Saturday, March 29, 2014

MAMA

Burnsie adalah seorang pria tua yang pekerjaannya mencari orang hilang sesuai dengan pesanan klien. Klien terakhirnyanya adalah seorang pria yang ingin mencari abang dan kakak iparnya yang menghilang. Mereka menemukan sebuah mobil rusak yang tampaknya sudah berusia tua dan terlibat kecelakaan. Tidak jauh dari mobil rusak itu, mereka menemukan sebuah rumah tua yang terlantar. Dinding di bagian dalam rumah itu penuh dengan lukisan ceroboh anak-anak dan banyak sampah. Mereka juga menemukan dua sosok mengerikan berwarna hitam yang beringas. Mereka lalu memutuskan untuk menelepon klien mereka, Lucas dan istrinya Anabelle untuk menyampaikan kalau mereka telah menemukan kedua anak dari abangnya, Victoria dan Lily Desange.
Mereka diserahkan dalam perawatan dr. Gerald, seorang psikolog yang menilai psikologis anak-anak itu. Lucas berusaha mendekati mereka, pertama adalah yang sulung, Victoria. Lucas membawakan kacamata miliknya yang dipakainya dulu. Victoria lalu memanggil lucas, ayah, lalu memeluknya. Dia tidak perduli meskipun Lucas mengatakan kalau dia adalah pamannya. Tapi Lily sama sekali tidak mau mendekat, dia memilih sembunyi di bawah tempat tidur. 

Dr. Gerald mengatakan kalau kondisi psikologis Victoria dan Lilly sangat parah sehingga mereka memiliki sosok khayalan yang tampaknya dianggap sebagai penjaga, mereka memanggilnya Mama. Tapi Lucas tidak begitu saja bisa mengadopsi mereka, karena gajinya tidak mencukupi. Anabelle hanyalah pemain band amatir dan mereka tinggal di apartemen sempit berkamar satu. Satu lagi yang ingin mengasuh mereka adalah Jean Podosklos, yang ingin membawa mereka keluar negeri. Dr. Gerald masih ingin meneliti kejiwaan kakak beradik itu, sehingga dia membantu agar Lucas dan Annabelle tinggal di sebuah rumah yang besar sehingga bisa memelihara kedua keponakannya itu, dengan syarat mereka harus menerima kunjungannya setiap kali dia ingin datang memeriksa mereka. Lucas dan Annabelle juga harus merahasiakan lokasi rumah itu dari siapapun. Mereka setuju.

Victoria bisa beradaptasi dengan rumah barunya, tapi Lilly selalu bersembunyi dibalik punggungnya dan lebih sering berjalan dengan tangan dan kaki, seperti hewan berkaki empat. Kesukaannya adalah bersembunyi di dalam kardus yang besar. Ketika makan malam, ia lebih memilih duduk di lantai, biarpun yang lainnya duduk di meja. Dia bahkan tidur di kolong tempat tidur, meskipun ada tempat tidur yang besar untuknya. Dalam penelitiannya, dr. Gerald mendengar Victoria sering menyebut nama Edith  Brennan. Yang ternyata adalah pasien rumah sakit jiwa yang berhasil melarikan diri dan terjun ke laut sambil membawa bayinya yang baru lahir. Di rumah, Annabel sering melihat keanehan-keanehan. Lilly sering tertawa seperti sedang bermain, tapi begitu dilihat, Lilly terdiam. Lucas membujuk Annabel yang merasa tidak nyaman agar bersabar.

Pada suatu malam, Annabel merasa ada seseorang di dalam rumah dan Lucas memutuskan untuk melihat-lihat ke sekeliling, sementara Annabel menjaga anak-anak. Lucas melihat seekor kupu-kupu hitam menempel di dinding dan membuat lubang gelap. Lucas memperhatikan dari dekat dan tiba-tiba keluar bayangan hitam yang mengejutkannya. Lucas terjatuh dari tangga dan koma. Sehingga Annabel harus mengawasi anak-anak itu sendiri. Ia berusaha, meskipun ia tidak terbiasa dengan anak-anak. Ketika tidur, dia bermimpi melihat pintu lemari di kamar anak-anak, seperti ada sesuatu di dalam dan mengeluarkan suara yang aneh.

Dr. Gerald menemukan sebuah boneka kayu menyeramkan di kamar mereka, ketika dia berkunjung ke rumah itu. Victoria mengatakan kalau boneka itu adalah mainan yang dibuat oleh Mama, tapi dia tidak mengatakan siapa itu Mama. Pada saat Annabelle membuat makan malam, Lilly tampaknya selalu tertawa sendiri dengan sosok yang tidak terlihat Annabel. Sesudah mengantarkan anak-anak ke kamar, Annabel masuk ke kamarnya sendiri dan tidur. Mendadak pintu lemari di kamar anak-anak terbuka dan Lilly terbangun. Ia membangunkan Victoria dan mengatakan kalau Mama datang. Dari saluran udara di kamarnya, Annabelle mendengarkan senandung yang aneh, sehingga memutuskan untuk mengecek ke kamar mereka. Dia menemukan Victoria dan Lilly sedang bermain dan hebohnya di kamar. Annabelle melihat pintu lemari setengah terbuka dan mendekatinya tapi Victoria melarangnya. Sehingga Annabelle memutuskan untuk menutup saja pintu lemari itu dan tidak memeriksa isinya. Ia lalu menyuruh mereka untuk tidur.

Annabelle lalu menceritakan hal itu pada dr. Gerald dan mengatakan kalau ada seseorang yang mendatangi anak-anak itu. Dia yakin itu seorang wanita dan dia bersenandung. Tapi dr. Gerald menyatakan kalau kemungkinan besar Victoria lah yang bersenandung karena dia menderita kepribadian ganda ya g memposisikan dirinya sebagai Mama. Dr. Gerald lalu menemui petugas catatan sipil setempat untuk mencari tahu lebih jauh tentang Edith Brennan ini. Dia mendapatkan kotak yang berisikan dokumen dan benda peninggalan Edith. Sementara di rumah, Annabelle semakin sering dihantui dan mulai merasa ketakutan karena Lucas belum juga sadar dari koma.

Di rumah sakit, terjadi hal yang aneh. Lucas yang koma mendapat penglihatan arwah jeffry, abangnya, yang menyuruhnya menyelamatkan anak-anaknya dan dia harus pergi ke pondok. Penglihatan itu membuat lucas tersadar dari koma. Annabel dan anak-anak mengunjunginya di rumah sakit. Victoria bisa berinteraksi dengan baik, sementara Lilly memilih sembunyi di bawah tempat tidur sambil memakan bangkai kupu-kupunya yang bertebaran.

Suatu hari, Annabel memergoki Victoria sedang menangis sendirian di kamar mandi. Annabel bertanya ada apa, tapi Victoria hanya mengatakan kalau dia tak ingin Annabel terluka. Dia berniat mengelus kepalanya tapi Victoria menepis dan melarangnya melakukan itu, karena Mama sudah merasa cemburu. Victoria lalu meninggalkan Annabel yang kebingungan. Keesokan harinya, Jean mengunjungi rumah mereka karena Annabel lupa kalau hari itu adalah hari kunjungannya. Tapi Annabel berdebat dengannya dan ia diusir dari rumah. Jean menelepon dinas sosial dan melaporkan kalau keponakannya sedang disiksa dan ia akan mencari bukti. Ini untuk merebut hak asuh dari Lucas.

Pada hari lain terapi Victoria dengan dr. Gerald, ia menanyai lebih jauh tentang sosok Mama ini, tentang pondok di tepi danau, dimana dia tinggal, apakah dia mengikuti mereka ke rumah yang baru. Victoria menjerit lalu dr. Gerald melihat bayangan gelap muncul dari dinding. Dia buru-buru pergi dari rumah itu tanpa mengatakan apapun pada Annabel yang kebingungan. Tapi dia memutuskan untuk mencari tahu lebih jauh, ke rumah sakit jiwa tempat terakhir Edith Brennan dirawat, Ciffton Forge.

Di rumahnya, Annabel mengalami penglihatan. Dia berada di tubuh seorang wanita, yang merebut bayi dari tangan seorang biarawati lalu melarikan diri. Ia terjebak di tepi danau dan memutuskan untuk terjun sambil membawa serta bayinya. Annabel tersadar begitu dia tercebur ke air dan melihat Victoria berdiri di pintu kamarnya sambil memandang ke bawah ranjang. Annabel menanyakan ada apa di bawah tapi Victoria tidak mau menjawan. Ada sosok mengerikan yang menggelayut di di bawah ranjangnya dan akhirnya menaiki tempat tidur dan menyerangnya. Annabel menjerit dan kembali terbangun dari mimpi.

Malam itu, Mama datang dan mengajak Lilly pergi. Lilly mengajak Victoria, tapi ia memilih untuk tinggal. Akhirnya Lilly pergi sendiri dengan keluar dari jendela. Sementara dr. Gerald sudah sampai di Cliffton Forge malam itu dan harus berhasapan langsung dengan arwah Edith yang gila dan akhirnya tewas di rumah itu, tapi ada yang mengetahui. 

Annabel bangun pagi harinya tanpa menyadari ada memar besar di tengkuknya, dia mengecek kamar anak-anak dan menyadari kalau Lilly menghilang. Dia melihat Lilly tidur di halaman dalam keadaan kedinginan. Dia membawanya ke dalam rumah dan berusaha memeluknya untuk menghangatkan tubuhnya. Lilly yang liar sangat sulit untuk dipeluk, tapi Annabel tetap memaksa. Sampai akhirnya Lilly menyerah dan bersedia dipeluk. Annabel senang karena ia akhirnya mau dipeluk dan mau berkomunikasi meski terpatah-patah. Hari itu juga Annabel memaku jendela di kamar anak-anak agar mereka tidak bisa keluar dari jendela.

Hari itu, Annabel melihat bayangan gelap di kamar anak-anak, awalnya dia mengira itu Lilly. Akhirnya dia menyadari kalau Victoria dan Lilly berada di dapur, menunggunya sarapan. Dia menyelidiki ke dalam lemari, tapi tidak menemukan apa-apa. Victoria datang tepat waktu dan menyelamatkannya dari Mama. Annabel menanyakan tentang Mama ini pada Victoria tapi dia juga tidak mau bicara. Ia menghubungi ponsel dr. Gerald tapi selalu terhubung ke voicemail. Tanpa sengaja ia menemukan berkas milik dr. Gerald yang tertinggal ketika dia pergi terburu-buru dari rumah itu dan menemukan foto Edith Brennen di dalam. Dia memutuskan untuk mendatangi langsung kantor dr. Gerald. Ketika sekretarisnya lengah, Annabel mencuri box berisi semua file Victoria dan Lilly. Di rumah dia membongkar box itu dan menemukan makalah dr. Gerald yang berisikan tentang pengalaman mereka berempat. Dia juga mendengar rekaman terapi Victoria, yang menyatakan kalau Edith terjun ke danau dan tewas, tapi bayinya selamat karena tersangkut akar pohon. Annabel menangis karena merasa sedih. Victoria dan Lilly mendatanginya. Victoria bahkan memeluk sambil mengucapkan selamat malam. Lilly protes dan mengatakan jangan.

Malam itu Victoria terbangun dan melihat pintu lemari pakaian terbuka lebar, Mama tidak ada di dalam. Ia keluar dari kamar, diikuti oleh Lilly. Dia melihat Annabel masih duduk memeriksa berkas. Mereka juga  melihat arwah Mama yang marah dan mengejar mereka, mereka berusaha lari dan disusul oleh Mama. Annabel terjatuh dan Mama hampir membunuhnya, Victoria mengalihkan perhatiannya dari Annabelp yang pingsan. Pada waktu itu, Jean masuk ke rumah itu diam-diam, berniat untuk mencari bukti yang bisa digunakan untuk menghancurkan Lucas. Tapi malangnya dia malah harus berhadapan langsung dengan Mama yang sedan marah. Victoria menyusulnya ke bawah dan menemukan bibi Jean yang berwajah Mama. Ia menjerit. 

Annabel tersadar dari pingsan lalu mencari Victoria dan Lilly yang menghilang. Mereka tidak ada di rumah. Dia tahu kemana Mama akan membawa anak-anak itu. Dia langsung menuju Cliffton Forge sambil membawa sisa tulang belulang Edith. Dia berpapasan dengan Lucas yang sudah terlebih dahulu sampai disana. Dari rumah sakit, Lucas yang sudah sembuh langsung menuju ke Cliffton Forge, sesuai penglihatan yang dialaminya tentang abangnya di hari dia sadar dari koma. 

Di rumah itu mereka menemukan mayat Jean lalu menyadari kalau anak-anak ada di atas tebing tempat Edith dulu bunuh diri. Edith berniat membawa mereka ke dasar danau. Lilly datang pertama kali ke arah Mama tapi ditahan oleh Lucas. Edith yang marah sudah akan membunuh. Lucas, ketika Victoria menunjukkan tulang-belulang anaknya yang tersimpan di dalam kardus. Edith mengambilnya dari tangan Annabel lalu bersenandung sambil memeluknya. Tapi dia tersadar ketika Lilly memanggilnya dan mencampakkan tulang belulang itu ke danau sambil kembali mengejar Victoria dan Lilly. Dia melukai Lucas dan Annabel. Lucas pingsan tapi Annabel tidak mau menyerah dan membujuk agar Victoria tinggal. Dia tidak menyerah meskipun Edith berulang kali menahan kepalanya. Akhirnya Edith menyerah dan meninggalkan Victoria. Lilly diselubungi sulur-sulur dan mereka berubah menjadi ratusan kupu-kupu. Annabel memeluk Victoria dan Lucas siuman.

(2013)

Wednesday, February 5, 2014

Ju On: The Grudge



Ju On Series:

Cerita diawali dengan adegan seperti di film lama yang hitam putih. Ada anak-anak, bapak dan mayat seorang perempuan muda.

Lalu muncul sub-cerita pertama: RIKA. 
Rika adalah seorang perempuan muda yang bekerja sebagai sukarelawan di kantor Pusat Kesejahteraan Sosial. Dia ditugasi untuk mengecek keadaan keluarga Tokunaga ke sebuah alamat rumah. Mereka ingin mengetahui apakah keadaan mereka baik-baik saja. Rumah keluarga Tokunaga tempat tinggal wanita tua itu ternyata adalah sebuah rumah tua yang tampak menyeramkan. Rika mengetuk pintu tapi tidak ada yang membalas, jadi akhirnya dia membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Keadaan dalam rumah itu sangat kotor dan berantakan. Dia melihat sepasang tangan yang menggapai-gapai dari balik pintu geser dari kaca, ketika Rika membuka pintunya, tangan itu adalah milik wanita tua yang sepertinya bisu, namanya Sachi. Wanita tua itu tidak berbicara sepatah katapun padanya. Rika melihat tempat tidurnya yang berlumuran kotoran. Akhirnya, dia membantu membersihkan tubuh wanita itu lalu membersihkan rumah kotor dan berantakan yang ditinggalinya.

Setelah membersihkan lantai dasar, Rika naik ke lantai dua untuk membersihkannya juga. Sepertinya nenek Sachi tinggal sendirian di rumah itu, tapi keadaan di lantai dua juga sama kotornya dengan di lantai satu, seakan-akan ada orang yang tinggal disana. Rika mendengar suara-suara dari dalam lemari yang tertutup rapat dan setiap sisinya ditempel dengan isolasi, seolah-olah lemari itu digunakan untuk mengurung sesuatu. Ketika Rika membukanya, didalam ada seekor kucing hitam. Ketika Ia berusaha mengeluarkan kucing itu dari dalam lemari, kucing itu tiba-tiba berubah menjadi seorang anak laki-laki. Dengan ketakutan Rika turun ke lantai dasar dan bertanya pada nenek Sachi, siapa anak laki-laki yang ada di dalam lemari. Tapi nenek Sachi diam saja. Akhirnya Rika berbicara dengannya. Dia mengatakan namanya adalah Toshio. Tiba-tiba nenek Sachi berbicara: 
"Aku sudah mengatakan pada Kazumi, berulang kali"
Tapi Rika tidak memahami maksudnya. Tiba-tiba ada bayangan gelap yang menaiki tubuh nenek Sachi dan menghisap wajahnya. Nenek Sachi tewas. Bayangan hitam itu menoleh pada Rika, dan ia pun pingsan. Toshio hanya memandang dari pintu kamar.

Sub-title kedua adalah: KATSUYA TOKUNAGA
Katsuya adalah seorang pria yang tinggal di rumah tua itu, bersama istrinya, Kazumi. Setiap malam mereka selalu diganggu oleh suara-suara. Hingga pada suatu hari, istrinya melihat sepasang tangan menarik kucing hitam dari atas tangga. Kazumi mengikutinya lalu tiba-tiba saja dia menjerit dan menghilang. Katsuya yang pulang dari kantor mencari-cari istrinya tapi tidak ketemu. Dia bertanya pasa ibunya, nenek Sachi, tapi dia pun diam saja. Katsuya naik ke lantai dua dan melihat Kazumi terbaring shock di atas tempat tidur dengan mata terbelalak dan ketakutan. Ketika Katsuya ingin menelepon ambulance, tiba-tiba dia melihat sekikas bayangan berlari di belakangnya. Sesudah mengecek seisi kamar, dia tidak menemukan siapapun selain mereka berdua. Dan istrinya masih tetap terbaring diam di tempat tidur. Tiba-tiba seorang anak laki-laki berwajah pucat muncuk dari balik tirai dan membuatnya kaget. Ketika dia menanyakan siapa anak itu, suaranya terdengar seperti suara kucing. Lalu ada suara kucing terdengar dari dalam lemari dan ketika dia menoleh, lemari itu tertutup sendiri. Pada saat itu Kazumi meregang nyawa dan tewas. Katsuya shock dan mulai menggigit-gigit kuku jarinya. 

Bel rumah berbunyi, ada seorang wanita yang masuk ke rumah, ternyata dia Hitomi yang adalah adik Kazumi yang datang mengunjungi mereka. Dia heran melihat rumah berantakan. Dia menyapa ibunya, nenek Sachi, lalu ke dapur untuk memasak makan malam. Katsuya membopong mayat istrinya masuk ke dalam kamar dan adik Kazumi mendengar suara pintu tertutup. Hitomi berniat naik ke lantai dua untuk melihat tapi dihalangi oleh Katsuya dan menyuruhnya pergi dari rumah itu, karena Kazumi sedang pergi ke luar rumah. Wajah Katsuya berubah menjadi seperti kerasukan lalu dia naik kembali ke lantai dua. Ada bayangan perempuan yang menempel di balik jendela kaca lantai dua.

Sub-title ketiga: HITOMI
Hitomi yang khawatir karena tidak mendapat kabar apapun dari kakaknya, selalu menelepon rumah Kazumi meskipun tidak ada yang mengangkat telepon. Dia sedang berjalan di lorong gedung kantornya yang sepi ketika dia mendengar suara seperti terseret-seret di belakangnya. Dia menoleh ke belakang tapi tidak ada siapa-siapa disana. Dia berlari ke toilet. Disana ponselnya berbunyi, Katsuya meneleponnya. Tapi ketika diangkat, tidak ada suara apapun yang terdengar. Lalu ada ketukan dari bilik toilet di sebelahnya, yang ternyata kosong ketika pintunya dibuka. Tapi tiba-tiba muncul kepala seorang wanita dengan rambut terburai dari dinding toilet. Hitomi menjerit ketakutan dan melapor ke bagian keamanan. Seorang satpam pergi mengecek ke lantai tempat Hitomi tadi berada dan Hitomi bisa melihat keberadaannya dari kamera keamanan yang menyoroti tempat si satpam berada. Dia melihat ia mengecek setiap ruangan sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan yang pintunya terbuka. Lalu ada bayangan gelap yang meliputi tubuh satpam itu dan menariknya hingga menghilang. Hitomi yang ketakutan langsung keluar dari gedung itu dan pulang ke apartemennya. Dia menelepon seorang teman agar datang ke apartemennya karena dia sangat ketakutan, tapi temannya itu tidak pernah sampai. Hitomi lalu sembunyi di bawah selimut dan menyalakan televisi, tapi televisi itu berubah menjadi wajah menakutkan dan ia mematikannya. Dia lalu menyadari bahwa ada sesuatu di balik selimutnya, ketika dia melihatnya, ada perempuan berwajah pucat yang menakutinya. Hitomi lalu menghilang dari selimut. Lenyap.

Adegan lalu kembali ke sub-title Rika. Pria yang menyuruh Rika, Hirohashi, datang untuk mengecek keadaan rumah itu. Dia terkejut melihat nenek Sachi sudah terbaring kaku, meninggal. Sementara Rika, duduk dalam keadaan shock di sudut ruangan. Pria itu memanggil polisi untuk mengecek ke dalam rumah. Mereka naik ke lantai dua sambil berusaha menghubungi ponsel Katsuya. Dering telepon ternyata berada di dalam rumah itu. Polisi mengikuti suara ponsel itu dan sampai di kamar di lantai dua, suara ponsel itu berasal dari langit-langit kamar. Begitu dicek keatas, Ternyata mayat Katsuya berada di langit-langit rumah itu, duduk di samping mayat istrinya, Kazumi.

Rika lalu dibawa ke rumah sakit. Polisi menanyainya tentang apa yang terjadi di rumah itu. Ria menceritakan tentang anak laki-laki bernama Toshio yang dilihatnya disana, agar polisi menemukannya. Tapi polisi itu mengatakan kalau keluarga Tokunaga tidak punya anak. Polisi itu juga bingung. Dia lalu menyelidiki sejarah rumah tua itu dan menemukan kalau semua keluarga yang pernah tinggal disana sudah tewas atau menghilang secara misterius. Pemilik asli rumah itu adalah keluarga Saeki. Istrinya bernama Kayako yang tewas dibunuh suaminya sendiri,Taeko. Mayatnya ditemukan di langit-langit rumah itu. Mereka memiliki seorang putra bernama Toshio yang menghilang dan belum ditemukan.

Lalu muncul adegan seorang anak perempuan bersama ayahnya, Toyama. Ia adalah mantan polisi yang menyelidiki kasus keluarga Saeki tapi ia sudah mengundurkan diri dari kepolisian. Ia menyuruh anaknya, Izumi, naik ke rumah sementara dia berbicara.
Rika berada di kantor polisi. Polisi itu menceritakan kalau Toshio bukanlah anak keluarga Tokunaga, tapi anak keluarga Sakae yang sudah menghilang selama lima tahun. Tidak diketahui apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Sementara itu, di kantor Pusat Kesejahteraan Sosial, pria yang menyuruh Rika mengecek keberadaan keluarga Tokunaga, Hirohashi,  ditemukan tewas di bawah bak cuci piring.

Toyama akhirnya bersedia ke kantor polisi untuk menyelidiki video rekaman di kantor Hitomi. Dia melihat langsung bayangan hitam yang menarik satpam ke dalam ruangan itu. Lalu keluar sebuah bayangan hitam berwujud perempuan dari dalam ruangan itu dan berjalan di lorong gedung. Tiba-tiba dia sudah berada di depan kamera dan memandang langsung ke arah Toyama.
Rika juga tidak luput dari gangguan. Ketika sedang tidur di kamarnya, dia melihat Toshio duduk di kaki tempat tidurnya. Sementara, Kayako memandanginya dari atas tempat tidur.

Toyama yang menyadari kekuatan jahat rumah tua itu akhirnya nekat datang kesana sambil membawa banyak bahan bakar, dia berniat membakar rumah itu. Tapi Toyama melihat kilasan peristiwa dan suara-suara tentang anaknya, Izumi, di rumah itu. Dia berpapasan dengan Izumi yang baru turun dari lantai dua. Tapi Izumi ketika itu sudah berubah menjadi gadis remaja. Berarti peristiwa itu berasal dari masa depan. Ada sekelompok gadis remaja di dalam kamar di lantai dua, termasuk Izumi. Tiba-tiba mereka menjerit dan menghilang. Lalu ada bayang gelap berbentuk sesosok wanita yang merayap di lantai menuju ke arahnya. Dia berlari ketakutan. Di pintu masuk, dia bertemu dengan polisi yang ternyata mencari-carinya. Toyama berhasil melarikan diri, tapi kedua polisi itu tidak berkutik melihat sosok menyeramkan yang merayap di tangga. Mereka akhirnya tewas. Di televisi tayangan berita mengabarkan kalau seorang wanita bernama Rika telah ditemukan dalam keadaan tewas di sebuah rumah tua.

Sub-title keempat: IZUMI TOYAMA
Dia sudah menjadi gadis remaja. Dia selalu merasa ketakutan tapi tidak tahu kenapa. Dua orang temannya, Chiharu dan Mizuki datang ke rumahnya untuk mengantarkan foto. Rumah Izumi tampak menyeramkan dan ibunya nampak pucat dan berantakan. Kamar Izumi tampak gelap dan tertutup gordyn. Ketika temannya membuka gordyn, ternyata Izumi menempeli kaca jendelanya dengan kertas koran. Katanya ada tiga orang yang memandanginya dari jendela itu. Yaitu Saori dan dua orang temannya. Mereka adalah tiga orang anak hilang. Mereka temannya yang bersama Izumi masuk ke dalam rumah tua itu dan mereka menghilang kecuali Izumi. Sejak saat itu Izumi selalu dihantui bayangan mereka. Lalu ia tiba-tiba menjerit histeris. Chiharu dan Mizuki akhirnya pergi darisana. Ibu Izumi lalu mengatakan kalau demikian juga perilaku ayah Izumi sebelum meninggal. Di perjalanan mereka melihat foto-foto milik Izumi, ternyata di dalam foto itu ada tiga orang anak yang hilang bersama Izumi dan bola mata mereka menghitam.
Malam itu Izumi bermimpi tentang roh ayahnya. Ketika terbangun dia melihat koran yang menutupi kaca jendelanya sudah terbuka dan ketiga temannya yang tewas di rumah tua itu mendatanginya. Arwah Kayako muncul dari belakang dan menarik Izumi hingga menghilang.

Sub-title kelima: KAYAKO SAEKO
Ada seorang perawat rumah jompo, Rika, yang sedang menelepon temannya, Mariko. Dia melihat salah seorang pasien, Tn. Saito seperti sedang bercanda dengan seseorang tapi bukan dirinya, bahkan ketika mereka berdua sedang berjalan di taman dan Saito naik kursi roda. Ternyata Saito melihat kalau ada seorang anak yang selalu berada di samping Rika, tapi Rika tidak bisa melihatnya. Lalu ketika dia sedang mandi, ada tangan yang menempel di kepalanya, yang menghilang ketika dia menoleh. Siang itu Rika bertemu dengan Mariko. Ternyata Mariko adalah guru sekolah Toshio, yang menceritakan kalau anak itu jarang masuk sekolah dan bahwa ia merasa harus mengunjungi mereka. Tapi Rika melihat bayangan Toshio di bawah meja makan di restoran dan ia menjerit ketakutan karena Toshio mencolek kakinya. Malam itu Rika bermimpi buruk, ada banyak kucing hitam yang ribut mengeong di kamarnya. Ia terbangun karena Mariko menelepon. Mariko sedang berada di rumah Tokunaga untuk mencari Toshio, tapi rumah itu kosong dan berantakan. Hubungan telepon mereka terputus. Rika yang merasa khawatir langsung menyusul Mariko kesana, dengan takut-takut dia naik ke lantai dua untuk mencarinya. Mariko tidak terlihat dimanapun. 

Sesampainya di lantai dua yang kosong, dia melihat ke arah pintu kamar yang tertutup dan mencari Mariko di dalamnya. Tapi ruangan itu juga kosong. Dia mendengar keributan dari dalam lemari. Ketika dibuka, nampak kaki Mariko yang meronta-ronta. Dia ditarik ke langit-langit kamar yang ternyata terhubung dengan lemari itu. Rika mengintip ke lorong langit-langit rumah sambil memanggil Mariko, tapi yang muncul malah sosok perempuan menyeramkan yang merayap kearahnya. Rika menjerit san melarikan diri ke bawah. Tak sengaja dia melihat ke arah cermin dan melihat bayangan wajahnya berganti menjadi wajah wanita lain yang ternyata adalah Kayako. Rika menjerit dan jatuh terduduk. Dia lalu mendengar suara gemeretak dari arah tangga. Ternyata arwah Kayako sedang merayap di tangga menuju ke arahnya. Rika yang ketakutan hanya bisa duduk terpaku ketika Kayako semakin mendekat dan ia menyadari kalau Kayako lah yang menghantuinya selama ini.

Tiba-tiba arwah Kayako menhilang. Dan dari arah tangga, muncullah arwah suaminya, Takeo, dalam keadaan berlumuran darah, sementara Toshio mengintip dari balik jendela. Akhirnya Rika meninggal di rumah itu. Pada akhirnya, semua yang pernah memasuki rumah tua itu akhirnya menghilang secara misterius atau tewas secara misterius juga. Di adegan terakhir ditunjukkan kalau mayat Kayako masih berada di langit-langit rumah itu masih dalam keadaan seperti baru tewas, belum membusuk.

(2002)

Thursday, January 30, 2014

Tarzan (2013)

JJ Greystoke yang berusia 4 tahun adalah anak tunggal dari pasangan suami istri kaya raya, John dan Alice Greystoke. John mendanai penelitian seorang ilmuwan hutan, yang tinggal di tengah hutan belantara Afrika untuk mencari sebuah sumber energi besar. Konon, ada batu meteor raksasa dari luar angkasa yang jatuh ke bumi puluhan tahun yang lalu. Belum ada yang mengetahui lokasi jatuhnya batu meteor itu sehingga banyak yang menganggap kalau kisah itu hanya legenda. Tapi peneliti itu merasa yakin kalau batu meteor itu memang ada dan dia bersedia mencarinya, hanya saja dia tidak memiliki uang. Maka dia meminta bantuan CEO kaya, John Greystoke untuk mendanai penelitiannya. John setuju. Tapi setelah peneliatian berbulan-bulan tanpa hasil, John akhirnya menemui si peneliti di hutan dan mengajaknya pulang ke kota. Penelitian itu sia-sia saja karena kemungkinan besar batu meteor itu memang hanya legenda dan ia akan menghentikan bantuan penelitian untuknya. Tapi si peneliti memutuskan untuk tetap tinggal di hutan.
Selama menunggu orang tuanya berbicara, JJ memilih bermain-main di hutan bersama boneka beruangnya. Ada seekor burung phoenix berwarna oranye yang tampaknya selalu terbang di dekatnya. JJ sangat menyukai hutan dan sering membayangkan kalau dia adalah raja penguasa hutan dan menamai dirinya Tarzan. Dia berhenti bermain ketika ibunya mengajaknya pulang ke kota dengan menaiki helikopter. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada si peneliti, mereka pun berangkat. Di tengah penerbangan, John melihat keanehan di tengah hutan dan ingin menyelidikinya. Helikopter pun turun di sebuah dataran luas berbatu di depan gua yang besar. John masuk untuk menyelidikinya sementara Alice dan JJ menunggu di depan gua. Ternyata gua itu adalah tempat jatuhnya batu meteor yang selama ini mereka cari-cari. John sangat antusias dengan penemuannya itu dan ingin membawa serpihan batu hitam dengan garis merah itu sebagai bukti, hal itu berujung pada bencana. Gua itu bergetar seperti akan longsor dan ada ledakan dimana-mana. Diikuti dengan hujan deras dan badai yang menerpa hutan itu. Dengan buru-buru mereka meninggalkan tempat itu tapi kurang cepat. Helikopter mereka jatuh dan menabrak tebing di tepi air terjun. Kedua orang tuanya menghilang tapi JJ selamat dan pingsan.

Sementara itu di sisi lain hutan, sekumpulan gorilla sedang mengalami masa sulit karena kelompok mereka diserang oleh gorilla lain yang ganas. Gorilla jantan pemimpin kelompok itu dibunuh secara brutal oleh pejantan baru yang ganas ini. Di hari yang sama itu juga si gorilla betina kehilangan anaknya yang bermain di tepi jurang dan terjatuh. Ketika dia terduduk di tepi jurang meratapi anaknya yang terjatuh, dia melihat helikopter yang membawa keluarga Greystoke sedang meluncur jatuh ke jurang dan meledak. Gorilla betina itu mendatangi lokasi jatuhnya helikopter dan menemukan JJ sedang menangis sendirian disana. Gorilla yang sedang berduka itu merasa kalau dia menemukan anak lain sebagai pengganti anaknya yang tewas, ia lalu membawa JJ yang sedang shock dan membesarkannya.

Pejantan ganas yang kini menjadi pemimpin kelompok gorilla itu tidak menyukai keberadaan JJ dan selalu mencari cara untuk mengusirnya. Tapi gorilla yang lain menyukainya dan berteman dengannya. Kehidupan hutan membuat JJ tumbuh menjadi anak yang kuat dan mampu mengatasi segala rintangan di hutan. Tapi dia tetap merasa kalau dia berbeda dari kumpulan gorilla itu. Ketika akhirnya dia menemukan lokasi jatuhnya helikopter mereka dulu dan dia ingat kalau dia punya orang tua dan bahwa dia memang berbeda, tapi tak ada yang bisa dilakukannya. Dia hanya membawa tas yang ditemukannya di dalam helikopter. Di dalamnya dia menemukan foto orangtuanya bersama potonganbatu meteor yang diambil ayahnya dari gua itu. Dia menyimpan semuanya di pohon tempatnya tidur.

Namun jalan hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan Jane Porter yang merupakan putri dari peneliti yang dulu didanai ayahnya, John. JJ tidak bisa mengingat tentang peneliti itu tapi dia memiliki perasaan yang aneh ketika melihat Jane yang cantik. Dia menyelamatkan Jane dari serangan hewan hutan dan itulah saat mereka bertemu, tapi JJ masih terlalu takut untuk mendekat dan hanya bisa mendeguh dengan bahasa khas gorilla yang dipelajarinya dari kelompoknya di hutan. Jane hanya sebentar berada disana, untuk mengunjungi ayahnya. Ayahnya mengelola usaha safari untuk pengunjung yang ingin melihat-lihat hutan Afrika sebagai usaha untuk mendanai penelitiannya, meskipun tampaknya tidak terlalu berhasil. Jane mengajak ayahnya untuk kembali ke kota dan ia menolak, maka Jane akhirnya harus pulang sendiri. Setelah itu dia kembali ke kota dan hanya meninggalkan sehelai scarf untuk JJ. JJ menyimpan scarf itu dengan baik dan menunggu hingga Jane datang lagi ke hutan itu.

Setelah beberapa tahun, Jane akhirnya kembali kesana bersama seorang pria tamak, Clayton, yang ternyata adalah CEO pengganti di perusahaan milik John Greystoke, ayah JJ, setelah dia menghilang bersama istrinya di pedalaman hutan Afrika. Clayton menipu Jane. Jane datang untuk meminta bantuan dari perusahaan besar itu agar membantunya melindungi hutan Afrika. Clayton tidak berniat membantunya tapi dia tahu kalau ayah Jane adalah seorang peneliti yang mencari keberadaan batu meteor sumber energi baru, yang dulu juga dicari oleh John Greystock. Dia pura-pura setuju dengan Jane hanya agar ia mengantarkannya ke lokasi tempat ayahnya berada. Setelah bertemu dengan si peneliti, ia memaksanya melanjutkan pencarian batu meteor itu. Peneliti itu beranggapan kalau hilangnya John dan Alice berkaitan dengan penelitian batu meteor itu menolak. Ia mengatakan kalau meteor itu hanyalah legenda, tapi Clayton tetap memaksa dan kalau ia menolak, maka ia akan membahayakan nyawa Jane.

Jane yang kecewa karena merasa tertipu melarikan diri ke hutan. Disana ia bertemu lagi dengan JJ. Jane mengenalinya sebagai anak John Greystock karena wajah mereka sangat mirip. Jane memperkenalkan diri dan JJ ingat kenangan masa kecilnya tentang bagaimana dia ingin menjadi raja hutan bernama Tarzan. Mereka pun berjalan-jalan jauh ke dalam hutan. Tanpa sengaja mereka menemukan gua tempat batu meteor itu berada dan Tarzan ingat bagaimana ia kehilangan orang tuanya karena pencarian batu itu. Batu itu berbahaya dan seharusnya tidak diusik. Suasana di sekitar itu juga berbeda dari bagian hutan biasa. Mereka hampir dimangsa oleh tanaman ganas yang menjalar disana sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana. Tarzan lalu membawa Jane menemui keluarga gorillanya, dan bertemu dengan gorilla betina yang sudah membesarkannya. Kelompok itu menyambut Jane dengan baik, tapi pejantan jahat pemimpinnya menolak. Hal itu mengakibatkan Tarzan harus berkelahi dengannya. Yang kalah harus pergi dari kelompok itu dan yang menang terpilih sebagai pemimpin kelompok yang baru. Tarzan menang dan diangkat jadi pemimpin kelompok. Dia membawa Jane ke pohonnya untuk menunjukkan gambar orang tuanya. Dia juga menyerahkan serpihan batu meteor peninggalan ayahnya kepada jane, setelah dia melubanginya lalu menjadikannya mainan kalung. Jane memakai kalung dengan bandul aneh itu dengan gembira.

Lalu lewatlah helikopter milik Clayton yang menjelajahi hutan untuk mencari Jane. Clayton melihat Tarzan dari dekat dan menyadari kalau dia adalah keturunan Greystoke. Claystone lalu menembak untuk membunuh Tarzan untuk memastikan posisinya sebagai CEO di perusahaan Greystoke todak tersingkir, karena ternyata ada keturunan aslinya yang masih hidup. Tapi mereka berhasil menghindar dan selamat. Tapi Jane menyadari kalau Tarzan dan kelompok gorillanya akan selalu berada dalam bahaya selama dia masih disana. Ia lalu meminta Tarzan mengantarkannya kembali ke tempat ayahnya agar Clayton berhenti memburunya. Dia tidak menyadari kalau Clayton sudah mengetahui bahwa Tarzan adalah seorang Greystock.

Di tempat ayahnya, Jane dan ayahnya disandera oleh Clayton. Ia melihat kalung yang dipakai oleh Jane dan memaksanya memberitahu darimana dia menemukan batu itu dengan ancaman akan membunuh Tarzan kalau dia menolak. Tarzan datang malam itu berusaha untuk membebaskan Jane, tapi tempat itu sudah dipenuhi oleh anak buah Clayton yang bersenjata lengkap. Mereka bahkan berhasil menembak ibu gorilla dan menangkap serta mengurung Tarzan di dalam kandang. Tarzan bisa bebas karena ada kawannya yang datang menolong. Ia lalu membawa ibu gorilla nya kembali ke tempat mereka dan berusaha mengobatinya. Ia menitipkan ibu gorilla pada salah satu temannya lalu berniat menyusul komplotan Clayton yang sedang menuju ke gua tempat batu meteor. Dia meminta bantuan dari hewan-hewan hutan untuk mengalahkan mereka.

Sementara itu, komplotan Clayton sudah sampai di gua dan sedang menyusun banyak peledak di sekitarnya. Mereka akan menghancurkan gua itu sebelum menambang batu meteor di dalamnya. Jane dan ayah ya diikat didalam, akan diledakkan bersama dengan gua itu. Tarzan berhasil menyelamatkan mereka tepat waktu. Ayahnya menyuruh mereka meninggalkan tempat itu secepatnya sementara dia akan tinggal untuk mematikan peledak yang sudah terpasang. Di luar, komplotan Clayton diserbu oleh hewan-hewan hutan dan peledak mereka gagal meledak. Dalam usaha melarikan diri dengan helikopter, mereka menabrak jurang dan meledak. Mereka segera meninggalkan tempat itu karena ada hujan dan badai, gua itu seperti rubuh dan menutup. Tarzan dan Jane keluar dengan selamat. Mereka kembali dengan selamat ke kelompok gorilla nya dan menemukan kalau si ibu gorilla juga sudah sembuh. Ayah Jane bahkan berhasil membawa sebongkah besar batu itu untuk penelitiannya.

(2013)

Saturday, January 18, 2014

The Ghost Rider 2 - Spirit Of Vengeance

Ini adalah sekuel dari Ghost Rider 1 yang tayang tahun 2007 lalu, dengan pemeran utama masih dipegang oleh Nicholas Cage sebagai Johnny Blaze dan masih ada Roarke si iblis yang menjadikan Johnny seorang Ghost Rider.
Adegan diawali oleh seorang pria yang mengendarai motor besar di jalanan wilayah Eropa Timur. Pria itu adalah Moreau, seorang pastor dari Prancis yang datang untuk memperingatkan Benedict, temannya di sebuah biara, bahwa akan ada ancaman besar yang akan datang ke biara itu. Tapi Benedict tidak percaya. Namun, tiba-tiba saja biara itu sudah diserbu oleh sekelompok pria bersenjata. Lalu terlihat seorang wanita bernama Nadya sedang berusaha melarikan diri bersama seorang anak laki-laki bernama Danny.  Mereka hampir terbunuh, sebelum akhirnya Moreau datang menyelamatkan mereka. Moreau memanggil-manggil Nadya sambil berkata bahwa dia bisa menolong mereka, tapi Nadya yang ketakutan lebih memilih untuk melarikan diri dan tidak percaya padanya. Ternyata gerombolan bersenjata itu menyerbu biara memang dengan tujuan untuk mencari seorang anak laki-laki bernama Danny yang bersembunyi bersama ibunya disana. Danny dan ibunya berhasil meloloskan diri dari kejaran gerombolan itu atas bantuan Moreau yang menembak ban mobil penyerangnya.

Moreau lalu mendatangi Johnny di tempat tinggalnya yang gelap dan berantakan. Johnny sudah berusaha menekan kemunculan roh Ghost Rider dengan menghindari tempat-tempat dan orang-orang jahat. Dia memilih hidup menyendiri di tempat terpencil. Moreau mengetahui kalau kalau Johnny adalah Ghost Rider. Dia ingin meminta bantuan Johnny untuk menyelamatkan Danny, tapi Johnny menolak karena tidak ingin keluar dari tempat persembunyiannya. Moreau menjelaskan kalau Danny memiliki hubungan dengan Roarke, iblis yang dulu sudah menjebaknya menjadi Ghost Rider. Moreau berkata kalau Johnny mau menolong dia mencari Danny, dia akan meminta bantuan guru-guru nya di biara kuno Prancis untuk mencabut kutukan Ghost Rider dari Moreau. Johnny akhirnya bersedia membantu.

Nadya dan anaknya terlihat masih berusaha melarikan diri dari kejaran. Mereka bersembunyi di sebuah restoran dan berhasil mencopet dompet seorang pria dan mencuri uangnya. Nadya tidak mengetahui kalau posisi mereka sebenarnya sudah diketahui oleh gerombolan itu dan sedang dibuntuti. Di jalanan yang sepi, mobil Nadya disudutkan dan ia berusaha menyelamatkan diri. Tapi dia tertangkap dan mengetahui kalau gerombolan yang mengejarnya ternyata adalah Carrigan, mantan kekasihnya. Carrigan ingin menangkap Danny dan membawanya pada seseorang yang akan memberinya imbalan uang. Sementara di tempat lain, Johnny berusaha untuk memanggil kembali roh Ghost Rider dalam dirinya yang selama ini sudah berusaha ditekannya dan ia berhasil. Dia mencium adanya kejahatan di tempat Carrigan dan Nadya dan berhasil tiba disana tepat waktu sebelum dia menembak Danny.

Carrigan dan gerombolannya terpaku melihat kedatangan Ghost Rider yang berwujud tengkorak yang terbakar api merah menyala dengan motor berapinya. Johnny yang sudah lama tidak memakan jiwa-jiwa jahat itu sedang sangat kelaparan lalu dengan mudah menghabisi anak buah Carrigan yang jahat. Carrigan menembaknya dengan pelontar granat lalu berhasil membawa lari Danny dan meninggalkan Nadya disana bersama Johnny. Johnny terbangun di kamar rumah sakit dan merasa sangat kesakitan. Dia meminta morfin pada perawat tapi tidak diberikan, malah dia mengatakan akan membawa polisi masuk untuk menginterogasinya. Johnny berhasil kabur dari sana dan berpapasan dengan Nadya di lorong rumah sakit tapi Nadya tidak mengenalinya.

Di tempat lain, Carrigan menelepon pria yang membayarnya untuk menculik Danny lalu menceritakan tentang kemunculan Ghost Rider. Pria itu ternyata Roarke, iblis yang dulunya menjebak Johnny. Dia sudah lama mencari Johnny yang seperti hilang tanpa jejak dan ia melihat kesempatan untuk membunuh Johnny yang telah berani menentangnya. Ia membisikkan kata-kata seperti mantera di telinga Danny lewat telepon Carrigan dan Danny tiba-tiba menjerit dan pingsan. Roarke menyuruh Carrigan untuk tidak menetap di satu tempat saja, karena Johnny akan menemukan mereka melalui penglihatannya sebagai Ghost Rider. Johnny si Ghost Rider melihat semua itu melalui penglihatan batinnya, tapi sesudah Roarke membisikkan mantera di telinga Danny, Johnny kehilangan penglihatannya atas mereka.

Di depan rumah sakit, Johnny bertemu dengan Nadya. Mereka saling bertukar cerita bahwa mereka sama-sama orang yang sudah pernah terjebak perjanjian dengan Roarke. Danny ternyata adalah anak yang dimiliki Nadya setelah tidur dengan Roarke si iblis. Itu adalah syarat yang diminta si iblis karena dia telah menyelamatkan nyawa Nadya ketika dia sedang sekarat dan terjebak di sebuah gedung yang terbakar. Setelah mengetahui Danny adalah anaknya, Roarke meminta Danny untuk dibawa tapi Nadya yang menolak dan memutuskan untuk melarikan diri. Roarke lalu mengutus Carrigan yang jahat untuk mencari mereka dengan imbalan uang. Karena itu Johnny dan Nadya saling mengerti kalau mereka harus bekerja sama untuk melawan Roarke dan menyelamatkan Danny. Karena kalau mereka gagal, maka Johnny juga akan mati. Dalam penglihatannya, hanya Danny lah yang bisa membunuh Ghost Rider.

Nadya membawa Johnny menemui seorang kenalannya, Vasil, untuk mencari tahu apakah dia mengetahui rencana Danny dan kelompoknya. Vasil adalah salah satu anggota Carrigan yang juga sangat jahat. Saat itu malam sudah tiba dan Danny berusaha keras untuk menahan agar Ghost Rider tidak keluar, karena dia pasti akan membunuh semua orang jahat yang ditemuinya, termasuk Nadya. Sementara keberadaan mereka disana sebenarnya adalah untuk mencari informasi tempat persembunyian Carrigan. Karena Ghost Rider bisa merasakan dimana kejahatan berkumpul dan tempat itu penuh dengan penjahat, usaha Johnny untuk menahannya hampir gagal. Mereka berhasil membuat Vasil memberitahukan lokasi Carrigan, di sebuah pertambangan tua, dan Nadya tahu tempat itu. Mereka lalu segera melarikan diri dari sana agar Jhonny tidak keburu berubah menjadi Ghost Rider dan membantai mereka semua disana.

Di markasnya, Carrigan membeli peluru dengan nuklir sebagai persiapan untuk menghadapi Ghost Rider. Mereka memang susah menantikan kedatangan Johnny. Nadya berhasil menemukan Johnny dan membebaskannya tepat ketika Ghost Rider muncul. Carrigan menembaknya dengan bazooka berhulu nuklir tapi Ghost Rider tetap hidup dan membantai anak buah Carrigan dengan api. Johnny berusaha menghisap jiwa Carrigan tapi batal ketika dia merasakan keberadaan Danny yang mulai menjauhi tempat itu. Dia meninggalkan Carrigan untuk menyusul mereka. Ghost Rider berhasil menarik  Nadya dan sudah akan menghisap jiwanya yang dianggap jahat, ketika akhirnya Danny turun dari mobil dan menyuruhnya berhenti. Johnny berhasil menguasai diri dan membuat roh Ghost Rider kembali masuk, sehingga dia tidak membunuh mereka.

Mereka bertiga lalu makan di restoran sambil menyusun rencana. Mereka akan menunggu kabar dari Moreau.

Di tempat Carrigan, Roarke datang dan menghidupkan kembali mayat Carrigan yang sudah tewas karena tertimpa batu berukuran raksasa. Ini membuat Carrigan sebagai mahluk yang setengah hidup dan setengah mayat. Sentuhan Roarke memberinya kekuatan pembusukan sehingga semua yang disentuhnya akan langsung membusuk hingga hancur. Roarke menyuruhnya menyelesaikan tugasnya untuk mencari Danny.

Sementara itu, Johnny, Danny dan Nadya sedang dalam perjalanan menuju ke biara Moreau, mereka berpapasan dengannya di tengah jalan. Perjalanan itu dilakukan dengan santai, Johnny bahkan sempat membawa Danny naik motornya. Danny yang sangat merindukan sosok seorang ayah sudah mulai menyukai Johnny. Mereka tidak menyadari bahaya yang sedang mengikuti mereka, Carrigan dengan kutukan pembusukannya.

Moreau membawa mereka bertiga ke tempat suci, biara tempat para rahib yang menjalankan ritual kuno. Moreau akan memenuhi janjinya untuk mencabut kutukan Ghost Rider dari dalam diri Johnny setelah berhasil membawa Danny ke tempat itu. Moreau menjelaskan kalau ghost Rider itu dulunya adalah Zarathos, malaikat keadilan yang dikirim ke bumi. Tapi dia diperdaya, lalu dibawa dan disiksa di neraka hingga menjadi gila. Malaikat itu pun berubah menjadi Roh Pembalasan, yang membunuh orang jahat dan memakan jiwanya, itulah yang dilakukan Ghost Rider. Johnny bertanya, apakah masih ada sisa kebaikan malaikat itu di dalam dirinya? Moreau bilang tidak ada, hanya ada kekuatan jahat dan amarah. Dan memang Johnny pun tidak bisa merasakan kekuatan baik dalam dirinya. Moreau lalu juga menjelaskan kalau proses pencabutan kutukan itu tidak bisa seratus persen berhasil, tetap ada kemungkinan gagal dan berujung pada kematian Johnny. Johnny tidak merasa takut dan tetap mau melanjutkan.

Dia disuruh masuk ke dalam sebuah gua dimana tidak ada jalan keluar. Gua itu diterangi dengan cahaya yang sangat terang benderang untuk memancing Ghost Rider keluar dari tubuhnya. Sepertinya cara itu berhasil dan Johnny terbangun dengan perasaan yang berbeda dari biasanya. Dia merasakan kalau roh Ghost Rider itu sudah tidak ada. Dengan gembira dia berlari keluar dari gua untuk mencari Moreau dan menyampaikan kabar itu. 

Dia menemukan para biarawan sedang menyandera Moreau, Nadya dan Danny. Mereka beranggapan kalau bahaya tidak akan berlalu kalau Danny masih hidup, dia anak iblis dan dia harus dibunuh. Moreau yang marah karena merasa dibohongi, tidak setuju. Dia merasa kalau jiwa Danny masih bisa diselamatkan, tapi tidak digubris. Dia hanya bisa meronta tak berdaya, sama halnya dengan Johnny yang sudah kehilangan roh Ghost Ridernya. Mereka bertiga dipisahkan dari Danny. Tepat ketika para biarawan akan memenggal Danny, Carrigan muncul dan membunuh mereka semua lalu melarikan Danny.

Ternyata Roarke punya rencana khusus untuk Danny. Ia ingin merasuki tubuh Danny untuk selamanya. Johnny, Moreau dan Nadya harus segera menemukannya.

Carrigan membawa Danny ke Turki untuk menemui Roarke, di Uzak Gokten, tempat di bumi yang dianggap paling jauh dari surga. Roarke dan Danny bertemu dan berbicara. Roarke menjelaskan bahwa Danny adalah puteranya, setengah manusia, setengah iblis. Bahwa hanya tubuh Danny lah yang bisa menampung kekuatan iblis yang dimilikinya. Dan bahwa tubuh Roarke yang dirasukinya sekarang sedang dalam keadaan sekarat. Dia harus menemukan tubuh pengganti yang baru, yang lebih kuat. Karena itu, Danny harus mati, agar ia bisa merasuki tubuhnya. Dengan begitu, Roarke tidak harus kembali ke neraka.

Tempat itu sudah dipenuhi oleh puluhan pemujanya. Ritual iblis akan dilakukan di saat fajar, dan ketika malam tiba, mereka harus bergerak cepat menyelamatkan Danny. Ritual sudah dimulai dengan iringan mantera dari para pengikut iblis. Moreau dan Johnny masuk diam-diam, sementara Nadya bertindak sebagai penembak jitu di luar. Moreau akan masuk dengan terang-terangan untuk membuat keributan, sementara Johnny masuk sembunyi-sembunyi untuk mencari Danny. Pertengahan ritual adalah saat dimana kekuatan Roarke berada di ambang yang paling rendah. Mereka berhasil memporak-porandakan ritual  itu, tapi sebagian besar dari jiwa iblis Roarke sudah berhasil masuk ke tubuh Danny, sehingga ia berubah dan tidak menanggapi Johnny. Carrigan berhasil membunuh Moreau dan membunuhnya dengan sentuhan pembusukan. Ia lalu mengincar Johnny. Tapi Roarke melarangnya, dia ingin Danny lah yang membunuh Johnny, sebagai putera iblis. Dengan kekuatan baru yang sudah didapatnya dari Roarke melalui acara ritual tadi.

Tanpa diduga, Danny malah menghianati Roarke dan menggunakan kekuatan barunya untuk menghidupkan kembali roh Ghost Rider dalam diri Johnny. Dia berhasil, tapi langsung tewas seketika karena kehabisan tenaga. Johnny berubah kembali menjadi Ghost Rider. Roarke menjerit marah dan melarikan tubuh Danny dengan mobilnya, sambil ketakutan dengan acaman Johnny si Ghost Rider baru yang berusaha menyusul dengan sepeda motor berapinya. Nadya menyusul dengan mobil lain di belakang, tapi dihalangi oleh Carrigan. Ghost Rider berhasil menangkapnya tepat waktu sebelum ia membunuh Nadya. Mereka bertarung di kap mobil yang dikemudikan Nadya dan berhasil membunuh Carrigan.

Ghost Rider lalu menyusul mobil yang dikendarai Roarke sambil membawa Danny. Roarke sudah lemah karena sebagian besar tenaganyasudah ditransfer ke Danny. Seharusnya dia harus sudah merasuki tubuh Danny tapi dia belum memiliki kesempatan. Ghost Rider berhasil menangkapnya lalu mengirimkan Roarke ke neraka untuk selamanya dan ia tidak akan pernah bisa kembali lagi ke bumi. Nadya berhasil menyusul mereka dan melihat mobil yang membawa Danny dalam keadaan terguling. Ghost Rider mengeluarkannya jenazah Danny dari dalam dan membawanya kepada Nadya yang hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh Danny.

Ternyata perubahan Johnny kembali menjadi Ghost Rider telah membawa sesuatu yang baru. Dalam Ghost Rider buatan Roarke, dia merasakan kemarahan dan kematian? Sebaliknya dari dengan Ghost Rider buatan Danny, Johnny bisa merasakan kekuatan malaikat Zarathos di dalam dirinya. Kekuatan itu berbeda dengan kekuatan panas Ghost Rider yang diberikan Roarke padanya dulu. Kemudian api yang menutupi tubuh dan sepeda motornya tidak lagi berwarna merah membara, tapi berwarna biru muda yang lebih tenang. Dia menyentuh wajah Danny dan dia mendadak ia hidup kembali. Film ditutup dengan adegan Ghost Rider mengendarai motor berapinya, tapi api nya berubah menjadi berwarna biru. Api dingin.

(2012)

Thursday, January 9, 2014

The Glass House

Adegan diawali dengan empat orang gadis remaja yang menonton sebuah film sadis di bioskop. Mereka melarikan diri tanpa sepengetahuan orang tua mereka dan tampaknya mereka cukup sering melakukannya. Dan selalu berhasil pulang tanpa ketahuan. Suatu malam, mereka kembali mencuri-curi waktu dan menghabiskan malam bersama sambil merokok dan ngebut-ngebutan di jalan. Setelah puas, Ruby kembali ke rumah dan melihat mobil polisi parkir di depan rumahnya. Ia mengira orang tuanya memanggil polisi karena dia dianggap hilang. Ternyata polisi datang untuk mengabarkan kalau orang tuanya telah tewas karena kecelakaan mobil. Ruby pingsan.

Keesokan harinya ada acara pemakaman si gereja untuk orang tua mereka, yang juga dihadiri oleh sepasang suami istri yang merupakan tetangga dan rekan kerja orang tuanya, keluarga Glass. Termasuk juga paman mereka, Jake, adik ibunya. Pamannya menawarkan bantuan untuk Ruby dan adiknya, Rhett, tapi Ruby menolaknya. Ruby lalu bertemu dengan pengacara keluarga mereka, Alvin. Dia mengatakan kalau Ruby dan adiknya mendapat harta warisan yang cukup banyak. Dan bahwa orang tuanya sudah menuliskan di surat wasiat kalau setelah mereka meninggal Ruby dan adiknya akan diasuh oleh keluarga Glass. Ruby merasa perhatian yang diberikan keluarga Glass lebih tulus. Maka mereka pun pindah me rumah mewah keluarga Glass yang berukuran besar di Malibu. Ruby dan Rhett terkagum-kagum melihat indahnya rumah mewah itu, yang sebagian besar terbuat dari kaca. Disitu mereka berkenalan dengan Vicki, pembantu rumah itu. Tapi anehnya, dengan rumah sebesar itu, Ruby dan Rhett harus tidur di kamar yang sama yang berukuran kecil. Lalu ada masalah ketika menu makan malam yang dibuatkank oleh Ny. Glass ternyata tak sesuai selera mereka. Mereka akhirnya memesan pizza. Ketika akan tidur pun Ruby bertengkar dengan adiknya yang tak mau tidur dengan lampu menyala.

Ruby masuk ke sekolah baru, sekolah negeri, yang sama sekali berbeda dengan sekolah swasta tempatnya dulu yang glamour. Ny. Glass yang mengantarnya ke sekolah. Meskipun Ruby gelisah dengan lingkungan yang barunya, tapi teman-teman barunya cukup menyambutnya. Sepulang sekolah, mereka mendapat hadiah. Rhett mendapat play station dan Ruby mendapat baju baru.

Ny. Glass ternyata menguping pembicaraan telepon dengan teman lamanya dan memarahinya karena tidak mau bergabung dengan teman-teman barunya di sekolah negeri. Ruby menyadari kalau Ny. Glass ternyata suka menguping pembicaraan. Malam itu dia terbangun karena bermimpi tentang ibunya. Akhirnya ia memutuskan untuk berenang dan terkejut oleh kehadiran Tn. Glass yang mendadak, memberinya handuk dan menyuruhnya masuk ke rumah.

Ruby tidak bisa melupakan penyebab kematian orang tuanya. Kecelakaan karena mabuk dan mengendarai mobil. Apalagi ketika dia mengikuti kursus mengemudi. Ny. Glass memergoki nya ketika mencoba mencuri obat dari lemari, tapi Ruby beralasan kalau dia sedang menstruasi dan mencari obat. Ny. Glass mengajaknya ke lemari obat di kamarnya dan memberikan salah satu pil pada Ruby. Sekilas Ruby melihat ada banyak sekali obat-obatan di dalam lemari Ny. Glass (Erin). Malam itu dia mendengar Tn dan Ny Glass bertengkar.

Besok malam, Tn. Glass mengajak Ruby makan malam berdua dan mengenang perkenalan mereka ketika masih bertetangga di kota kelahiran Ruby. Tn. Glass menceritakan bagaimana tidak bahagianya kehidupan pernikahannya dengan Erin. Ruby yang merasa canggung, mengajaknya pulang karena sudah terlalu malam. Tn. Glass (Terry) menyetir ugal-ugalan malam itu. Dan ketika Ruby mengira dia akan melecehkannya, ternyata Terry hanya memasangkan sabuk pengaman saja. Sampai di rumah, Ruby melihat Erin pingsan sambil memakai obat-obatan. Dia buru-buru masuk ke kamarnya.

Ruby merasa kalau mereka tidak cocok tinggal disana. Dia menemui Alvin dan menceritakan ketidak-nyamanan ny tinggal di rumah itu. Dia bertanya apakah orang tuanya tidak memberikan pilihan rumah lain selain rumah Glass. Tapi Alvin ternyata tidak bisa membantu, karena ternyata dia malah menyuruh mereka bertahan disana. Karena kalau tidak, mereka terpaksa harus diurus oleh negara. Tapi akhirnya Alvin berkata akan mencoba membantu. Dia juga mengatakan kalau warisan mereka mencapai 4 juta dollar. 

Setelah makan malam, Terry dan Erin bicara kepada Ruby dan menjelaskan kalau Erin tidak sedang memakai narkoba malam itu, tapi karena dia menderita diabetes. Dan Terry tidak bermaksud membuatnya tidak nyaman dan mereka meminta maaf padanya.

Keesokan harinya, Vicki terlambat menjemputnya ke sekolah. Akhirnya Ruby berjalan kaki dan mampir ke kantor Terry untuk pulang bersama. Dia disuruh menunggu sebentar dan tanpa sengaja mencuri dengar kalau Terry sepertinya sedang terlibat hutang dengan orang yang berbahaya dan dia mendapat ancaman di kantornya sendiri. Terry memiliki perusahaan yang menyewakan mobil dan dia melihat mobil yang dipakai orang tuanya ketika kecelakaan. Di perjalanan pulang Terry mengatakan kalau dia telah memecat Vicki karena mengatarkan Ruby keluar kota tanpa seizin mereka (untuk menemui Alvin).  Ruby heran, bagaimana mereka bisa mengetahui hal itu.

Ruby yang sudah merasa curiga mulai mengantasipasi. Dia berhasil mengetahui nomor kode alarm untuk pintu rumah. Lalu mencari tahu tentang kecelakaan orang tuanya. Dia membaca kalau mereka tewas dalam mobil BMW. Ruby heran karena mobil orang tuanya adalah Saab dan mengirim email ke Alvin untuk menanyakannya. Malam itu Ruby ketiduran dan tidak sempat menyelesaikan tugas esai nya. Tapi ketika dia terbangun, dia melihat kalau tugasnya susah diselesaikan oleh Terry.

Siang itu, Nancy, seorang petugas sosial menemuinya di sekolah dan mengatakan akan membantu masalahnya. Ruby yang merasa serba salah tidak bisa berbuat apa-apa. Nancy datang ke rumah keluarga Glass dan menemukan kebalikan dari semua yang sudah Ruby katakan. Mereka mengatakan malau masing-masing anak memiliki kamarnya sendiri. Nancy juga memeriksa lemari obat dan menemukan hanya sedikit obat di dalamnya, termasuk obat diabetes yang diakui sebagai milik Erin. Nancy juga menemui Ruby dan Rhett dan bertingkah seakan belum pernah bertemu.

Ketika mereka mengantarkan Nancy, tanpa sengaja Ruby menemukan surat-surat yang ditujukan untuk Ruby di tempat sampah, termasuk kartu pos dari paman Jake. Ruby berhasil merobek bagian alamatnya dan menyimpannya. Malam itu Ruby tidur di kamar sendiri tapi menyadari kalau jaringan internet nya sudah diputus dan dia tidak bisa berkomunikasi diam-diam lagi dengan Alvin. Malam itu Terry kembali mendapat ancaman dari mafia yang memberinya hutang, Ruby mencuri dengar dan mengetahui kalau Terry ternyata berniat mengambil harta warisan mereka untuk melunasi hutangnya. Ruby berhasil menyimpan nomor itu dan bisa menghubunginya lagi sewaktu-waktu.

Ruby mendapat teguran keras di sekolah karena ternyata esai yang dikerjakan Terry untuk ya kemarin adalah jiplakan. Ruby tidak bisa mengatakan kalau bukan dia yang mengerjakan esai itu, akhirnya ya hanya bisa menerima hukuman. Di rumah Terry balik menyalahkannya dan mengatakan kalau seharusnya dia harus bisa bertanggung-jawab untuk dirinya sendiri. Dan Ruby mengiyakan di dalam hati. Dia sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu agar bisa lepas dari keluarga itu.

Dia mencoba menelepon paman Jake tapi dia sedang tidak di rumah. Dia mencuri kunci mobil Terry dan mengajak Rhett untuk melarikan diri malam itu. Dia menipunya dengan mengatakan akan ada pembagian video game malam itu dan mereka akan kesana. Dengan takut-takut Ruby mengendarai mobil Terry dan membuka bagasi lalu menerobos gerbang depan. Mereka hampir kecelakaan karena berebut mematikan musik. Mobil mereka dihentikan oleh polisi di tengah jalan yang meminta SIM dan STNK nya. Dan menyadari kalau Terry berhasil menyusul mereka. Erin membawa Rhett pindah ke mobilnya sementara Terry mengemudikan mobil yang dibawa Ruby. Dan mengkonfrontasikan semuanya pasa Terry. Tapi Terry balik menyalahkan Ruby dan mengatakan kalau orang tuanya mabuk-mabukan karena sikap Ruby yang liar dan membangkang. Dia juga mengancam agar Ruby tidak macam-macam. Ruby mencoba melarikan diri tapi gagal. Terry menamparnya dan Erin menyuntiknya hingga pingsan.

Terry kembali mendapat ancaman malam itu dan terpaksa pergi ke bank dan mencoba mencairkan warisan Ruby dan Rhett tapi ditolak. Terry dan Erin bertengkar malam itu. Erin menyalahkan Terry karena meminjam uang dari lintah darat sementara Terry menyalahkannya karena memakai obat-obatan terlarang. Erin yang depresi akhirnya bunuh diri karena over dosis sambil menonton video masa kecil Ruby. Sambil terhuyung-huyung dia berjalan me kamar Rubi dan memeluknya. Ruby menemukan Erin tewas di sampingnya keesokan pagi. Terry  yang melihat mayat Erin langsung mencari Ruby dan Rhett tapi mereka menyembunyikan diri. Ruby berhasil menelepon Lintah darat kemarin dengan menyamar sebagai Erin dan menyuruh mereka datang untuk menjemput uangnya. Tapi Terry berhasil menangkap mereka berdua dan mengurungnya di basement. Ruby menemukan lubang ventilasi dan mencoba membukanya agar bisa melarikan diri. Terry yang kelelahan akhirnya tertidur, tepat ketika mereka berhasil keluar dari lubang ventilasi. 

Rhett lalu masuk ke rumah untuk mencuri kunci mobil dari tangan Terry yang tertidur karena mabuk. Terry terbangun karena Alvin datang. Dia menanyakan dimana Erin, Terry bilang ia sedang di rumah sakit. Dan anak-anak sedang kursus piano. Bersamaan dengan itu, lintah darat yang ditelepon Ruby datang untuk menagih hutangnya pada Terry yang kebingungan. Mereka membunuh Alvin karena mencoba pergi dari sana. Lintah darat itu membawa mobil Terry dan menyadera Terry setelah membungkam mulutnya dengan plesters. Mereka ngebut dengan kecelepatan tinggi tanpa mengetahui kalau Ruby telah merusak rem nya dan melobangi tangkinya. Mobil mereka terguling menabrak pembatas jalan.

Ruby dan Rhett berjalan kaki meninggalkan rumah itu dan bertemu dengan mobil patroli polisi di jalan. Mereka mendapat tumpangan ke luar kota. Di perjalanan mereka melihat mobil Terry yang terguling menabrak pembatas jalan. Polisi itu keluar untuk mengecek dan menyuruh Ruby dan Rhett menunggu di dalam mobil. Ternyata Terry berhasil selamat dari kecelakaan itu dan memukul si polisi. Dia menuju ke mobil polisi tempat Ruby dan Rhett menunggu sambil membawa pistol yang diambilnya dari polisi tadi. Tapi Ruby mengemudikan mobil polisi itu dan menabrak Terry hingga tewas.

Di adegan akhir ditunjukkan kalau mereka berdua ziarah ke makam orang tuanya bersama paman Jake. Mereka akhirnya diasuh oleh paman Jake dan tinggal di rumahnya di Chicago.

(2001)

Tuesday, January 7, 2014

A Tale of Two Sisters

Di sebuah ruangan yang tampaknya rumah sakit jiwa, ada seorang dokter yang sedang berusaha berkomunikasi dengan seorang pasien yang diantarkan perawat ke ruangan itu. Pasien itu seorang gadis muda yang selalu tertunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya, tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia mengangkat wajahnya ketika si dokter menyuruhnya menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya.

Adegan lalu beralih ketika sebuah mobil sedang dalam perjalanan ke sebuah rumah di pedesaan. Mobil itu dikendarai oleh seorang supir yang membawa seorang pria berusia setengah baya dan dua orang gadis muda. Mereka akan pindah ke sebuah rumah baru disana. Nama mereka adalah Su Yeon dan Su Mi. Rumah baru mereka ternyata berada di tepi danau yang memiliki dermaga, mereka duduk disana dan menikmati keindahan alam disana, hingga ayahnya memanggil mereka untuk pulang.

Rumah itu cukup tua dan terbuat dari kayu dengan banyak pintu geser dari kaca. Seorang wanita muda tiba-tiba muncul menyapa mereka dan menegur karena mereka tidak masuk menyapanya lebih dulu sebelum bermain di dermaga. Perempuan itu adalah ibu tiri mereka. Su Yeon dan Su Mi tampaknya tidak terlalu menyukai perempuan itu dan meninggalkannya, menuju ke kamar mereka di lantai dua.

Hal pertama yang dilakukan Su Mi di kamarnya adalah memperbaiki waktu jam dindingnya ke 15.30 lalu membongkar tasnya dan mengeluarkan buku-buku miliknya. Ketika dia membuka lemari pakaian yang ada di kamar itu, didalamnya berisi pakaian dengan warna dan motif yang sama persis. Seakan-akan dia tidak diizinkan memakai model, warna ataupun motif yang berbeda. Dia sangat terkejut.

Mereka berempat lalu makan malam di ruang makan sambil berdiam diri. Perempuan muda itu mencoba membuka percakapan, tapi tampaknya tak ada yang tertarik menanggapinya. Suasana benar-benar muram. Dia menegur Su Mi yang dianggap gegabah karena menyiapkan pakaian dalam ayahnya. Su Mi balas menegurnya karena sudah berani mengusik barang-barang di kamar tidurnya. Dia lalu meninggalkan meja makan diikuti oleh Su Yeon. Su Mi meminta agar adiknya memberitahunya kalau perempuan itu mengganggunya, jangan hanya diam saja. Bahkan si ayah pun tidak tidur sekamar dengan istri mudanya malam itu, dia memilih tidur di kursi. 

Malam itu, Su Yeon bermimpi. Ada yang membuka pintu kamar tidurnya. Begitu melihat barisan jari yang membuka pintu, dia membalikkan tubuh dan menutupi wajahnya dengan selimut. Ketakutan. Lalu selimutnya bergerak seperi ditarik dari bawah. Ketika dia membuka mata, ternyata semua itu hanya mimpi dan pintu kamarnya masih tertutup rapat. Karena ketakutan dia berlari ke kamar kakaknya. Su Mi bertanya ada apa, katanya dia mendengar suara-suara dan ada seseorang yang masuk ke kamarnya.

Su Mi memutuskan untuk turun ke lantai dasar dan menyelidiki. Di ruang bawah televisi menyala dengan layar statis, tidak ada yang menontonnya. Dia melihat ayahnya tidur di kursi tamu dan memperbaiki selimutnya. Tiba-tiba ibu tirinya muncul dan memarahinya karena membangunkan ayahnya. Su Mi tidak takut padanya dan melawan setiap perkataannya dan mengatakan kalau ia hanya turun untuk mengambil air minum. Di dalam kulkas dia menemukan bungkusan yang berlepotan darah, dia menjerit ketika membukanya. Isinya adalah burung peliharaan mereka. Ibu tirinya hanya duduk di depan televisi dengan layar statis itu, tidak perduli dengan teriakannya. Saat itulah Su Mi dan Su Yeon menyadari kalau ada yang aneh dengan ibu tiri mereka dan juga rumah itu. Mereka tidur bersama di kamar Su Mi

Su Yeon tidak bisa tidur nyenyak. Dia diganggu mimpi buruk tentang seorang gadis kecil bersimbah darah yang berlari ketakutan dikejar-kejar seorang wanita. Ketika terbangun, dia melihat bayangan seorang perempuan sedang merangkak di balik kursi. Sosok itu tiba-tiba berdiri dan menunjukkan seorang perempuan berambut panjang awut-awutan dengan kepala tertekuk kesamping. Dia tidak berjalan, tapi melayang dan dia sedang menuju ke arah Su Yeon yang terbelalak ketakutan. Lalu sosok itu menghilang begitu saja.

Ketika Su Mi terbangun, dia melihat pakaian dalam Su Yeon berdarah dan mengira adiknya itu sedang menstruasi. Dia lalu mengambil beberapa pembalut dari kamar ibu tirinya dan membereskan sprei yang ternoda darah. Mereka mencuci dan menjemur sprei itu di halaman. Su Mi lalu berjalan-jalan di hutan dekat rumah mereka dan tanpa sengaja menemukan sebuah pondok terlantar beratap melengkung dari kaca. Dia menemukan dua buah tas koper dan membawanya pulang. Di dalam tas itu dia menemukan berbagai perlengkapan wanita yang ternyata milik mendiang ibunya yang sudah meninggal, juga beberapa foto lama milik ayah dan ibunya. Merka juga menemukan berbagai asesoris dan pernak-pernik milik ibu mereka. Saat itu dia melihat bekas genggaman tangan yang membiru di lengan Su Yeon dan menanyakan siapa yang melakukan hal itu padanya. Tapi Su Yeon bungkam.

Su Mi menyadari kalau ibu tirinya lah yang melakukan hal itu dan menantangnya. Mereka berdebat kalau Su Mi harus menerima ya sebagai ibu tiri, suka atau tidak suka, sama seperti dia juga terpaksa harus menerima keberadaan mereka berdua sebagai anak tiri. Su Mi tidak merasa takut, tapi menjadi lebih marah. Dia melempar cangkir teh ibu tirinya itu ketika ibunya akan menuang teh. Lalu berlari ke kamarnya dan menangis. Ayahnya berusaha untuk membujuknya tapi dia tidak mau dibujuk.

Malam itu, paman dan bibi mereka datang untuk makan malam bersama. Ibu tirinya menjamu mereka dengan banyak makanan dan berusaha terlihat ceria, tapi wajah paman dan bibi Su Mi pun terlihat sesuram wajah ayahnya. Hanya ibu tiri yang terus berceloteh ria dan tertawa sendiri dengan candaan yang dibuatnya, sementara yang lain terdiam dan tidak menanggapi. Dia lalu terdiam dengan marah karena tak ada yang menanggapinya. Tiba-tiba, Mi Hee, bibi Su Mi terjatuh ke lantai sambil menjerit-jerit dan meronta-ronta. Dia berkelonjotan di lantai sampai mereka berhasil memasukkan obat ke dalam mulutnya. Si ibu tiri menjerit melihat kejadian itu. Dalam perjalanan pulang, Mi Hee menceritakan pada suaminya kalau dia melihat anak perempuan meringkuk di bawah bak cuci piring dalam keadaan kotor belepotan. Dan mereeka tidak tahu itu siapa.

Kembali ke rumah, si ibu tiri yang kecewa karena acara makan malam itu tidak berjalan sesuai yang direncanakannya, duduk termenung. Dia melihat ke arah laci di bawah bak cuci piring yang terbuka dan memperbaikinya. Secara tidak sengaja dia mengintip ke bawah bak cuci piring. Kosong. Lalu tiba-tiba dia mendengar suara gesekan dari arah meja makan, ketika dilihat, tidak ada apapun disana. Tapi dia melihat sebuah jepit rambut tergeletak di lantai, tadinya jepit rambut itu tidak ada disana. Dia memungutnya, tiba-tiba ada tangan yang terjulur dari bawah bak cuci piring dan menarik tangannya. Dia menjerit lalu melihat sebuah sosok berpakaian hijau berdiri di hadapannya. Suaminya memberinya obat dan mengatakan kalau dia hanya berhalusinasi. Tapi si ibu tiri mengatakan kalau ada banyak keanehan yang terjadi di rumah itu sejak Su Mi dan Su Yeon datang. Suaminya berkata dia akan berkeliling untuk melihat sekitar rumah.

Di teras depan dia melihat sangkar burung kenari kesayangan istri mudanya tergeletak di lantai. Di dalam, buruk kenari itu sudah mati bersimbah darah. Suaminya lalu membawa sangkar itu untuk menyingkirkannya, dia tidak melihat Su Yeon mengintip diantara semak-semak. 

Si ibu tiri yang marah ternyata dikunci di kamarnya tapi dia berhasil keluar dan masuk ke kamar Su Yeon untuk memarahinya. Di bawah selimut Su Yeon ditemukannya bangkai burung kenarinya. Dengan marah dia memukuli Su Yeon sambil menariknya turun dari tempat tidur dan menguncinya di dalam lemari sambil mencampakkan semua barang-barang milik mendiang ibunya ke dalam lemari. Su Yeon yang panik menjerit-jerit sambil memukuli lemari, ibu tirinya tidak perduli. Dia menyuruh Su Yeon meminta maaf terlebih dahulu baru akan diizinkan keluar dari lemari. Dia tetap dikurung di dalam lemari tanpa ada yang tahu.

Su Mi merasakan ada hal yang aneh dan berlari masuk ke kamar adiknya. Dia melihat kamar Su Yeon berantakan dan adiknya tidak ada disana. Dibukanya pintu lemari dan melihat Su Yeon yang ketakutan didalamnya. Dia memeluknya erat-erat dan mengeluarkannya dari sana. Sementara di halaman, si ayah menguburkan bangkai burung kenari di dalam sangkar. Sekilas dia melihat bayangan istrinya di jendela, tapi dia tidak yakin apakah istrinya itu  mengetahui apa yang sedang dikerjakannya atau tidak.

Ayahnya masuk ke kamar mereka dan memarahi mereka karena sudah berbuat yang aneh-aneh. Su Mi balik memarahi ayahnya yang dianggap tidak perduli kalau ibu tiri mereka sudah menyakiti Su Yeon terus menerus. Ayahnya lalu memarahi Su Mi karena menyebut-nyebut Su Yeon. "Su Yeon sudah meninggal. Kuatkan dirimu. Jangan menyebut-nyebut hal itu lagi." Su Mi terbengong sambil melihat ke arah Su Yeon yang juga kebingungan sambil menjerit-jerit mundur. Malam itu, ayahnya menelepon psikiater Su Mi dan mengatakan kalau kondisi psikis anaknya itu semakin parah. Ternyata Su Mi sedang dalam perawatan dokter jiwa.

Tiba-tiba Su Mi terbangun dari mimpi dan mendapati kalau dirinya sendirian di rumah tua itu dan pintu dalam keadaan terpaku dari dalam. Dia mendengar suara Su Yeon memanggil namanya, dia berlari mencarinya. Su Mi menemukan jejak berdarah di dalam rumah, seakan ada sesuatu yang berdarah telah diseret sepanjang koridor itu dan meninggalkan bekas. Dia menemukan bungkusan besar di selasar, tempat jejak darah itu berakhir. Sambil ketakutan dia menyentuh bungkusan besar dari kain itu dan berusaha membuka ikatannya tapi tidak berhasil. Dia mencari-cari pisau di dapur tapi tidak ada. Ketika dia kembali ke tempat bungkusan itu berada, bungkusan itu sudah hilang, diseret ke tempat lain. Ternyata sudah berada di dalam lemari tempat menyimpan tumpukan sprei.

Tiba-tiba ibu tirinya muncul sambil membawa teko berisi air panas dan hendak menyiramkannya ke arah Su Mi. Su Mi menghindar dan berhasil melukai tangan ibu tirinya dengan gunting. Tapi dia jatuh pingsan setelah kepalanya dipukul dengan keras. Ibu tirinya lalu menyeretnya ke tengah koridor lalu menyeret sebuah patung besar untuk dihantamkan ke kepala Su Mi. Tapi perhatiannya teralih ketika pintu tiba-tiba terbuka dan ayah Su Mi masuk. Dia melihat putrinya tergeletak di lantai, bersimbah darah.

Lalu ayahnya mengambil obat dari lemari dan membawanya ke si ibu tiri, menyuruhnya minum obat agar sembuh. Tiba-tiba masuk seorang wanita muda berpakaian rapi yang berwajah seperti ibu tirinya. Ternyata selama ini Su Mi mengalami halusinasi belaka. Dia tidak pernah bersama Su Yeon atau berjumpa dengan ibu tirinya sama sekali.

Su Mi akhirnya dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Ibu tirinya menemuinya sebentar di kamar, tapi Su Mi mencengkram tangannya sangat keras hingga ia harus melepasnya dengan paksa. Ayah dan ibu tirinya lalu pergi meninggalkan dia disana. Su Mi terduduk sambil meneteskan air mata. Ia terkenang pada masa lalu ketika pertama kali ayahnya membawa si ibu tiri ke rumah mereka dan memperkenalkannya sebagai istri mudanya. Wanita itu adalah seorang perawat yang juga bertugas merawat ibunya di rumah. Ibunya sedang sekarat, penyakitnya tidak bisa disembuhkan dan mampu menolak keinginan ayahnya untuk menikah lagi. Ibunya akhirnya bunuh diri dengan menggantung diri di dalama lemari pakaian di kamar Su Yeon. Lalu tiba-tiba Su Mi tersenyum ketika melihat Su Yeon duduk di sampingnya, di tempat tidur rumah sakit.

Sementara itu, si ibu tiri ditunjukkan sedang termenung sendirian di rumah. Dia mendengar suara langkah kaki yang berlarian di lantai dua yang seharusnya kosong. Dia naik untuk memeriksa dan melihat bayangan di balik gordyn. Ternyata tidak ada apa-apa di baliknya. Tapi pintu tiba-tiba terhempas hingga menutup dan suhu kamar terasa sangat dingin. Pintu lemari terbuka dan dia memeriksanya. Tiba-tiba muncul sebuah bayangan gelap dari tumpukan sprei dan mengarah kepadanya. Dia terduduk sambil merangkak mundur ketakutan. Akhirnya dia tewas dibunuh oleh hantu yang keluar dari lemari itu.

Adegan kembali menujukkan ketika Su Yeon menemukan mayat ibunya yang tewas dengan menggantung diri di dalam lemari pakaian. Su Yeon yang ketakutan menarik-narik mayat ibunya dari dalam lemari tapi lemari tua yang berat itu terjatuh dan menimpanya. Dia tidak bisa melepaskan diri. Ibu tirinya naik untuk melihat apa yang terjadi. Dia menemukan lemari pakaian yang terjatuh dan tangan Su Yeon yang menggapai-gapai. Tapi dia tidak melakukan apapun untuk menolongnya, malah berjalan keluar kamar. Karena dia mengira kalau yang meminta tolong itu adalah si istri tua. Di tengah jalan dia berpapasan dengan Su Mi yang menyuruhnya pergi dari rumah itu. Dengan marah ibu tirinya mengatakan bahwa Su Mi akan menyesali hal itu kemudian hari. Su Mi pergi dari rumah itu tanpa sempat melihat adiknya, Su Yeon tewas karena tertimpa lemari pakaian. Dia baru kembali ke rumah itu lagi, setelah ayahnya mengeluarkannya dari rumah sakit jiwa.

(2003)

Friday, December 20, 2013

The Expatriate


Adegan di awal film ada seorang pria memakai topeng yang sedang merampok bank sendirian. Begitu keluar dari bank, tas berisi hasil rampokannya diserahkan se seorang pengendara motor sementara dia sendiri naik ke boncengan pengendara motor yang lain. Ditunjukkan kalau tas itu akhirnya dilemparkan ke sebuah mobil yang kemudian dipungut oleh seorang pria.

Ben Logan adalah seorang ayah warga negara Amerika, yang tinggal bersama putri remaja nya di Antwerp. Amy adalah remaja yang agak nakal dengan nilai sekolah yang tidak terlalu bagus. Sebelumnya dia tinggal di Amerika bersama kakeknya, sebelum dijemput ayahnya umtuk tinggal bersamanya. Ben bekerja sebagai ahli di sebuah perusahaan pembuat perangkat keamanan. Dia dan rekannya, Mei Ling, menemukan kalau ada yang lupa mendaftarkan paten atas sebuah produk dan dia melaporkannya pada atasannya, Derek. Derek menyuruhnya mengerjakan kasus itu, sehingga dia terlambat mengadiri acara di sekolah putrinya, acara pemberian penghargaan untuk fotografi, dimana dia menjadi pemenang utamanya. Amy yang kecewa karena ayahnya tidak datang, memutuskan pergi bermain bersama teman-temannya sesudah acara selesai. Ben melihatnya bersama seorang remaja pria, Nabil. 

Mei Ling menitipkan kue untuk Amy, yang ternyata mengandung kacang. Ben tidak tahu kalau Amy alergi kacang, sehingga mereka menghabiskan malam itu di rumah sakit. Begitu pagi tiba, Ben harus singgah sebentar di kantor sebelum pulang dan terpaksa membawa serta Amy. Setibanya di kantor, Ben heran, karena kantornya sudah kosong melompong. Seakan-akan seisi kantor dan rekan kerjanyana pindah dari sana dalam waktu satu malam saja. Semua panggilan ke nomor kantornya juga tidak terhubung. Ben mencoba menghubungi pemilik gedung dan menghubungi ekstention ke kantornya, tapi perusahaan tempat nya dulu bekerja, Halgate Group, tidak terdaftar di gedung itu. Bagai menghilang ditelan bumi.

Ketika akhirnya Ben datang ke kantor utama Halgate Group di Eropa dan bertemu dengan Braemar, mereka mengatakan tidak memiliki karyawan atas nama Derek Kohler, atasannya di perusahaan dulu. Ketika dia mencoba mengecek email bisnis dari blackberrynya, tapi handphone nya juga kosong tanpa data. Ben mengecek ke bank tempat gajinya biasa ditransfer, tidak ada dana apapun di dalamnya. Di bank, Ben bertemu dengan mantan rekan kerjanya, Floyd, yang bertanya kenapa perusahaan tempat mereka berkerja tiba-tiba menghilang. Tapi mendadak Floyd malah menyandera. Ben dan Amy dan menyuruh Ben berkendara ke suatu tempat sambil ditodong pistol.

Ben berhasil mengelabui Floyd dan mobil mereka terbalik di jalan tol. Ben berusaha menanyakan pada siapa Floyd bekerja, tapi dia keburu meninggal. Ben dan Amy pun memilih melarikan diri karena dikejar polisi. Mereka berhasil kembali masuk ke rumah orang lain dan bersembunyi. Lalu mereka naik kereta api menuju ke Antwerp untuk mencari loker penyimpanan yang sesuai dengan kunci yang ditemukan Ben di kantong Floyd. Ben pergi ke tempat loker itu sendirian dan menyuruh Amy menunggu di kafe. Dia tidak menyadari kalau polisi sudah melihatnya dari jauh. Di dalam loker dia berhasil menemukan dokumen di dalam amplop dan membawanya. Bahwa Floyd adalah pembunuh bayaran. Dan semua nama di berkas itu adalah sasarannya.

Dokumen itu ternyata berisi berkas rekan-rekan kerjanya dulu dan foto-foto mereka. Dia lalu mencocokkan alamat-alamat di berkas itu dengan peta lokal dan menemukan kalau Mei Ling berada di RS Stockholm, tepatnya di kamar mayat. Mei. Ling sudah meninggal dan mayatnya terapung di sungai. Ternyata semua mayat di ruangan itu adalah semua mantan teman kerjanya. Mereka semua meninggal, kecuali Walter si penjaga pintu masuk. Ben menemukan coretan angka di telapak tangan Amy dan mencatatnya.

Ketika akan keluar, mereka berpapasan dengan Walter yang ternyata juga sedang mencari mereka. Dia menembaki mereka dengan membabi buta. Ben dan Amy melarikan diri ke atap rumah sakit dan bersembunyi di bangsal pasien koma. Walter hampir menemukan Amy ketika Ben memukulnya dari belakang. Amy terluka ketika berusaha menyelamatkan ayahnya dari tembakan Walter, dia terserempet peluru. Ben mencuri beberapa obat dalam perjalanan keluar, sambil dikejar polisi di belakangnya. Mereka berhasil keluar lewat jendela dan melarikan diri setelah mencuri sebuah mobil.
Ben mengobati luka Amy di sebuah toilet, sambil menjelaskan kalau ia dulu adalah pegawai CIA.

Di Amerika ditunjukkan adegan di kantor CIA, dengan seorang wanita bernama Anna yang dulunya adalah atasan Ben. Ternyata Halgate adalah perusahaan penyeludupan senjata yang berhasil menyelundupkan anggotanya ke dalam CIA. Mereka berhasil mencuri dokumen rahasia CIA, yang ditunjukkan di awal adegan tadi. Ternyata Anna bekerja sama dengan Derek, dialah penyusup dari perusahaan Halgate, yang sedang mencari berkas kargo kapal Halgate yang hilang. Berkas itu berada dalam pengawasan CIA, dan dia ditugaskan untuk mencarinya.

Ben dan Amy harus mencari tempat untuk bermalam. Amy menelepon Nabil untuk mencari bantuan. Akhirnya, Karim, pamannya, bersedia membantu untuk menyeludupkan mereka keluar dari Antwerp. Mereka menumpang tinggal di rumah sebuah keluarga imigran, untuk sementara.

Anna menyusul ke Antwerp untuk menemukan Ben. Sementara di kantor Halgate, sebuah keluarga yang menjadi korban kargo yang tenggelam, masih menuntut. Ternyata manager Halgate itu memang membuat perusahaan fiktif tempat Ben bekerja dan menyembunyikannya. Anna marah, karena dia membunuh semua karyawan perusahaan fiktif itu dan membuat Ben jadi target. Tapi dia malah menyuruh Anna mencari Derek dan membawa penemuan itu padanya.

Ben dan Amy mencari tahu lebih jauh tentang nomor yang mereka temukan di tangan Mei Ling.

Sementara itu, paman Nabil yang membantu Ben kemarin, ditemukan terbunuh di rumahnya, tapi anak perempuannya yang masih kecil, selamat. Ben dan Amy berhasil masuk lagi ke kantor bekas perusahaan fiktif itu dan dan berhasil menemukan lokasi Derek berada. Dia tidak tahu, telepon itu sudah disadap oleh Anna. Jadi mereka juga mengetahui apa yang Ben ketahui.

Di hotel tempat Derek sembunyi, Ben berhasil menemukan kamarnya. Dia naik sendiri dan menyuruh Amy menunggu di lobby untuk mengawasi. Ketika Ben sedang menginterogasi Derek di kamar, Amy melihat kedatangan Amy dan tim nya. Dia ingin memperingatkan Ben dengan ikut naik di lift itu dan turun satu lantai dibawahnya, lalu naik dengan menggunakan tangga. Dia menemukan Ben sedang memukuli Derek. Derek tewas karena menarik pelatuk pistol di tangan Ben. Dia mengakumkalau dia bekerja untuk CIA. Mereka melarikan diri tepat sebelum Anna memergoki mereka. Ben dan Amy tersudut di tempat parkir. Anna berusaha membujuk agar mereka menyerahkan diri. Tapi Ben berhasil menyandera Anna dan melarikan diri dengan mobil yang dicuri Amy. Mereka berhasil membawa barang dari kamar Derek yang berisi dokumen rahasia.

Dari perkataan Anna, Amy mengetahui pekerjaan Ben di masa lalu sebagai pembunuh bayaran. Dia sangat kecewa dan lari meninggalkan Ben dengan menaiki kereta bawah tanah. Dia pergi ke sebuah rumah keluarga Nabil dan meminta tolong untuk meminjam telepon dan menepon kakeknya, tapi pembunuh bayaran yang membunuh paman Nabil berhasil menemukannya dan membunuh ibu Nabil.
Nabil yang marah bergabung dengan Ben untuk mencari Amy. 

Terlebih dahulu mereka mencari tahu isi dokumen yang dicuri dari Derek tentang isi kapal kargo Perusahaan Halgate yang karam. Ternyata kargo itu berisi banyak senjata rahasia CIA dan menemukan nama Anna terdaftar dalam sebuah list. Ben menelepon Anna dan menyuruhnya untuk menemuinya. Awalnha Anna berusaha menjebak Ben dengan membawa anggotanya, tapi digagalkan oleh Ben. Mereka bicara dalam kereta api. Setelah menyampaikan kekecewaannya! Ben meninggalkan Anna.

Dengan pengetahuannya, Ben lalu membuat senjata khusus untuk menghadapi perusahaan Halgate. Dia yakin, merekalah yang menawan Amy. Dia menyelipkan sebuah ponsel ke tangan pemilik Halgate dan meneleponnya, me yuruh agar dia datang untuk menukar Amy dengan barang bukti yang dipegangnya tentang kargo Halgate. Sementara Anna datang langsung ke rumah Halgate dan menawarkan diri untuk melakukan pertukaran itu dan Halgate setuju.

Dalam perjalanan, dia bermaksud membebaskan Amy tapi dihadang oleh si pembunuh bayaran. Dia berhasil melarikan Amy. Ben dan Halgate bertemu di tempat yang disepakati sambil membawa Amy. Ben menyadari kalau Amy sedang bersama si pembunuh bayaran dan mereka mengatakan kalau Ben harus ikut dengan mereka atau Amy tewas. Ben terpaksa setuju dan menyuruh Nabil menjemput Amy. Ben akan dibunuh oleh si pembunuh bayaran. Tapi bom yang dipasang Ben di dalam koper itu meledak tepat waktu dan membunuh mereka semua kecuali Ben.

Nabil mengantar Amy ke bandara, dia akan kembali ke rumah kakeknya di New York. Tepat sebelum keberangkatannya, Ben berhasil menyusulnya.

(2013)


Related Posts with Thumbnails

  © Mirror On The Wall by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP