Monday, November 30, 2009

13 Going On 30


Jenna Rink (diperankan oleh Jennifer Garner) adalah seorang gadis remaja yang sangat ingin bisa diterima menjadi anggota sebuah kelompok yang isinya gadis-gadis paling populer di sekolahnya. Gadis-gadis populer itu cantik-cantik dan disukai banyak teman pria di sekolahnya. Meskipun Jenna sendiri sebenarnya adalah seorang gadis yang tidak terlalu menarik, dengan kaca mata tebal dan rambut mengembang.

Yang menjadi pemimpin kelompok keren itu adalah seorang gadis manja yang jahat dan sombong bernama Lucy (diperankan oleh Judy Greer), yang dipanggil dengan julukan Tom-tom. Dia berniat mengetahui kalau Jenna sangat ingin bisa masuk dalam geng-nya. Sebenarnya ia tidak berniat menerima Jenna masuk dalam kelompoknya, tapi dia sangat ingin mengerjainya.

Ketika kemudian Jenna merayakan ulang tahunnya yang ke-13, ia mengundang Tom-tom dan anggota gengnya untuk datang ke rumahnya. Tapi ternyata Tom-tom cs sudah menyiapkan serangkaian kejahilan yang menyebabkan Jenna akhirnya terkunci di dalam lemari. Ia menangis dan memanggil kawan-kawannya agar mengeluarkannya dari lemari. Tapi Tom-tom dan kawan-kawannya hanya tertawa-tawa dan meninggalkan rumah Jenna tanpa melepaskannya. Jenna yang menyadari bahwa ternyata dia sudah dikerjai hanya bisa menangis sedih. Ia menyesali rupa fisiknya yang buruk, sehingga tidak diterima menjadi anggota geng anak-anak populer itu.

Ketika dia menangis sambil membentur-benturkan tubuhnya ke dinding lemari, ia tidak melihat seberkas cahaya keluar dari sebuah rumah mainan yang terletak di rak di atas kepalanya. Rumah mainan itu adalah hadiah yang diberikan Matt Flamhaff (diperankan oleh Mark Rufalo), teman lelakinya, kepadanya sebagai hadiah ulang tahun. Matt adalah seorang anak lelaki gendut yang juga sama tidak populernya dengan dirinya, tapi sangat baik hati dan selalu menemani Jenna kemanapun dia pergi. Tapi Jenna tidak terlalu memperhatikannya, karena menurutnya Matt terlalu kurang populer untuk ditemani. Dia ingin punya teman populer seperti Tom-tom. Ketika berkas cahaya itu mengenai kepalanya, Jenna pun tertidur pulas.

Ketika terbangun, dia menemukan keganjilan pada dirinya. Dia terbangun dan menemukan dirinya berada dalam tubuh seorang wanita dewasa yang sangat cantik. Ternyata, berkas cahaya itu telah melakukan sebuah keajaiban pada dirinya. Pada ulang tahunnya yang ke-13, dia berubah menjadi wanita dewasa yang mapan berumur 30 tahun. Dia bingung sekaligus bahagia, karena harus melewatkan tahap masa remajanya yang suram dan tidak menyenangkan. Di umur 30 tahun, Jenna ternyata sudah menjadi seorang editor sukses di sebuah majalah mode terkenal. Dia tinggal di apartemen mewah dan memiliki sebuah limosin lengkap dengan supirnya.

Lemarinya penuh dengan pakaian, sepatu dan tas dari merek-merek mahal dan terkenal. Dan kekasihnya adalah seorang atlit tampan yang digandrungi banyak wanita. Dia telah berubah dari seekor itik buruk rupa menjadi angsa putih yang anggun. Dia sangat bahagia dan berusaha menikmati dunia barunya. Tapi, apakah dia bahagia? Ternyata tidak.

Dia menemukan, bahwa ketika dia sudah dewasa, dia berubah menjadi seorang wanita cantik yang sombong, egois dan penuh muslihat. Dia tidak disukai penghuni apartemen lainnya karena terlalu sombong dan selalu mengejek orang lain. Ia juga selalu kasar pada penjaga pintu apartemen yang dianggapnya orang rendahan. Ia juga sudah tidak berteman lagi dengan Matt yang dianggapnya kalah sukses dengannya. Dia sudah lama tidak berkomunikasi dengan orang tuanya, yang dianggapnya kolot dan merepotkan. Dan yang paling buruk, ternyata ia telah menghianati perusahaan tempatnya bekerja dan berbuat curang. Ia membocorkan banyak rahasia perusahaan kepada perusahaan kompetitor, tanpa seorang pun yang mengetahui. Dan ia bersahabat akrab dengan Tom-tom yang juga sudah dewasa. Tom-tom selalu memujanya dan mengikutinya kemanapun dia pergi, berbeda dengan ketika mereka masih remaja.

Dalam kebingungan dia pergi mencari Matt ke apartemennya. Matt yang bekerja sebagai fotografer lepas itu terkejut melihat Jenna datang ke apartemennya yang sederhana. Sudah bertahun-tahun lamanya Jenna tidak mau bertemu dengannya lagi. Sesudah ia bergabung dengan geng Tom-tom, tepatnya. Setelah dia mengetahui keajaiban yang dialami Jenna, ia pun mau membantu Jenna untuk mencari informasi tentang masa lalunya yang terlompati.

Ternyata Jenna berhasil diterima oleh geng Tom-tom. Tak hanya diterima, ia pun berhasil mengalahkan pamor Tom-tom dan merebut predikat ketua geng darinya. Jenna berubah menjadir gadis remaja yang percaya diri. Ia melepaskan kaca matanya dan mulai rajin berdandan. Ia juga bahkan dianugerahi sebagai Ratu Prom di malam perpisahan sekolah dan bergandengan dengan cowok paling populer di sekolahnya, sebagai Raja Prom. Ia kemudian tetap bersahabat akrab dengan Tom-tom dan menyisihkan Matt.

Satu persatu keburukan yang dilakukannya keluar. Dia sendiri juga merasa sangat heran, mengapa dia mampu melakukan kejahatan seperti itu. Ketika dia berusaha memperbaiki keadaan, ia selalu menemukan satu lagi hal buruk yang telah dilakukannya. Pertama, dia berusaha berteman dengan seorang gadis remaja yang tinggal di apartemen yang sama dengannya. Gadis itu sampai heran karena dulunya Jenna selalu memandangnya dengan sinis dan tak pernah menyapanya. Jenna yang sebenarnya masih berumur 13 tahun tapi terjebak dalam tubuh wanita 30 tahun, tetap menganggap kalau gadis itu adalah sebayanya. Mereka bahkan mengadakan pesta piama di apartemen Jenna.

Dia juga menyadari kalau dia tak pernah mencintai atlit ganteng yang jadi pacarnya sekarang. Jauh di lubuk hatinya dia mencintai teman masa kecilnya Matt yang meskipun tidak sesukses dirinya, telah tumbuh menjadi seorang pria tampan. Matt juga sebenarnya naksir Jenna waktu mereka masih kecil dulu, tapi Jenna telah berubah menjadi gadis sombong yang menyepelekan dirinya. Ketika situasi berubah, ia sudah bersiap untuk memutuskan pacarnya agar bisa berhubungan kembali dengan Jenna.

Tapi Tom-tom yang merasa iri dengan keberhasilan Jenna telah berhasil memporak-porandakan kehidupannya. Dia mencuri ide Jenna dan menjualnya ke perusahaan saingan mereka. Imbalannya dia diangkat sebagai editor. Perusahaan Jenna pun terancam bangkrut. Tom-tom juga berhasil mengadu domba Matt dengan Jenna sehingga pria itu meninggalkannya dan mempercepat proses pernikahan dengan kekasih yang tidak dicintainya dulu. Mendapati hidupnya begitu berantakan, Jenna menangis dan memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya. Dalam keheranan, orangtuanya menerima putri mereka yang sudah melupakan mereka selama bertahun-tahun. Jenna semakin sedih mengetahui bagaimana buruknya ia memperlakukan orang tuanya. Ia hanya bisa menangis dan menyesali diri. Ia berharap bisa kembali ke masa kecilnya dan memperbaiki kesalahan fatal yang sudah dibuatnya.

Ternyata doanya dikabulkan. Berkas cahaya yang sama turun dan menimpa kepalanya, ketika Jenna sedang tertunduk dan menangis. Ia kembali tertidur. Ketika bangun, ia mendapati dirinya sudah kembali ke dalam lemari tempat Tom-tom cs mengurungnya sewaktu pesta ulang tahunnya yang ketiga belas. Dia begitu gembira sehingga berhasil mendobrak pintu lemari yang terkunci. Ia kemudian melihat Matt remaja yang masih gendut tapi sangat baik kepadanya, lalu memeluknya. Matt sampai terheran-heran. Lalu, tiba-tiba muncul Tom-tom yang kembali karena syalnya ketinggalan di rumah Jenna. Dia menyapa Jenna tapi Jenna malah memakinya dan mengusirnya keluar dari rumahnya. Dia sudah mengetahui, kalau Tom-tom adalah gadis jahat yang penuh muslihat. Dan gadis seperti itu tidak perlu ditemani.

Di akhir acara ditunjukkan kalau akhirnya Jenna menikah dengan Matt.

Ia memang tidak berhasil menjadi editor sebuah majalah mode terkenal, tapi ia hidup bahagia bersama orang-orang di dekatnya, yang mencintainya dengan tulus.(2004)

Tuesday, November 24, 2009

While She Was Out


Della (diperankan oleh Kim Basinger) adalah seorang ibu rumah tangga yang merana. Suaminya, Kenneth (diperankan oleh Craig Sheffer), jahat dan selalu pulang dalam keadaan marah-marah. Mereka punya sepasang anak kembar yang baik dan memahami tekanan yang dialami ibunya. Della juga selalu bertindak sebagai ibu yang baik untuk anak-anaknya. Tapi semua yang dikerjakannya selalu dipandang salah oleh suaminya. Ia adalah istri yang disia-siakan. Padahal sebenarnya dia wanita yang cukup pintar, hanya saja dia terkurung dalam pekerjaan rumah tangga yang tidak pernah berakhir. Mereka hidup mewah, tapi Della tidak pernah bahagia.

Pada suatu malam Natal, suaminya pulang dalam keadaan mabuk dan marah-marah karena permasalahan di kantor yang tidak diketahui Della. Dia bahkan sudah hampir memukul istrinya itu. Della yang ketakutan hanya bisa menangis dan memutuskan untuk keluar rumah dengan alasan ingin membeli kertas kado. Sebelumnya ia mengantarkan anak-anaknya tidur terlebih dahulu. Mereka sudah terlebih dahulu melihat bagaimana ayah mereka membentak-bentak ibunya. Sehingga mereka memberikan coretan gambar yang mereka buat dengan tulisan ”Aku sayang ibu

Mal ternyata sangat penuh pada malam Natal itu. Della kesulitan mencari tempat parkir. Dia sudah mulai kesal karena mal sudah akan tutup dalam beberapa saat lagi. Saat itu dia melihat sebuah mobil yang parkir sembarangan hingga menggunakan dua lot parkir sekaligus. Seharusnya satu mobil lagi masih muat untuk parkir di sampingnya. Kemarahan Della yang sudah dibawa dari rumah semakin meningkat. Dia nekat menuliskan selembar kertas yang memaki pemilik mobil yang tidak bertanggung jawab itu dan menyelipkannya di wiper mobil seperti tiket parkir.

Dalam perjalanan ke tempat parkir habis belanja, Della melihat kalau kertas itu sudah tidak terselip lagi, tapi mobil tersebut masih tetap terparkir. Parkiran sudah sepi, karena orang-orang sudah pulang dan mal sudah tutup. Ternyata, pemilik mobil itu adalah segerombolan pemuda berandalan yang merasa kesal karena Della menuliskan kalimat-kalimat mengejek di selembar kertas itu. Mereka berniat berbuat jahat padanya. Ketika seorang polisi berusaha melerai, salah seorang dari pemuda itu berhasil menembaknya hingga tewas. Della yang ketakutan segera melarikan mobilnya.

Pemuda berandalan itu memburunya. Mereka berniat membunuh Della karena dia adalah satu-satunya saksi yang melihat mereka membunuh polisi. Mobil Della menabrak pagar pembatas dan masuk ke lokasi pembuangan mobil yang terbengkalai. Saat itulah perjuangannya untuk mempertahankan hidupnya dimulai. Dia mempersenjatai dirinya dengan kotak peralatan mobil yang diambilnya dari bagasi. Dia tidak punya pistol, sementara pemuda berandalan itu punya. Dia hanya punya peralatan besi itu untuk membela diri.

Ketika mereka memburunya, tanpa sengaja, salah seorang dari keempat pemuda yang bernama Huey (diperankan oleh Jamie Starr) itu jatuh ke sebuah lubang dan tewas seketika. Kejadian itu benar-benar tidak disengaja. Tapi ketiga orang temannya yang tersisa menganggap Della yang bertanggung jawab atas kematian temannya. Mereka akan tetap memburunya dan membunuhnya. Kali ini, Della tidak cukup hanya berusaha untuk membela diri, tapi juga harus menjatuhkan musuh-musuhnya satu persatu.

Ketiga orang pemuda berandalan itu menganggap remeh Della karena dia hanya seorang perempuan yang ketakutan. Jadi, mereka semakin gencar memburunya. Tapi, mereka salah. Rasa takut yang dimiliki Della lebih besar daripada ketakutan para berandalan itu. Kalau berandalan itu takut Della akan melaporkan perbuatan mereka ke polisi, Della takut mereka akan menghabisi nyawanya. Jadi, secara otomatis Della menjadi lebih nekat dan lebih berani.

Satu-persatu mereka tewas di tangannya. Seorang dari berandalan itu bernama Tomas (diperankan oleh Luis Chavez) memergoki Della ketika sedang berlari diantara pepohonan. Tomas berhasil mengejar Della dan meninggalkan kawannya Vinh (diperankan oleh Leonard Wu) dan Chucky (diperankan oleh Lukas Haas) di belakang. Della bersembunyi di balik semak dan mengeluarkan dongkrak dari kotak peralatan yang selalu dibawanya. Lalu ketika Tomas mendapati tempat persembunyiannya, dengan sekuat tenaga Della memukulnya dengan dongkrak itu. Berkali-kali sampai akhirnya dongkrak itu menancap hingga menembus tempurung kepalanya.

Vinh dan Chucky yang menemukan mayat Tomas bereaksi berbeda. Vinh cenderung mulai gentar, karena melihat segala hal yang bisa dilakukan Della untuk mempertahankan diri. Sementara Chucky lebih merasa semakin marah dan makin penasaran untuk memburu Della. Ternyata, keragu-raguan Vinh juga yang menyebabkan kekalahannya dari Della. Della berhasil menusuk telinganya hingga tembus ke mulut, dengan sebuah obeng panjang. Vinh tewas dan terguling ke tepi sungai.

Chucky yang melihat kenyataan ini akhirnya menyadari, kalau upaya kekerasan tidak berhasil menundukkan Della. Ia lalu mencoba pendekatan psikologis. Ucapan-ucapannya membuat Della menyadari kondisi hidup dan pernikahannya. Perkataan Chucky mengingatkan dia bahwa dia sebenarnya masih berharga, bahwa suaminya telah menyia-nyiakan hidupnya. Dalam kebingungan Della membiarkan Chucky menemukannya. Dalam beberapa saat, Della seakan menganggap bahwa Chucky memahami penderitaannya. Sehingga, ketika Chucky menawarkan diri untuk bekerja sama dengannya menyingkirkan suaminya, Della sempat terpikir untuk setuju.

Tapi Della menyadari kalau semua perkataannya itu adalah pancingan belaka. Karena begitu mereka berdekatan, Chucky mengeluarkan pistol dari saku jaketnya, berniat menembak Della. Tapi Della berhasil mengalihkan perhatiannya dan ketika ia lengah Della mengeluarkan lampu suar dari sakunya dengan mengarahkannya ke wajah Chucky. Ia menjerit dan buta sesaat, ketika itulah Della merebut pistol dari tangannya dan menembak dada Chucky.

Ada yang berubah dari diri Della ketika dia dalam perjalanan pulang. Langkahnya lebih tegap dan penuh percaya diri. Dia masuk ke rumah dengan santai dan tidak memperdulikan omelan suaminya karena dia masuk ke rumah tanpa membuka sepatu botnya yang berlumur lumpur. Della langsung masuk ke kamar anak-anaknya dan melihat mereka sudah tertidur. Ia mencium mereka lalu turun kembali.

Di bawah, suaminya tidak berhenti mengomelinya sambil tetap minum minuman keras. Dia mengomel karena Della hanya membeli kertas kado dan tidak membelikan sesuatu untuknya. Della sudah tidak tahan lagi. Dengan tenang dia meraih pistol dan menembak kepala suaminya yang menyebalkan itu.

Wednesday, November 18, 2009

Joshua


Joshua (diperankan oleh Jacob Kogan) adalah putra sulung yang berusia 9 tahun, ketika adik perempuannya yang bernama Lily lahir. Joshua tergolong anak yang agak aneh. Dia tidak pernah tersenyum, gaya berpakaiannya kolot, dan wajahnya hampir tanpa ekspresi. Tapi dia seorang anak yang sangat pintar dan ahli bermain piano. Pamannya yang gay bernama Ned (diperankan oleh Dallas Robert) yang menjadi guru pianonya.

Sejak kelahiran adiknya, Lily, Joshua merasa kurang mendapat perhatian dari orangtuanya. Seluruh perhatian hanya tercurah pada adiknya yang masih kecil. Kemudian, ia mulai senang memperhatikan segala hal yang berbau kekerasan dan kekejaman. Ia tertarik pada mumi Mesir, dewa kekacauan Seth dan segala hal yang kejam lainnya. Tapi orangtuanya tidak sempat memperhatikan.

Ibu Joshua, Abby (diperankan oleh Vera Farmiga) adalah seorang penderita schizofrenia. Ia ketergantungan obat dan harus selalu berkonsultasi dengan psikiater selama 17 tahun terakhir. Ia sangat obsesif terhadap Lily dan tidak mengizinkan seorangpun untuk merawat putrinya itu, bahkan mertuanya sendiri. Usul untuk menyewa jasa pengasuh bayi pun ditolaknya mentah-mentah. Hanya dia sendiri yang bisa mengurus Lily. Tak ada yang lain. Ia sangat menyayangi Lily karena bayi itu sangat tenang dan tidak pernah rewel.

Sementara, Brad (diperankan oleh Sam Rockwell), ayah Joshua, adalah seorang pria periang yang bekerja menjadi broker saham di perusahaan yang bonafide. Ia menghabiskan hari-harinya dengan gembira dan selalu menyempatkan diri berolah raga sepulang kerja. Dia memiliki seekor anjing yang sangat disayanginya. Anjing ini sudah dipeliharanya sejak ia masih remaja. Meskipun dia tidak mengalami gangguan jiwa seperti istrinya, tapi dia juga tidak memperhatikan kelainan yang dimiliki putra sulungnya. Dia hanya tahu kalau anaknya itu pintar.

Joshua sempat bertanya pada ibunya, apakah sewaktu bayi dulu dia juga sama menyenangkannya dengan Lily? Dengan ragu-ragu dan tidak tulus, ayah dan ibunya menjawab kalau ia juga dulu sangat menyenangkan. Tapi Joshua tidak percaya. Dia lalu menyelidiki sendiri dengan menonton video rekaman kelahirannya secara diam-diam. Dari situlah dia mengetahui kalau ibunya tidak pernah bahagia sejak kelahirannya. Joshua bayi yang rewel dan selalu menangis sepanjang hari. Akibatnya, schizofrenia ibunya kambuh. Ibunya jadi stress dan tidak pernah gembira.

Sejak saat itulah Joshua mulai bertingkah dan melakukan teror di dalam rumahnya, sehingga keluarga yang harmonis dan bahagia itu berubah menjadi keluarga yang penuh amarah dan tidak pernah tenang. Joshua yakin kalau ayah dan ibunya tidak pernah menyayanginya sejak ia lahir. Berbeda dengan Lily yang disambut dengan gembira. Ia ingin menyingkirkan Lily karena dialah yang telah merebut perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Ia ingin membuat ibunya membenci Lily.

Setiap malam, Joshua akan mendatangi kamar adiknya itu, lalu membuatnya menangis terus-menerus. Kejadian ini kembali membuat ibunya stress. Ia tidak tahu apa yang terjadi sehingga Lily yang manis berubah menjadi rewel dan menyebalkan. Penyakit jiwanya kambuh dan ia mulai sering berhalusinasi. Dia juga tidak mau disentuh oleh suaminya. Suaminya kemudian meminta ibunya datang untuk membantu menjaga Lily kalau penyakit istrinya kambuh lagi.

Sejak dulu, Abby tidak pernah akur dengan ibu mertuanya itu. Maka, kedatangannya ke rumah mereka membuat masalah baru. Mertuanya adalah seorang Kristen yang fanatik, berbeda dengan Abby yang Yahudi. Maka Abby sangat marah ketika mertuanya mengajak Joshua ke gereja dan menyuruhnya membaca Alkitab. Joshua memang membacanya, tapi dia hanya tertarik pada kisah-kisah ketika manusia mendapat hukuman karena dosanya. Tapi, dia berhasil dekat dengan neneknya.

Tapi Abby mulai merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan Joshua. Ia merasa kalau Joshua berniat menyakiti Lily. Tapi karena riwayat penyakit jiwa yang dideritanya, tak ada yang mempercayainya. Suaminya bahkan menyuruhnya agar kembali minum obat anti depresi agar tidak berhalusinasi lagi. Dan obat ini juga membuat Abby tidak bisa menyusui Lily dan ia semakin stress.

Joshua mendapat tugas untuk membawa anjing ayahnya berjalan-jalan di sore hari. Suatu ketika, anjingnya mati sepulang dari jalan-jalan. Ayahnya sangat sedih dan menangis. Ia tidak tahu, kalau Joshua memang sengaja membunuh anjing itu untuk menyakiti ayahnya. Ayahnya akhirnya mengetahui sendiri, ketika secara tidak sengaja melihat rekaman yang dibuat oleh Joshua. Joshua berjalan-jalan di malam hari dengan membawa handycam dan masuk ke kamar adiknya. Ia lalu mengganggu Lily hingga menangis, lalu bersembunyi sebelum orangtuanya muncul. Ayahnya akhirnya menyadari kalau memang ada sesuatu yang tidak beres dengan Joshua. Ia langsung pergi menyusul Joshua dan neneknya.

Ketika itu, Joshua sedang berjalan-jalan ke museum bersama neneknya. Ia berhasil membawa lari kereta bayi Lily ketika neneknya sedang berada di toilet. Ia berniat menodorong kereta berisi adiknya itu dari atas tangga ke jalan raya. Tepat pada saat itulah neneknya melihat dan menghentikannya. Joshua tidak jadi menjatuhkan kereta bayi itu dan pura-pura tidak tahu apa yang dilakukannya. Tapi ayahnya yang sudah sampai melihat langsung apa yang hendak dilakukan Joshua. Ia lalu menarik kereta bayi itu turun. Sementara itu, Joshua yang kesal karena niatnya dihalangi oleh neneknya, mendorong neneknya hingga jatuh dan tewas. Meskipun tidak melihat langsung, ayahnya yakin kalau Joshua-lah yang telah mendorong wanita tua malang itu.

Ia kemudian mulai melakukan tindakan antisipasi di rumahnya. Ia tidak membiarkan Lily lepas dari pandangan matanya. Ia bahkan berhenti kerja agar bisa menghabiskan waktu bersama Lily di rumah. Ia kemudian memanggil seorang psikolog anak ke rumah. Ia tahu itu akan membuat Joshua sangat marah. Tapi situasi menjadi terbalik. Ketika dengan pintarnya Joshua membuat sketsa yang menunjukkan seakan-akan dia mendapat penganiayaan dari kedua orangtuanya sejak keci. Psikolog itu balik memarahi ayahnya dan menuduhnya telah menganiaya anaknya. Joshua hanya tersenyum di balik pintu melihat kejadian yang direkayasanya itu.

Dengan marah, ayahnya mengatakan kalau Joshua akan dikirim ke sekolah di luar negeri. Dia tidak bisa lagi tinggal bersama mereka. Joshua menangis dan melarikan diri. Ayahnya yang menyesal mencoba membujuknya. Dan mendadak, Joshua berubah menjadi baik dan menyayangi adiknya. Ayahnya sampai terheran-heran. Tapi ia diam saja. Dan ketika Joshua mengajak jalan-jalan ke taman ia setuju. Disitulah Joshua menjebak ayahnya.

Ia berhasil membuat ayahnya sangat marah hingga memukulnya di depan banyak orang. Ayahnya sudah tidak bisa menguasai diri lagi sampai harus ditangkap polisi dan dipenjara. Sementara itu, Joshua akhirnya tinggal bersama pamannya. Dan ia senang, karena kasih sayang pamannya ini tidak pernah berubah kepadanya. Baik sebelum ataupun sesudah Lily lahir.(2007)


Thursday, November 5, 2009

Knowing


Di awal cerita, tahun 1959, ditunjukkan kalau ada seorang anak SD yang sering mendengar bisikan-bisikan di telinganya. Namanya Lucinda Embry (diperankan oleh Lara Robinson). Tapi bisikan-bisikan itu hanya didengar olehnya sendiri. Dan kawan-kawannya menganggapnya aneh karena dia selalu menuliskan sejumlah besar angka-angka yang tampaknya tidak berarti. Dia juga cenderung pendiam dan tidak punya teman.

Waktu itu adalah acara pembukaan untuk sekolah mereka. Untuk merayakannya, mereka menanam sejenis kapsul waktu di halaman sekolah. Murid-murid angkatan pertama itu dipersilahkan menggambar apapun yang mereka perkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 50 tahun ke depan, lalu memasukkannya ke dalam kapsul waktu tersebut. Anak-anak yang bersekolah disana lima puluh tahun kemudian akan membuka kembali kapsul waktu itu dan bisa membaca atau melihat gambar apapun yang mereka tuliskan disana.

Semua anak bergembira dan menggambarkan bermacam-macam benda dalam surat yang akan mereka masukkan ke kapsul waktu. Kecuali Lucinda. Dengan tangan gemetar ia memenuhi kertasnya dengan barisan angka-angka yang tidak dapat dimengerti. Bahkan setelah teman-temannya selesai, Lucinda masih tetap berkutat menuliskan angka-angka ini di kertasnya. Sampai-sampai Miss Taylor (diperankankan oleh Danielle Carter), gurunya, harus menarik paksa kertas itu dari tangannya.

Pada acara pembukaan sekolah sekaligus penanaman kapsul waktu itu, Lucinda tiba-tiba menghilang. setelah dicari kesana-kemari, ia ditemukan bersembunyi di dalam lemari. Tangannya berdarah karena dia menggunakan kukunya untuk menuliskan angka-angka (lagi) di dinding pintu.

Lalu cerita maju ke 50 tahun kemudian, tahun 2009. Ditunjukkan kalau Prof. John Koestler (diperankan oleh Nicholas Cage) dan anaknya, Caleb Koestler (diperankan oleh Chandler Canterbury) yang tuli tinggal di sebuah rumah di dekat hutan. Mereka tinggal berdua karena ibu Caleb sudah meninggal dunia. Caleb adalah salah satu murid yang bersekolah di sekolah Lucinda dulu. Dan kebetulan sekali, sekolahnya berulang tahun yang kelima puluh. Dan mereka akan membongkar kapsul waktu yang ditanam di halaman sekolah mereka, limapuluh tahun yang lalu. Setiap anak mendapat satu amplop. Dan secara kebetulan sekali, Caleb mendapat amplop yang berasal dari Lucinda.

Sejak menerima amplop itulah ia mulai sering mendengar bisikan-bisikan, sampai-sampai ia menduga kalau alat bantu dengarnya sudah mulai rusak dan melepasnya. Tapi ia tidak pernah mengerti apa maksud dari angka-angkan yang ditulis Lucinda itu.

Tanpa sengaja, John, ayahnya, melihat surat itu tergeletak di meja. Iseng-iseng dia menyusun angka-angka yang dilihatnya disana. Dan dia melihat kalau angka-angka itu ternyata seperti sebuah ramalan. Limapuluh tahun yang lalu, Lucinda sudah meramalkan tentang akan terjadinya pengeboman WTC, dia juga meramalkan dengan tepat terjadinya badai Katrina. Semua angka-angka yang dituliskannya disana seperti sebuah kode, tentang tanggal kejadian, jumlah korban dan bahkan koordinat tempat kejadian bencana itu. John sangat kaget melihatnya.

Ia lalu melihat kalau ternyata ada beberapa ramalan-ramalan Lucinda yang masih belum terlaksana. Salah satunya adalah jatuhnya pesawat terbang yang akan mengorbankan ratusan jiwa penumpangnya. Dan ternyata, ramalan itu terwujud.

Di depan matanya John melihat langsung bagaimana pesawat itu jatuh. Dan televisi mengumumkan jumlah korban, tetap seperti angka yang dituliskan Lucinda. Sejak itulah John menyadari, kalau memang ramalan itu benar-benar terjadi.

Sementara itu, Caleb mulai merasa sering didatangi oleh sosok-sosok misterius yang secara rutin memberikannya batu berwarna hitam. Bersamaan dengan itu pula, datanglah penglihatan-penglihatan yang tidak dimengerti Caleb.

Dia melihat api yang membakar semua tempat di sekelilingnya. Ia ketakutan dan menjerit. John juga menyadari kalau mahluk-mahluk misterius berpakaian hitam ini memang nyata, karena dia sempat melihatnya sebelum bayangan mereka menghilang di balik pepohonan.

John kemudian memutuskan untuk mencari tahu keberadaan Lucinda. Ia ingin menguak lebih jauh lagi tentang ramalan itu. Sayangnya, Lucinda sudah meninggal. Yang ada hanya anaknya Diana Wayland (diperankan oleh Rose Byrne) yang tinggal bersama putrinya Abby (diperankan kembali oleh Lara Robinson) yang berumur sebaya dengan Caleb. Tapi Diana menganggap John sebagai orang gila, karena menyinggung-nyinggung ramalan yang dibuat ibunya yang sudah meninggal dulu. Dia menganggap ibunya gila dan tidak pernah bisa hidup tenang sampai meninggal. Dan ia yakin kalau John hanya orang gila yang ingin mengganggunya.

John berusaha meyakinkan Diana, bahwa ramalan-ramalan ibunya itu benar. Dia hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang Lucinda. Dia menyatakan kalau Lucinda juga sudah meramalkan sebuah kecelakaan kereta api bawah tanah yang akan menewaskan ratusan orang. Diana harus membantunya mencari tahu lebih jauh, agar tidak banyak korban yang berjatuhan. Tapi Diana memilih pergi dan membawa Abby menjauh dari John dan Caleb.

Dan memang, kecelakaan kereta api itu pun terjadi. John berada di lokasi kejadian, setelah menitipkan Caleb pada orang tuanya. Ia berusaha mencegah sendiri apapun yang akan terjadi di sana. Tapi ia gagal. Bencana itu tetap terjadi, dan jumlah korban tewas benar-benar sama dengan yang diramalkan Luncinda.

Akhirnya, Diana percaya dan bersedia membantu John dengan membawanya ke rumah tempat tinggal ibunya semasa hidupnya dulu. Lucinda tidak mau tinggal di kota. Dia memilih menyepi di tengah hutan.

Ketika sedang menyelidiki rumah itulah, Caleb dan Abby didatangi lagi oleh sosok-sosok misterius berbaju hitam itu. Mereka berniat mengajak Caleb dan Abby ikut dengan mereka. Tapi gagal, karena Caleb membunyikan klakson mobil keras-keras untuk memancing perhatian ayahnya yang ada di dalam rumah. Begitu John keluar, sosok-sosok gelap itu langsung menghilang.

Tapi sejak saat itu pula Abby jadi bisa mendengar bisikan-bisikan seperti yang didengar Caleb. Sepertinya mereka berdua mengalami hal yang sama.

Ramalan terbaru yang diketahui John dari tulisan Lucinda adalah bahwa dunia akan kiamat. Akan ada api besar yang menghanguskan bumi dalam waktu beberapa hari lagi. Mereka harus berusaha menemukan cara agar bumi selamat dari bencana luar biasa itu. John yakin kalau Lucinda menuliskan tempat persembunyian dalam bentuk koordinat di pintu bagian dalam lemari tempat ia bersembunyi dulu. Dia sibuk mencari-cari dan mengikis bagian-bagian pintu.

Sementara Diana yang sudah dilanda frustrasi memutuskan untuk membawa sendiri Caleb dan Abby untuk bersembunyi dalam sebuah gua bawah tanah. Ia tidak menyadari, kalau api yang diramalkan oleh Lucinda itu berasal dari siklus badai matahari. Tahun ini, badai matahari menjadi sangat besar dan luas, sehingga bisa menghancurkan seluruh permukaan bumi. Radiasi matahari akan masuk hingga 1 mil ke bawah tanah. Jadi, tidak ada tempat untuk sembunyi. Ketika akhirnya John mendapatkan koordinat yang dituliskan Lucinda, Diana sudah lama pergi dengan membawa Caleb dan Abby bersamanya. Ia tidak mau menunggu John yang dianggapnya kurang waras karena mencari-cari tempat bersembunyi berdasarkan angka-angka yang ditulis ibunya dulu.

Ketika dia sudah berada jauh dari John, Caleb dan Abby diculik oleh mahluk berpakaian hitam itu. Diana yang mencoba mengejarnya tewas karena tertabrak truk. John mencoba mengikutinya dengan berpedoman pada koordinat terakhir yang diberikan Lucinda. Dan perjalanan itu mengantarnya kembali ke hutan tempat tinggal Lucinda dulu. Disana dia menemukan Caleb dan Abby sudah menunggu bersama orang-orang aneh itu.

Ternyata mereka adalah alien yang sudah terlebih dahulu mengetahui tentang kehancuran bumi ini. Mereka jugalah yang membisiki Lucinda kecil dulunya, dan memberitahukan ramalan-ramalan itu kepadanya. Mereka tidak bermaksud menyakiti Caleb dan Abby. Tapi mereka berkata bahwa bumi akan hancur dan tidak ada tempat yang selamat. Mereka harus membawa anak manusia yang bisa mereka selamatkan, memberikan tempat baru, agar mereka bisa memulai kehidupan mereka lagi dari awal.

Sayangnya, hanya mereka-mereka yang mendengar bisikan-bisikan itu saja yang bisa mereka bawa meninggalkan bumi dengan kapal ruang angkasa mereka, yaitu Caleb dan Abby. Dan karena John tidak mendengarkan bisikan-bisikan itu, ia harus tetap tinggal di bumi dan musnah bersama penghuni bumi lainnya. Maka, ketika Caleb dan Abby sudah dibawa dengan UFO, John kembali ke rumah orang tuanya. Dan saat itulah badai matahari sampai dan menyapu permukaan bumi dengan api yang menyala-nyala. Kota-kota besar di dunia hancur dalam sekejab. Planet bumi luluh lantak dan berubah menjadi planet mati.

Sementara itu, di akhir cerita ditunjukkan. Kalau alien-alien itu meninggalkan Caleb dan Abby di sebuah planet baru yang tampak hijau dan sejuk. Menurutku, ini lebih kepada penggambaran Taman Eden di Alkitab. Dimana dua anak manusia, laki-laki dan perempuan hidup berdampingan. Karena ditunjukkan kalau ada pohon raksasa yang berada di tengah padang rumput itu. Seperti halnya Pohon Kehidupan yang berada di tengah Taman Eden juga.(2009)

Wednesday, November 4, 2009

Drag Me To Hell


Christine Brown (diperankan oleh Alison Lohman) adalah seorang kasir bank yang bekerja di bagian simpan pinjam. Ia sangat ingin menempati posisi kosong untuk asisten menejer di kantornya. Sayangnya, ia tidak sendirian. Ada seorang rekannya yang juga mengincar posisi yang sama. Dan bos Christine lebih condong kepada saingannya itu, karena dia dianggap lebih bisa mengambil keputusan-keputusan sulit dalam hal pemberian kredit kepada nasabah. Dan Christine juga ingin membuktikan bahwa dia juga bisa bersikap ”tegas” yang dalam hal ini berarti ”tega” untuk menolak permohonan pinjaman dari nasabah.

Seorang nenek tua berpenampilan aneh dan kumuh bernama Nyonya Sylvia Ganush (diperankan oleh Lorna Raver), datang ke mejanya. Dia memohon agar diberi kemudahan untuk memperpanjang pinjamannya. Karena pihak bank sudah akan menyita rumah tempat tinggalnya kalau dia tidak bisa melunasi pinjamannya hari itu juga. Sebenarnya Christine bisa mengabulkan permohonannya itu, tapi demi menunjukkan kemampuannya untuk bertindak tegas, ia menolak permohonan wanita tua berbaju kumal itu.

Tapi wanita tua itu tidak menyerah. Dia bahkan sampai berlutut dan menciumi rok Christine agar ia diberi kesempatan. Karena ketakutan, Christine berteriak memanggil satpam dan mendorong wanita tua itu agar menjauh. Nyonya Ganush menjadi sangat tersinggung. Dia menganggap Christine sudah mempermalukan dirinya. Padahal dia memang sengaja berlutut untuk memohon belas kasihan darinya. Dia kemudian menyerang Christine, sampai satpam harus menyeretnya keluar.

Christine bingung dan ketakutan karena peristiwa yang baru saja terjadi. Tapi hal itu terbayar, karena ternyata manajernya kagum dengan apa yang diperbuatnya tadi. Dan diapun dinyatakan sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi asisten manajer. Untuk itu, dia diserahi tugas penting yang harus dikerjakannya di rumah agar bisa dipresentasikan bosnya keesokan harinya.

Ketika berjalan di areal parkir, dia melihat mobil Nyonya Ganush parkir tepat di depan mobilnya. Dia masih agak trauma dengan peristiwa penyerangan yang dialaminya pagi tadi. Ia pun buru-buru masuk ke dalam mobil, karena tiba-tiba saja bertiup angin kencang yang entah dari mana asalnya, di parkiran yang terletak di basement itu. Kemudian dia melihat sebuah sapu tangan melayang keluar dari mobil Nyonya Ganush. Dia mengenali sapu tangan itu, karena perempuan tua itu selalu menggunakannya untuk mengelap dahak yang keluar dari mulutnya ketika dia batuk.

Sapu tangan itu melayang sendiri mengitari mobilnya. Ketika pandangannya mengikuti saputangan itu melayang ke belakang mobilnya, tiba-tiba ia melihat Nyonya Ganush yang berwajah seram itu sudah duduk di kursi belakang mobilnya.
”Kau membuatku malu..” katanya. Lalu tangannya terulur untuk mencekik leher Christine.

Ia melawan sekuat tenaga dan berhasil menendang Nyonya Ganush keluar dari mobilnya. Tapi perempuan tua itu sangat kuat. Dia berhasil masuk dan menyeret Christine keluar. Kemudian dia menarik kancing di lengan jaket Christine dan membacakan kutukan kuno sambil berkata ”Lamia”. Kemudian Christine tak sadarkan diri.

Kekasihnya Clayton (diperankan oleh Justin Long) menjemputnya dan mengantarnya pulang. Tapi, sejak saat itu hidupnya tidak pernah tenang. Dia sering melihat bayangan-bayangan di sekitar rumahnya. Makin lama bayangan itu semakin kuat. Karena bayangan-bayangan itu juga bisa menyiksanya, melemparnya dan membuatnya terluka.

Christine lalu mendatangi Rham Jas (diperankan oleh Dileep Rao) yang seorang penasihat spiritual. Dari dia-lah Christine mengetahui tentang kutukan Lamia yang diberikan Nyonya Ganush kepadanya lewat kancing bajunya yang sudah diberi kutukan. Rham menyarankan agar Christine mengunjungi Nyonya Ganush dan meminta maaf kepadanya. Karena hanya dialah yang bisa menghentikan kutukan itu.

Kutukan Lamia ini berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari kunjunga berbagai roh dari neraka, diikuti dengan berbagai serangan. Dan pada hari yang ketiga, korban yang terkena kutukan Lamia ini akan ditarik dan dibawa ke neraka. Karena dia dianggap sudah menjadi milik Lamia sepenuhnya. Jadi, Christine harus segera bertindak. Karena hari itu adalah hari kedua.

Ia lalu mendatangi rumah Nyonya Ganush dengan niat untuk meminta maaf dan menyampaikan bahwa permohonan perpanjangan pinjamannya dikabulkan bank. Tapi dia terlambat, karena Nyonya Ganush sudah meninggal. Di tempat itu pun ia melihat berbagai keanehan-keanehan. Karena tiba-tiba saja mata jenazah perempuan tua itu terbuka dan melotot marah kepadanya.

Karena jalan untuk meminta maaf sudah tertutup, Rham menyarankan agar Christine mengikuti ritual pembebasan dengan mengorbankan nyawa hewan. Awalnya ia menolak karena tidak tega. Tapi, setelah roh-roh jahat itu datang dan melemparkannya hingga terluka, ia pun akhirnya memotong kucingnya sebagai ritual pembebasan seperti yang disarankan Rham. Tapi tetap saja, serangan-serangan roh itu tidak berhenti.

Rham akhirnya menyarankan agar Christine menemui Shaun San Dena (diperankan oleh Adriana Barazza), seorang guru spiritual yang lebih hebat. Shaun rupanya sudah pernah melihat kutukan ini sebelumnya, 40 tahun yang lalu. Seorang anak dibawa orang tuanya ke rumah Shaun karena dianggap sedang diganggu roh jahat. Tapi ia tidak berhasil mengusir roh jahat itu. Karena anak itu tetap dibawa juga dengan cara ditarik dari celah-celah lantai yang terbuka. Di celah itu tampaklah kobaran api neraka. Setelah anak itu berhasil masuk, lantai rumahnya kembali rapat seperti tidak pernah rusak sebelumnya.

Shaun sudah berusaha mencari cara untuk mengalahkan kutukan ini. Tapi baru Christine lah yang datang kepadanya dengan keluhan yang sama, setelah 40 tahun berlalu. Dan ia merasa yakin, kalau ia bisa mengatasi roh jahat ini. Mereka kemudian duduk di sebuah meja bulat di sebuah ruangan yang luas, tempat anak kecil itu dulu ditarik ke neraka. Di sampingnya ditambatkan seekor kambing.

Prosesnya cukup sederhana. Mereka akan memanggil roh Lamia agar merasuki tubuh Shaun. Dan ketika roh itu sudah datang, Christine harus mencari cara agar bisa meletakkan tangan Shaun yang sedang dirasuki roh itu ke kepala kambing. Dengan demikian, roh itu akan berpindah ke kambing. Kalau roh itu sudah keluar dari tubuhnya, barulah Shaun bisa mengusirnya. Dan kalau ada masalah yang di luar dugaan, Shaun sudah mempersiapkan seorang pelayannnya dengan sebilah parang. Dia disuruh untuk memotong leher kambing itu hingga tewas. Dengan demikian, roh Lamia juga akan lenyap.

Tapi ketika proses itu berlangsung, terjadi kesalahan kecil. Christine memang berhasil meletakkan tangan Shaun yang sedang kerasukan ke kepala kambing, sehingga roh Lamia pindah. Tapi, pelayan Shaun gagal memenggal kepala kambing itu. Tebasan parangnya malah nyasar ke rantai yang mengikat kambing itu. Akibatnya kambing itu terlepas dan arwahnya pindah ke tubuh si pelayan. Lamia itu sudah akan memangsa Christine, ketika akhirnya Shaun tersadar dan langsung mengusir roh Lamia. Tapi, karena besarnya tenaga yang harus dikeluarkannya, Shaun pun tewas.

Akhirnya, Rham memberitahukan jalan keluar terakhir kepada Christine. Bahwa kalau dia tidak bisa memusnahkan kutukan itu, dia bisa berusaha mengealihkannya kepada orang lain. Itu adalah jalan terakhir karena ia harus memilih siapa korban yang paling tepat untuk menerima kutukan itu. Ia menghabiskan banyak waktu di kafetaria, berniat untuk memilih secara acak dari kumpulan orang-orang yang tidak dikenalnya disana. Tapi tetap saja dia tidak bisa memilih karena terlalu kasihan.

Tiba-tiba dia mendapat ide, bahwa mungkin saja kutukan itu bisa dikembalikan kepada Nyonya Ganush yang sudah meninggal. Rham mengatakan kalau hal itu mungkin saja, asalkan Christine melakukannya dengan cara yang benar. Yaitu, dia harus memberikan kancing yang sudah dikutuk itu ke tangan jenazah Nyonya Ganush. Baru kutukan Lamia itu berpindah kepadanya.

Christine kemudia mendatangi dan membongkar kuburan Nyonya Ganush. Di adegan ini, sudah bisa dibayangkan kalau adegan-adegan konyol khas film horor pasti jadi bumbunya. Tapi, Christine berhasil menjejalkan amplop berisi kancing itu ke mulut mayat Nyonya Ganush. Dia kembali dengan hati puas, karena kutukan Lamia itu telah pergi darinya.

Tapi ada kejutan di akhir film. Karena ternyata, amplop berisi kancing yang dijejalkannya di mulut Nyonya Ganush adalah amplop yang salah. Clayton yang sedang menunggunya di stasiun kereta api memberikan kembali amplop itu kepadanya, karena ia menemukannya di kursi mobilnya. Christine yang terkejut dan sangat ketakutan, tanpa sadar berjalan mundur dan jatuh ke jalur rel kereta api. Dan tiba-tiba saja rel kereta api itu terkuak dan nampaklah tangan-tangan yang terjulur menarik tubuh Christine. Di belahan rel itu tampak api neraka yang membara. Christine pun tersedot masuk ke dalamnya. Setelah itu, rel kereta api kembali merapat dan tidak meninggalkan bekas sedikitpun.

Tuesday, November 3, 2009

The Eye


Film ini diawali dengan adegan yang tidak terlalu jelas karena orang-orang di dalamnya bergerak terlalu cepat. Tapi terdengar teriakan orang banyak yang mengatakan ”Penyihir! Penyihir!” Kemudian terlihat ada seorang perempuan yang berdiri di atas kursi kecil, berniat untuk menggantung dirinya. Lalu muncul bayangan seram yang menyambar ke arahnya dan melemparkan kursi tempatnya berdiri. Sehingga otomatis dia langsung tergantung.

Film The Eye ini adalah versi Hollywood dari film Asia yang dikarang oleh Pang bersaudara. Aku yakin kalau film ini kalah seram dibandingkan versi aslinya. Tapi tetap saja menarik karena pemeran utamanya adalah si cantik favoritku, Jessica Alba.

Dia memerankan seorang gadis muda pemain biola berbakat bernama Sidney Wells. Dia berwajah cantik, pandai bermain musik dan hidup berkecukupan. Tapi dia buta. Hanya saja, dia tidak memandang kebutaan itu sebagai suatu hambatan. Dia tinggal sendiri di apartemennya dan mampu berjalan ke tempat latihan biolanya hanya dengan mengandalkan tongkat. Panca inderanya sudah benar-benar terlatih. Sehingga meskipun matanya buta, ia masih tetap bisa menjalani aktivitasnya tanpa halangan.

Namun, tiba-tiba saja dia mendapat penawaran yang tidak terduga. Dokter menemukan donor mata untuknya. Kalau ia bersedia, ia bisa datang ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Karena sangat ingin melihat dunia ini, Sydney pun setuju dioperasi. Setelah itu dia memang bisa melihat, tapi tidak sejelas layaknya mata normal. Dia hanya bisa melihat siluet-siluet kabur dari benda-benda di sekelilingnya. Tapi dia sudah cukup senang hanya dengan melihat banyaknya warna-warna yang berada di sekitarnya. Bukan hanya hitam kelam seperti sebelumnya.

Tapi ada satu masalah. Sejak memiliki mata baru itu, Sydney jadi sering mengalami mimpi buruk tentang kebakaran. Ia juga bisa melihat sosok-sosok tidak nyata yang belakangan diketahuinya adalah arwah orang yang sudah meninggal. Mula-mula ia melihat bayangan pasien tua yang berada di sampingnya sedang berjalan-jalan di lorong rumah sakit. Besok harinya dia mengetahui kalau pasien tua itu ternyata sudah meninggal pada malam ia melihatnya berjalan-jalan di lorong rumah sakit. Tapi ia masih heran, belum sampai pada kesimpulan kalau mereka semua itu adalah hantu.

Kemudian ia juga melihat sosok anak kecil yang badannya dibungkus dalam plastik besar di lorong apartemennya. Anak itu sedang duduk di sudut lorong sambil menangis. Ketika Sydney menyapanya, anak itu mengatakan kalau ia sedang lari dari rumah karena takut ayahnya marah melihat nilai rapornya yang buruk. ”Kau sudah lihat raporku?” tanyanya. Ketika Sydney berniat mengantarkannya kembali ke apartemennya, anak itu sudah menghilang.

Kemudian, ia secara tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis di tengah jalan. Anehnya, tubuh gadis itu menembus tubuhnya. Mereka berdua sama-sama berhenti dan keheranan dengan kejadian itu. Kemudian tidak sengaja Sydney melihat tubuh gadis itu sudah tergeletak di tengah jalan, korban tabrak lari. Lalu dia melihat arwah gadis itu dibawa pergi oleh sosok hitam menyeramkan yang belakangan sering dilihatnya di dalam mimpinya. Sosok hitam itu menyadari kalau Sydney bisa melihat kehadirannya dan menjadi marah. Dia menggeram marah kepada Sydney sambil membawa pergi arwah gadis korban tabrak lari itu.

Sydney sangat ketakutan. Itulah kali pertama dia menyadari kalau ternyata mata yang dimilikinya ini bisa melihat hantu. Dengan kalang kabut kebingungan dia lari dan masuk ke sebuah restoran cina dan menghubungi kekasihnya yang seorang dokter. Tapi ternyata, restoran yang dimasukinya ini juga adalah restoran yang sebenarnya sudah rusak karena meledak beberapa hari sebelumnya. Menewaskan lima orang yang sedang makan disana pada saat itu. Tapi, ketika Sydney masuk ke dalamnya, restoran itu tampak nyata dan seorang wanita cina tua berjalan kesana-kemari mengantarkan pesanan. Tapi dia tidak menoleh ketika Sydney memanggilnya untuk memesan makanan.

Tiba-tiba saja restoran itu meledak dan seluruh bangunannya hancur. Sydney menjerit ketakutan tapi tidak ada apapun yang terjadi padanya. Tapi kemudian dia melihat kalau ternyata restoran yang dimasukinya tadi sebenarnya adalah puing-puing bekas kebakaran. Dia sangat ketakutan. Dan memutuskan untuk mencari tahu informasi tentang pemilik donor mata yang dimilikinya ini. Kalau ia tidak menemukannya, ia bisa gila karena hidupnya tidak bisa tenang.

Tapi sejak mengetahui kondisi itu, Sydney harus menghadapi ketakutannya ketika melihat sosok-sosok hantu yang pada awalnya dianggapnya manusia. Ketika memasuki lift, dia melihat seorang pria tua sedang berdiri membelakangi pintu masuk. Ketika Sydney melihat ke kamera pengawas di bagian depan lift, ternyata lift itu kosong. Bayangan pria tua itu tidak kelihatan. Sydney segera menyadari kalau pria itu adalah hantu dan menolak untuk naik. Dia naik lift sebelahnya setelah terlebih dahulu memastikan tidak ada hantu yang berdiri di dalamnya.

Begitu lift berjalan, tiba-tiba Sydney merasakan kehadiran sesosok tubuh di belakangnya. Dia sangat ketakutan. Karena setahunya, lift ini kosong ketika dinaikinya. Dan sosok itu ditunjukkan tidak menginjak lantai lift, tapi kakinya melayang beberapa senti di udara dan melayang mendekati punggung Sydney. Untunglah pintu lift terbuka karena sudah sampai di lantai tempat apartemennya berada. Ia berlari keluar dengan ketakutan.

Tapi dia bertemu dengan hantu anak kecil terbungkus plastik yang pernah disapanya dulu. Anak itu berteriak: ”Kau sudah lihat raporku?” Dengan ketakutan Sydney menghalaunya pergi. Tiba-tiba saja anak itu sudah berada di jendela apartemen dan terjun ke bawah. Ketika dilihatnya, tidak ada apapun di dasar. Dan anak itu sudah berada di belakangnya. Sydney segera berlari karena ketakutan dan anak itu juga berlari untuk mengikutinya. Sesampainya di kamar, ia mengunci pintu dan menghancurkan semua lampu lalu menutup matanya. Ia ingin buta saja agar tidak bisa melihat arwah-arwah itu.

Sydney juga menyadari kalau ternyata bayangan yang dilihatnya ketika bercermin bukanlah wajahnya. Tapi wajah perempuan lain. Ia menyadari kalau itulah pemilik mata yang dimilikinya sekarang. Dan kekasihnya kemudian membantunya mencari tahu lebih jauh tentang gadis yang bernama Ana Cristina Martinez (diperankan oleh Fernanda Romero) itu. Ternyata dia adalah seorang gadis muda yang tinggal di Mexico. Dia memiliki bakat untuk melihat peristiwa yang belum terjadi. Karena bakatnya itu dia dituduh sebagai penyihir dan dianggap membawa sial. Tak seorang pun tetangganya yang menerima kalau dia bisa melihat masa depan. Mereka hanya beranggapan kalau dimana ada Ana, disitulah kemalangan akan terjadi.

Ana melihat kalau pabrik tempat ibunya bekerja akan meledak. Dia lalu mendatangi pabrik itu dan berniat untuk menyuruh ibunya pergi dari sana karena tempat itu berbahaya. Tapi pemilik pabrik berhasil menghalanginya dan dia gagal bertemu ibunya. Pabrik itu pun meledak. Ana merasa sangat kecewa karena menduga ibunya sudah tewas. Dan itu adalah kesalahannya karena tidak berhasil memperingatkan ibunya. Ia kemudian memutuskan untuk gantung diri.

Di rumah Analah akhirnya Sydney bertemu dengan arwah Ana dan menyelesaikan rasa penasaran arwah itu. Dengan tenang, Sydney dan kekasihnya meninggalkan Mexico. Di perbatasan mereka terjebak macet. Rupanya ada penjahat yang sedang dalam pengejaran polisi. Dan untuk memudahkan kerja polisi, kendaraan yang hendak memasuki perbatasan harus berhenti sehingga ada kemacetan berkepanjangan.

Ketika itulah Sydney melihat banyak sekali bayangan hitam penjemput arwah yang memasuki setiap mobil yang sedang mengantri di jalan itu. Ia segera menyadari kalau akan ada bencana besar yang menewaskan banyak orang dalam waktu beberapa saat lagi. Dia melihat kalau kondisi itu sama persis dengan mimpi yang selalu menghantuinya selama ini. Ternyata ada sebuah truk yang mengangkut bensin berada di tengah barisan kemacetan itu. Dia melihat kalau truk itu akan meledak dan menewas ratusan orang dalam sekejab.

Seperti orang gila Sydney kemudian berlari-lari ke setiap mobil, menyuruh mereka keluar dan menjauh dari tempat itu. Dia menggunakan alasan kalau ada bom besar yang akan meledak. Orang-orang mulai menjerit-jerit dan keluar dari mobil masing-masing dan menjauhi tempat itu. Tepat pada saat itulah mobil penjahat yang dikejar-kejar polisi itu menabrak truk tangki dan terbakar. Sydney melihat seorang anak masih terjebak di dalam mobil. Dia berhenti untuk menolongnya dan akibatnya terlambat untuk berlari ke tempat aman. Mereka hanya bisa bersembunyi di balik sebuah mobil. Ketika itulah kaca mobil pecah karena ledakan dan serpihannya masuk ke mata Sydney.


Di akhir film ditunjukkan kalau Sydney sedang bermain biola di sebuah konser resital dan kembali menjadi buta. Dia kehilangan matanya karena rusak oleh serpihan kaca mobil. Tapi dia sudah tidak mau lagi mengoperasi matanya. Dia berprinsip: ada hal-hal di dunia ini yang lebih baik tidak terlihat selamanya.(2008)
Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP