyala-nyala itu, hingga ia hangus terbakar. Kemudian jatuh terduduk sambil menangisi mayat istrinya.

Anak angkat Nyonya Lovett yang melihat semua kejadian itu, sangat marah karena Todd telah membunuh Nyonya Lovett yang sudah dianggapnya seperti ibunya sendiri. Jadi, ketika Todd sibuk menangisi dirinya sendiri, anak itu mengambil pisau cukur yang menjadi senjata Todd selama ini, lalu menggunakannya untuk menggorok leher pria yang sedang berduka itu. Todd diam saja, tidak berniat untuk melawan ataupun membela diri. Rasa bersalah nya terlalu besar. Akhirnya ia pun meninggal di dapur bahwa tanah itu dengan mayat istrinya dalam pelukannya.

Friday, July 17, 2009

The Day The Earth Stood Still


Cuplikan film ini pertama kali aku lihat di HBO sewaktu masih akan tayang di bioskop-bioskop. Trailernya begitu menarik. Menunjukkan bagaimana kota Manhattan yang megah dan penuh dengan bangunan-bangunan modern itu lenyap dalam sekejab mata, hancur menjadi debu. Dari potongan-potongan dialog yang ditampilkan secara singkat, bisa disimpulkan kalau materi film ini adalah mengenai serbuan alien ke bumi. Aktor utama pria adalah: Keanu Reeves dan aktris nya adalah: Jennifer Connely.

Setelah menonton filmya, kesimpulanku:
"Keseluruhan filmnya ternyata tidaklah seheboh potongan trailernya."
Lho, kok bisa begitu?

Dikisahkan di film ini kalau ada komunitas alien yang sudah lama sekali mengawasi planet bumi dan seluruh penghuninya. Bahkan ternyata mereka menempatkan beberapa mata-mata mereka untuk tinggal di tengah-tengah manusia. Namun, pada akhirnya mereka menganggap kalau manusia adalah mahluk perusak yang sudah tidak mungkin lagi berubah. Sehingga mereka memutuskan untuk menghancurkan bumi dan segala isinya. Untuk itu, mereka mengirim seorang utusan yang rencananya harus mengadakan perundingan dengan pemimpin manusian (dalam hal ini disebutkan adalah Ketua PBB). Namun, dalam film ini, seluruh tokoh-tokoh pemimpin dunia telah berubah menjadi pengecut dan memilih untuk bersembunyi dan mengasingkan diri, jauh sebelum utusan alien itu tiba di bumi. Dan pemegang keputusan utama adalah seorang wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Departemen Pertahanan AS.

Yang menurutku cukup menyimpang dari kebiasaan Hollywood. Dimana sosok pemimpin yang memegang keputusan pada saat-saat penting adalah seorang pria keras kepala yang serba tahu segalanya. Namun peran si wanita sekretaris Depham ini lebih menyerupai sebagai peran pelengkap saja. Dialog-dialognya tidak menggambarkan kekuasaan. Sikapnya juga tidak tampak sebagai sikap orang yang mengetahui apa yang dia kerjakan. Malahan dia kebanyakan bertanya kesana-kemari mengenai apa yang harus dilakukannya. Padahal, dia harus memutuskan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi serangan alien itu.

Utusan alien itu diperankan oleh Keanu Reeves. Dia yang mendapat tugas untuk menghancurkan bumi dan manusia yang sudah dikuasai oleh sifat perusaknya. Dia datang bersama dengan sesuatu yang terlihat sebagai algojo. Terbuat dari baja dengan ukuran yang lebih besar dan bisa mengendalikan gelombang radio dan gelombang elektromagnetik. Mereka datang dengan sebuah kapal, yang bentuknya sama sekali tidak mirip dengan UFO. Tapi lebih menyerupai bola cahaya yang berpendar-pendar. Si algojo dengan mudah bisa membuat senjata-senjata apapun menjadi tidak berguna. Hanya dengan mengeluarkan seberkas cahaya dari balik wajahnya yang seperti topeng.

Si utusan tidak berhasil bertemu dengan ketua PBB karena tidak diizinkan oleh Nyonya Sekretaris dengan alasan akan membahayakan keselamatan para pemimpin dunia itu. Dia menganggap si utusan alien itu datang ke bumi sebagai musuh. Dan disinilah peran Jennifer Connely. Dia adalah dokter mikrobiologi yang tidak pernah ditunjukkan sekalipun sedang melakukan tugas yang berhubungan dengan keahliannya. Kecuali pada lima detik pertama di awal film, ketika dia sedang mengajar sekelompok mahasiswa tingkat awal. Dengan tanpa alasan yang jelas, dia memilih untuk menyelamatkan si utusan alien itu, bahkan sebelum dia sempat berbicara sepatah katapun dengannya. Aneh bukan? Seorang ilmuwan yang biasanya berpikiran praktis, dengan begitu cerobohnya memilih untuk memihak kepada sebuah mahluk asing yang bahkan belum diketahui apa tujuan kedatangannya. Apakah dia bermaksud jahat atau tidak. Si ilmuwan lalu membantu utusan alien itu melarikan diri, dengan alasan dia berusaha untuk mengubah pemikiransi alien tentang sifat dasar manusia yang sangat perusak. Dan si ilmuwan ini memang membujuknya, tetapi dengan cara: memelas dan menangis. Hebat! Hollywood benar-benar menyimpang dari modelnya tentang film sci-fi seperti ini.

Tidak ada lagi ilmuwan-ilmuwan hebat Amerika yang dikumpulkan untuk mencari jalan keluarnya. Tidak ada laboratorium megah yang dipenuhi dengan peralatan-peralatan super canggih. Yang dijadikan tokoh pahlawan adalah seorang ilmuwan wanita muda yang tidak pernah menunjukkan bakatnya untuk memecahkan masalah itu, yang kemudian membujuk untuk mengubah pikiran alien itu dengan menangis. Aneh!

Lalu, tanpa diduga-duga, si algojo mengubah dirinya menjadi jutaan kumbang yang memakan semua jenis logam. Bagian inilah yang kemudian ditunjukkan sebagai trailer film ini dulunya. Dan bisa dikatakan, scene inilah yang lumayan bagus untuk dilihat secara visual. Bagaimana si algojo dari logam ini berubah menjadi miliaran kumbang pemakan logam. Hanya dengan sambil lalu saja, gerombolan kumbang ini bisa melahap sebuah lapangan baseball raksasa hanya dalam beberapa menit.

Di film ini terlihat bagaimana kumbang-kumbang ini memakan habis gedung-gedung pencakar langit, mobil yang sedang berjalan bahkan truk raksasa pun habis beserta pengemudinya. Kumbang-kumbang ini juga bisa membunuh manusia dengan masuk melalui saluran pernafasan dan kemudian memakan organ-organ dalam, sehingga manusia akan mati dalam waktu beberapa menit saja.

Peran puncak si utusan alien terdapat pada akhir film. Dimana si ilmuwan itu bisa mengubah pikirannya dan akhirnya dia tidak berniat untuk menghancurkan bumi. Maka dia mengorbankan dirinya sendiri dengan menghancurkan kapal ruang angkasa yang ditumpanginya. Dalam sekejab, kumbang-kumbang itu pun mati dan luruh ke tanah bersama dengan si utusan alien.

Secara keseluruhan, film ini tidak bermutu dan menyedihkan!
Aku menyesal membeli dvd nya. Dan tidak habis pikir, bagaimana mungkin Keanu Reeves mau menerima film dengan skenario murahan seperti itu.

Alive (Survivor From Andes)

Ini adalah film yang berhasil membuatku tetap nempel di sofa dan rela memundurkan jam memasakku. Akibatnya, waktu untuk bersapa dengan laptop tercinta pun mundur juga. Tapi tidak apalah. Film ini memang bagus dan layak untuk ditonton. Diangkat dari kisah nyata tentang peristiwa kecelakaan pesawat Uruguayan Air Force Flight 571 yang terjatuh di Pegunungan Andes pada tanggal 13 Oktober 1972. Pesawat ini mengangkut tim rugby Uruguay beserta teman-teman dan keluarganya yang merupakan lulusan dari Universitas Stella Maris. Total penumpang adalah 45 orang dan hanya 16 orang diantara mereka yang selamat.


Aku tidak menggunakan nama-nama pemain disini ataupun nama tokoh, karena jalan cerita yang hebat-lah yang menjadi titik perhatian utamaku. Karena bisa dikatakan, tidak ada yang mendapat posisi paling penting disini. Semua orang adalah pemeran utama dalam film yang menunjukkan usaha manusia menaklukkan alam agar bisa menyelamatkan dirinya. Juga menunjukkan bagaimana manusia sendiri sebenarnya hanya secuil debu di alam ini. Bagaimana dalam penderitaan terhebat di alam luas itu, seorang atheis fanatik sekalipun bisa berubah dan mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Orang-orang yang tidak pernah berdoa berbalik dan berdoa dengan sepenuh hati dan bercucuran air mata, berharap agar mereka bisa selamat dari keganasan alam itu.

Cerita berawal ketika pesawat itu terjatuh, penumpang yang selamat kemudian berusaha menolong penumpang lain yang terluka, meski ada beberapa penumpang yang sudah tewas. Mereka yang terluka kemudian mendapat perawatan seadanya semampu mereka, sementara yang tewas dikeluarkan dari badan pesawat dan dibaringkan di salju tebal di luar.

Ada seorang penumpang selamata yang merupakan mahasiswa kedokteran, yang mengambil tugas untuk membantu pengobatan para korban yang terluka. Sementara yang lainnya membantu mengeluarkan korban-korban lain yang masih terjepit diantara kursi-kursi penumpang. Malam itu mereka bertahan di dalam pesawat karena ada badai salju hebat yang melanda pegunungan Andes. Dan badai salju itu pun menewaskan beberapa orang lagi malam itu.

Seluruh penumpang yang tertinggal kemudian membongkar barang-barang di dalam pesawat untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Mereka menemukan sebungkus biskuit, beberapa batang coklat, dan dua botol anggur. Fernando bertindak sebagai pemimpin, dan memutuskan kalau mereka akan menghemat jatah makanan itu, sampai bantuan datang menyelamatkan mereka. Sehingga mereka hanya makan sepotong kecil coklat dan setengah tutup botol anggur untuk bertahan hidup.

Pada malam hari, mereka tidur di dalam badan pesawat yang sudah hancur. Menutupi jendela-jendelanya yang terbuka dengan kain-kain dan tumpukan tas untuk menahan hembusan angin yang dingin menusuk. Sambil berharap datangnya bala bantuan atau setidaknya melihat pesawat yang akan melintasi daerah itu.

Keesokan harinya, mereka melihat sebuah pesawat kecil terbang melintasi tempat itu. Mereka segera berkerumun keluar dan melambaikan tangan. Pesawat itu berputar-putar beberapa kali, dan Fernando yakin kalau pilot pesawat itu sudah melihat mereka, dan akan kembali untuk membawa bantuan. Mereka begitu bersuka cita. Dan dengan percaya diri mereka menghabiskan stok makanan mereka yang tersisa semuanya pada malam itu. Karena yakin kalau besok akan ada helikopter yang datang menjemput dan menyelamatkan mereka.

Tapi kenyataan berkata lain. Ternyata pesawat itu tidak melihat mereka dan karena itu tidak pernah kembali untuk menyelamatkan mereka. Maka penderitaan mereka pun semakin bertambah karena jatah makanan mereka sudah habis. Akhirnya beberapa orang memutuskan untuk mencari bagian ekor pesawat. Di sana ada aki yang bisa mereka pergunakan untuk menghidupkan kembali radio pesawat dan memanggil bantuan. Masalahnya, mereka tidak yakin dimana letak pasti dari bagian ekor pesawat yang patah itu. Dan mereka sama sekali buta dengan daerah pegunungan dengan salju setinggi perut itu.

Akhirnya diputuskan, bahwa tiga orang akan berangkat untuk mencari lokasi ekor pesawat itu dan membawa aki tersebut ke badan pesawat. Tapi ternyata perjalanan itu sangat berbahaya. Pada siang hari, Pegunungan Andes memang mendapat sinar matahari, sehingga mereka tidak terlalu merasa kedinginan. Tapi di malam hari, tanpa perlindungan yang memadai, manusia akan tewas karena membeku.

Tim yang berangkat ini tidak membawa perlengkapan apapun. Mereka hanya berbekal sweater tipis dan sepatu sneaker. Ditambah lagi perut kelaparan karena sudah dua hari tidak makan. Mereka terduduk membeku kedinginan ketika malam tiba. Untungnya mereka berhasil selamat hingga muncul matahari pagi. Karena itu mereka memutuskan untuk kembali saja, meskipun tanpa hasil.

Kegagalan tim pertama kemudian berusaha diperbaiki kembali. Mereka memutuskan untuk menunggu hingga cuaca benar-benar bersahabat dan tidak ada badai salju. Mereka akan menambah jumlah pakaian agar lebih hangat. Tapi masalah yang masih belum ada penyelesaiannya adalah: bagaimana mengatasi rasa lapar. Karena tanpa makanan, mereka akan menjadi lemah dan tewas karena kedinginan.

Akhirnya, memberikan sebuah usul yang sangat mengejutkan mereka. Bahwa untuk bertahan hidup di cuaca yang ekstrim itu, mereka harus makan banyak daging. Karena daging adalah sumber kalori yang paling besar. Dan karena tidak ada hewan yang bisa diburu di sekitar itu, maka mereka harus memakan mayat-mayat korban yang terbaring di luar.

Pada awalnya, hampir semua menolak usul itu. Tapi perlahan-lahan, dengan memahami situasi yang mereka alami, akhirnya mereka menyadari kalau mereka tidak punya pilihan lain. Yang pertama kali mengiris daging dari mayat itu adalah Fernando dengan menggunakan pecahan kaca jendela pesawat. Adegan itu menunjukkan bagaimana dengan susah payah ia memasukkan potongan daging yang dicungkilnya dari bagian pinggang salah satu mayat itu ke dalam mulutnya. Berusaha mati-matian melawan rasa ingin muntah dan menelannya dengan bantuan segenggam salju yang dimasukkan dengan terburu-buru ke dalam mulutnya.

Setelah itu, barulah kawan-kawannya yang lain menirunya. Suhu yang membeku telah berfungsi sebagai lemari es raksasa. Mayat-mayat itu tidak membusuk tapi membeku seperti disimpan di dalam freezer dan tetap segar. Mereka berhasil bertahan hidup selama 70 hari di pegunungan es itu karena tetap memiliki tenaga dari memakan daging mayat.

Setelah masalah perut teratasi, mereka kemudian kembali mengirimkan regu yang baru untuk mencari ekor pesawat. Mereka memperlengkapi tim yang baru ini dengan pakaian tebal, sepatu bot dan sekantung daging manusia untuk penambah tenaga di perjalanan. Kali ini tim kedua berhasil menemukan letak ekor pesawat sekaligus menemukan aki yang mereka cari-cari. Tapi ternyata aki itu sangat berat sehingga mereka tidak mungkin membawanya turun kembali. Mereka kemudian memutuskan untuk membawa orang yang mengetahui cara memperbaiki radio ke tempat aki itu berada.

Malangnya, ternyata mereka tidak berhasil memperbaiki radio itu. Tapi mereka menemukan sejumlah kain berlapis penahan panas yang bisa dipergunakan sebagai kantung tidur. Mereka kemudian membawa kembali barang-barang yang bisa dipergunakan ke tempat mereka. Seperti baju-baju tambahan untuk penghangat. Sementara itu jumlah mereka semakin berkurang, karena setiap hari selalu ada yang tewas karena tidak tahan dengan suhu udara yang sangat dingin itu.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari sendiri bantuan, karena kalau tetap diam dan menunggu disana, mereka juga pasti akan tewas. Tim ketiga akhirnya berangkat lagi untuk mendaki. Kali ini dengan tujuan untuk mencari daerah pemukiman penduduk sejauh mereka bisa berjalan kaki. Dari sana mereka akan mencari bantuan untuk menjemput kawan-kawan mereka yang tersisa. Mereka kembali setelah memperlengkapi diri dengan jatah daging, kantung tidur yang bisa menahan panas dan sepatu yang lebih kuat karena dililit dengan tali.

Dari awal memang sudah bisa dipastikan kalau perjalanan ini tidak akan mudah. Mereka hanya berbekal keyakinan kalau Chile berada di arah Barat, tapi tidak tahu akan sejauh apa perjalanannya. Bahkan di tengah perjalanan pun mereka hampir tergelincir ke jurang. Ditunjukkan kalau cukup banyak hari yang terlewati ketika akhirnya mereka menemukan sebuah lembah. Puncak pegunungan es itu akhirnya terlalui juga. Dan mereka kembali dengan membawa bantuan helikopter untuk menjemput teman-temannya yang masih menunggu di pegunungan.

Akhir film yang mengharukan. Ketika semua orang yang sudah putus asa menunggu dalam diam di bangkai pesawat, mereka mendengar suara helikopter yang mendekat, kemudian buru-buru berlari ke luar untuk melihat. Dan terlihatlah ketiga orang teman mereka yang dengan berani telah melintasi dan menaklukkan puncak gunung es itu dengan peralatan seadanya, melambaikan tangan dari atas helikopter. Semua tertawa sambil menangis dan melambaikan tangan.

Kisah ini dituliskan oleh salah seorang korban yang selamat, kemudian diproduksi dalam bentuk film pada tahun 1993. Dan didedikasikan untuk mengenang ke-29 penumpang lain yang telah tewas di Pegunungan Andes itu. Beberapa pemerannya antara lain Ethan Hawke, Vincent Spano dan Josh Hamilton. Beberapa tahun kemudian, para penumpang yang selamat kembali ke lokasi jatuhnya pesawat dan mendirikan salib raksasa dari besi di puncak bukit itu, sebagai monumen untuk sahabat, adik dan sanak-keluarga mereka yang tewas. Salib itu begitu besar sehingga terlihat dari puncak gunung yang lain. Film yang luar biasa...

The Night At The Museum 2

Aku penggemar berat film The Night At The Museum. Begitu menonton sekuel pertamanya yang lucu itu, aku langsung yakin kalau versi keduanya juga pasti akan lucu. Pemeran utama masih tetap Ben Stiller. Para penghuni museum lainnya juga masih tetap muncul.

Awalnya aku agak ragu, apa yang akan membuat The Night At The Museum yang berjudul Battle Of The Smithsonian ini berbeda dari yang pertama ya? Kalau cuma meniru yang pertama, pasti kurang greget. Tapi ternyata, para pemeran dalam film ini memang mengalami penambahan. Dengan kualitas kelucuan yang juga mengalami peningkatan. Ini aku tuliskan disini ya.


Pada The Night At The Museum kedua ini, dikisahkan kalau Larry Daley(diperankan oleh Ben Stiller) ternyata sudah tidak bekerja sebagai penjaga malam lagi di museum dan sekarang sudah memiliki perusahaan sendiri dan menjadi pengusaha.

Suatu ketika dia memutuskan untuk mengujungi museum itu kembali dan melihat kondisi teman-temannya. Tapi dia sangat terkejut, karena museum itu sedang melaksanakan sebuah perubahan besar-besaran. Dr. McPhee (diperankan oleh Ricky Gervais memutuskan untuk mengganti patung-patung lilin tersebut dengan efek tiga dimensi yang lebih canggih lagi.

Dalam metode tiga dimensi ini, para penghuni museum diganti menjadi seperti cahaya saja, namun dapat berbicara dan memperkenalkan dirinya seperti layaknya orang yang berbicara. Hanya saja wujud mereka hanya berupa cahaya tiga dimensi, jadi tidak bisa disentuh. Karena itu pulalah para boneka lilin pun disingkirkan dan akan disimpan di ruang bawah tanah. Karena sudah dianggap tidak diperlukan lagi.

Hampir seluruh penghuni lama akan disingkirkan, kecuali Theodore Roosevelt (yang diperankan oleh Robin Williams beserta kudanya dan Ahkmenrah (diperankan oleh Rami Malek) si firaun Mesir pemilik tabulet ajaib yang selama ini telah membuat seisi museum itu hidup. Oh ya, tak lupa juga si patung dinosaurus menyeramkan yang bertingkah seperti anjing jinak juga ternyata tidak dipindahkan karena berukuran terlalu besar. Dan karena tabulet itu juga akan tetap tinggal di museum, maka penghuni museum yang dipindahkan tidak akan bisa hidup lagi, termasuk juga Sacajawea (yang diperankan oleh Mizuo Peck).

Semua patung lilin lainnya akan dipindahkan ke tempat bernama Smithsonian dan berkumpul dengan penghuni museum yang baru. Museum ini lebih luas dan lebih canggih. Tanpa sepengetahuan mereka, si monyet langka yang nakal berhasil mencuri tabulet ajaib itu dan membawanya ke Smithsonian. Akibatnya, semua penghuni Smithsonian juga menjadi hidup di tengah malam.


Malangnya, di dalam museum baru ini, tinggallah Kahmunrah (yang diperankan oleh Hank Azaria), saudara dari Ahkmenrah yang sangat dibencinya. Kahmunrah memiliki sifat yang jahat. Begitu mengetahui kalau tabulet itu bisa membuatnya hidup, Kahmunrah berniat menguasai benda itu, untuk memastikan dirinya bisa tetap hidup dan berniat untuk menguasai dunia modern.

Larry datang ke Smithsonian dengan niat untuk membantu rekan-rekannya dari penindasan Kahmunrah yang jahat. Di museum ini juga ia bertemu dengan Amelia Earhart (diperankan oleh Amy Adams), pilot wanita pertama. Amelia kemudian membantu Larry untuk menyelamatkan teman-teman lilinnya yang lain.


Disinilah berbagai kelucuan khas The Night At The Museum dimulai. Karena penghuni Smithsonian sangat banyak, maka tokoh yang muncul pun bertambah. Misalnya, ketika Larry dan Amelia berciuman di dekat air mancur yang berhiaskan tiga patung cupid, maka cupid-cupid itu pun bernyanyi, seperti khasnya ketika ada orang yang sedang memadu cinta. Dan lagu yang dinyanyikan adalah: More Than A Woman dari Beegees.

Lalu ketika Kahmunrah mengajak serta para penjahat dunia yang lain seperti Al Capone (diperankan oleh Jon Bernthal), Ivan si Tsar Rusia (diperankan oleh Christopher Guest) dan Napoleon Bonaparte (diperankan oleh Alain Chabat) untuk bekerja sama dengannya, situasi jadi bertambah lucu. Karena keempat tokoh itu berasal dari zaman dan latar belakang yang sama sekali berbeda. Namun karena memang dasarnya semuanya merupakan penguasa-penguasa tiran, mereka bisa bekerja sama dengan baik.

Maka kejar-kejaran pun dimulai. Larry dipaksa untuk memberitahukan kode untuk mengaktifkan tabulet itu, atau temannya Jedediah Smith (diperankan oleh Owen Wilson) akan tewas. Karena Kahmenrah telah mengurungnya dalam sebuah jam pasir. Kalau Larry tidak segera menemukan kodenya, maka Jedediah akan tewas terkubur dalam pasir jam itu.

Amelia pun membantunya untuk mencari-cari siapa yang mungkin tahu tentang kode itu. Akhirnya mereka berhasil menemui Albert Einstein (suaranya diperankan oleh Eugene Levy) yang kemudian memberitahukan kode tabulet itu. Kahmenrah akhirnya berhasil menggunakan tabulet itu untuk membuka gerbang kematian dan memanggil prajurit-prajurit kuno-nya yang sama jahat dengan dirinya.

Prajurit-prajurit kuno ini berbentuk manusia namun berkepala burung. Dan Kahmenrah sudah bersiap-siap untuk membawa pasukannya keluar, ketika Octavius (diperankan oleh Steve Coogan) si miniatur panglima Romawi berhasil mencegahnya dengan membawa patung raksasa Abraham Lincoln (diperankan oleh Hank Azaria juga) dan berhasil menakut-nakuti pasukan burung itu. Mereka memilih untuk masuk kembali ke gerbang kematian dan buru-buru menutup pintunya.

Hal ini menimbulkan kemarahan dari Kahmerah maka perang pun pecah. Namun Larry mendapat bantuan dari kawan-kawannya, karena ternyata Amelia berhasil membebaskan mereka dari kurungan yang dibuat oleh Kahmenrah. Dalam perang itulah mereka berhasil menjebak Kahmenrah agar masuk ke gerbang kematian juga, lalu mengunci pintunya dengan tabulet itu untuk selamanya.

Larry akhirnya menyadari kalau pekerjaan sebagai penjaga malam museumlah yang sebenarnya disukainya. Maka, diam-diam ia menjual perusahaan besarnya itu kemudian menyumbangkan hasilnya untuk museum, agar museum itu bisa kembali beroperasi seperti semula, lengkap dengan patung-patung lilinnya.

Dan uniknya, Larry mendapat ide untuk memanfaatkan hidupnya penghuni-penghuni museum itu di waktu malam, sebagai daya tarik untuk memancing pengunjung. Ia mengusulkan agar museum memperpanjang waktu tutupnya sampai tengah malam, sehingga pengunjung bisa berinteraksi dengan para penghuni museum yang hidup itu. Tapi pengunjung tidak benar-benar menyadari keadaan aneh itu, karena Larry mengatakan kalau penghuni museum itu terlihat hidup karena rekayasa teknologi belaka. Sementara itu ia memastikan agar seluruh penghuni museum tidak membocorkan rahasia mereka juga.

Pengunjung yang datang di waktu malam, bisa melihat fosil dinosaurus raksasa yang bergoyang-goyang. Namun ia selalu mengejutkan para pengunjung yang menganggapnya hanya mainan. Lalu Ahkmenrah menjelaskan tentang sejarah Mesir kuno kepada sekelompok murid. Attila the Hun (diperankan oleh Patrick Gallagher) menceritakan tentang sejarah Mongol kepada anak-anak. Dan Thodore Roosevelt berkuda dengan bebas di sekeliling museum sambil memperkenalkan dirinya sebagai mantan presiden Amerika. Sejak saat itulah The Night At The Museum tidak lagi menjadi rahasia Larry saja. Karena ia berhasil membuat masyarakat bisa menikmati keajaiban itu, tanpa harus membuka rahasia yang sebenarnya.

Dr. McPhee sangat gembira melihat kemajuan museum itu. Dia bersyukur kalau ada orang kaya yang diam-diam menyumbangkan uangnya untuk membangun museum itu, tanpa menyadari kalau orang kaya itu adalah Larry sendiri. Namun ia sangat senang karena Larry kembali bekerja sebagai penjaga malam. Karena menurutnya, tak ada yang mampu membuat museum itu menjadi lebih baik kecuali Larry sendiri.

Ini adalah alur utama ceritanya. Aku tidak bisa menulis semua adegan lucu yang ada di film ini. Karena adegan-adegan itu akan terlihat lucu kalau ditonton, bukan diceritakan.

Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP